Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor

10 Miliar Menjadi Pelakor

Demi membiayai operasi ginjal ayahnya, Calla nekat masuk ke klub malam hingga bertemu Lucian Donovan. Lucian menawarkan 10 miliar rupiah jika Calla mampu menghancurkan rumah tangga Caspian Hawthorne. Calla terkejut karena Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan saat SMP. Kini, Caspian telah berubah menjadi sosok miliarder yang dingin dan berkuasa. Terjepit kemiskinan, Calla harus memilih antara martabat atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 1

Calla berjalan terburu-buru melewati pintu klub malam yang gemerlap, berusaha menutupi kegelisahannya dengan senyuman palsu. Udara malam itu terasa berat, dan suara musik yang menggelegar dari dalam hanya memperburuk perasaan kacau dalam dirinya. Namun, apa lagi yang bisa ia lakukan?

Ayahnya membutuhkan operasi ginjal, dan biaya yang diperlukan jauh melebihi apa yang bisa ia kumpulkan dengan bekerja paruh waktu di kafe. Semua yang ia miliki saat ini hanyalah hatinya yang rapuh dan harga dirinya yang sudah hampir habis terjual.

"Semoga ini adalah jalan keluar," bisiknya pada diri sendiri.

Di dalam klub, cahaya lampu neon berwarna merah dan biru mengubah ruangan menjadi dunia lain yang penuh dengan ketegangan dan kecemasan. Penuh sesak dengan tubuh yang bergoyang mengikuti irama musik, banyak orang di sini tampaknya tidak punya masalah dengan uang, namun Calla merasa semakin tenggelam dalam lautan orang asing.

Langkahnya berhenti ketika matanya menangkap sosok seorang pria yang berdiri di sudut bar. Wajahnya tajam, dengan ekspresi yang mengisyaratkan bahwa ia tidak datang ke sini hanya untuk bersenang-senang. Pria itu menatap Calla dengan tatapan yang membuatnya merinding, seolah-olah dia sudah mengetahui apa yang ada di balik matanya-kekhawatiran, keputusasaan, dan kebingungannya.

Lucian Donovan, nama yang langsung dikenalnya. Tidak ada yang tahu pasti dari mana pria ini berasal, tetapi semua orang tahu siapa dia-seorang pengusaha muda yang memiliki koneksi kuat dan kekayaan melimpah. Namun yang paling mengganggu adalah kenyataan bahwa dia sering berurusan dengan hal-hal yang tidak jelas, dan obrolan tentang dirinya lebih sering datang dari rumor gelap yang sulit dipercaya.

"Calla," suara Lucian memecah kebisuan, menyorotnya dengan tatapan yang hampir menusuk. "Saya rasa kita perlu bicara."

Calla tersentak, namun ia tetap berusaha menjaga ketenangannya. "Apa yang Anda inginkan dari saya?"

Lucian tertawa pelan, nada suaranya seolah mengandung rencana yang sangat terencana. "Saya ingin membuat kesepakatan. Sebuah tawaran yang menguntungkan kita berdua."

"Tawaran?" tanya Calla dengan cemas, meskipun ia sudah tahu jawabannya. Ia bisa merasakan perasaan tak nyaman merayap di sepanjang tulang punggungnya. "Saya tidak tertarik dengan tawaran apapun."

Lucian menyeringai, pandangannya penuh teka-teki. "Saya rasa Anda tidak bisa menolaknya. Anda membutuhkan uang, bukan? Banyak uang."

Calla merasa darahnya berdesir mendengar kata-kata itu. "Apa maksud Anda?"

Dengan ketenangan yang luar biasa, Lucian melangkah lebih dekat, berbisik di telinga Calla, "Saya akan memberi Anda dua miliar jika Anda bersedia menjadi orang ketiga dalam pernikahan Caspian Hawthorne dan istrinya. Kalau Anda berhasil merusak rumah tangga mereka, saya akan memberi Anda bonus sepuluh miliar."

Kata-kata itu terasa seperti petir yang menyambar. Calla menatapnya sejenak, mencoba mencerna semua yang baru saja didengarnya. "Anda... Anda tidak serius?" suaranya bergetar.

Lucian mengangkat alis, tetap tenang. "Serius. Saya tahu Anda butuh uang. Tapi saya juga tahu Anda lebih pintar dari itu. Anda akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan ayah Anda, bukan?"

Mata Calla membulat, dan untuk sesaat, dia merasa dunia ini semakin sempit. Dia tidak tahu harus berkata apa, atau bahkan bagaimana merespons. Namun, di dalam hatinya, suara kecil itu sudah mulai memberi tahu bahwa tawaran itu mungkin satu-satunya cara untuk mewujudkan harapannya.

Namun, yang membuatnya semakin bingung adalah nama yang tadi disebutkan. Caspian Hawthorne.

Dia ingat pria itu, seorang remaja culun yang dulu selalu terabaikan di sekolah. Tidak ada yang mengira bahwa dia akan berubah menjadi sosok pria yang begitu berkuasa dan kaya seperti sekarang. Calla bahkan tidak pernah menganggapnya serius di masa lalu. Tapi saat ini, ia merasa bahwa dunia yang ia kenal dulu telah bergeser-menjadi sebuah permainan yang jauh lebih rumit.

"Kenapa saya?" tanya Calla, meskipun dia tahu jawabannya.

