Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor

10 Miliar Menjadi Pelakor

Demi membiayai operasi ginjal ayahnya, Calla nekat masuk ke klub malam hingga bertemu Lucian Donovan. Lucian menawarkan 10 miliar rupiah jika Calla mampu menghancurkan rumah tangga Caspian Hawthorne. Calla terkejut karena Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan saat SMP. Kini, Caspian telah berubah menjadi sosok miliarder yang dingin dan berkuasa. Terjepit kemiskinan, Calla harus memilih antara martabat atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dua minggu telah berlalu sejak percakapan itu. Setiap hari, Calla merasa dirinya semakin tenggelam dalam dunia yang tidak pernah ia kenal sebelumnya-dunia yang gelap dan penuh dengan ketegangan. Lucian Donovan tidak pernah jauh, selalu mengawasi langkahnya, memastikan bahwa ia tetap berada di jalur yang sudah ditentukan. Setiap kali Calla mencoba menarik napas dalam-dalam dan menenangkan dirinya, bayangan wajah Caspian kembali menghantuinya.

Dia tahu, seiring berjalannya waktu, dia akan semakin terjerat dalam permainan ini. Tapi tak ada pilihan lain. Ayahnya semakin lemah, dan biaya pengobatannya semakin tinggi. Semua yang dimilikinya-harga diri, martabat, dan harapan-sekarang dipertaruhkan dalam taruhan yang mengerikan ini.

Pagi itu, Calla duduk di ruang tamu apartemennya yang sempit, menatap layar ponselnya yang menampilkan pesan dari Lucian.

Lucian Donovan: Kamu akan bertemu Caspian malam ini. Persiapkan dirimu.

Calla meletakkan ponselnya di atas meja dengan tangan gemetar. Malam ini, semuanya akan dimulai. Ia akan menghadapi Caspian secara langsung untuk pertama kalinya sejak pertemuan mereka di klub malam itu. Meski hatinya penuh dengan keraguan, ia tahu ini adalah langkah pertama untuk menghancurkan pernikahan Caspian-dan mendapatkan uang yang begitu ia butuhkan.

Dia menarik napas dalam-dalam dan bangkit dari kursi. Sebelum keluar, ia melihat dirinya di cermin. Gadis yang tampaknya begitu tak berdaya ini, kini terpaksa memainkan peran yang jauh lebih besar daripada dirinya. Wajahnya pucat, matanya lelah, tetapi tekad di dalam hatinya tetap teguh.

Malam itu, Calla mengenakan gaun hitam sederhana, yang lebih menonjolkan kecantikannya yang halus daripada kesan mewah. Dia tahu ini bukan tentang penampilan. Yang penting adalah bagaimana ia bisa mendekati Caspian tanpa terlalu banyak menunjukkan sisi dirinya yang rapuh.

Saat ia memasuki restoran mewah tempat pertemuan itu akan berlangsung, suasana malam itu terasa sangat kontras dengan kegelisahan yang menyelimuti hatinya. Lampu-lampu kristal menggantung di langit-langit, menciptakan kilauan yang seolah menenangkan setiap sudut ruang. Tapi bagi Calla, itu hanya membuat hatinya semakin sesak.

Di salah satu sudut ruangan, duduklah Caspian Hawthorne. Kemeja hitamnya yang pas di tubuh terlihat semakin menggoda dengan cahaya redup yang menyinari wajah tampannya. Tapi ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya malam ini-sesuatu yang menunjukkan bahwa dia tahu lebih banyak daripada yang Calla harapkan.

Caspian mengangkat pandangannya saat Calla mendekat. Mata mereka bertemu dalam keheningan yang penuh arti.

"Calla," Caspian menyapa, suaranya yang dalam menggetarkan setiap serat dalam tubuhnya. "Kau datang lebih cepat dari yang aku kira."

Calla menelan ludah, berusaha menjaga ketenangannya. "Aku tidak ingin menunda-nunda. Ada banyak yang harus kita bicarakan."

Caspian tersenyum tipis, senyum yang lebih mirip dengan senyum seorang pemangsa daripada seorang teman. "Sepertinya, kita sudah berada di jalur yang salah sejak awal."

"Jalur yang salah?" tanya Calla, kebingungan.

Caspian menatapnya dengan intens. "Kau tahu persis apa yang sedang kita lakukan. Kita tidak bermain di dunia yang sama lagi, Calla."

Calla merasakan tenggorokannya kering. "Aku hanya ingin menyelesaikan ini dengan cepat. Untuk ayahku."

Caspian menyandarkan tubuhnya ke belakang, menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca. "Kau tidak pernah berubah, ya? Semenjak dulu, kau selalu berjuang dengan cara yang salah."

Perkataan itu melukai Calla lebih dari yang ia duga. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada mengetahui bahwa orang yang pernah ia kenal bisa melihat dirinya seperti itu. Tapi ia menahan perasaan itu, menggigit bibirnya agar tidak tampak lemah.

"Tolong, Caspian," katanya dengan suara hampir putus asa. "Ini bukan tentang kita. Ini tentang menyelamatkan nyawa."

