Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel WANITA-WANITA SEKAR LANGIT

WANITA-WANITA SEKAR LANGIT

Sekelompok wanita pemulasara jenazah yang mendedikasikan diri dalam organisasi nirlaba Sekar Langit mendadak terjebak dalam rangkaian peristiwa ganjil yang mencekam. Kejanggalan demi kejanggalan mulai menghantui aktivitas mereka, hingga akhirnya terungkap bahwa teror tersebut bermuara pada salah satu anggota mereka sendiri. Di balik tugas suci mengurus jenazah, tersimpan rahasia gelap dan misteri besar yang mengancam keselamatan seluruh anggota kelompok tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Namanya Bai. Pamungkas Baihaqi, mungkin dulu ayahnya berkeinginan agar Bai menjadi anak yang terakhir, tetapi sepertinya Sang Ayah tidak dapat melawan takdir Allah, karena Bai masih memiliki dua orang adik lagi. Saat ini Bai sedang mendengarkan penjelasan seorang asistennya tentang sebuah kasus yang sepertinya berkaitan dengan hal gaib.

Bai memandang tajam pria bermata sipit di depannya. Ah, pria muda. Selalu mengundang kontroversi tersendiri, apalagi kalau berkaitan dengan wanita muda. Bai sebenarnya tidak terlalu suka dengan hal itu, tetapi mau bagaimana lagi. Dia tetap membutuhkan pria-pria muda sebagai mata dan telinganya.

"Jadi dulu bapaknya Mbak Salma ketika meninggal kulit wajahnya berubah menjadi hitam?" tanya Bai. Pria muda bermata sipit itu mengangguk.

"Bukan hanya kulit wajah, Ust, tetapi hampir seluruh tubuhnya, dan juga hitamnya seperti gosong dan dalam waktu singkat kulit itu menjadi kering dan pecah-pecah. Dari pecahan itu keluar cairan bening kemerahan yang berbau busuk."

"Dari mana Ustaz Hilmy tahu detail dari kasus ini?" tanya Bai.

Ustaz muda bernama Hilmy itu tersenyum simpul. Dia kemudian memberikan sebuah map kepada Bai.

"Ustaz Fiki banyak membantu saya, Ust," jawab Hilmy, "beliau memberitahu saya bagaimana caranya mendapatkan informasi valid secara detail. Sejak menerima laporan kasus ini, kami sudah kroscek ke rumah sakit dan kepolisian. Dan sudah saya simpulkan dalam dokumen itu, Ust."

Bai mengerjapkan matanya. Dia memandang Hilmy dan memandang dokumen di depannya bergantian. Sebenarnya ada kisah sedih di balik pulangnya Hilmy ke Karang Nangka, tetapi itu bisa menunggu nanti, sekarang Bai merasa sangat bersyukur karena Hilmy sudah sangat kompeten untuk menjadi peruqyah, asistennya sekaligus seorang anggota tim ekspedisi.

Bai mengangguk dan membaca ringkasan tentang kasus itu. Dari tulisan itu Bai tahu, Hilmi adalah seorang yang sangat cerdas, teliti dan hati-hati. Hilmy menuliskan hal-hal penting dengan lengkap beserta dengan artinya dan bahkan dengan sumber referensi yang valid. Bai merasa sangat puas membaca enam lembar ringkasan yang dibuat oleh Hilmy.

"Menarik sekali, apalagi kalau membaca hasil autopsi Pak Agus Purwanto ini. Di dalam darah Pak Agus tidak ditemukan zat kimia apapun yang bisa menyebabkan kulit Pak Agus berubah hitam setelah meninggal. Lalu apa penyebabnya?" Bai mengetukkan jemarinya di kursi, menandakan dia sedang berpikir keras. Bai lalu memandang Hilmy.

"Karena sihir?" tanya Bai. Hilmy tersenyum.

"Bisa jadi, Ust," jawab Hilmy. Mereka berpandangan dan Bai tertawa.

"Patut untuk diselidiki," kata Bai sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

****

Salma memejamkan matanya dan sebersit keraguan kembali meraja di dalam hatinya. Dia begitu khawatir sekaligus tidak yakin kenapa ibunya tidak memberitahu tentang apa yang dialami bapaknya dulu. Salma ingat bagaimana dia dan ibunya bertengkar setelah berziarah ke makam bapaknya kemarin dulu.

