Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel WINGLESS ANGEL

WINGLESS ANGEL

Helsa memutuskan pergi dari hidup Akmal sambil membawa janin di rahimnya. Di tengah pelarian, ia justru terlibat pernikahan mendadak dengan Adryan Van Brawijaya, seorang dokter residen spesialis. Awalnya semua tampak normal hingga rahasia besar terbongkar: Helsa mengandung anak mantan kekasihnya. Kebahagiaan pun sirna, berganti isak tangis akibat rasa bersalah Helsa dan kebencian mendalam dari sang ibu mertua yang merasa dikhianati oleh kenyataan pahit itu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Resepsi pernikahan Helsa dan dokter Adryan berjalan dengan lancar, meriah, dan begitu megah. Setelah acara selesai, Helsa dituntun Adryan untuk kembali ke kamar pengantin tepatnya di hotel yang sudah mereka booking untuk ijab kabul dan resepsi tadi. Lelah sekali seharian harus berdiri di pelaminan, bertemu dengan para undangan.

Tapi, akhirnya semuanya selesai. Helsa dibantu untuk melepaskan gaun dan juga semua keperluan acara yang masih melekat pada tubuhnya oleh beberapa orang dari butik yang dipercayakan Mamanya. Sedangkan Adryan, pria itu masih melakukan ritual mandinya.

Sepeninggal beberapa orang yang membantu Helsa melepas gaun pengantin, Adryan pun turut keluar dari kamar mandi. Pria itu terlihat segar selepas berendam sebentar. Helsa dari kursi meja rias mencuri pandang pria tersebut, degup jantungnya berpacu dengan cepat melihat Adryan⸺suaminya itu hanya mengenakan handuk kimono berwarna abu. Rambutnya yang basah berjatuhan menutupi keningnya.

“Helsa⸺” Adryan menghampirinya, berdiri tepat dibelakang wanita hamil tersebut. Helsa masih sibuk menghapus make over dari wajahnya. Lebih tepatnya ia sedang menutupi rasa gugup.

“Mas, Helsa mandi,” ujarnya, kemudian beranjak dari kursi.

Adryan tersenyum, ia mencekal pergelangan tangan istrinya sebelum benar-benar masuk ke kamar mandi. “Mas udah siapin air hangat. Mandinya jangan kelamaan, kamu juga harus istirahat.”

Pria itu kembali melepaskan cekalannya, kemudian beranjak dari hadapan istrinya. Helsa terpaku sebentar pada pijakannya, menatap punggung tegap yang baru saja keluar dari kamar mereka.

***

Selama tiga puluh menit Helsa berada di kamar mandi. Entah apa yang dilakukannya. Dan sekarang ia keluar dengan piyama coklatnya. Perasaan canggung masih ada. Helsa melihat Adryan yang sibuk merapihkan bantal dan juga selimut pada ranjang. Lalu, pria tersebut juga mengambil satu bantal kepala dan juga bantal guling untuk ia pakai.

“Mas, biar Helsa yang tidur di sofa,” seru Helsa. Ia menghampiri suaminya dan duduk pada sofa yang sudah Adryan tatah dengan bantal-bantal tadi.

“Sa⸺” Adryan duduk disampingnya, mengusap surai panjang Helsa. “Sekalipun kamu nggak lagi hamil, Mas nggak akan biarin kamu tidur disini.”

“Tapi Mas…,” Helsa tertegun, tidak bisa melanjutkan perkataannya tatkala Adryan mengecup lama keningnya. “Have a nice dream, my love.”

Setelah mengatakan demikian, Adryan menggendong Helsa ke ranjang dan membaringkan istrinya disana. Pandangan wanita hamil itu tidak lepas dari manik coklat suaminya. Tidak ada kebohongan yang Helsa dapati dari sana. Adryan selalu menunjukkan kesungguhannya.

“Hi, little baby. Good night,” ucap Adryan sambil mengusap perut buncit Helsa, lalu ia mengecup lama disana membuat wanita itu terkesiap.

Cairan bening menggenangi pelupuk matanya. Helsa mengusap sebelum Adryan melihat.

“Kenapa Mas baik sama Helsa?” tanya Helsa.

“Sayang⸺” Itu perdana panggilannya kepada Helsa. Runtuh sudah air mata yang sempat Helsa usap tadi.

“Kenapa Mas ambil keputusan yang Mas sendiri tahu konsekuensinya?” Helsa menatap wajah Adryan, pria menatapnya sendu.

