Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel WURAKE

WURAKE

Wurake merupakan sebutan bagi pengikut ilmu hitam yang haus akan janin, bayi, serta wanita hamil maupun nifas. Meski mirip dengan Kuyang, identitas Wurake jauh lebih luas karena penganutnya bisa laki-laki maupun perempuan. Ancaman mereka tidak terbatas pada kelompok tertentu, melainkan menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Kisah horor fantasi ini murni fiksi, sehingga kesamaan nama atau tempat hanyalah kebetulan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sepulang dari melayat, agar arwah tidak ikut masuk ke dalam rumah, usai memberi salam, kami tidak akan langsung menjejakkan kaki ke dalam rumah sebelum di seputaran belakang lebih dulu dilemparkan abu dapur. Atau, boleh juga menggunakan percikan air sebagai pengganti abu dapur. Usai yang demikian, barulah kami akan masuk ke dalam rumah.

Entah ini hanya mitos atau apa, tetapi hingga saat ini, kami masih melanggengkan keyakinan yang sudah melekat semenjak turun-temurun tersebut. 

***

"Tidak apa-apa, asal hati-hati saja. Sebab, kalau tidak salah, yang kalian bicarakan ini, dia adalah orang yang sangat sakti di kampung ini."

Diam-diam aku mengernyit. Dari mana Rania tahu semua ini? Padahal, barusan aku hanya minta izin untuk ikut perburuan sebentar nanti. 

Aneh!

Belum sempat menimpali, Rania kembali mengucap. Kali ini, semakin Rania berkata-kata, maka semakin tercengang-bengang pulalah aku dibuatnya.

Rania tahu banyak seluk-beluk ilmu hitam yang menjadi momok oleh banyak orang di tanah ini.

Menurut pengakuan Rania, laku ilmu hitam jenis ini, ada sebagian orang yang mendapatkannya bukan berdasarkan keinginan mereka sendiri, tetapi lebih kepada serupa ilmu telur, yang mana ilmu hitam tersebut telah bersemayam dalam diri seseorang sejak ia masih berupa janin di dalam rahim ibunya. 

Kononnya, setiap generasi akan selalu ada, paling tidak satu orang yang akan menjadi inang secara paksa untuk mewarisi ilmu tersebut.

Entah betul atau tidak, tetapi konon ilmu tersebut hanya akan bisa hilang jika trah dari keluarga tersebut, telah habis atau punah dari muka bumi ini. 

Dengan kata lain, hanya terputusnya keturunan keluarga tersebutlah yang bisa mengakhiri perpindahannya.

Sedangkan sebagiannya pula, diyakini telah dengan sengaja mempelajarinya. Konon, rata-rata yang menjadi motivasinya adalah agar mereka tetap awet muda. 

Biasanya, keinginan untuk tetap terlihat awet muda, ini adalah alasan dari kaum perempuan yang nekat bersekutu dengan Setan dalam mendapatkan ilmu ini.

Selainnya adalah untuk misi balas dendam. Kasus terakhir inilah yang paling banyak mendatangkan korban.

Mendengarkan penuturan Rania yang demikian, aku tidak tahu, apakah harus takjub, khawatir, atau justru curiga?

"Kamu banyak tau seperti ini, bagaimana ceritanya?" Aku coba berselidik.

"Sejak kecil, saya sudah sering dengar ini. Almarhumah mama yang sering cerita bagaimana hebatnya ilmu seperti ini."

Rania menambahkan, laku terakhir murid yang mempelajari ilmu ini, ia tidak akan dinyatakan lulus jika ia masih memiliki sedikit saja rasa jijik. 

Sang murid tidak akan pernah bisa menerbangkan kepala, atau berubah wujud, jika dia belum memakan secara langsung kotoran gurunya sendiri.

"Apakah karena itu orang yang punya ilmu hitam seperti ini, rumahnya rata-rata rumah panggung?" 

"Mungkin, iya, mungkin juga tidak," sahut Rania. "Tapi yang jelas, saat-saat terakhir sebelum mereka dinyatakan lulus, mereka akan turun di bawah kolong, baru mereka liat ke atas. Dia angkat kepalanya begitu, dan."

"Terus?" Aku semakin penasaran.

"Ya, itu, mereka buka mulutnya lebar-lebar. Selanjutnya, gurunya, 'kan ada di atas rumah, tuh! A ... mulailah gurunya BAB di sela-sela lantai. Di situ, 'kan sudah ada mulut muridnya yang menganga lebar."

