Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Bukan Perawan

Aku Bukan Perawan

Shinta Larasati hancur setelah dikhianati Predi Prasetiyo yang berselingkuh dengan Putri Patrisia. Alasan Predi pergi karena masa lalu Shinta yang tak lagi suci. Demi membalas luka itu, Shinta merantau ke ibu kota untuk meraih kesuksesan dan membuktikan harga dirinya. Di tengah perjuangan, muncul Brama Sebastian yang mencoba mencuri hatinya. Namun, bayang-bayang cinta lama pada Predi masih menghantui. Akankah Shinta memilih Brama atau tetap terobsesi pada dendamnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Terlihat di sudut suatu ruangan seorang gadis bernama Shinta masih terpaku di tempat duduknya dengan mulut terkatup, sementara bola matanya yang bening dengan bulu mata lentik masih menatap kearah Dina dengan pandangan tak percaya.

Sungguh, ingin rasanya ia tak mempercayai ucapan Dina saat itu.

"Benar, Shin. Aku melihat Predi sama Putri di depan restauran. Sepertinya mereka habis makan bersama. Aku sendiri sempat sangsi dengan penglihatanku.

Masa sih predi jalan sama, Putri? Namun setelah kuhampiri lebih dekat lagi, baru aku yakin kalau cewek yang di sebelahnya itu memang benar, Putri," ungkap Dina dengan nada serius. Raut wajahnya yang terlihat tegang menggambarkan bahwa ia memang tidak sedang main-main dan ingin meyakinkan bahwa apa yang dilihatnya adalah benar.

Hembusan napas berat keluar dari hidung Shinta saat mendengar laporan yang sedikit banyak mulai mempengaruhi dan membuatnya yakin, meskipun ia tidak pernah menyaksikannya dengan kepala sendiri.

Benarkh dia telah menghianati cinta dan kesetiaannya? Ah, benarkah itu? Ingin sekali rasanya Shinta untuk tidak mempercayai keterangan itu.

"Melihat sikap mereka yang nampak begitu mesra, aku jadi curiga lho, Shin. Jangan-jangan tanpa sepengetahuanmu dia pacaran lagi dengan Putri. Ini gawat, Shin! Maka itu aku sarankan padamu, sekali-kali enggak ada salahnya kamu menyelidiki apa yang dilakukan Predi dibelakangmu," cetus dina lagi dengan napas menderu.

Penasaran juga ia melihat sikap Shinta yang masih kelihatan tenang-tenang saja. Shinta sendiri bukan tak percya dengan laporan itu. Dua minggu yang lalu, Ririn tetangga yang rumahnya dekat dengan rumah Shinta itu mengatakan hal yang senada dengan Dina. Ia melihat Predi bersama Putri disebuah toko baju.

"Semalam aku ketemu Predi lho, Shin," katanya waktu itu.

"Oh yah! Di mana?" Tanyanya waktu itu, ingin tahu.

"Di toko baju. Kebetulan waktu itu aku lagi nemenin tanteku beli baju. Eh, enggak menyangka malah ketemu Predi sama,-" Ririn tidak meneruskan kalimatnya. Paras wajahnya tiba-tiba saja berubah antara rasa redah dan tidak enak hati untuk mengatakan yang sebenarnya.

Namun, Shinta malah penasaran sekaligus bingung melihat Ririn seperti menggantung kalimatnya, hatinya berdebar keras saat menangkap tanda-tanda tak mengenakan itu. Apa yang telah terjdi? Mengapa Ririn tidak meneruskan ucapannya dan kelihatan gelisah?.

"Predi sama siapa, Rin? Katakanlah terus terang padaku," ujar Dina kemudian tak tahan memendam perasaan yang semakin bergejolak.

"Dia,-" Ririn kelihatan ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Sepasang maniknya yang bulat menatap Shinta tajam-tajam.

"Dia jalan sama siapa? Katakanlah yang sejujurnya," desak Shinta lagi, tak sabar detak jantungnya berdebar semakin cepat. Dadanya bergerumuh hebat membuat dadanya tiba-tiba saja terasa sesak.

"Pedi, dia jalan sama, Putri," jawab Ririn kemudian, pelan.

Shinta tercekat. Sepasang matanya yang bening sedikit membelalak. Namun kemudian ditariknya napas dalam-dalam untuk menenangkan perasaan hatinya yang tidak karuan, antara tidak percaya, kaget, cemas dan gelisah.

