Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Sepulang dari dinas luar kota, Karina bergegas menemui suaminya, Jerry, di area VIP sebuah klub malam. Sambil membawa hasil tes kehamilan yang ingin ia tunjukkan sebagai kejutan manis, langkahnya tiba-tiba terhenti di depan pintu. Sayup-sayup dari dalam ruangan, ia mendengar sebuah pertanyaan yang meruntuhkan dunianya. Seseorang bertanya apakah Jerry menikahinya hanya untuk melindungi wanita bernama Yuna. Kenyataan pahit itu seketika membuat tubuh Karina membeku dalam kepedihan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat Karina pulang ke rumah dengan langkah gontai, langit sudah gelap.

Yang mengejutkan, lampu ruang tamu menyala. Jerry ternyata ada di rumah.

Melihatnya datang, Jerry meletakkan tablet di tangan dan berdiri menghampiri, secara naluriah ingin mengambil tas Karina.

“Sudah pulang? Wajahmu kenapa pucat sekali?”

Karina menghindar dari tangannya, suara yang keluar dari bibirnya kering dan kasar, seakan ada pasir di tenggorokannya. “Yuna di mana?”

Gerakan Jerry sempat terhenti, tapi segera dia menjawab, “Oh, Yuna baru pulang dari luar negeri. Dia bilang nggak ada yang menemaninya ke acara gala, kebetulan aku lagi kosong, jadi aku temani sebentar.”

“Apartemen barunya masih dalam tahap penghilangan bau cat, tinggal di hotel juga tidak nyaman. Jadi, aku izinkan dia tinggal sementara di vila kita di pinggiran kota.”

“Kamu tahu, ‘kan, dia seorang diri di luar negeri selama ini, apalagi dia adalah selebriti …”

Jerry berhenti sejenak, memerhatikan ekspresi Karina, lalu menambahkan, “Tenang saja, hanya beberapa hari. Nggak akan lama.”

Karina mendongak dengan tiba-tiba. Suaranya bergetar, “Tinggal di vila pinggiran kota?”

“Itu rumah pernikahan kita, Jerry! Rumah yang kita pilih bersama, kita desain bersama! Kamu bahkan nggak bertanya satu kata pun padaku, lalu langsung membiarkan dia tinggal di sana?”

Setiap perabot, setiap sudut vila itu, menyimpan semua impiannya tentang pernikahan dan masa depan.

Akhir-akhir ini, demi kenyamanan kerja Jerry, mereka pindah ke apartemen kecil di pusat kota. Karina tak pernah mengeluh, dengan sabar bolak-balik tinggal di antara dua tempat.

Dan kini, Jerry dengan begitu mudahnya mengizinkan wanita lain tinggal di tempat yang menjadi satu-satunya "rumah" bagi Karina. Satu-satunya tempat yang masih terasa seperti miliknya sendiri.

Sebuah kilatan tak sabar muncul di mata Jerry, lalu digantikan oleh tatapan kecewa yang dalam.

“Yuna hanya tinggal di kamar tamu beberapa hari. Kita tumbuh besar bersama. Dulu keluarganya banyak membantuku. Sekarang dia kesulitan, apa aku nggak boleh membantunya?”

“Jangan terlalu cemburu.”

“Cemburu?”

Karina seolah mendengar lelucon paling menyakitkan dalam hidupnya. Air mata langsung menggenang, tapi dia paksa kembali ke dalam.

Rasa dingin di dadanya menjalar hingga ke ujung jari, membuat seluruh tubuhnya mati rasa.

Dia memandangi pria di depannya. Begitu dikenalnya, tapi juga terasa asing.

Tatapan kecewa itu, bukan tertuju pada situasi, tapi padanya.

Seakan, dia yang salah.

Dia yang terlalu sempit hati.

Dia yang bersikap tidak masuk akal.

Semua amarah, kesedihan, dan rasa tak rela, membeku seketika di mata kecewa itu.

Karina bahkan tak punya tenaga lagi untuk berdebat.

Di mata Jerry, bahkan emosi Karina pun tak layak untuk ada.

Saat larut malam.

Setelah mandi, Jerry naik ke tempat tidur. Mengira Karina masih marah, dia memeluk Karina dari belakang seperti biasa, mencoba meredakan suasana dengan suara lembut dan manja.

Tiba-tiba, layar ponsel di nakas menyala terang, mencolok di tengah gelapnya kamar.

Yuna menelepon.

Dia segera turun dari ranjang. Karina samar-samar mendengar suaranya yang ditahan pelan tapi tetap hangat, “Yuna? Kenapa?”

“Rumahnya terlalu besar dan kamu takut? Baiklah, jangan takut. Aku akan segera ke sana.”

