Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Akhirnya KAU Mencintaiku

Akhirnya KAU Mencintaiku

Tiga belas tahun lamanya Rea mencintai Jeno, termasuk dua tahun pernikahan paksa yang penuh pengorbanan. Meski telah mengabdi sepenuhnya, Jeno tetap berpaling pada mantan kekasihnya. Lelah karena cintanya tak pernah dihargai dan terus diperlakukan kasar, Rea akhirnya memilih menyerah dan meminta cerai. Namun, saat Rea berubah menjadi dingin, Jeno justru mulai merasa kehilangan. Ia baru menyadari betapa berharganya Rea tepat di saat wanita itu ingin pergi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah membereskan meja makan, Rea memutuskan naik ke lantai dua untuk tidur. Sungguh tubuhnya sangat lelah, terlebih hati dan pikirannya. Hal apa lagi yang membuat lelah dan membosankan selain menunggu ketidak pastian seseorang?

Setelah berganti piyama berbahan sutra yang halus Rea naik ke tempat tidurnya yang luas. Tidak ada yang kurang dari apa yang Rea miliki di sini kecuali cinta suaminya sendiri. Rea duduk di atas kasur, merengkuh kedua lututnya dan menatap kosong ke depan.

Mau sampai kapan dia begini? Hanya bisa mencintai tanpa dicintai, mengharapkan balasan cinta dari suami sendiri begitu sangat sulit melebihi dari apa pun. Hati Jeno apakah benar-benar sudah tertutup untuknya karena satu kesalahannya dua tahun lalu?

Dia hanya mencintai Jeno, dan ingin menikah dengannya lalu hidup bahagia, itu saja!

"Jeno mungkin tidak akan pulang malam ini," gumamnya setelah melirik jam di atas nakas yang sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat 15 menit. Hari istimewa mereka sudah terlewat, dan apakah Rea masih sanggup menjalani rumah tangga seperti ini hingga hari ulang tahun pernikahannya tahun depan? Masih bisakah ia bertahan?

Hujan di luar sudah mulai reda, terdengar suara deru mesin mobil mengurungkan niat Rea untuk tidur. Wanita itu tersenyum dan segera turun dari tempat tidur. Rea berlari kecil keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan kaki telanjang.

Hatinya terlampau bahagia, dia akan memaafkan Jeno jika pria itu minta maaf padanya karena pulang terlambat. "Ya, sebentar!" sahutnya saat suara ketukan pintu terus terdengar.

Rea membuka pintu dengan napas terengah, setiap kali Jeno pulang ia memang harus segera membukakan pintu dengan cepat, karena kalau terlalu lama Jeno bisa marah. "Kenapa lama sekali?" Suara dingin Jeno masuk ke telinga Rea, membuat wanita itu hanya bisa tertegun menatap suaminya.

Bayangannya tadi, pada saat ia membuka pintu berharap Jeno akan meminta maaf, dan memberi hadiah selamat ulang tahun pernikahan. Namun, sepertinya bayangan itu terlalu berlebihan!

"Oh, ma-maafkan aku, aku kira kamu tidak akan pulang, jadi aku memutuskan naik untuk tidur," jawabnya gugup.

Jeno menatap dingin Rea, pria itu lantas menerobos masuk tanpa mempedulikan Rea. Rea segera menutup pintu kembali dan menguncinya, mengejar langkah Jeno menuju kamar tidur mereka.

"Kenapa kamu pulang terlambat, apa kamu lupa lagi hari ini hari apa?" cecar Rea saat mereka sudah berada di dalam kamar.

Jeno tak acuh mengabaikan pertanyaan Rea di belakangnya, pria itu membuka jas dan melonggarkan dasi dengan dibantu Rea. "Iya, aku lupa. Aku memang tidak biasa mengingat hal-hal yang tidak penting."

Rea membeku di tempatnya, menatap punggung lebar suaminya yang begitu kejam mengucapkan kalimat menyakitkan tadi, jemari lentiknya mencengkram jas milik Jeno dengan mata berkabut.

Hari pernikahan mereka tidak penting bagi Jeno? Sungguh menyakitkan!

Jeno tanpa menoleh pada Rea, pria itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Rea masih berdiri tertegun menatap pintu kamar mandi yang tertutup, kala mendengar gemericik air yang jatuh ke lantai, ia pun tersadar layaknya air itu menciprati wajahnya.

Rea segera membawa jas Jeno dan menaruhnya di keranjang cucian untuk ia cuci besok, lalu dia sekarang mengambil pakaian bersih dari lemari dan menaruhnya di atas kasur, Rea duduk di tepi dan menunggu suaminya selesai mandi.

Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pintu kamar mandi terbuka, Jeno keluar dengan hanya handuk putih yang melilit pinggangnya. Rea selalu jatuh cinta pada pria itu, Jeno adalah pria tampan dan sempurna, hanya ada satu kekurangannya, pria itu tak punya hati. Atau mungkin bukan Rea yang memiliki hati Jeno, tapi wanita lain.

Rea segera berdiri saat Jeno berjalan mendekat ke arah ranjang, pria itu mengambil piyama yang Rea siapkan untuknya, dengan kedua telapak tangan yang saling meremas di depan tubuh, Rea bertanya dengan nada rendah. "Apakah kamu mau makan? Aku akan siapkan makanan untukmu."

"Tidak perlu, aku sudah makan malam dengan Aruna.

Mendengar nama perempuan lain disebut, seketika membuat tubuh Rea merasa dingin, hatinya sakit seolah ditusuk oleh ribuan duri tajam, sakit yang tak berdarah, dan tidak tertahankan.

Rea mengangguk kaku, sungguh ia ingin menangis sekarang juga, tapi ia tidak mau menunjukkannya pada Jeno.

Wanita itu lalu berjalan pelan ke sisi tempat tidur, duduk dan berbaring miring memunggungi Jeno, menutup tubuhnya dengan selimut sebatas leher. Jeno tak peduli, setelah memakai pakaiannya ia pun ikut berbaring juga di samping Rea dan memejamkan matanya yang sudah mengantuk parah.

Di saat itulah Rea terisak tertahan, meski begitu tetap saja bahunya terlihat terguncang halus, tapi sama sekali tidak mengganggu tidur Jeno.

***

Pagi yang cerah setelah malam badai, Rea seperti biasa membuat sarapan untuk dirinya dan Jeno. Namun, selama dua tahun ini, apa pun yang Rea buat tidak pernah Jeno sentuh, meski begitu Rea tidak pernah lelah melayani suaminya dengan baik, di luar suaminya itu mau makan atau tidak.

Suara langkah kaki menuruni anak tangga, Rea segera berlari kecil dari ruang meja makan menuju ruang depan. Dia takut Jeno akan pergi sebelum sarapan, dan hari ini rasanya ia ingin sekali bisa makan bersama.

Jeno baru saja sampai di lantai dasar, pria itu akan melangkah menuju pintu keluar, Rea segera mengejarnya. "Sarapanlah dulu, aku sudah memasak untuk kita," katanya dengan tatapan memohon pada pria itu agar mau melunakkan hatinya untuk mau makan bersamanya kali ini.

Jeno mengerutkan kening menatap penampilan Rea di hadapannya, wajahnya sedikit pucat dan mata sembab seperti habis menangis semalaman. "Satu kali ... saja, kamu mau makan bersamaku, Jeno. Selama dua tahun kita menikah kamu tak pernah mau makan bersama denganku, kamu tidak pernah mau menyentuh apa pun yang aku buatkan."

Rea sudah sangat terluka, air matanya sudah hampir tidak bisa ia bendung lagi sekarang. Mengapa mencintai Jeno begitu sangat menyakitkan? Mengapa Tuhan memberinya cinta hanya untuk terus terluka seperti ini?

Jeno menatap dingin istrinya, suara datarnya kembali terdengar dan itu cukup membuat hati Rea benar-benar berdarah. "Aruna selalu membawa sarapan untukku ke kantor, jadi kamu tidak perlu repot-repot." Jeno lantas melangkah kembali melewati Rea.

Seluruh tubuh Rea menegang, hatinya seolah kesemutan. Wanita itu berbalik badan dan berteriak pilu. "Tapi, aku istrimu! Aku juga ingin memperhatikan dan diperhatikan olehmu, kenapa kamu begitu dingin padaku?"

Langkah Jeno berhenti, dan berkata dengan dingin. "Ini keputusanmu, harusnya kamu sudah tahu apa yang akan terjadi saat meminta aku menikahimu. Kenapa sekarang kamu begitu berlebihan? Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, kamu ingin menikah denganku, kan? Lalu apa lagi?"

Rea benar-benar beku, menikah dengan Jeno memang impiannya, tapi tidak pernah menyangka jika pernikahan ini seperti mimpi buruk!