Benarkah apa yang dikatakan Ririn barusan? Benarkah Predi jalan sama, Putri?.

Shinta masih terpaku, dengan berbagai macam pikiran mengayuti benaknya, ketika Ririn kembali berkata.

"Sungguh, Shin. Aku juga sempat kaget waktu memergoki Predi jalan sama Putri. Memang kamu sudah putus dengan dia? Kok berani-beraninya dia jalan denga wanita lain?"

Giliran Shinta yang terhengak mendengar pertanyaan-pertanyaan itu. Sudah putus dengan Predi? Ah, tidak. Hubungan mereka masih baik-baik saja, seperti dulu. Predi belum pernah mengucapakan kata untuk memutuskan hubungan cintanya. Kendati akhir-akhir ini cowok itu mulai sering tidak datang.

Lantas, kalau memang mereka masih menjdi sepasang kekasih, kenapa Predi malah jalan bersama Futri? Kenapa Predi tidak mengajaknya saja? Bukankah selama ini semua orang tahu kalau mereka pasangan kekasih yang serasi dan tidak terpisahka? Lantas kenapa Ririn malah memeregoki Predi bersama perempuan lain dan bukan dirinya?

Dia sendiri tidak tahu, apa yang harus dikatakannya pada Ririn. Bahwa hubungan dengan predi baik-baik saja, kok rasanya aneh. Apa alasan Predi sampai jalan dengan Putri kalau hubungan mereka tetap baik-baik saja? Kok rasanya aneh. Apa alasan Predi sampai jalan dengan Putri kalau hubungan mereka baik-baik saja?

Dia mengatakan kalau mereka sudah putus hubungan, kapan Predi mengatakan itu? Selama menjadi kekasih cowok itu, sdikitpun ia tak pernah berpikir bakal berpisah apalagi memutuskan cowok terkasih yang amat diharapkannya itu.

Dan sekarang, kembali ia mendengar berita tak. Mengenakan yang sangat menyakitkan hatinya itu. Untuk yang kedua kalinya ia mendengar, kalau Predi kekasih yang amat dicintainya, mulai berpaling pada gadis lain.

Ada yang terasa luruh dalam hati Shinta saat membayangkan itu. Sungguh, hatinya ditusuk-tusuk pisau belati mendengar kabar yang sangat memerahkan telinga itu. Predi jalan dengan perempuan lain.

Dan perempuan itu adalah Putri. Gadis yang diketahuinya juga mempunyai harapan dan cinta yang berkobar-kobar pada Predi.

Betapa pedihnya hati Shinta memikirkan itu. Bukan ia tak tahu siapa Putri. Gadis berambut panjang dengan bibir tipis, memang sudah sejak lama tergila-gila pada Predi. Demi untuk mendapatkan cinta cowok tampan itu. Tapi, Predi tetap Predi. Betapapun kerasnya godaan yang didapatinya dari Putri, tapi cintanya tetap pada Shinta. Ia tetap memilih garis manis berlesung pipit itu, kendati Putri terus mengejar dan berusaha menaklukannya.

Dan Shinta boleh merasa bangga, karena cowok tampan itu lebih memilihnya dan tetap mempertahankan kedudukannya di hati.

Yah, Shinta boleh merasa senang dan bahagia, karena cinta Predi tetap ditujukan untuknya, kendati godaan terus menghadang.

Tapi ternyata, semua itu tidak berlangsung lama. Bayangan indah Shinta untuk tetap merajut hubungan kasih dengan predi sampi ke pelaminan. Pelan tapi pasti, Predi mulai menjauhinya. Bahkan yang menyakitkan, cowok tampan itu mulai berani jalan dengan gadis lain.

Dalam kepedihan yang menggerogoti jiwanya, Shinta cuma bisa mengeluh pelan. Digigitnya bibirnya dengan hati yang nalangsa. Apa yang pernah dikhawatirkannya dan sangat sangat mengganggu perasaannya belakangan ini, akhirnya terjadi juga. Cinta dan kesetiaan yang pernah diharapkannya akan berlanjut abadi, mulai terkikis pelan-pelan.

Sebulan sudah berlalu, Predi. Sudah tak lagi datang kerumah Shinta pelan tapi pasti Shinta mulai merasakan perubahan demi perubahan yang nampak pada diri Predi, kekasihnya. Selain mulai jarang datang, cowok itu pun sepertinya mulai memasang jarak hubungan diantara mereka. Bahkan yang terakhir, sudah dua kali Shinta mendengarkan kabar menyakitkan itu, Predi berselingkuh dengan Putri, gadis yang diketahuinya menaruh cinta dan perhatian dalam terhadap kekasihnya itu.

