Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Yang Kau Sia-siakan

Wanita Yang Kau Sia-siakan

Nadine terkejut saat suaminya menuntut pengembalian biaya operasi caesar karena ia gagal bersalin normal. Tak hanya itu, uang nafkahnya yang terbatas pun dipotong demi melunasi utang tersebut. Namun, tekanan finansial ini justru menjadi awal terbukanya pintu rezeki dan jati diri Nadine yang sebenarnya. Dengan kekuatan baru, ia bertekad bangkit dan membuktikan kemampuannya hingga membuat pria yang telah menyia-nyiakannya itu merasakan penyesalan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Mau kamu apa, Mas? Aku diam salah! Menjawab juga salah, kan?"

Jawaban sarkas dari Nadine membuat Damar diam dan tak jadi menamparnya.

Jujur, Damar tak menampik bahwa yang dikatakan oleh Nadine ada benarnya.

Sebenarnya, saat sang Ibu dan juga saudaranya menjelekkan Nadine, Damar ragu untuk percaya. Apalagi, dia sendiri menyadari bahwa dirinya dulu hanya memberikan 600 ribu per bulan.

Uang bensin dan makan siangnya saja kurang segitu.

Tapi, Damar harus memberikan 3 juta untuk ibunya, 1 juta untuk Sarah, dan 1 satu juta untuk Sinta.

3 juta disisakan untuk uang bensin dan uang makan siangnya.

Nadine selalu dituntut untuk bisa hemat dan mencukupkan 600. ribu dalam sebulan. Padahal, dirinya sendiri saja tidak bisa jika sehari cuma 50 ribu.

Hanya saja, Damar sedikit terpancing dengan hasutan dari keluarganya yang mengingatkan Nadine sanggup merawat bayinya hanya dengan nafkah 300 ribu per bulan.

Dugaan nafkahnya disalahgunakan oleh Nadine menguat!

Egonya juga tak terima.

Jika diakumulasikan selama 3 tahun, maka sisa belanja Nadine berarti cukup lumayan!

"Mau kamu apa Mas?"tanya Nadine sekali lagi, menyadarkan Damar dari lamunan.

"Kamu pasti menyimpan uang sisa dari uang belanja yang telah lalu! Tidak main-main loh dek itu jumlahnya! 300.000 per bulan jika di akumulasi menjadi 3 tahun jumlahnya lebih dari 10 juta. Coba sini berikan ke Mas untuk membayar biaya rumah sakitmu kemaren!" Tanpa tahu malu ,Damar menadahkan tangan meminta sesuatu yang sama sekali tidak ada.

"Bentar dulu...! Kamu salah minum obat, Mas? Atau kepalamu habis kepentok di mana begitu? Kenapa perkataanmu melantur seperti ini? Uang mana yang kamu tanyakan?"

"Ya uang nafkah yang setiap bulan aku berikan kepadamu, buktinya selama 2 bulan ini Aku memberikanmu 300.000 cukup kan? itu pasti yang lalu saat aku berikan 600.000 sisanya Ada separuh bahkan lebih! bukan begitu dek?" jawab Damar dengan pedenya.

"Sini dulu deh Mas! Coba merunduk. Aku mau melihat sesuatu di kepalamu!"

Postur tubuh Nadine yang lebih pendek dari Damar itu tentu tidak akan bisa menggapai kepala damar makanya dia menyuruh suaminya untuk menunduk.

"Perasaan tidak anget deh, tapi kenapa jadi konslet otaknya?" tanya Nadine saat menyentuh kening Damar dan pura-pura bingung.

Damar pun menjadi naik pitam mendengar perkataan dari istrinya tersebut.

"Kauuuu...!"

Pria itu meneriaki Nadine dan melotot ke arahnya.

Dia tak suka saat Nadine mengatakan demikian.

Sama saja Nadine menganggapnya gila, kan?

"Sudah tidak usah berbelit-belit dan banyak mengelak! Di mana uang itu kamu simpan? Lumayan untuk membayar separuh dari biaya operasi Caesar kamu di rumah sakit!" bentak Damar masih tak menyerah dengan keyakinannya.

Dengan ini, dia juga bisa hemat pengeluaran, kan?

Nadine akhirnya mengangguk."Kalau gitu, ikut aku supaya aku kasih tahu ke mana larinya uang yang kamu maksudkan tadi..!"

Ucapan sang istri langsung membuat Damar tersenyum bahagia.

Tapi beda pikiran Damar, beda pula yang direncanakan oleh Nadine.