"Jeno, bisakah kamu memecat Aruna dari kantor? Atau pindahkan dia ke kantor cab--"

Sebelum Rea menyelesaikan kalimatnya, Jeno berbalik badan dan mencengkram leher wanita itu dengan kejam, wajah tampannya tampak dingin dan mengerikan dan berteriak dengan penuh tekanan. "Jangan ikut campur urusanku! Aku sudah memberikan pernikahan yang kamu mau, dan kamu tidak berhak meminta yang lain, apalagi mengaturku!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 7 NAGA BEREBUT RAGA
8.5
Davey Torres, pria lemah yang sering sakit, tak sengaja menelan makanan bermantra yang memasukkan jiwa Raja Naga berusia 12.000 tahun ke tubuhnya. Davey dan sang naga, Chen, terus berselisih hingga Chen mengungkap misi balas dendamnya terhadap keturunan Ming yang tamak. Keluarga Ming telah menghancurkan bisnis keluarga Torres hingga bangkrut. Kini, Davey harus memilih apakah akan bekerja sama dengan Chen demi menghabisi musuh dan merebut kembali Torres Group.
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Cinta dan Gairah 21+ menyajikan antologi kisah romantis dewasa dengan beragam latar belakang karakter yang memikat. Mulai dari dinamika kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pesona CEO dan manajer, setiap cerita dirancang untuk mengeksplorasi sisi emosional yang mendalam. Pembaca akan dibawa melintasi berbagai profesi, termasuk kuli bangunan dan para suami, dalam narasi yang memuaskan fantasi. Nikmati setiap alur cerita unik yang penuh gairah di buku ini.
Sampul Novel Gadis Kedai
9.6
+++21.. ATTENTION PLEASE .!!. Not for kids.!!!πŸ™πŸ™πŸ™ Tuan dan nyonya Vladislava meninggal saat Tatiana Vladislava putri semata wayang mereka berusia tiga belas tahun . Semenjak itu , Tatiana Vladislava tinggal bersama nenek Vasilisa Vladislava yang mempunyai kedai makanan Russia di Moscow . Tatiana Vladislava mempunyai dua teman laki sepermainan sewaktu masa kecil yang bernama Sevastyan Dvoryanstvo dan Matteo. Sevastyan Dvoryanstvo anak keturunan bangsawan, sedangkan matteo dari latar belakang broken home. Ayahnya matteo seorang tukang kebun yang pemabuk , suka berjudi dan main perempuan. Sedangkan ibunya seorang pembantu. Dulu ibunya Matteo sempat stress karena kelakuan suaminya dan sempat hendak menggugurkan kandungannya dengan minum banyak bir hangat tapi kandungannya tidak gugur malah melahirkan Matteo. Karena sikap kedua orang tuanya yang tidak perduli pada Matteo itu membuat Matteo tumbuh menjadi seorang pria pemabuk yang suka berjudi dan suka bergonta ganti pasangan sex . Ya, matteo mewarisi kelakuan buruk almarhum ayahnya. Tanpa di sangka-sangka mereka di sinyalir terlibat dalam kasus pembunuhan. Mereka menjawab...bukan saya pembunuhnya sadis. Sebetulnya siapa yang di bunuh .?
Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
8.2
Selena Hart terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Jorch demi melunasi biaya medis tantenya. Ia dibayar satu juta dolar hanya untuk menjadi pengantin pengganti karena wajahnya sangat mirip dengan tunangan Damian yang hilang, Elsie Sonata. Rencana awalnya sederhana: Selena cukup berdiri di altar dan mengucapkan janji suci. Namun, kendali Damian runtuh saat ia mabuk dan menyentuh Selena. Kesepakatan kontrak itu kini berubah menjadi hubungan yang jauh lebih rumit.
Sampul Novel Gue Bukan P*****
9.0
Dana terjebak dalam dilema moral yang berat akibat tuntutan sistem aneh yang mengikatnya. Ia sangat murka dan mengutuk perintah sistem yang menargetkan seorang gadis di bawah umur untuk misi tertentu. Meski merasa sangat muak dan menolak keras tuduhan sebagai pedofil, Dana merasa tidak berdaya untuk melawan otoritas sistem tersebut. Sambil meratapi nasibnya yang tragis, ia terpaksa mengikuti alur permainan gila ini tanpa bisa mengelak sedikit pun.
Sampul Novel Kebenaran Tentang Gundiknya
7.8
Hamil empat bulan, fotografer ini hancur melihat suaminya, Baskara, memperkenalkan bayi wanita lain sebagai putranya. Bukannya menyesal, Baskara justru mempermalukannya dan membela selingkuhannya, Serena. Dianggap lemah dan dramatis, sang istri justru memendam amarah dingin atas pengkhianatan terencana ini. Di balik ketenangan palsunya, ia menyusun strategi besar. Ia bukan lagi istri penurut, melainkan ancaman yang siap menghancurkan sandiwara keluarga sempurna mereka.