
Air Force Skadron7
Bab 3
Jiwa militerku seakan tertantang, mendengarkan makian dan hinaan Riki. Enak saja aku nggak mampu, aku kuat kuat kok. Aku buktikan dengan teknik menembakku. Aku langsung menarik pelatukku. Akhirnya dua puluh musuh mati dengan satu tarikan pelatukku. Kami mampu menang dengan menembakkasn pelatukku.
"Kau lihat kan kemampuanku, aku mampu kan. Melumpuhkan musuh. Tanpa perlu melukai sandera," ucap alu dengan tersenyum sinis.
"Ok aku akui jempol, keberanian kamu dan kerje keras kamu. Hebat kamu Yud ternyata omongan kamu nggak kaleng-kaleng," ucap Riki dengan tersenyum.
Setelah selesai, kini aku bersama pasukan sedang latihan terjun payung. Keadaan sedang hujan, aku yang sedang latihan terjatuh dan nyangsang di atas pohon. Untungnya nggak apa-apa.
"Kau tak apa-apa Yud?" tanya Woko dengan tersenyum menatap ke arahku.
"Aku nggak apa-apa Woko, aku hanya sangat kaget saja. Untungnya aku nggak apa-apa," jawabku dengan nafas tersengal-sengal.
"Untungnya kau tak meninggal iya, padahal satu tahun yang lalu. Rekan sejawat aku mati akibat terjun payung, Tuhan masih sayang engkau Yudi. Kau sangat beruntung," ucap Woko dengan tersenyum.
Tiba-tiba Nelson dan Nicky menghampiri kami, mereka mengajak aku untuk menonton di acara festifal yang di selenggarakan oleh AURI (Angkatan Udara Repubublik Indonesia)
"Kalian mau ikut nggak lusa?" tanya kembar berbeda jenis kelamin itu dengan tersenyum ke arah aku dan Woko.
Nelson itu laki-laki, sedangkan Niki adalah Perempuan.
"Sudah pasti ikut dong, aku mau membeli reflika pesawat. Berhubung aku adalah AURI. Aku harus berpatisiasi, jika ke acara Angkatan Darat dan Laut saja aku ikut. Masa berpatisipasi di matra aku saja aku tak ikut, memalukan Air Force dong!" ucap Woko dengan semangat berapi-api.
"Aku pasti ikut, siapa tau aku bertemu jodoh. Siapa tau ada yang nyantol kepadaku," ucap aku dengan tersenyum manis.
Ketika acara di mulai, aku bertemu dengan gadis yang lumayan cantik. Gadis itu meminta tolong kepada aku, dia memperkenalkan dirinya dengan tersenyum lebar.
"Permisi Pak, perkenalkan saya Santy. Saya mau minta tolong, dapatkah Bapak membantu saya?" tanya gadis ini.
"Boleh Nona, apa yang bisa saya bantu?" tanyaku dengan sangat ramahnya.
"Tolong bantu saya Pak, saya mau membeli reflika pesawat f16. Saya mau memberikan hadiah untuk Kakak saya," pinta gadis tersebut.
"Baik Nona, sekarang Nona ikut saya. Saya akan antarkan Nona,"ucap aku dengan sangat ramahnya.
"Terima kasih banyak Pak,"ucap gadis tersebut dengan tersenyum manis.
"Sama-sama Nona, ini Nona pesawat f16nya. Anda bisa menawarnya, jika anda ingin memilikinya. Saya mau pergi dulu," ucap aku dengan tersenyum.
"Baik Pak terima kasih banyak, semoga Tuhan membalaskan kebaikan Bapak. Saya sangat berterima kasih," ucap gadis tersebut dengan tersenyum manis.
Aku tak tau, setelah kejadian itu. Entah mengapa gadis yang bernama Santy selalu menghubungiku.
Santy terkadang mengajak aku jalan, jujur aku kurang terlalu suka dengan gadis yang agresif. Aku sudah menaruh hati dengan Jasmine anak Komandanku.
Puncuk di cinta ulam pun tiba, aku dan Jasmine akhirnya berpacaran. Sudah terasa aku berpacaran dengan Jasmine sudah enam bulan.
Aku harus merelakan diriku, di kirim ke Prancis selama satu tahun. Walau pun hubungan kami sedang hangat-hangatnya mau nggak mau aku harus tetap pergi ke Prancis.
