Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Warisan dari sang Bibi

Warisan dari sang Bibi

Setelah lima belas tahun mengabdi merawat bibinya yang lumpuh akibat kecelakaan, sang protagonis harus menerima kenyataan pahit. Sepupunya yang egois tiba-tiba kembali dari luar negeri menjelang ajal sang bibi, merebut seluruh harta warisan yang dijanjikan. Hanya diberi imbalan seratus juta yang menghina masa mudanya, ia jatuh ke sungai dalam keputusasaan. Namun, maut bukanlah akhir. Ia justru terbangun di masa lalu, tepat lima belas tahun sebelum tragedi pengkhianatan itu dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ketika telepon dari rumah sakit masuk, aku sedang terhanyut dalam rasa terkejut dan kebahagiaan karena kesempatan hidup kedua.

Perawat memberi tahu bahwa bibiku mengalami kecelakaan mobil dan membutuhkan anggota keluarga untuk segera datang ke rumah sakit membayar biaya perawatan.

Aku melirik tanggal di layar ponsel, tanggal yang tidak pernah kulupakan.

Tanpa pikir panjang, aku segera mengirim pesan kepada sepupuku, memintanya langsung ke rumah sakit.

Tidak hanya itu, aku juga membagikan kabar tentang kecelakaan bibiku ke grup keluarga, memberikan laporan langsung tentang situasi di lokasi.

Mendengar kabar bahwa bibiku mengalami kecelakaan, pamanku yang sudah berusia lebih dari lima puluh tahun langsung terbang dari provinsi lain bersama istrinya dan kakak sepupuku.

Malam itu juga, tanpa mampir ke hotel, mereka langsung ke rumah sakit dari bandara sambil membawa koper.

Setelah memastikan kondisi bibiku tidak mengancam nyawa, semua orang akhirnya bisa bernapas lega.

Pada saat seperti itu, semua orang baru teringat akan putri kandung bibiku, Yulia Subono.

Pamanku memandang sekeliling, tidak melihat Yulia, lalu bertanya kepadaku, "Kejadian besar seperti ini, kenapa Yulia belum datang? Bukannya kalian satu kampus?"

"Sudah kukirimi pesan, tapi dia belum membalas. Sebelumnya, aku juga mencoba telepon, tapi selalu masuk panggilan lain. Mungkin dia sedang sibuk dengan sesuatu."

Aku menjawab sambil menunjukkan layar ponsel.

Di layar ponselku terpampang puluhan pesan yang kukirimkan kepada Yulia dengan pesan pertama dikirim 18 jam yang lalu.

Kampus kami tidak jauh dari rumah sakit.

Bahkan jika berjalan merangkak, 18 jam sudah lebih dari cukup untuk sampai ke ruang rawat rumah sakit.

Melihat pesan-pesan hijau yang memenuhi layar, pamanku mengerutkan keningnya begitu rapat hingga bisa menjepit seekor nyamuk.

Aku berpura-pura merasa kesulitan, "Belakangan ini dia sibuk belajar, mungkin nggak sempat lihat ponsel."

"Sibuk belajar apa?" Kakak sepupuku tiba-tiba mengejek dengan dingin, "Menurutku, dia malah asyik bersenang-senang. Nggak sempat balas pesan, tapi punya waktu untuk makan bareng teman-temannya."

Sambil berbicara, dia memperlihatkan ponselnya kepada kami.

Tampak di layar adalah unggahan terbaru Yulia di media sosial, sebuah swafoto bersama teman-temannya di sebuah restoran barbeque Korea.

Waktu unggahan menunjukkan 8 menit yang lalu.

Aku, paman, dan bibiku tidak bisa melihat unggahan tersebut, mungkin karena kami diblokir olehnya.

Kakak sepupuku menggunakan akun WhatsApp baru yang ditambahkan melalui pemindaian kode QR, dan tampaknya Yulia lupa memblokirnya.

Aku mengusulkan agar kedua orang tua itu menelepon Yulia.

Namun, saran itu langsung ditolak.

"Om mau lihat, kapan dia akan ingat bahwa dia punya seorang ibu," kata pamanku.

Bibi dan kakak sepupuku juga menunjukkan sikap meremehkan. "Ibu kandungnya kecelakaan, tapi dia malah asyik makan dan bersenang-senang. Sia-sia saja membesarkannya."

Aku menundukkan kepala diam-diam, tidak ada yang menyadari makna mendalam di mataku.

Aku sudah tahu sejak lama bahwa Yulia mengatur kontakku sebagai mode 'jangan ganggu' dan memblokir nomorku.

Namun, para kerabatku tidak mengetahuinya.

Yang mereka lihat adalah aku mengirim puluhan pesan dan melakukan belasan panggilan tanpa mendapat respons sama sekali.

Dari situ bisa disimpulkan bahwa Yulia sama sekali tidak peduli pada ibunya.

Dalam pandangan pamanku dan istrinya, ini masalah besar.