Langkah kaki menjauh perlahan. Pintu kamar utama terbuka pelan.

Dia berjalan ke ranjang, membungkuk, dan mencium kening Karina. Nafasnya hangat.

“Aku ada urusan kerja yang harus diselesaikan. Jangan tunggu aku. Tidurlah dulu.”

Pintu kembali tertutup perlahan. Langkah kakinya menghilang dalam keheningan.

Dalam kegelapan, Karina membuka matanya.

Menatap langit-langit tanpa makna, kosong.

Ciuman di kening tadi, terasa seperti besi panas yang membakar kulitnya.

Di depan Yuna, keberadaan dan perasaan Karina sebagai istri tak ada artinya.

Dia duduk tegak dengan tiba-tiba, menarik koper dari bawah ranjang.

Dia tidak menyentuh satu pun barang mewah yang dibelikan Jerry. Gaun mahal, perhiasan berkilau, tak ada satu pun yang dia bawa.

Dengan gerakan seperti mesin, pelan-pelan, dia memasukkan semua barang miliknya sendiri. Satu per satu, ke dalam koper, dalam diam dan teliti.

Selesai mengemas, dia menyeret koper itu ke dalam ruang ganti pakaian.

Kemudian, dia kembali duduk di ujung ranjang yang dingin. Diam menunggu cahaya pagi menembus jendela kamar yang tertutup tirai tebal.

Fajar tiba.

Cahaya abu-abu menyusup perlahan dari celah tirai tebal. Jerry tidak pulang semalaman.

Karina berjalan tanpa alas kaki di lantai yang dingin, menuju sudut ruangan yang hampir tak pernah dia datangi, yaitu ruang kerja Jerry.

Di sana ada brankas milik suaminya.

Entah kenapa saat memasukkan kode, jarinya secara otomatis mengetik tanggal pernikahan mereka.

"Klik."

Brankas terbuka.

Jantungnya seakan hampir meledak.

Rasa sakitnya nyaris seperti mengiris diri sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Bukan Milikku
9.3
Letnan Imam mengutamakan tugas negara, namun pengkhianatan Serda Resti menghancurkan janji suci mereka. Meski Resti telah menjadi milik orang lain, bayangannya tetap ada. Pasca kecelakaan, Imam menemukan cinta baru pada Dokter Utami. Namun, penugasan ke Lampung mempertemukannya dengan Lita, pelajar yang mirip Resti. Saat kesetiaannya diuji, Utami memilih berpisah sementara Lita sudah memiliki kekasih. Siapakah yang akhirnya akan mengisi kekosongan hati sang Letnan?
Sampul Novel Gadis Kecil itu Istriku
8.2
Kehidupan seorang siswi SMK berubah drastis setelah sebuah malam pesta yang tak terkendali. Saat menghadiri acara di hotel mewah milik rekannya, ia justru kehilangan kesuciannya dalam situasi yang tidak terduga. Tragedi ini menjadi titik balik bagi sang gadis muda dalam menghadapi realitas dunia dewasa yang keras. Kini, ia harus menanggung konsekuensi dari peristiwa malam itu sembari berjuang menentukan arah masa depannya yang kian rumit.
Sampul Novel Impian untuk Rian
9.5
Anara adalah sosok gadis ceria yang selalu hadir dengan senyum lebar dan binar mata tulus untuk Rian. Bagi Anara, Rian adalah pusat kebahagiaan terbesarnya, sementara Rian sendiri merasa hidupnya kini sangat bergantung pada kehadiran gadis itu. Namun, sebuah tanda tanya besar muncul mengenai masa depan mereka. Jika suatu saat Anara pergi meninggalkannya, mampukah Rian melanjutkan hidup dengan normal atau justru selamanya terjebak dalam bayang-bayang kenangan Anara?
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Istri ku tengil
8.8
Alexa memiliki paras menawan namun perilaku nakalnya sering memicu emosi. Meski hidup bergelimang harta, ia merasa kesepian akibat kurangnya kasih sayang dari orang tua yang gila kerja. Demi mencari perhatian, Alexa kerap berbuat onar hingga akhirnya ia dipaksa masuk ke dalam jerat perjodohan. Akankah pernikahan dengan pria misterius ini mengubah sikap iblisnya menjadi manis, atau justru ia akan semakin membuat kekacauan dalam kehidupan rumah tangga barunya?
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
8.1
Tiga hari pascakematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik merangkul wanita lain di pelukannya dan dengan dingin memerintahkan agar tubuhku langsung dikremasi sebelum dia dihubungi kembali. Setelah jasadku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, petugas medis kembali menghubungi Sandi. Dengan nada tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya setuju untuk datang ke lokasi kremasi.