“Karena kamu pilihan Mas. Kamu dan bayi ini pilihan Mas, Sayang,” jawab pria itu dengan lantang.

Helsa menggeleng lirih. Ia menangis. Menangis tergugu dalam pembaringannya, bahkan mengubah posisi tidur miring.

“Helsa nggak tahu sampai kapan kita seperti ini, Mas? Setiap kali Helsa melihat keluarga Mas Adryan, Helsa merasa berdosa,” tuturnya dengan air mata.

“⸺Helsa udah bohongin Bunda, Ayah, dan juga Mas Jefri. Helsa bohongin keluarga Brawijaya.”

Adryan menuntun tubuhnya naik keatas ranjang dan berbaring memeluk Helsa dari belakang. Tangannya mengusap lembut perut Helsa. Kehangatan ia dapati dari sana. Adryan mencium tengkuk leher istrinya, menghirup aroma sabun yang menguar dari tubuhnya.

“Helsa, Mas mau kamu. Selamanya. Bahkan jika harus kembali ke masa lalu, Mas akan tetap memilih kamu,” lirih Adryan.

Semakin meradang tangisannya, semakin erat Adryan memeluk Helsa. Keputusan Adryan menikahi wanita hamil itu tidak pernah disesalinya. Dia bahagia sekali bisa miliki Helsa seutuhnya, meskipun Adryan tahu ada sebagian dari Akmal yang dibawah oleh Helsa. Janin itu⸺iya, segumpal daging bernyawa itu adalah darah daging Akmal. Tapi, Adryan sudah meyakinkan dirinya bahwa ia bisa menjadi Ayah yang baik untuk anak itu kelak. Sejak memutuskan untuk menikahi Helsa, Adryan sudah memantaskan dirinya untuk menjadi Ayah dari janin tersebut.

“Mas mau selamanya sama Helsa?” tanya Helsa.

“Iya, selamanya.”

Wanita itu menggenggam erat jemari suaminya. “Kita gugurkan janin ini.”

***

Matahari pagi sudah mulai naik. Selepas menunaikan sholat subuh, pasangan pengantin baru itu kembali tertidur. Hanya bedanya, mereka tidur dalam keadaan Adryan yang duduk sambil memeluk Helsa. Wanita itu bahkan masih mengenakan mukena berwarna putih dan Adryan pun masih mengenakan sarung.

Dering alarm dari ponsel membangunkannya. Pria itu merenggangkan tangan kirinya, dan berganti menyanggah lengan istrinya agar bisa merenggangkan yang sebelah kanan. Tatapannya jatuh pada wajah cantik Helsa. Adryan mengecup kening Helsa, dan pipi yang semakin cabih.

“Selamat pagi, Sayang,” bisik Adryan.

Tidurnya diusik, Helsa tersentak melihat Adryan di dalam kamar bersamanya. Namun beberapa detik kemudian, barulah ia sadar bahwa mereka sudah sah menjadi suami istri.

“Maaf Mas nggak bangunin, kamu tidurnya nyenyak banget,” kata Adryan.

“Iya, Mas.” Helsa membenarkan posisi duduknya, kemudian Adryan membantu istrinya berdiri.

Hari ini mereka akan pergi ke rumah Ayah dan Bunda, untuk memenuhi panggilan makan siang keluarga. Lalu setelahnya, mereka akan pulang ke apartemen milik Adryan. Empat hari sebelum akad dilaksanakan, semua barang milik Helsa sudah di pindahkan kesana.

“Sarapannya mau dibawah ke kamar atau kita langsung turun aja?” tanya Adryan.

“Mas nggak ke rumah sakit atau nggak adalah kuliah hari ini?” tanya Helsa padanya.

Sebagai informasi, pria yang baru genap usia dua puluh tujuh tahun pada Desember kemarin adalah salah satu mahasiswa kedokteran spesialis Hematologi dan Onkologi pada salah satu universitas tersohor di Jakarta.

“Mas dikasih cuti sembilan hari dari rumah sakit. Dan hari ini minggu, kampus libur, Sayang,” jawab Adryan.

Helsa kemudian membuka mukena, lalu beranjak dari hadapan Adryan. Ia melangkah pergi memasuki kamar mandi.

“Mau mandi?” seru Adryan bertanya.

“Iya,” sahut Helsa.

“Nggak mandi bareng aja?”

