Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Pilihan Mafia

Wanita Pilihan Mafia

Demi membiayai pengobatan sang ayah dan kebutuhan adik-adiknya, Salwa rela merantau sebagai pekerja migran. Namun, situasi mendesak memaksanya berutang besar pada majikannya, Sean Arthur. Sean menolak pengabdian seumur hidup dan justru meminta bayaran melalui raga Salwa. Terjepit antara kehormatan dan nyawa ayahnya, Salwa mengajukan syarat pernikahan siri yang bisa diakhiri kapan saja. Kini, ia harus terjebak dalam kesepakatan berbahaya dengan sang mafia.
Bab
Bagikan

Bab 3

Salwa membuka jendela kamarnya ketika langit telah menurunkan hujan dengan debit air yang tidak terlalu deras. Dia mengapit sebuah koran yang baru dibeli kemarin, yaitu ketika perjalanan menjemput orang tuanya pulang dari rumah sakit. Salwa sudah melingkari beberapa lowongan pekerjaan yang tertera pada surat kabar itu.

Keputusannya untuk bekerja sudah bulat. Dia akan berjuang demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Berharap dengan pengorbanannya ini, adik-adiknya akan tetap bisa bersekolah tanpa memusingkan biaya yang harus dibayarkan.

Dia mengamati perusahaan-perusahaan yang membutuhkan karyawan lulusan Sekolah Menengah Atas. Ada Officegirl, kasir, Waiters, dan Babysitter. Salwa memutuskan melamar sebagai kasir di sebuah supermarket, karena jika dilihat dari gaji pekerjaan tersebut lebih menghasilkan.

Namun, saat dia beralih ke halaman lain, sebuah artikel menggiurkan membuat gadis berbulu mata lentik itu mengurungkan niatnya. Sebuah artikel yang menunjukkan jalan keluar bagi permasalahannya untuk segera mendapatkan banyak uang dengan hanya bermodal ijazah Sekolah Menengah Atas.

Sebuah yayasan penyalur tenaga kerja resmi telah membuka kesempatan bagi siapa saja yang mau mengubah nasib dengan berkarier di negera asing. Senyum seketika mengembang di bibir Salwa. Doa-doanya terjawab sudah, dia sudah memutuskan untuk segera mengambil kesempatan itu demi masa depan keluarganya.

***

Peluh membasahi pipi, Salwa tak menghiraukannya. Dengan sepeda usang, dia mengayuh roda dua itu untuk menuju tempat yayasan penyalur tenaga kerja. Tas dia panggul di punggung, mengenakan celana bahan yang warnanya telah pudar di berbagai sisi, perempuan itu bersemangat untuk menjemput impian mengubah nasibnya juga keluarga.

Hingga ketika tepat berada di lampu merah, kakinya mengerem di jalan beraspal. Sepeda roda dua yang dikenakannya memang remnya tak berfungsi dengan baik, sehingga membutuhkan kaki yang dipijakkan ke tanah untuk menambah gaya gesekan.

Nahansnya, sebuah mobil yang mengerem mendadak mencipratkan genangan air bekas hujan mengenai pakaian Salwa. Dia ingin memaki pemilik mobil tersebut, tetapi begitu kaca jendela mobil itu menurun dengan melihat siapa pemiliknya membuat hati Salwa berubah sedih.

Seorang pria berkacamata hitam yang di sebelahnya duduk dengan anggun wanita cantik berpakaian tanpa lengan menatap sinis ke arahnya. Pria itu berada di kursi kemudi yang mana posisinya agak jauh dengan Salwa, sementara perempuan cantik itu lebih dekat posisinya dengan Salwa.

Pria itu adalah Alvaro, cowok populer di sekolah Salwa yang secara diam-diam disukai oleh gadis itu. Perbedaan terlalu senjang membuat Salwa tak berani mengungkapkan perasaannya, sehingga dia lebih memilih memendam rasa untuk memutuskan menyukai pria itu dalam diam.

Salwa masih menatap ke arah dalam mobil dan tanpa sengaja lelaki itu pun turut menatapnya. Ada raut terkejut di mimik muka lelaki itu, melihat Salwa basah kuyup yang tak lain karena ulahnya.

