Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Sepulang dari dinas luar kota, Karina bergegas menemui suaminya, Jerry, di area VIP sebuah klub malam. Sambil membawa hasil tes kehamilan yang ingin ia tunjukkan sebagai kejutan manis, langkahnya tiba-tiba terhenti di depan pintu. Sayup-sayup dari dalam ruangan, ia mendengar sebuah pertanyaan yang meruntuhkan dunianya. Seseorang bertanya apakah Jerry menikahinya hanya untuk melindungi wanita bernama Yuna. Kenyataan pahit itu seketika membuat tubuh Karina membeku dalam kepedihan.
Bab
Bagikan

Bab 8

Karina kembali sadar di sebuah kamar perawatan rumah sakit yang berbau menyengat disinfektan.

Seorang perawat sedang mengganti infusnya.

“Sudah sadar? Anakmu nggak bisa diselamatkan. Tubuhmu luka cukup parah, jadi istirahatlah dengan baik.”

Jerry masuk dengan tergesa-gesa, wajahnya tampak kelelahan, bahkan sedikit panik.

Dia berusaha menggenggam tangan Karina yang tergeletak di luar selimut, dingin dan tak bernyawa.

Karina tiba-tiba menarik tangannya menjauh. Tatapannya datar dan mati, seperti air yang sudah lama menggenang tanpa riak.

Tangan Jerry membeku di udara. Dia berkata dengan suara serak, “Karina, bagaimana keadaanmu? Maaf, saat itu aku benar-benar nggak melihatmu yang juga jatuh.”

“Karena sudut pandangnya, aku hanya melihat Yuna yang akan jatuh. Aku panik, jadi .…”

Karina tersenyum tipis, sebuah senyuman yang lebih menyakitkan dari tangisan.

Perasaan dingin di dada menyebar luas, menjalar ke seluruh tubuh. Termasuk ke rahimnya yang kini kosong.

Bahkan kebohongannya terlihat jelas dan seadanya. Apa lagi yang tersisa untuk Karina katakan?

“Kamu istirahat dulu. Aku akan minta dokter cek ulang seluruh kondisi tubuhmu.”

Dia gelisah melihat Karina tak merespons sama sekali.

Lalu, ponselnya bergetar. Dia refleks melihat layar, alisnya langsung berkerut.

“Yuna, lengannya sedikit terluka. Emosinya juga labil. Aku ke sana sebentar, ya. Nanti aku akan kembali lagi untuk menemanimu.”

Tanpa menunggu jawaban, Jerry langsung pergi. Bahkan tanpa sempat tahu bahwa anak mereka telah ikut terkubur dalam “kecelakaan” itu.

Begitu pintu menutup, keheningan kembali menelan seluruh ruangan.

Layar ponsel Karina menyala. Pesan dari Yuna.

Terkirim beberapa foto, satu video pendek berdurasi belasan detik.

Dalam foto, Jerry sedang duduk di samping ranjang Yuna. Dia membungkuk, mengoleskan salep ke luka kecil di lengannya dengan lembut.

Dalam video itu, mereka berdua berpelukan erat dan bermesraan. Wajah Jerry jelas terlihat meski cahaya remang dan suara manja Yuna menggema. Terlihat terlalu akrab, terlalu menjijikkan.

Karina menatap layar itu mati-matian. Perutnya mual seketika.

Dia membuka selimut, mencabut jarum infus dari punggung tangannya.

Darah langsung merembes keluar. Namun, dia tak merasa sakit.

Tubuhnya lemah dan limbung, tapi dia menggigit bibir. Menahan diri, bertumpu pada dinding, selangkah demi selangkah, meninggalkan rumah sakit dengan pakaiannya sendiri.

Setiap langkah terasa seperti menginjak pisau, tapi juga membuat pikirannya semakin tajam dan tekadnya semakin kuat.

Matahari siang menyilaukan.

Dia membuka ponsel, mengirim semua bukti pemalsuan keterangan dan perlindungan Jerry terhadap Yuna ke pengacaranya.

Mata Karina bersinar terang, penuh dengan keputusan terakhir.

‘Setelah aku selesaikan proyek klien terakhir ini, aku akan putus semua hubungan dengannya besok. Dengan membawa paspor, aku akan pergi sejauh mungkin.’

Dia pulang ke studio miliknya, satu-satunya tempat yang masih bisa dia sebut miliknya sendiri.