Pertanyaan itu berhasil membuat Helsa mendelik dengan wajah yang merona. Adryan mengajaknya mandi bersama?

Mereka bahkan belum melakukan hubungan suami istri di malam pertama, dan sekarang Adryan mengajaknya mandi bersama. Helsa malu sekali.

“Mas cuma bercanda,” ujar Adryan, yang melihat perubahan raut wajah Helsa. Istrinya salah tingkah, dan Adryan tahu itu.

“Kamu mandi duluan, biar Mas yang beres-beres disini.” Helsa mengiyakan perkataan suaminya dengan masuk ke kamar mandi.

Adryan tersenyum menatap punggung kecil yang perlahan tenggelam dibalik pintu kamar mandi.

Kehadiran Helsa di kehidupannya menjadi hal paling Adryan syukuri. Entah, semenjak pertama kali melihat mata sayu wanita itu, ada perasaan sayang yang kuat untuk Helsa. Gadis SMA itu berhasil memporak-porandakan hatinya

***

Menjelang jam dua belas siang. Matahari nampaknya sudah diatas kepala. Sepasang pengantin baru itu berjalan memasuki rumah bercorak Belanda, dengan tangan yang saling menggenggam. Seulas senyum terbit dari bibir keduanya saat kedatangan mereka disambut oleh penghuni rumah.

“Helsa⸺” seru Bunda, yang kini memeluk menantunya. Wanita itu banyak tersenyum ketika putra bungsunya membawa masuk seorang gadis cantik ke rumahnya.

“Gimana, tidurnya nyenyak?” tanya Bunda. Matanya mengerling genit pada Adryan.

“Bun, apaan sih!” decak Adryan.

Helsa tersenyum canggung. “Iya.”

“Ayo, kita ke meja makan sekarang. Sembari nunggu Ayah dan Mas Jefri, Bunda ingin kamu mencoba resep kue buatan Bunda,” kata Bunda, antusias.

“Bunda suka buat kue?” tanya Helsa.

“Bunda jagonya buat suami kamu memberi pujian,” pungkas Bunda, lalu memanggil sekalian putra bungsunya.

“Ayo, Sayang,” panggil Bunda untuk Adryan.

Mereka pergi ke meja makan terlebih dahulu. Mencicipi resep baru yang dicoba Bunda Marimar.

"Itu pinggang nggak usah di peluk posesif gitu, Helsa nggak nyaman," ujar pria berkaos putih yang menuruni anak tangga.

Jefri Van Brawijaya⸺Anak tertua di rumah. Seorang dosen Teknik di salah satu kampus swasta yang ada di Jakarta. Jefri dan Adryan jarak usianya hanya terpaut tiga tahun. Pria itu belum menikah, tapi memiliki kekasih yang ternyata salah satu mahasiswi di kampus tempatnya mengabdi.

“Apaan sih lo! Makanya cepat nikah,” ketus Adryan. Helsa tersenyum malu-malu ketika digoda kakak iparnya.

“Helsa, jangan di dengar omongan Mas Jefri, ya,” kata bunda Marimar. Lalu Bunda beralih menatap putra sulungnya. “Emang bener sih, Jef. Kapan kamu sama Viola?"

“Calonnya Mas Jef yang kemarin itu, Bun?” tanya Helsa, ia mengingat saat hari pernikahan kemarin Jefri menggandeng seorang wanita cantik yang usianya jauh lebih muda.

“Nah itu,” jawab bunda, “Viola namanya.”

“Mahasiswi kesayangannya Jefri,” celetuk Adryan.

“Sudah, sudah. Kalian berdua kalau udah ketemu ada aja yang kalian debatin,” sergah Bunda, mengakhiri perdebatan kakak adik tersebut.

“Helsa, Bunda perhatiin kok kamu gendutan?” Wanita paru baya itu nampak memperhatikan lekuk tubuh sang menantu.

Helsa terkejut mendengar pernyataan Bunda Marimar, apa mungkin postur tubuhnya mulai melebar akibat kehamilannya itu. Astaga, mau bagaimana pun bangkai akan tetap tercium sekeras apapun disembunyikan.

"Emang iya? Nggak kok," timpal Adryan.

"Iya, kamu gendutan sayang," sebut Bunda lagi.

"⸺seperti orang hamil," imbuh Bunda.