Dia ingin menyapa, meminta maaf, tetapi melihat penampilan Salwa yang berantakan dengan wajah berpeluh karena sengatan matahari membuat lelaki itu urung melakukannya. Ada rasa malu yang membelenggu, menangkup dirinya agar tak perlu memedulikan sosok Salwa. Hingga ketika lampu lalu lintas berubah hijau, lelaki itu bergegas melajukan mobilnya tanpa menatap Salwa.

Melihat sosok itu telah pergi dan tak memedulikannya, Salwa kembali mengayuh sepedanya. Ada rasa sakit di sudut hatinya melihat seorang yang dia sukai hanya menatapnya sambil lalu, tak menghiraukan apalagi menegurnya kendati mereka saling mengenal. Rasa ngilu di sudut hatinya telah dipendamnya rapat-rapat, tak perlu dipertunjukkan karena perasaannya dianggap hal yang tidak penting oleh orang lain. Kini, tujuannya hanya satu, yaitu mendapatkan pekerjaan agar bisa mengubah kehidupan keluarganya yang penuh akan kekurangan menjadi lebih baik dan tercukupi.

Usai sampai di gedung yayasan, Salwa menunggu dengan tenang setelah sebelumnya meminta izin membersihkan diri di toilet. Perempuan itu duduk di salah satu kursi tunggu yang mana di sebelahnya terdapat beberapa orang yang juga sedang menunggu dipanggil namanya.

Segala persyaratan yang tertera di surat kabar sudah dipersiapkan olehnya, sehingga Salwa tinggal menunggu semua dikumpulkan. Tekadnya sudah bulat, meskipun rasa takut untuk pergi merantau ke negeri orang begitu tinggi, tetapi keinginan mengubah nasib keluarganya lebih besar daripada rasa takut itu. Dia akan menekan kuat perasaan gelisah itu, mengubahnya menjadi sebuah spirit demi keluarga tercinta.

***

Segala proses telah dilewati Salwa setelah dua bulan berada di asrama Yayasan. Pendidikan singkat terkait pekerjaan yang akan dilakukannya di sana telah dengan baik dilewati. Otak cerdasnya sangat berguna ketika harus menghafal dan mempraktikkan percakapan bahasa asing yang mungkin akan dia gunakan nanti di tempat kerja.

Sempat tebersit keraguan ketika dirinya meminta izin Pak Samsul, ayahnya saat itu untuk merantau mendapatkan pekerjaan yang bagus, tetapi semuanya sirna setelah niatnya tercurahkan dengan baik.

Meskipun sebelumnya kedua orang tua Salwa menentang keras, tetapi akhirnya Salwa bisa meyakinkan mereka dan mendapatkan izin serta restu walau dengan hati yang tak rela.

Bagaimanapun kedua orang tua Salwa tak bisa melihat putri sulungnya itu mencari penghidupan di tempat yang jauh tak tersentuh. Bayangan seorang TKW yang disiksa, diperkosa, bahkan dibunuh oleh majikannya membuat rasa cemas dan khawatir mereka akan kehidupan Salwa di sana. Apakah anaknya itu akan baik-baik saja selama di perantauan?

Hanya doa yang mampu mereka panjatkan demi keselamatan dan keberhasilan Salwa, karena mereka hanya bisa memasrahkan semua takdir kepada Yang Kuasa.

Dan kini, ketika semua telah siap dengan sebuah koper di tangan. Salwa dan rekan-rekannya hari ini melakukan jadwal penerbangan menuju negara tujuan, yaitu Hong Kong.

Dia memejamkan mata begitu pesawat melakukan lepas landas. Bayangan kedua orang tuanya tersenyum sambil menangis ketika melepaskan kepergiannya terbayang kembali dalam ingatannya.

Senyum teduh mereka menjadi sebuah amunisi bagi Salwa, bahwa dia mampu untuk memperjuangkan hidupnya dan hidup keluarganya. Ya, bismillah, hanya niat yang tulus dengan tekad yang kuatlah sebagai modal serta pondasinya dalam berjuang di negara orang.

***

Hampir lima jam perjalanan yang cukup banyak drama, di mana teman-temannya yang baru sekali naik pesawat membingungkan dirinya. Dari salah menduduki kursi penumpang lain, hingga mabuk udara, membuat perjalanan ke Bandar Udara Internasional Hong Kong menjadi lebih berwarna. Beruntung Salwa tak mengalami kesusahan yang berarti kendati dirinya juga kali pertama menaiki pesawat terbang.