Caspian diam sejenak, kemudian perlahan menggelengkan kepalanya. "Kau bisa mengatakan itu, Calla. Tapi ini bukan hanya tentang uang atau menyelamatkan ayahmu. Ini lebih besar dari itu. Kau mungkin tidak tahu apa yang kau hadapi."

Calla merasa gelisah. "Apa maksudmu?"

Caspian menatapnya dalam-dalam, seolah berusaha menemukan jawaban yang benar di mata Calla. "Aku sudah lama menunggu untuk bisa berbicara denganmu, Calla. Tapi bukan seperti ini yang aku bayangkan. Aku tak tahu apakah kau benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi."

Lalu, dia berhenti sejenak, memberi Calla waktu untuk mencerna kata-katanya. "Sebelum kita masuk ke dalam permainan ini, aku ingin kau tahu satu hal," lanjut Caspian. "Aku tidak akan membiarkanmu merusak pernikahanku, tidak peduli apa yang kau lakukan."

Calla merasa perasaan yang campur aduk datang begitu saja. Di satu sisi, ada rasa takut yang mendalam. Tapi di sisi lain, ada sebuah dorongan untuk tetap melangkah maju, karena dia tahu apa yang dipertaruhkan.

"Saya tidak akan mundur, Caspian," jawabnya dengan suara penuh tekad. "Saya harus melakukan ini, apapun yang terjadi."

Caspian memandangnya lama. Untuk sesaat, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu lebih banyak, tetapi kemudian dia hanya menghela napas. "Kalau begitu, kita lihat saja seberapa jauh kau bisa bertahan, Calla."

Calla menatapnya dengan mata penuh tantangan. Tak ada lagi jalan mundur. Apa yang sudah dimulai, harus diselesaikan. Dan malam ini, permainan ini dimulai.

Ketika Calla keluar dari restoran itu, hatinya masih berdegup kencang. Caspian, dengan segala daya tarik dan kekuatannya, tak pernah menunjukkan kelemahan. Namun, Calla tahu bahwa ini adalah pertarungan yang lebih besar dari apa yang ia bayangkan. Di dunia yang penuh dengan rahasia dan manipulasi, ia terperangkap dalam sebuah permainan yang lebih berbahaya daripada yang bisa ia prediksi.

Namun, sekali lagi, dia mengingat tujuannya. Hanya satu hal yang lebih besar dari apapun di benaknya-menyelamatkan ayahnya. Dan untuk itu, dia siap menghadapi apapun, meskipun harus berhadapan dengan pria yang dulu pernah menjadi bagian dari masa lalunya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehidupan Amber sebagai putri konglomerat runtuh seketika hingga ia terpuruk. Di tengah keputusasaan, sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar hotel Julian Kingston, pria berkuasa yang dikenal sangat kejam. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Amber kini memiliki anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak dalam situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan sang CEO dingin tersebut?
Sampul Novel Bukan Cinta Biasa
9.7
Demi melunasi utang sang ayah angkat, Maya yang baru berusia 22 tahun terpaksa mengorbankan karier dan masa depannya untuk menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A. Pengusaha ternama ini dikenal tak pernah puas hanya dengan satu wanita. Di tengah kehidupan rumah tangga yang penuh rintangan dan misteri yang terus menghantui, Maya tetap berusaha mempertahankan kebaikannya meski sering dipandang rendah. Akankah ia mampu bertahan dalam pernikahan ini?
Sampul Novel Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
9.1
Sonia terjebak tipu daya calon mertua hingga terpaksa menikahi Verdi, paman tunangannya yang lumpuh dan sakit-sakitan. Meski awalnya mengira hidupnya akan hancur, Sonia justru dihujani kemewahan dan kasih sayang. Namun, rahasia besar terungkap saat ia menyadari Verdi hanya berpura-pura sakit demi mengawasinya. Saat kedoknya terbongkar, pria yang dikenal kejam ini rela berlutut memohon ampun demi menjaga perasaan istrinya yang tengah mengandung.
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN
8.2
Dunia Sahira yang tenang runtuh seketika saat ia memergoki suaminya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Di tengah kehancuran hati akibat pengkhianatan ganda tersebut, harapan muncul dari arah yang tak terduga. Seorang miliarder dari masa lalu kembali hadir dalam hidupnya, menawarkan perlindungan dan mengajak Sahira untuk menyembuhkan luka bersama. Akankah momen ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Sahira setelah dikhianati secara menyakitkan?
Sampul Novel Majikanku, Perusak Rumah Tanggaku
9.4
Leonel terjebak obsesi mendalam pada Nayara, istri dari koki terbaiknya, Arvino. Sejak pandangan pertama di pesta pernikahan mereka, Leonel tak mampu melupakan pesona Nayara. Ia mulai memanipulasi jadwal kerja Arvino demi mendekati sang wanita. Meski telah menikah selama lima tahun dengan Carissa, Leonel tak lagi peduli. Hasratnya pada Nayara mengalahkan segalanya. Akankah Nayara tetap setia, atau justru terjerat dalam rayuan majikan suaminya yang licik?
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?