Jika semua anak di keluarga bersikap seperti ini, bagaimana keluarga ini bisa bertahan?

Dulu, setiap kali Yulia melakukan kesalahan, bibiku selalu mengatakan bahwa dia masih muda dan tidak tahu apa-apa.

Aku tidak tahu apakah kali ini alasan itu masih bisa digunakan.

Di tengah situasi ini, aku kembali ke kampus untuk mengajukan izin sakit kepada dosen.

Sekaligus, aku mengirimkan formulir pendaftaran untuk program pertukaran pelajar.

Keesokan sore, ketika efek anestesi bibiku mulai hilang dan dia sadar, Yulia akhirnya muncul di pintu kamar rawat inap dengan langkah lambat.

Bibiku, yang sebelumnya diliputi rasa sakit fisik dan kesedihan, langsung membuka matanya ketika mendengar suara Yulia.

Dia tersenyum kepada Yulia sambil berkata, "Nak, kenapa nggak belajar dengan baik di kampus?"

"Kamu kok kelihatan kurus? Apa karena belajar, jadi makannya nggak teratur?"

"Ibu sudah bilang, kesehatan itu yang utama. Kalau kurang uang, bilang saja sama Ibu. Jangan sampai menyusahkan dirimu sendiri."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Saat menghadiri pesta di Negeri Suwarna, Putri Mahkota Manggalya menerima kabar duka atas wafatnya sang ayah. Karena takhta tak boleh kosong, Pangeran Rahagi yang berusia sepuluh tahun pun naik takhta menggantikannya. Sang Putri yang terpukul memilih mengasingkan diri demi menenangkan jiwa. Namun, di bawah kuasa raja muda yang baru, Manggalya justru berubah menjadi kerajaan agresif yang terus memperluas wilayah kekuasaannya secara membabi buta.
Sampul Novel Mantra Cinta
8.7
Hidup Tasya hancur saat Ravi, tunangannya, berselingkuh tiga hari sebelum pernikahan mereka. Sebulan mengurung diri dalam duka, Tasya menemukan akun misterius @yourwitch di Twitter yang menawarkan jasa kutukan. Iseng, ia meminta agar mantan kekasihnya itu menjadi impoten. Tak disangka, Ravi muncul di apartemennya dengan wajah memelas dan penuh ketakutan. Ia bersimpuh memohon maaf sambil mengaku bahwa dirinya kini kehilangan kejantanan akibat karma yang tak terduga.
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)
8.8
Airbus A320 terhisap badai dahsyat menuju portal masa lalu di benua asing. Selama dua jam mencekam, kabin dipenuhi gas beracun dan arwah penuh dosa. Di kokpit, Adam bersama Ingrid Rose, ahli astrofisika asal Austria, berjuang memecahkan teka-teki misterius demi menemukan jalan pulang. Meski berhasil kembali, pesawat kehabisan bahan bakar akibat badai tersebut. Tanpa pilihan lain, pendaratan darurat di perairan luas terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.
Sampul Novel PENDEKAR Sabda JAGAD
8.4
Jalu Sajiwo, seorang yatim piatu, memulai pengembaraan demi menuntut keadilan bagi keluarganya. Dahulu, Sekte Rajawali Emas sangat perkasa sebelum fitnah keji dari rival-rivalnya menghancurkan kejayaan mereka. Di masa kepemimpinan Ki Respati, ayah Jalu, sekte ini terus ditindas dan dihina. Kini, Jalu harus berjuang di tengah intrik, pengkhianatan, dan duel maut untuk membersihkan nama baik sekte serta membawa Rajawali Emas kembali ke puncak tertinggi dunia persilatan.
Sampul Novel Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
8.5
Dijual oleh ayahnya sendiri, Sofia justru disiksa Alpha Vincent dalam gudang kumuh. Fitnah kejam Isabel membuat Sofia dijebloskan ke penjara perak hingga kulitnya melepuh. Puncaknya, Vincent memberikan kalung warisan ibu Sofia kepada Isabel sebagai mainan anjing. Di tengah penderitaan itu, Sofia bangkit sebagai White Wolf yang langka. Ia memutus ikatan Mate dengan Vincent, membiarkannya meraung kesakitan, lalu pergi mencari takdir baru di Pack yang lebih kuat.
Sampul Novel Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
9.0
Wira, seorang sarjana genius, mendapati dirinya terbangun di masa lalu dalam kondisi miskin di sebuah rumah kumuh. Ia kini menempati raga seorang sarjana tidak berguna yang gemar berfoya-foya dan kerap menyakiti istrinya sendiri. Menolak pasrah pada takdir buruk ini, Wira memutuskan untuk mengambil alih kendali nasibnya. Mengandalkan berbagai wawasan dan pengetahuan mutakhir dari masa depan, ia memulai langkah besar untuk mengubah kehidupan barunya demi menjadi sosok paling kaya di seluruh kerajaan.