"Kenapa Ibuk tidak memberitahu tentang bapak padaku, Buk?" tanya Salma dengan untaian air mata. Warsini mengembuskan napas panjang. Dia memandang anaknya iba.

"Waktu itu kamu masih kecil, Nduk. Baru tiga belas tahun. Aku tidak tega memberitahu yang sebenarnya padamu," jawab Warsini sedih. Perlahan air mata Warsini bercucuran. Salma diam, dia menunggu ibunya tenang untuk protes lagi.

"Apakah hal ini yang membuat Mbak Sarifah pergi, Bu?" tanya Salma lagi. Warsini membeliak kaget. Dia terlihat panik dan tidak berusaha menutupi kepanikannya itu. Warsini memandang Salma lama dan kemudian tersenyum hampa, kesedihan terlihat pekat di wajah Warsini.

"Iya, Ndhuk. Benar sekali ... dan ada satu hal lagi yang membuat Sarifah pergi dan membenciku," kata Warsini perlahan. Wajah Warsini begitu sedih, tetapi anehnya tidak ada satu pun air mata yang menetes dari mata Warsini.

Salma berusaha bersabar untuk menunggu lanjutan cerita ibunya. Dia diam dan memandang Warsini lekat.

"Aku ... ibukmu ini adalah istri kedua bapakmu, Ndhuk. Aku dulu merebut bapakmu dari istri sah bapakmu. Bapak manut sama ibuk dan menceraikan Astuti, istri pertamanya. Bapak mau hidup dengan Ibuk sampai kalian berdua lahir ...." Warsini menunduk dan menangis sebentar.

Salma bagai tersambar petir mendengar cerita ibunya itu. Dia memandang ibunya tak percaya. Seorang ibu yang selama ini dihormati, disayangi dan dibanggakan Salma, tiba-tiba mengatakan suatu hal yang membuat Salma begitu mual dan tak berdaya. Dia menggigit bibirnya menahan tangis.

Warsini mendongak dan memandang anak bungsunya yang wajahnya pias menahan air mata.

"Maafkan ibu, ya, Ndhuk, sebenarnya mbakyumu itu pergi dari rumah sejak dulu karena tahu ibuk menjadi wanita perebut suami orang. Sarifah baru mau pulang setelah bapakmu meninggal dan pergi lagi setelah mengetahui kondisi bapak yang begitu memprihatinkan ketika meninggal ...." Warsini tergugu. Dia telihat sangat lemah.

Salma masih membeku. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia bingung hendak bersikap bagaimana kepada ibunya. Hati Salma sangat marah, sedih dan kecewa. Sangat kecewa.

Salma menghapus air matanya. Pertengkarannya dengan Sang Ibu masih berlanjut sampai sekarang. Salma belum tahu apakah dia akan memaafkan ibunya atau tidak .. atau mungkin belum. Ah, Salma tidak tahu. Kepalanya begitu pusing dan entah kenapa Salma sangat ingin pergi menjauh dari Sang Ibu.

Salma mengembuskan napas panjang. Sepertinya semua bisa dipikir belakangan. Sekarang Salma harus berkonsentrasi memulasara jenazah yang akan mereka --Sekar Langit-- datangi. Salma berpura-pura tersenyum ceria ketika ibu-ibu anggota Sekar Langit lainnya mengajak Salma turun karena mereka telah sampai.

Ah, sepertinya Salma harus menepikan semua kekesalannya pada Sang Ibu dulu.

****

Pemulasaraan jenazah berjalan lancar. Keluarga juga sangat kooperatif dan sangat mengerti semua kebutuhan Sekar Langit, sehingga Salma dan ibu-ibu lainnya bisa bekerja dengan lancar dan cekatan.

Menjelang proses mengkafani selesai, Salma mulai mencium bau yang kurang sedap dari jenazah. Beberapa ibu juga menunjukkan gelagat yang kurang nyaman, sepertinya mereka juga mencium bau tidak sedap itu.

"Bau apa ini?" bisik Bu Narti, salah seorang anggota Sekar Langit yang biasanya bertugas menata kafan dan menyiapkan hal-hal kecil lainnya.

