
Affair With My Boyfriend's Lover
Bab 3
"Sekarang aku mau kalian mencoba cake buatanku dan menilainya."
Evelyn datang kembali dengan membawa nampan yang berisi cake dan minuman dingin. Evelyn memang sudah mencoba membuat cake baru dan akan menyuruh Jason atau Jessica yang mencobanya terlebih dahulu sebelum nanti cake itu akan ia buat jadi sebuah menu di cafenya. Evelyn meletakkan cake dan minuman dingin itu di depan Jason dan Jessica.
"Waww, cake dengan rasa terbaru? Aku tidak pernah melihat ini sebelumnya," kata Jason dengan senyum manisnya. Senyum yang bisa menghipnotis semua orang termasuk Jessica.
"Ya, ini memang penemuan resep terbaruku. Dan seperti biasa, aku mau kalian mencobanya terlebih dahulu," kata Evelyn.
"Sepertinya enak," kata Jessica berkomentar. "Lagi pula kamu tidak pernah gagal membuat cake sebelumnya. Cake buatanmu selalu terasa lezat."
"Evelyn memang sangat pintar memasak. Dia sering membuatkan makanan untuk bekalku di kantor. Aku beruntung bisa memilikinya," kata Jason memuji Evelyn. Jason juga mencium tangan kekasihnya itu.
Melihat Jason mencium tangan serta memuji Evelyn seperti ini, Jessica merasa jika Jason adalah lelaki yang baik dan penyayang. Evelyn pasti merasa bahagia bisa memiliki pasangan seperti Evelyn. Tidak sepertinya yang selalu disakiti. Bahkan terakhir berpacaran pun, Jessica di tinggal menikah tanpa sebab apapun.
Jessica iri melihat Evelyn. Hidup sahabatnya itu sangat bahagia bersama orang-orang yang mencintainya. Evelyn memiliki orang tua yang begitu perhatian kepadanya. Evelyn memiliki cafe warisan orang tuanya. Dan Evelyn juga memiliki pasangan yang penyayang seperti Jason. Sangat berbeda dengan kehidupan Jessica. Jessica harus memulai usahanya mulai dari nol hingga tumbuh besar seperti saat ini. Orang tuanya juga tidak begitu memperhatikannya dan sibuk bekerja. Itulah mengapa, di umurnya yang masih muda, Jessica memilih untuk hidup sendiri. Lalu, Jessica juga tidak memiliki pasangan seperti Jason yang selalu memujinya. Ahh, hidup ini memang tidak adil!
Evelyn menatap Jason dan Jessica yang baru saja memasukkan potongan cakenya ke dalam mulut. Evelyn sangat menunggu jawaban dari keduanya.
"Bagaimana?" tanya Evelyn dengan menuntut.
Jason mengunyah cake yang baru saja ia masukkan ke dalam mulutnya. Cake manis yang terasa sangat lembut di mulutnya. Jason tidak pernah merasakan cake seenak ini sebelumnya.
"Lezat. Sangat-sangat lezat. Aku bahkan tidak tahu lagi harus memuji cake ini seperti apa, karena rasanya memang sangat lezat," puji Jason.
Jessica juga menganggukkan kepalanya dan setuju dengan apa yang Jason katakan. Cake buatan Evelyn memang terasa lezat. "Sama seperti biasa, Eve. Kamu memang tidak pernah gagal membuat sebuah cake baru."
"Apa cake ini layak untuk di jual?" tanya Evelyn sembari menatap Jason dan Jessica bergantian.
"Sangat layak, sayang. Aku yakin akan banyak yang suka dengan cake ini," kata Jason.
Karena merasa sangat bahagia, Evelyn memeluk Jason dengan erat. Evelun juga menyandarkan kepalanya di dada bidang lelaki itu. Pelukan yang membuat Evelyn selalu merasa aman dan nyaman.
Jessica mengigit bibir bawahnya melihat tingkah manja Evelyn kepada Jason. Dan jason juga sepertinya tidak keberatan dengan apa yang Evelyn lakukan itu kepadanya. Dan ntah mengapa, Jessica merasa cemburu dengan hal itu. Ada perasaan aneh yang ia rasakan saat Evelyn memeluk Jason.