Di tengah ruangan besar itu, berdiri rangka penopang khusus setinggi hampir empat meter, menopang satu lukisan kuno yang sangat langka dan hampir selesai diperbaiki.

Hanya tinggal menyempurnakan warna di bagian kecil.

Karina mengganti bajunya, menarik napas dalam dan perlahan naik ke atas rangka perbaikan itu.

Setiap gerakannya, menarik luka yang belum pulih. Keringat dingin membasahi dahinya. Namun, tangannya tetap stabil, matanya sangat fokus.

Seolah di dunia ini, hanya tersisa dia dan lukisan itu.

Sementara itu, Yuna yang tahu Karina telah meninggalkan rumah sakit, langsung datang ke studio.

Dia menatap sosok Karina yang lemah tapi kuat, yang sebentar lagi akan menyelesaikan karya besarnya.

Saat itu juga, melihat semua karya Karina dan mendengar Jerry makin tak tenang belakangan ini, rasa benci dan iri di hati Yuna semakin membesar.

Dia berjalan mengendap-endap masuk, seperti ular berbisa, tatapannya menatap satu titik, yaitu pada bagian sambungan rangka yang menopang tubuh Karina.

Ada beberapa baut di sana yang sudah mulai longgar.

Dengan memakai sarung tangan, Yuna diam-diam melonggarkan baut-baut itu hingga ke batas terakhir.

Karina masih sepenuhnya fokus pada sentuhan kuas di ujung jarinya.

Lalu, “Krak!”

Suara retakan kayu yang membuat bulu kuduk berdiri.

Bagian rangka penopang tempat Karina berpijak ambruk dan langsung jatuh.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Bukan Milikku
9.3
Letnan Imam mengutamakan tugas negara, namun pengkhianatan Serda Resti menghancurkan janji suci mereka. Meski Resti telah menjadi milik orang lain, bayangannya tetap ada. Pasca kecelakaan, Imam menemukan cinta baru pada Dokter Utami. Namun, penugasan ke Lampung mempertemukannya dengan Lita, pelajar yang mirip Resti. Saat kesetiaannya diuji, Utami memilih berpisah sementara Lita sudah memiliki kekasih. Siapakah yang akhirnya akan mengisi kekosongan hati sang Letnan?
Sampul Novel Gadis Kecil itu Istriku
8.2
Kehidupan seorang siswi SMK berubah drastis setelah sebuah malam pesta yang tak terkendali. Saat menghadiri acara di hotel mewah milik rekannya, ia justru kehilangan kesuciannya dalam situasi yang tidak terduga. Tragedi ini menjadi titik balik bagi sang gadis muda dalam menghadapi realitas dunia dewasa yang keras. Kini, ia harus menanggung konsekuensi dari peristiwa malam itu sembari berjuang menentukan arah masa depannya yang kian rumit.
Sampul Novel Impian untuk Rian
9.5
Anara adalah sosok gadis ceria yang selalu hadir dengan senyum lebar dan binar mata tulus untuk Rian. Bagi Anara, Rian adalah pusat kebahagiaan terbesarnya, sementara Rian sendiri merasa hidupnya kini sangat bergantung pada kehadiran gadis itu. Namun, sebuah tanda tanya besar muncul mengenai masa depan mereka. Jika suatu saat Anara pergi meninggalkannya, mampukah Rian melanjutkan hidup dengan normal atau justru selamanya terjebak dalam bayang-bayang kenangan Anara?
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Istri ku tengil
8.8
Alexa memiliki paras menawan namun perilaku nakalnya sering memicu emosi. Meski hidup bergelimang harta, ia merasa kesepian akibat kurangnya kasih sayang dari orang tua yang gila kerja. Demi mencari perhatian, Alexa kerap berbuat onar hingga akhirnya ia dipaksa masuk ke dalam jerat perjodohan. Akankah pernikahan dengan pria misterius ini mengubah sikap iblisnya menjadi manis, atau justru ia akan semakin membuat kekacauan dalam kehidupan rumah tangga barunya?
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
8.1
Tiga hari pascakematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik merangkul wanita lain di pelukannya dan dengan dingin memerintahkan agar tubuhku langsung dikremasi sebelum dia dihubungi kembali. Setelah jasadku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, petugas medis kembali menghubungi Sandi. Dengan nada tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya setuju untuk datang ke lokasi kremasi.