"Karena Anda adalah satu-satunya orang yang bisa mengakses kehidupan mereka dengan cara yang tidak bisa dilakukan orang lain," jawab Lucian, suaranya rendah namun penuh dengan keyakinan. "Dan saya tahu Anda tidak akan menolak. Anda hanya perlu memilih antara mempertahankan harga diri Anda atau menyelamatkan ayah Anda."

Calla memejamkan mata, berjuang melawan perasaan yang begitu kacau. "Dan apa yang Anda dapatkan dari semua ini?"

Lucian memandangi Calla dengan tatapan penuh makna. "Saya mendapatkan apa yang saya inginkan-membuat Caspian Hawthorne merasakan rasa sakit yang selama ini dia lupakan. Tapi tentu saja, semuanya ada harga yang harus dibayar."

Ada keheningan yang panjang antara mereka. Calla tahu bahwa ini bukan hanya sekadar tawaran biasa. Ini adalah permainan yang lebih besar dari apa yang ia bayangkan. Namun, dia tahu satu hal-dengan ayahnya yang terbaring lemah, tak ada pilihan lain.

"Saya setuju," katanya akhirnya, meskipun hatinya terasa hancur.

Lucian tersenyum, tatapannya penuh kemenangan. "Bagus. Mari kita mulai."

Namun, sebelum Calla bisa sepenuhnya memproses keputusan yang baru saja diambilnya, suara seorang pria yang dikenal dari masa lalu menggetarkan dunia yang sudah cukup bergejolak dalam dirinya.

"Calla?"

Calla menoleh, dan hatinya hampir berhenti berdetak. Di sana, berdiri seorang pria dengan mata yang tajam, tubuh tegap, dan aura yang mengancam. Caspian Hawthorne-pria yang dulu ia anggap biasa, kini berdiri di depannya dengan semua kekuatan yang dimilikinya.

Dan untuk pertama kalinya, Calla merasakan ketakutan yang mendalam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gejolak Hati dan Logika
7.8
Olivia terjebak dalam dilema antara perasaan cinta dan trauma masa lalu. Meski mencintai Rendra, bosnya yang mapan, logika Olivia menolak pernikahan karena tragedi yang menimpa keluarganya. Kematian ibunya akibat KDRT serta kegagalan asmara saudara perempuannya menciptakan ketakutan akan pengkhianatan. Kakak dan adiknya pun menentang hubungan ini. Di tengah bayang-bayang luka lama, mampukah Olivia mempercayai Rendra dan memilih kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Abraham
8.5
Demi memenuhi wasiat Mikhaela yang sakit parah, Abraham Wijaya terpaksa meminta Jihan, asisten rumah tangganya, untuk menjadi istri kedua. Meski sempat menolak, Jihan akhirnya setuju demi membalas budi. Namun, situasi menjadi rumit saat Jihan hamil dan sikap Abraham mulai berubah. Rasa cemburu membakar hati Mikhaela hingga ia mengusir Jihan. Kini, Jihan terjebak dalam dilema antara pergi membawa kandungannya atau bertahan demi cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Miliki Mu
8.9
Terdesak krisis finansial perusahaan ayah dan biaya medis ibu, Cherly terpaksa menerima tawaran Hartono. Ia harus menjerat Edward, cucu Hartono yang dingin, demi memberikan pewaris. Edward yang berusia 33 tahun masih terjebak duka atas kematian tunangannya, Yuni, lima tahun silam. Ia sangat membenci Cherly yang dianggapnya wanita rendah karena masuk ke ranjangnya dengan licik. Mampukah Cherly meluluhkan hati Edward yang beku di tengah kebencian yang mendalam?
Sampul Novel Pengantin Palsu Ceo Arogan
8.3
Demi membiayai pengobatan ibunya yang sakit jiwa, Nayla Putri Anissa terpaksa menyamar sebagai pengantin pengganti. Ia menggantikan putri majikannya yang kabur tepat sebelum pernikahan dimulai. Dengan wajah tertutup masker, Nayla harus mengikuti skenario rumit demi menghadapi Arga Dewantara, CEO muda yang dikenal sangat dingin dan arogan. Mampukah Nayla menjaga rahasia ini saat ijab kabul berlangsung, ataukah Arga akan segera menyadari tipu daya di balik cadar tersebut?
Sampul Novel Pernikahan Dadakan dengan CEO
8.8
Dalam Pernikahan Dadakan dengan CEO, konflik rumah tangga memuncak akibat masalah finansial. Sang suami menuntut agar semua pengeluaran, termasuk biaya hidup, cicilan KPR, dan cicilan mobil, dibagi secara patungan. Situasi semakin tegang karena kehadiran sang adik yang menumpang tinggal. Kontribusi bulanan sebesar empat juta rupiah dinilai tidak cukup dan dianggap setara dengan menumpang gratis, memicu tuntutan agar ia membayar setengah dari biaya hidup mereka.
Sampul Novel Pria Dingin Itu Suamiku
9.4
Nadia, putri tunggal kaya raya, mendadak jatuh miskin setelah ayahnya wafat akibat serangan jantung. Di tengah keterpurukan, ia teringat wasiat terakhir sang ayah untuk menikahi putra rekan bisnisnya sebagai bentuk balas budi masa lalu. Meski awalnya menolak keras, himpitan ekonomi dan rasa hormat pada almarhum ayahnya memaksa Nadia mencari tahu sosok pria dingin tersebut. Kini, hidupnya berubah total saat ia harus menjalani takdir bersama sang pewaris perusahaan ternama.