****
Jessica baru sampai di rumahnya dan langsung masuk ke kamar mandi. Jessica ingin langsung mandi untuk menyengarkan pikirannya. Hari ini terlalu banyak hal yang baru Jessica alami. Bertemu dengan kliennya Jeffri dengan tatapan nakalnya. Di tambah Jason yang membuat perasannya jadi tidak terkendali.
Jessica melucuti satu persatu pakaiannya hingga tidak ada satupun yang tersisa. Jessica berdiri di bawah guyuran shower dan mengusap tubuhnya. Ia menutup matanya dan menikmati setiap tetesan air yang membasahi tubuhnya itu.
Saat menutup mata, Jessica membayangkan Jason ada disini bersamanya. Jason melangkah mendekatinya dan menatap tubuhnya yang tidak terbalut sehelai kain. Jessica mengigit bibir bawahnya untuk menarik perhatian Jason. Jason semakin mendekat maju dan segera mencium bibirnya dengan rakus. Jason mencium dan melumat bibir tebalnya itu. Dan dengan senang hati, Jessica membalas ciuman itu tidak kalah rakus dari Jason.
Tidak sampai hanya disitu saja, tangan Jason juga bergerak membelai lembut titik-titik sensitif di tubuh Jessica. Membuat Jessica merasa kegelian dengan apa yang Jason lakukan. Jason juga memberikan kecupan-kecupan lembut di leher Jessica.
Seketika Jessica membuka matanya kala pikiran liarnya itu sudah mengambil alih otaknya. Jessica segera membuang pikirannya itu dan melupakan Jason. Ia tidak menyangka jika ia akan membayangkan Jason di saat seperti ini. Jessica pun buru-buru menyelesaikan mandinya.
Setelah selesai mandi, Jessica memakai handuk dan duduk di depan meja riasnya. Jessica menatap dirinya lewat kaca itu. Jessica memegang bibir serta lehernya. Ia tahu apa yang terjadi tadi hanya khayalannya saja. Tetapi ia merasa jika itu nyata. Jason memang ada disini dan membelai dirinya.
"Apa yang baru saja aku pikirkan. Mengapa aku membayangkan Jason seliar itu."
Jessica memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Baru pertama kali bertemu dengan Jason, Jessica sudah merasakan hal aneh kepada lelaki itu. Jessica merasa jika ia mulai menyukai Jason saat pertemuan pertamanya di cafe. Dan semakin lama Jessica tidak bisa melepaskan Jason dari pikirannya.
"Kamu tidak boleh menyukai Jason, Jes. Jason itu kekasih dari sahabatmu sendiri. Kamu tidak boleh memikirkanya apalagi menyukainya. Kamu harus melupakan perasaanmu ini kepadanya."
Jessica tidak tahu apa yang ia rasakan. Jessica juga tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Sudah lama sekali, terhitung sejak Niko Pergi meninggalkanya tanpa sebab dan menikah dengan perempuan lain, Jessica sudah tidak tertarik dengan lelaki manapun lagi. Jessica merasa jika semua lelaki sama saja. Hanya manis di awal dan berakhir dengan pahit seperti yang ia rasakan. Tetapi saat bertemu dengan Jason, pikirannya berubah. Seakan ada magnet yang membuat Jessica menyukai Jason.
Jessica tahu jika apa yang terjadi ini salah. Jason adalah kekasih dari Evelyn, tetapi perasaannya juga tidak bisa di salahkan. Perasaannya itu murni dari hatinya.
"Lupakan Jason, Jes. Jason tidak akan pernah menjadi milikmu!"
Jessica berdiri dari duduknya dan memakai bajunya. Jessica harus bisa menepis perasaan anehnya ini sebelum semuanya semakin besar. Karena Jessica tahu, ia tidak akan bisa mendapatkan Jason sampai kapanpun.
Setelah selesai memakai bajunya, Jessica duduk di tepi ranjangnya dan mengambil ponselnya dari atas nakas. Jessica melihat jika Evelyn mengirimkan sebuah gambar kepadanya. Jessica membuka gambar itu dan membelalakkan matanya seketika. Evelyn mengirimkan foto Jason saat tidak memakai baju dan memperlihatkan perut kotak-kotaknya dan otot besar yang menarik perhatiannya.
Jika seperti ini, bagaimana Jessica bisa melupakan Jason. Yang ada Jessica akan semakin membayangkan hal-hal liar dengan Jason. Ini sungguh menyiksa dirinya.
Anda Mungkin Juga Suka