Ibu muda beranak satu itu merencanakan mengajak Damar menuju sepiteng rumah kontrakan mereka.

Damar yang tidak curiga pun terus mengikuti langkah sang istri walau keningnya mengernyit saat disadarinya sang istri membawanya menuju sepiteng belakang rumahnya.

"Ke mana kamu akan membawaku Dek?"tanya Damar pada akhirnya.

"Kamu menanyakan uang nafkah tak layak yang kamu berikan kepadaku setiap bulannya bukan? Di sanalah aku menyimpannya!" jawab Nadine dengan menunjuk septic tank.

Menyadari maksud wanita itu, Damar sontak murka!

Rahangnya bahkan mengeras. "Kurang ajar! Kamu sengaja mempermainkanku? Awas aja kalau sampai aku menemukan di mana kamu meletakkan uang simpananmu itu! Sedikitpun, kamu tidak akan pernah bisa mengambilnya kembali jika sudah berada di tanganku!" ancam Damar penuh dengan kemarahan saat sang istri malah mempermainkan dirinya.

Namun, Nadine hanya mengendikan bahu santai. "Silakan cari kemanapun kamu mau! Kalau perlu, obrak-abrik saja seluruh isi rumah kontrakan ini!"

"Untuk apa aku menyimpan nafkah tak layak darimu itu kalau pada kenyataannya aku sendiri merasa kekurangan?"

Perkataan sarkas dari Nadine sedikit membuat Damar sadar. Tapi lagi-lagi egonya memaksanya untuk tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Nadine.

Oekkkk!

Di tengah perdebatan mereka, putra kecil mereka yaitu Gibran, menangis kencang dari kamar mereka.

Tangis itu menghentikan perdebatan antara Nadine dan juga Damar.

Tanpa memperdulikan pria itu, Nadine langsung lari tergopoh menyusul putranya yang tengah menangis.

"Dasar istri sialan, berani-beraninya mempermainkan ku! aku yakin kamu pasti menyimpan uang itu!" rutuk Damar dalam hati.

Disusulnya Nadine yang menggendong Gibran, putra yang belum pernah sekalipun disentuh Damar.

Namun, entah mengapa kali ini dia ingin sekali menyentuh anaknya tersebut.

Ia ingin membuktikan bahwa perkataan ibunya yang mengatakan Gibran bukanlah anak kandungnya itu tidak benar.

Tangan itu spontan terulur ingin menggendong sang anak.

Dengan seksama, dia memperhatikan garis wajah sang anak.

Wajah itu memperingat kannya dengan wajah kecil seseorang, tapi dia lupa seseorang itu siapa.

Garis alisnya yang tebal sangat mirip dengan miliknya.

Rambutnya yang hitam dan sedikit ikal pun menurun darinya.

"Tapi wajahnya mirip siapa, ya?" batin Damar dalam hatinya.

Ada perasaan menghangat di hati Nadine saat Damar menyentuh putranya yang berusia 3 bulan untuk pertama kali.

Seolah tahu jika yang menggendongnya adalah Ayah kandungnya, Gibran tertawa riang dan berceloteh ria.

Tangannya yang kecil menggapai-gapai wajah sang ayah.

Tapi, perasaan hangat keluarga kecil itu tiba-tiba sirna saat mendengar Damar mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan.

"Kata ibu, anak ini sama sekali tidak mirip denganku. Apakah benar jika dia bukan darah dagingku, Nadine?"

Deg!

Jantung Nadine terasa tertikam.

Dia ingin berteriak di wajah suaminya dan mengatakan bahwa dirinya bukanlah wanita murahan.

Tapi, urung dilakukannya karena di antara mereka masih ada Gibran.

Nadine sangat takut jika akan menimbulkan trauma di diri bayi malang tersebut.

"Aku pastikan kamu akan menyesal suatu saat nanti dengan apa yang kamu pertanyakan saat ini, Mas!" ucap Nadine menahan emosi.

"Asal kamu tahu, benih yang tertanam di rahimku 100% darimu! Jika kamu memang meragukan Gibran adalah putramu, maka jatuhkanlah talakmu! Dengan senang hati, aku akan membawa jauh putramu dan aku tidak akan pernah meminta pertanggungjawabanmu satu rupiah pun!"

Wajah Nadine memerah. Mungkinkah ini rencana Sang Pencipta memberikannya anak laki-laki? Gibran tidak membutuhkan wali saat dia dewasa nanti dan ingin menikah.