Pengetahuan yang didapatkan ketika di asrama cukup membantunya tetap tenang selama berada dalam pesawat. Dari mulai proses pemeriksaan tiket, pemeriksaan barang bawaan, pembayaran pajak, hingga sampai berada dalam pesawat sudah dia hafal diluar kepala sehingga sekalipun untuk pertama kalinya Salwa tak banyak melakukan kesalahan.

Dan kini, ketika kakinya sudah menjejak di negara orang, menghirup udara yang jauh dari keluarga, rasa takut mulai menyelimuti. Dia mencengkeram tali tas punggunggungnya dengan erat sambil merapal doa untuk meyakinkan diri bahwa keputusan yang dia ambil ini akan bisa mengubah kehidupan keluarganya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FNG" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FNG
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dimanjakankan oleh Bos Mafia Kejam
9.0
Khloe dijebak saudari kandung dan calon suaminya di hari pernikahan hingga mendekam tiga tahun di penjara. Setelah bebas, ia kembali ditindas dan dipaksa melayani pria tua demi ibunya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Henrik, bos mafia kejam yang justru melindunginya. Meski dingin, Henrik memberikan kasih sayang luar biasa bagi Khloe. Ia membantu Khloe membalas dendam pada para pengkhianat dan memastikan tak ada lagi yang berani menyakitinya.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Tekanan sang kakek memaksa konglomerat Sayudha Wistara menikahi Diandra Safaluna, wanita bercadar yang penuh misteri. Yudha terus dibuat terperangah oleh kemampuan luar biasa dan prinsip unik sang istri. Pesona Diandra perlahan meruntuhkan niat Yudha untuk bercerai setelah dua tahun tanpa kontak fisik. Namun, ia tidak menyadari identitas asli Diandra. Akankah Yudha tahu bahwa istrinya adalah sosok tangguh yang memimpin kakeknya sendiri di dunia mafia?
Sampul Novel Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore
8.4
Felix Salvatore dilingkupi dendam membara terhadap Veronica Reager, putri musuh yang ia tuduh sebagai penyebab kematian ibunya. Felix memberikan pilihan kejam pada Veronica: menikah dengannya atau menghadapi maut. Namun, niat menyiksa sang istri perlahan goyah saat benih cinta mulai tumbuh di tengah konflik. Akankah Felix tersadar bahwa ada kesalahpahaman besar di balik tragedi masa lalunya sebelum dendam menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Lenyap Usai Kata Pisah
8.9
Empat tahun menjadi istri bayangan Revan Mahendra membuat Sofia Wijaya sadar posisinya terancam sejak Olivia Kartika kembali. Memanfaatkan kelalaian sang pewaris mafia, Sofia menyusupkan surat cerai di antara berkas kuliah yang ditandatangani Revan tanpa curiga. Sofia pun pergi membawa janin di kandungannya. Kini, Revan mengerahkan seluruh kekuasaan dunia bawah untuk memburunya. Namun, Sofia telah bertransformasi di tempat yang tak terjangkau, bersiap membuat mantan suaminya bertekuk lutut memohon cintanya.
Sampul Novel Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku
8.0
Tunanganku, seorang bos mafia, menyiksaku dan mencuri desain kasinoku demi jabatan. Ia berencana menikahiku hanya untuk membungkamku lewat sumpah keluarga, sementara selingkuhannya, Olivia, mengambil alih karyaku. Lebih kejam lagi, mereka sengaja menggugurkan bayiku. Setelah dipermalukan di depan umum, cintaku berubah jadi dendam. Aku mengirim bukti kejahatannya sebagai kado pernikahan, lalu kabur ke Singapura untuk bersekutu dengan musuh terbesarnya. Perang baru saja dimulai.
Sampul Novel Perebutan Hati Kekuasaan
9.5
Upaya Aeliana melarikan diri dari cengkeraman Lord Zorian Valen selalu berujung kegagalan. Meski sang mafia dikenal kejam, pesona Zorian tetap memikat hati Aeliana sejak kecil. Namun, situasi menjadi rumit saat kakak tirinya, Orion Valen, kembali dan memicu perebutan kekuasaan. Terjebak dalam intrik keluarga, Aeliana dipaksa melayani Orion hingga terjerat hubungan gelap yang tak terduga. Kini ia terjepit di antara cinta lama dan ambisi pria yang ingin memilikinya.