"Ih, terus?"

"Pokoknya, gurunya itu BAB di mulut muridnya."

"Hi ... jorok betul, ya?" gumamku. "Terus, kotoran gurunya itu diapain. Dimakan gitu, atau ... ?"

"Mama bilang, iya, kotorannya itu langsung ditelan muridnya."

"Hoek!" 

Aku tidak tahan lagi. Sambil menutup mulut menahan muntah, bergegas aku keluar rumah. Di luar, barulah aku mengeluarkan semua apa yang aku tahan-tahan karena rasa jijik barusan. Setelah itu, aku bergegas menuju kamar mandi. 

Sementara berkumur-kumur, Rania datang menghampiriku. Aku meliriknya sekilas. Tidak seperti aku yang termuntah-muntah, Rania tampak baik-baik saja. Tidak ada mimik geli sedikitpun di wajahnya. 

Terang saja aku merasa heran. Akan tetapi, mungkin ini dikarenakan Rania yang telah terbiasa mendengar, atau membicarakan hal tersebut. Jadi, mungkin adalah hal yang wajar jika dia memiliki semacam antibodi untuk kalimat yang menjinakkan tersebut.

Bahkan, alih-alih merasa jijik, Rania justru bertanya, apakah aku mau, atau punya niat untuk mempelajari ilmu hitam tersebut. 

Tegas aku menjawab : "Saya malah punya niat untuk membunuh para Wurake ini jika punya kesempatan bertemu langsung dengan mereka."

Rania terdiam. Setelahnya, tanpa kata, Rania beredar. Tidak berapa lama kemudian, aku pun menyusul.

Malam terus beringsut. 

Di ruang dapur, lama saling diam, usai menghidangkan makan malam, Rania memberitahuku satu hal lainnya lagi. Di sini, Rania seolah tahu apa yang tengah berkecamuk dalam pikiranku.

"Makan saja dulu. Tidak perlu buru-buru. Tidak terlalu sulit cara mengatasi Wurake. Rahasianya, yang penting kamu jangan sampai kaget kalau ketemu mereka."

"Maksudnya?" Aku menatap lekat wajah Rania. 

Rania yang misterius ini, ia hanya tersenyum kecil seraya mengucap, "Makan saja dulu."

Aku tidak memaksa. Pun, usai menyantap beberapa potong singkong rebus, aku pun mohon pamit.

"Tunggulah sebentar! Merokok-rokok dulu, atau apa gitu. Tunggu sebentar, ya! Tunggu sebentar. Jangan pergi dulu," ucap Rania lalu buru-buru keluar rumah. Aku mendiamkannya. 

Tidak berapa lama kemudian, Rania kembali sambil menenteng sepotong batang kelor seukuran pergelangan tangan.

"Untuk apa itu?" Aku menyambutnya dengan kening mengerut.

"Bawa ini. Ini senjata paling ampuh untuk penganut ilmu hitam apa pun," sahut Rania dengan penuh penegasan.

Keningku kian meninggi kala Rania menambahkan bahwa, para penganut Wurake itu semuanya sakti-sakti. 

Konon, para Wurake bukan hanya bisa menerbangkan kepala tanpa badan yang hanya membawa usus menggantung saja. Bukan juga hanya bisa menjelma dalam banyak rupa, tetapi mereka rata-rata kebal senjata. 

Akan tetapi, meskipun demikian, bukan berarti mereka tidak bisa terkalahkan. Mereka juga punya kelemahan.

"Apa kelemahan mereka?" Aku semakin tidak sabar ingin mengetahui kelanjutan ucapan Rania.

"Selain batang kelor ini, satu rahasia kelemahannya. Pukul dengan hitungan tunggal. Tidak penting kuat atau lemahnya pukulan. 

Yang pasti, cukup satu kali pukul saja. 

Seumpama mereka yang duluan nyentuh atau mukul kamu, balas sesuai jumlah sentuhan atau pukulannya. 

Kalau dia mukul kamu satu kali, balas satu kali juga. Kalau dua kali, balas juga dua kali. Begitu seterusnya."

"Misal, tanpa sengaja saya pukul dia dua kali, gimana?"

"Tidak ada istilah tanpa sengaja. Kalau kamu ceroboh, apalagi nekat mukul dua kali, padahal dia mukul kamu cuma satu kali, maka berdoalah! Semoga besok kamu masih bisa lihat matahari pagi."