"Sstt! Bukan bau apa-apa," desis Bu Tris mengingatkan dengan mata melirik tajam. Tetapi rupanya bau busuk itu sudah tak terbendung lagi. Hampir semua ibu-ibu anggota Sekar Langit mengernyitkan kening dan menutup hidungnya karena bau yang menyengat dari jenazah.

"Sepertinya kita harus memeriksa jenazah lagi, Bu. Siapa tahu ada kotoran yang keluar," kata Bu Septi. Semua setuju dan segera membuka kafan yang telah sempurna menutupi jenazah.

Baru saja kafan bagian wajah jenazah dibuka, Salma sudah bisa melihatnya. Dia nyaris menjerit ketika melihat kulit wajah jenazah sudah menghitam, seperti dalam mimpi Salma ....

****

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel Hati Seorang Perempuan
9.3
Senjahari Semesta Alam dengan ikhlas merelakan dirinya diceraikan oleh suaminya sendiri demi menikahi Mega Mentari--anak perempuan pemilik perusahaan yang mengaku dihamili oleh suaminya sendiri, Abimanyu Wicaksana. Sementara itu Halilintar Sabda Alam-- kakak sulung Mega Mentari. Pemilik beberapa perusahaan properti raksasa negeri ini, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Senja, yang diperkenalkan oleh mertuanya sebagai adik bungsu Abimanyu. Abimanyu yang merasa dijebak sebagai kambing hitam dalam masalah hamilnya Tari, terus berusaha mencari kebenaran yang sesungguhnya agar bisa meraih kembali hati Senja. Sementara Sabda yang awalnya jatuh cinta pada Senja, menjadi salah faham saat secara tidak sengaja memergoki Abimanyu memesrai Senja bukan seperti seorang kakak terhadap adiknya, melainkan seperti seorang laki-laki yang tengah mabuk asmara. Sabda yang gelap mata malah akhirnya menjebak Senja dan menanamkan benihnya dirahim Senja. "Saya mohon, jangan memperlakukan Saya seperti ini. Saya punya salah apa pada Bapak? Laki-laki sejati tidak akan menggunakan kekuatannya untuk memaksakan dirinya terhadap seorang perempuan. Saya mohon jangan mengotori saya. Demi Allah saya bersumpah, saya tidak seperti apa yang ada dalam pemikiran, Bapak." (Senjahari Semesta Alam) "Salah kamu adalah, karena kamu telah menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga adik saya! Kamu fikir saya tidak tahu akan hubungan terlarang kamu dengan Abimanyu? Kalian berdua itu incest, dan itu amat sangat menjijikkan! Kita lihat saja, setelah ini kamu masih bisa memandang dunia dengan kepala tegak, atau kamu akan melata seperti ular di kaki Saya!" (Halilintar Sabda Alam)
Sampul Novel KERESEK HITAM DALAM FREEZER
7.9
Kehidupan Tedi berubah mencekam saat ia menemukan bungkusan kresek hitam berisi jasad bayi di dalam freezer kulkasnya sendiri. Alih-alih melapor ke pihak berwajib, Tedi justru memilih untuk menyimpan rahasia mengerikan tersebut dan bertekad memburu sosok di balik tindakan keji ini secara mandiri. Mampukah ia mengungkap identitas pelaku sebenarnya sebelum segalanya terlambat? Sebuah kisah misteri penuh ketegangan tentang pencarian keadilan yang gelap.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Kehidupan rumah tangga seorang pria berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Ia terjebak dalam lingkaran keluarga penuh rahasia gelap, di mana istri dan mertuanya ternyata penganut ilmu hitam yang keji. Konflik memuncak saat sang tokoh utama tidak lagi memiliki pilihan selain menghadapi tekanan luar biasa. Ia dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi memenuhi ambisi mistis mereka yang sangat mengerikan.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Demi uang tambahan, aku bekerja sebagai test sleeper di sebuah hotel misterius. Namun, pekerjaan ini berubah menjadi horor saat aku terjebak dalam serangkaian uji coba tidur yang ganjil. Dari tubuh yang memuai secara tidak wajar hingga gangguan penyanyi tak kasat mata dan sopir taksi berpakaian kertas, setiap detik adalah ancaman. Kini aku harus bertaruh nyawa menembus zona kematian demi mengungkap rahasia gelap hotel ini sebelum terjebak selamanya dalam labirin maut.