
Wanita Pilihan Suamiku
Bab 3
🏵️🏵️🏵️
[Rif.] Isi pesan dari akun yang bernama Tuan Putri.
[Iya, Tuan Putri.]
[Kamu masih tetap memanggilku dengan sebutan itu?]
[Panggilan itu tidak akan mungkin bisa aku lupakan.]
[Aku terharu.]
[Kamu ke mana aja selama ini?]
[Hidup bersama putramu yang udah tumbuh besar sekarang. Dia sangat mirip dengan ayahnya yang tampan.]
[Apa maksud kamu? Putra?]
Dadaku sesak membaca isi pesan tersebut. Kenapa dia berbicara tentang putra? Siapa sebenarnya yang dia maksud? Sungguh, aku tidak mengerti arah pembicaraan dalam pesan itu. Ini membuatku sangat bingung dan berpikir keras.
Aku kembali menjalankan jari ke layar ponsel, tiba-tiba terlihat percakapan menggunakan suara. Aku segera membukanya untuk mengetahui lebih lanjut.
“Apakah kamu sudi menjemputku dengan kuda putih yang aku dambakan sejak dulu? Bersediakah kamu membahagiakan aku dan putra kita?”
“Putra siapa maksud kamu, Tuan Putri?”
Isi pesan suara itu terdengar sangat nyata, bukan hanya sekadar permainan semata. Aku tidak percaya jika suami yang sangat kuhormati memiliki putra dari wanita lain. Selama ini, Mas Arif tidak pernah bercerita tentang masa lalunya lebih lengkap. Dia hanya menceritakan wanita yang sulit dia lupakan dari pikiran.
Makin ke bawah, percakapan tersebut seperti layaknya sepasang suami istri yang sedang bahagia karena memiliki buah hati yang sangat mereka dambakan. Aku melihat foto seorang anak laki-laki berumur sekitar lima tahun. Dia tampan dan sekilas mirip Mas Arif.
[Ini penerusmu, Rif.] Tuan Putri kembali mengirim pesan dengan menambahkan foto anak kecil tersebut.
[Penerus? Aku benar-benar bingung, Tuan Putri.]
[Dia Rifa.]
[Apakah dia ….]
[Dia anakmu, darah dagingmu. Namanya aku ambil dari singkatan nama orang tuanya.]
Aku tidak sanggup lagi menahan amarah melihat dan mendengar apa yang ada dalam ponsel Mas Arif. Tidak peduli jika diriku dikatakan sebagai istri yang tega mengganggu waktu istirahat suami. Tanpa menunggu lama, aku pun membangunkannya.
“Bangun, Mas.” Aku menggoyang-goyangkan tubuhnya.
Dalam hitungan detik, dia terbangun dan langsung mengusap pipiku. “Kamu belum tidur, Sayang?” tanya Mas Arif dengan lembut.
“Aku mau kamu jelasin maksud pesan dan foto ini.” Aku langsung menunjukkan foto dan pesan dalam ponselnya.
“Kenapa kamu bisa buka HP-ku?” Dia meraih benda itu dari tanganku.
“Sekarang kamu udah mulai menyembunyikan sesuatu dari istrimu?”
“Aku nggak suka kalau kamu seperti ini.”
“Kenapa, Mas? Dulu kamu selalu terbuka dan tidak merasa keberatan jika aku memegang HP-mu. Apa yang kamu sembunyikan, Mas?”
“Maksudnya apa?”
“Siapa yang kamu sebut dengan Tuan Putri dan siapa anak itu, Mas?”
“Bukan siapa-siapa, kok.”
“Jangan bohong kamu, Mas! Apa benar kamu punya anak dari wanita lain?” Aku menaikkan suara.
“Baiklah … aku akan jujur. Dia anakku.”
Dadaku makin sesak mendengar apa yang keluar dari mulut Mas Arif. Sungguh, aku tidak percaya kalau dia memiliki anak dari wanita lain. Selama ini, hubungan kami baik-baik saja dan dia juga selalu menyayangi dan mencintaiku.
“Apa, Mas?” tanyaku dengan suara melemah.
“Benar … dia anakku. Karena itu, aku tidak setuju jika kita mengadopsi anak. Aku memiliki anak kandungku sendiri.”
“Cukup, Mas. Aku nggak kuat. Aku tidak pernah menyangka kalau suami yang kucintai tega mengkhianati janji suci yang telah diucapkan dalam pernikahan.”
“Ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Awalnya, juga aku nggak nyangka, tapi setelah kami bertemu dua hari yang lalu, aku baru yakin kalau dia benar anakku. Kamu belum membaca pesan itu sampai ke bawah.” Penjelasan Mas Arif membuatku benar-benar terpukul.
Dia dengan berani mengakui seseorang sebagai anak kandungnya, ini benar-benar sulit dipercaya. Aku tidak kuat mengetahui sesuatu yang tidak mudah diterima akal dan pikiran. Istri mana yang akan rela mengetahui suaminya memiliki penerus dari wanita lain?
🏵️🏵️🏵️
Mas Arif telah menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Ternyata dia memiliki anak dari wanita masa lalu yang sudah enam tahun tidak bertemu. Hati ini sangat hancur dan tidak ingin mendengarkan kenyataan pahit itu.
Mas Arif mengaku kalau dirinya pernah melakukan hubungan yang tidak pantas dengan cinta pertamanya. Namun, setelah beberapa minggu, wanita itu tiba-tiba menghilang dan tidak ada kabar. Mas Arif berusaha mencari, tetapi tidak membuahkan hasil.
Harapan untuk kembali bertemu dengan sang mantan kekasih akhirnya menjadi harapan yang tidak dapat diwujudkan. Dua tahun kemudian, Mas Arif kembali membuka diri untuk mencintai orang lain, dan wanita itu adalah aku.
Tidak ada keanehan yang terjadi selama kami menjalin hubungan sebagai kekasih hingga aku yakin dan bersedia menjadi pendamping hidupnya. Kasih sayang dan cinta yang dia berikan membuat diriku sangat terharu dan tersanjung.
Ternyata semua itu tidak bisa lagi sepenuhnya kudapatkan sekarang. Wanita masa lalu Mas Arif telah berhasil membuat dirinya membagi kasih sayang yang selama ini hanya untukku. Perubahan sikap yang dia tunjukkan benar-benar tidak dapat ditutupi.
“Maafin aku, Sayang. Aku menyayangi dia dan anak kami. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku akan berusaha adil.” Dia mengucapkan kalimat itu di meja makan tadi pagi sebelum berangkat ke kantor.
==========
Anda Mungkin Juga Suka