Adryan mengeratkan genggamannya pada jemari istrinya, iaa yakin sekali Helsa sedang takut. Bunda Marimar tidak mengetahui kehamilan menantunya. Bukan hanya Bunda, melainkan keluarga besar Brawijaya.

"Amin," ucap Jefri dari arah dapur. "Biar cepat punya ponakan. Terus gue bawah ke kampus, buat modusin mahasiswi gue. Kebanyakan cewek, ‘kan suka sama bocah."

"Nggak gue kasih anak gue sama elu. Soalnya sesat kalau anak gue bergaulnya sama lo,” ketus Adryan.

Suasana rumah terlihat hidup, Bunda Marimar menyayangi Helsa. Selama ini, wanita itu memang menginginkan kehadiran anak perempuan di rumahnya. Dan tiba-tiba saja Adryan membawa calon menantu untuknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan Pacar Menikah Di Hari Yang Sama
7.9
Willy, seorang CEO, viral setelah melamar sekretarisnya. Saat Sarah mencari penjelasan, ia mendengar Willy meremehkan hubungan 7 tahun mereka. Willy yakin Sarah takkan pergi meski ia menikahi sang sekretaris demi melindunginya dari paksaan keluarga. Kecewa, Sarah memutuskan menikah dengan orang lain di hari yang sama. Saat mobil pengantin mereka berpapasan di jalan dan kedua mempelai bertukar bunga, Willy sangat terpukul melihat Sarah berada di mobil pengantin lain dengan gaun pernikahan.
Sampul Novel Bangkitnya Sang Menantu Benalu
8.7
Selama tiga tahun, Stefan hidup menderita sebagai menantu yang dihina dan dianggap benalu oleh keluarga Lionny. Pasca kecelakaan yang memicu amnesia, posisinya kian terpuruk hingga ia nyaris gila. Putus asa, ia mencoba mengakhiri hidup dengan menelan ratusan butir obat sekaligus. Namun, keajaiban terjadi; alih-alih tewas overdosis, ingatan Stefan justru pulih sepenuhnya. Inilah titik balik sang menantu sampah untuk bangkit dan menunjukkan jati diri aslinya.
Sampul Novel Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
8.2
Setelah bereinkarnasi, aku tidak lagi menjadi gadis lemah yang bisa ditindas. Saat Maudy, anak angkat di keluargaku, mencoba merebut Felix dan mempermalukanku di hari pemotretan pernikahan, aku memilih untuk melawan. Dengan keberanian baru, aku menamparnya dan mempertanyakan haknya atas calon tunanganku serta posisinya di Grup Setiawan. Kisah pengkhianatan, cinta, dan pembalasan dendam ini penuh dengan intrik keluarga kaya yang menuntut keadilan.
Sampul Novel Dendam Mrs. Ilona
9.7
Setelah genap berusia dua puluh lima tahun, Ilona Roselani Belvania kembali ke tanah air dengan satu ambisi: membalas kematian tragis ayahnya, Tuan Belvara. Tragedi itu tak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tapi juga membuat ibunya kehilangan kewarasan. Kesempatan emas muncul saat Ilona berhasil menjadi guru di sekolah elit tempat pewaris keluarga Altaresh belajar. Dendam harus dibayar tuntas, namun mampukah Ilona menyelesaikan misinya terhadap musuh sang ayah?
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Sinta menghadapi cobaan berat setelah menerima lamaran Ashraf, sang pewaris kaya. Selain teror misterius yang menuduhnya memakai guna-guna, ia harus menelan hinaan kejam dari saudara sepupunya karena status sosialnya yang rendah. Meski ibunya menangis menyesali kemiskinan mereka, Sinta tetap tegar dan beriman. Ia percaya bahwa kehormatan sejati datang dari Tuhan, bukan sekadar harta atau pendidikan, sembari berharap restu tulus sang ibu menyertai langkahnya.
Sampul Novel GAIRAH CINTA PARTNER KERJA
9.4
Ozzie adalah lelaki rupawan yang cerdas, namun masa lalunya penuh luka karena ketampanan tak menjamin kebahagiaan. Setelah berjuang meraih kesuksesan, ia jatuh hati pada rekan kerjanya. Hubungan mereka kian intim melalui pertemuan panas setiap kali bertugas di luar kota. Sayangnya, wanita itu telah dijodohkan dengan pria lain. Kini, Ozzie bertekad mengakhiri petualangan cintanya demi memperjuangkan sang pujaan hati agar menjadi miliknya seutuhnya.