"Sayang aku harus di tugaskan ke Prancis, kamu tunggu aku pulang iya. Setelah aku pulang, aku akan segera melamar kamu. Setelah pangkat aku Lettu, (Letnan Satu) aku akan segera menikahi kamu. Aku akan menjadikan kamu Ibu Pia Ardhya Garini,"ucap aku dengan tersenyum.
"Iya sayang, tetapi jangan lama-lama sayang. Masalahnya kan kita udah enam bulan pacaran, seharusnya kita tunangan dulu. Minimal supaya aku yakin jika kamu sangat menyayangi dan menyayangi aku sayang," ucap Jasmine dengan memanyunkan bibirnya.
"Kamu nggak usah ragu Jasmine, aku sungguh sayang dan cinta sama kamu. Aku berangkat dulu iya sayang, waktu satu tahun tidak lama. Intinya nanti kita akan menikah," ucap aku dengan mengecup kening kekasihku.
Aku berangkat bersama tiga rekan sejawatku, menuju Prancis. Setibanya di sana aku langsung melancarkan aksiku.
Entah mengapa setelah empat bulan aku di Prancis, sifat dan sikap Jasmine kekasihku berubah. Dia sangat cuek, rekan sejawat aku di skadton7 mengatakan jika aku harus melupakan Jasmine. Karena Jasmine rupanya telah di lamar oleh senior kami.
Bahkan Jasmine sendiri menerima lamarannya, aku tak lantas langsung percaya. Aku sangat yakin jika Jasmine mau menunggu aku kembali.
Tetapi sayangnya mimpi indah yang aku mau rajut bersama Jasmine, seakan runtuh dan sirna. Ketika aku pulang mereka sudah menikah. Bahkan sudah menjadi sepasang suami istri. Mungkin Jasmine memang bukan jodohku.
Setelah misi dinyatakan sukses, aku segera di lantik kenaikan pangkat. Aku kini sudah berpangkat Lettu.
Aku sekarang sedang berlari bersama rekan sejawatku, aku selalu mengabiskan waktuku untuk bekerja dan bekerja. Aku seakan tak mau dulu membuka hatiku mencintai seorang gadis, jujur aku takut di kecewakan.
Banyak kawanku, yang ingin mencomblangkan aku dengan saudara mereka. Tetapi aku tidak mau.
"Yud, kamu mau nggak aku jodohin sama sepupuku?" tanya Riki dengan tersenyum.
"Nggak usah repot-repot Riki, aku mau mengejar karierku di militer. Aku mau mengumpulkan uang yang banyak, aku mau memberi tiket ke Yerusalem. Aku mau mengajak ke dua orang tua aku ke sana, masalah jodoh dan menikah tunggu aku berpangkat Letkol (Letnan Kolonel). Aku yakin Tuhan akan memberikan jodoh yang cocok dan pas untuk aku," ucap aku dengan tersenyum.
Aku sekarang kerja mati-matian, sepulang dinas aku bekerja di pabrik roti. Aku bekerja sebagai ketua security.
Aku mengumpulkan banyak uang, aku mau memberikan kedua tiket ini untuk Mama dan Papa aku.
Ketika aku berjalan sendiri, aku bertemu dengan Santy. Santy menghampiri aku dan mengajak aku untuk bertemu, tetapi aku tidak menjawab dan mengiyakan mau bertemu. Santy mengajak aku bertemu jam tujuh malam.
Aku tak datang, ketika aku melihat jam sudah jam sembilan malam saja. Aku yakin Santy datang, apa aku datang saja iya? Aku nggak mau jadi orang jahat, aku akhirnya datang ke tempat yang sudah di siapkan oleh Santy untuk bertemu dengan aku.
Tetapi ketika aku datang, sudah tidak ada. Di sana banyak darah, ada tas putus. Seorang warga mengatakan jika gadis itu melawan ketika mau hampir di perkosa dan di todong. Sehingga gadis itu tertusuk pisau di bagian perutnya.
"Pak ada apa ini?"tanyaku kepada bapak yang ada di sana.
"Gadis ini melawan ketika dia mau di perkosa dan di ambil barangnya, tetapi dia menolaknya. Dia tertusuk di bagian perutnya sekarang sedang di bawa ke rumah sakit sama teman saya," jawab Bapak tersebut.
"Saya boleh minta alamat rumah sakitnya pak?" tanya aku dengan penuh rasa khawatir.
Bersambung.
Anda Mungkin Juga Suka