Cukup, aku tidak lagi bertanya.

Pun, tepat tengah malam, sekali lagi aku pamit usai meminta doa restu dari Rania. Di depan pintu sebelum menjejakkan kaki ke tanah, Rania berucap lagi. Kali ini, sebelum melangkah, Rania memintaku untuk mengetes napas dengan cara memencet salah satu lubang hidung.

"Bagian mana nafasnya yang paling lancar, maka mulailah melangkah pakai kaki yang itu."

Meskipun tidak berminat, tetapi aku turuti saja keinginan Rania.

Astaga! Ternyata benar.

Lengangnya pernapasan, sangat jelas berbeda antara satu lubang hidung dengan lubang hidung lainnya. Aku bahkan sempat mengulangnya hingga tiga kali di masing-masing lubang hidung. 

"Rania? Jangan-jangan Rania ini memang Wurake juga? Astaghfirullah azim, mudah-mudahan bukan, kasian."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LQP" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LQP
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta berlapis Dusta
9.3
Setelah terlahir kembali, sang protagonis bertekad mengubah nasib tragisnya. Di kehidupan pertama, tunangannya, Jayden Hanson, berselingkuh dengan Clarisse Smith hingga melumpuhkannya demi merebut posisi penari utama. Kali ini, ia memilih menikah dengan Simon Hanson. Namun, kecelakaan serupa terulang sebelum audisi penting. Meski Simon menjebloskan Clarisse ke penjara, lima tahun kemudian terungkap bahwa Simon dan putra mereka sebenarnya mencintai Clarisse. Ia pun memilih meninggalkan suami dan anaknya.
Sampul Novel Mencintai Musuh Keluargaku
9.1
Perseteruan abadi klan Nocturn dan Dravein di Ravenbrook kian memanas saat Isabelle Greystone tanpa sengaja masuk ke wilayah lawan. Ia bertemu River Blackwood, vampir Nocturn yang terpikat tanpa tahu asal-usul Isabelle. Rahasia identitasnya yang terbongkar memicu perang besar antar keluarga. Di tengah tumpahan darah dan ujian kesetiaan, mampukah cinta terlarang mereka bertahan, ataukah mereka akan hancur oleh takdir permusuhan kuno yang mematikan?
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun usai kematian tragis Jernih Suminar, sang putri yang bernama Lintang Prameswari mencari dalang ruwat sakti demi menuntut balas. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra yang awet muda adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra telah menumbalkan jiwanya demi kekuasaan hingga menelantarkan Lintang. Kini, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya yang keji sembari dibantu sosok misterius bernama Wage di tengah intrik klenik dan mitos.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.7
Kehidupan seorang ibu hancur setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang. Di tengah rundungan siber, upaya hukum orang tuanya justru berakhir dengan kematian tragis mereka akibat terlindas mobil pelaku. Masih dalam kondisi lemah, wanita ini diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami yang berdalih demi kebaikan. Namun, maut bukan akhir; ia mendadak terbangun kembali di hari bayinya lahir.
Sampul Novel Putra Rahasia Jodoh Alfaku, Penolakan Terakhirku
8.9
Sebagai pewaris Serigala Putih, aku dikhianati oleh Alpha Kaelan yang memiliki keluarga rahasia. Orang tuaku bahkan tega mencuri dana kawanan demi membiayai selingkuhannya. Aku hanya dianggap alat penghasil keturunan sebelum akhirnya dibuang. Saat mereka berencana membiusku di hari ulang tahun ke-18, aku berpura-pura pingsan lalu melarikan diri. Namun, sebelum menghilang, aku mengirimkan kado berisi bukti kejahatan mereka untuk menghancurkan segalanya.
Sampul Novel Putra Rahasia Sang Alfa, Penawarku yang Dicuri
9.6
Tiga tahun menderita racun, aku dikhianati Alpha Yudha. Suamiku memberikan satu-satunya obat penyembuh kepada ibu dari anak rahasianya, Elara. Selama ini dia hanya menungguku mati demi keluarga gelapnya. Bahkan, dia tega menghina martabatku di rumah orang tuaku sendiri. Namun, Yudha salah menilaiku. Aku memutus ikatan batin kami dengan sisa kekuatanku dan pergi membawa dendam. Aku bersumpah akan bertahan hidup demi menghancurkan seluruh dunianya yang penuh dusta.