Di sisi lain, Damar terkesiap. Tapi, dia tak mau disalahkan!

"Kenapa kamu minta talak? Apakah benar apa yang dituduhkan oleh ibu kepadamu? Dasar wanita murahan! Lelaki mana yang sudah berhasil membuahimu sehingga melahirkan anak haram itu!" ucap pria itu lebih menyayat hati.

Damar bahkan meragukan kesetiaan Nadine sekarang dan darah dagingnya sendiri!

"Meskipun aku anak yatim piatu, aku pastikan aku bukan wanita tak bisa menjaga diri. Aku bersumpah tidak akan menelantarkan anakku sendiri dan akan menjamin hidupnya sampai dia sukses di kemudian hari!" kata Nadine tegas.

Air mata luruh di pipinya. "Damar Agung Prasetyo! Mohon dengan sangat, jatuhkan talakmu sekarang juga!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JSV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JSV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana adalah wanita karier yang sangat menghindari komitmen asmara. Namun, desakan sang ayah memaksanya menyewa Dirza, seorang pria miskin, untuk menjadi suami bayaran. Kayana merancang kesepakatan pernikahan singkat yang hanya berlangsung satu minggu hingga satu bulan saja. Meski Dirza merasa bersalah karena mempermainkan kesakralan janji suci, Kayana tetap teguh pada rencananya. Mengapa ia lebih memilih pria sederhana dibandingkan pria kaya sebagai pasangannya?
Sampul Novel DEVIAN
9.4
Maudy hidup layaknya pelayan di rumah sendiri akibat kebencian keluarganya sejak kematian sang adik. Saat nyaris menyerah pada takdir yang tidak adil, kehadiran Devian sempat memberi warna di tengah kegelapan hidupnya. Namun, luka Maudy kian dalam saat ia harus merelakan Devian bagi saudara kembarnya, Maura. Di tengah perjuangan melawan penyakit mematikan, harapan terakhir Maudy hanyalah merasakan kembali kasih sayang orang tua sebelum sisa usianya berakhir.
Sampul Novel Intermezzo ( Antologi Cerpen )
9.0
Dalam antologi cerpen ini, pembaca diajak menyelami realitas bahwa asmara dapat bersemi dari arah yang paling tidak terduga. Perasaan kasih sayang mampu mengetuk pintu hati siapa saja tanpa mengenal waktu maupun peringatan terlebih dahulu. Setiap narasi romansa modern di dalamnya menggambarkan betapa misteriusnya momen ketika dua jiwa saling terpikat, membuktikan bahwa cinta sejati sering kali muncul di tengah rutinitas hidup yang paling biasa sekalipun.
Sampul Novel Istri Untuk Warisan
9.7
Malam perceraian yang dinanti Launa justru berujung pada penolakan keras dari suaminya. Meski tiga tahun pernikahan mereka terasa hambar dengan kebersamaan yang sangat singkat, sang suami enggan melepaskannya. Rahasia besar Launa akhirnya terbongkar saat suaminya mengetahui tentang kehamilannya yang disembunyikan. Ia bersikeras melarang Launa pergi untuk berjuang sendirian. Kini, pelarian Launa terhenti karena sang suami tak akan membiarkannya membawa calon buah hati mereka menjauh.
Sampul Novel Merebutmu Kembali
9.3
Banyak orang berjuang sembuh dari luka batin, sementara sisanya memilih kabur dari kenyataan pahit. Chandani kini terjepit saat bayang-bayang masa lalu yang sangat traumatis tiba-tiba muncul kembali di hadapannya. Tak disangka, sosok yang menjadi sumber penderitaannya justru datang untuk melamar. Haruskah ia menerima pinangan itu atau melarikan diri demi ketenangan hidupnya? Di tengah kebuntuan ini, kegelapan seolah menjadi satu-satunya cahaya penuntun bagi nasibnya.
Sampul Novel Mon Amour
8.4
Farrin terjebak dalam dilema rumit antara dua pria kembar. Meski sempat menjalin kasih dengan Avan, takdir justru membawanya menikah dengan Vian, sang adik. Tak rela melepaskan, Avan bertekad merebut kembali Farrin dari tangan adiknya sendiri melalui berbagai cara licik. Walau Farrin dan Vian berusaha bertahan, Avan terus menyusun rencana jahat demi memisahkan mereka. Akankah Avan berhasil memenangkan cinta lamanya, ataukah Farrin tetap setia pada sang suami?