Diam-diam Shinta berusaha menenangkan perasaan hatinya sendiri yang bergelolak tak karuan sangat mendengar orang yang dicintai yang diharapkan bakal menjadi suaminya kelak, mulai memalingkan cintanya pada gadis lain. Shinta sadar kalau dia memang bukanlah orang kaya, dia orang tak punya. Biar bagaimana, ia sudah tak sepadan lagi untuk bersanding dengan Predi. Cowok tampan yang punya sepasang mata tajam namun memiliki sikap lembut dan romantis itu tidak pantas menjadi kekasihnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan Pacar Menikah Di Hari Yang Sama
7.9
Willy, seorang CEO, viral setelah melamar sekretarisnya. Saat Sarah mencari penjelasan, ia mendengar Willy meremehkan hubungan 7 tahun mereka. Willy yakin Sarah takkan pergi meski ia menikahi sang sekretaris demi melindunginya dari paksaan keluarga. Kecewa, Sarah memutuskan menikah dengan orang lain di hari yang sama. Saat mobil pengantin mereka berpapasan di jalan dan kedua mempelai bertukar bunga, Willy sangat terpukul melihat Sarah berada di mobil pengantin lain dengan gaun pernikahan.
Sampul Novel Candu Dekapan Kakak Ipar
8.9
Pernikahan dengan putra keluarga konglomerat justru menjadi penjara bagi Djiwa. Diperlakukan layaknya pelayan oleh ibu mertua tanpa pembelaan dari suaminya sendiri, ia hidup dalam tekanan. Namun, situasi berubah sejak Radja, sang kakak ipar tertua yang berwibawa dan dingin, mulai memperhatikannya. Di tengah keputusasaan, sentuhan dominan Radja menyalakan api asmara yang salah. Terjebak dalam hubungan terlarang yang penuh dosa manis, Djiwa kini tidak memiliki jalan untuk kembali.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan bahwa wanita yang tersakiti mampu menjadi sosok yang sangat tangguh. Demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya, ia bergabung dengan Agency The Angel sebagai wanita panggilan kelas atas. Bersama sang adik, Shasya, Felisha rela terjun ke dunia prostitusi elite demi melacak sang pembunuh. Mereka mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini demi mengungkap kebenaran dan membalas rasa sakit hati yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Diary Naya
9.1
Bagi banyak orang, makna cinta bersifat subjektif dan beragam, sebagaimana kutipan Marianne Williamson yang menyebutnya sebagai inti eksistensi manusia. Namun, dalam sudut pandangku, definisi sejati dari perasaan ini bukanlah tentang memiliki. Kisah ini mengeksplorasi arti pengorbanan terdalam, di mana mencintai berarti memiliki ketulusan untuk melepaskan sosok yang paling berharga agar ia mampu menemukan kebahagiaan sejatinya sendiri.
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Vivian datang ke kantor Darren untuk meminta tanda tangan kontrak penting. Sebagai kekasih yang biasa mengabaikan formalitas, ia sempat ragu sebelum akhirnya mengetuk pintu. Namun, pemandangan di dalam menghancurkan hatinya. Ia mendapati Darren sedang bermesraan dengan Khloe yang tengah merapikan dasinya di bawah sinar matahari. Suasana intim itu membuat kata-kata Vivian tercekat saat Darren dan Khloe menoleh, menyadari kehadirannya yang tiba-tiba.
Sampul Novel Kak, Kalian Sungguh Kejam
8.6
Akibat tuduhan palsu dari sang adik tiri, Linda, mengenai alergi makanan laut, protagonis dihukum oleh ketiga kakaknya—seorang pebisnis, penyanyi terkenal, dan pelukis genius. Mereka mengurungnya di dalam ruang bawah tanah yang terkunci rapat. Meski telah memohon untuk dibebaskan, ia justru ditinggalkan begitu saja saat mereka membawa Linda ke rumah sakit. Di tengah kegelapan, ia perlahan kehabisan oksigen hingga akhirnya tewas. Tiga hari kemudian, saat ketiga kakaknya pulang dan baru teringat untuk membukakan pintu, mereka hanya menemukan jasadnya yang sudah tidak bernyawa.