Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Penghibur untuk Suamiku

Wanita Penghibur untuk Suamiku

Demi cinta dan rasa tak berdaya, Naura nekat menyewa wanita penghibur bagi suaminya. Hidupnya kini terasa tercekik, namun ia bertahan di tengah bara api rumah tangga demi menuntaskan dendam atas kematian keluarganya. Naura adalah satu-satunya penyintas kecelakaan tragis yang menewaskan orang tuanya. Meski luka fisik telah pulih, trauma mendalam saat melihat mereka terpanggang di balik kaca mobil terus menghantui dan membakar tekadnya untuk membalas dendam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kini Naura dan Abdi sedang menjadi perbincang hangat oleh satu rumah sakit mangun kesumo. Mereka bak pasangan yang tak akan terpisahkan, setiap orang yang melihatnya akan di buat mabuk kepayang oleh keharmonisan mereka, apalagi para kaum jomblo yang melihat bisa dipastikan mereka akan pinsan di tempat.

Gruduk ... gruduk ....

Ranjang tidur Naura dibawa ke ruang operasi, sepanjang perjalanan Abdi tetap menggengam erat jemari Naura. "Kau harus kuat Nau, Mas mohon," ucap Abdi seraya mencium jari jemari Istrinya.

Naura tak menjawab, kini tubuhnya teramat sakit. Ntah karena efek obat yang ia minum atau karena memang kini tubuhnya mulai merasakan sakit karena penyakitnya? Naura pun tak tahu yang di fikirannya sekarang ialah berhasil atau tidaknya tindakan operasi ini.

Dan sekarang Naura memasuki ruang operasi, ruangan yang amat sangat dingin. Naura mempertaruhkan nyawa di ruangan ini dengan para dokter dan perawat yang sama sekali ia tak mengenalinya.

Sedangkan Abdi yang menunggu di luar ruangan, hanya bisa berdoa, bibirnya terus menerus merapalkan doa tiada hentinya untuk sang istri. Sesekali Abdi mengusap tetesan Air mata yang tak sengaja terjatuh.

Kegelisahan Abdi disaksikan oleh para suster dan berhasil membuat para suster pun hanyut dalam ke khawatiran akan keselamatan Naura.

Kini Ibu Abdi pun datang menjenguk menantunya, bukan! Bukan untuk berbela sungkawa atas apa yang menimpa menantunya itu. Tetapi untuk memastikan Menantunya sudah mati atau masih Hidup. Jahat bukan?

"Sudahlah Abdi, jangan terlalu larut dalam kesedihan. Jika Naura mati kau akan Ibu jodohkan dengan Anak Teman Ibu," ucap Ibunya. Sontak membuat orang di sekitar terbelalak mendengarnya. Termasuk para suster yang mengagumi pasangan suami istri itu.

Mereka tak menyangka di balik keharmonisan rumah tangga Abdi dan Naura, ada Mertua yang jahat bak nenek lampir! Para Suster pun bergidik membayangkannya.

"Yah tak kirain hidup Mereka sempurna, suami ganteng, istri cantik. Holang kaya. Romantis pula! Ternyata ada nenek Lampir!" celetuk salah satu suster. Rekan suster yang mendengar perkataan temannya hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Di sisi lain, Abdi yang sibuk sedari tadi berdoa tak mendengarkan celetukan mereka.

Dan Ibunya yang kesal karena merasa perkataanya tak di hiraukan, menampar Abdi dengan tas mewahnya. "Hey Abdi, ayok Kita pulang!" ajak Ibunya dengan nada sedikit keras.

"Hah pulang? Di dalam ruangan itu Istri Abdi sedang mempertaruhkan nyawanya, Buk! Dan sekarang Ibuk nyuruh Abdi pulang?" Abdi menautkan alisnya seraya mengeluarkan suara keras.

"Untuk apa menunggu di sini Abdi? Buang-buang waktu, tidak ada yang berhasil dalam operasi ini percaya dengan Ibuk. Kita persiapkan saja acara Pemakamannya."

"Huuuuhhh, Buk. Abdi mohon. Tolong jangan berbicara seperti itu." Abdi menarik napas panjang, seraya menangis.

"Pak, tolong bawa ibuk saya keluar ya," perintah Abdi pada security di sana.

"Kau mengusir Ibuk? Hanya karna perempuan yatim piatu itu?" hardiknya dan menghempaskan lengannya dari cengkrama security.

Abdi tak menghiraukan perkataan Ibunya yang ada di benaknya sekarang, ialah Naura, Naura dan Naura! Abdi mengingat kembali pertemuannya dengan Naura saat pertama kali.

Saat itu Abdi adalah ketua BEM di Kampusnya, mereka sedang melakukan bakti sosial ke salah satu Panti asuhan di kotanya.

Abdi mengunjungi panti asuhan nusantara, setibanya di sana Abdi melihat sosok perempuan dengan rambut terurai, wajah yang sama sekali tak memakai makeup, namun anehnya gadis itu sangat terlihat cantik.

Gadis itu duduk di depan jendela melihat ke arah mereka, Abdi tersenyum ke arahnya lalu di balas senyuman itu dengan manis. Sejak saat itulah Abdi jatuh cinta pada gadis yang Abdi pun tak tahu itu siapa.

Ke esokan harinya, Abdi mengunjungi panti asuhan itu lagi. Namun gadis itu tak kunjung terlihat, Abdi memberanikan diri menanyakan ke pengurus panti asuhan Buk Ranti namanya.

"Buk apa ada seorang gadis disini?" tanya Abdi

"Gadis? Hanya ada satu gadis disini. Dia bernama Naura," sahut Buk Ranti keningnya mengerut.

"Naura ... apa aku boleh bertemu Naura, Buk?"

"Tentu saja dong."

Buk Ranti membimbingku berjalan menemui Naura, dari kejauhan Naura sedang duduk melamun di teras belakang. Buk Ranti berkata, Naura adalah gadis yang tertutup. Hidupnya penuh misteri.

Dan benar saja, Abdi yang baru saja bertemu dengannya sudah melihat wajahnya terlalu di tutupi kesedihan. Naura memang tersenyum manis, namun matanya menyeroti kenangan pahit yang akhirnya menyelimuti kepedihan di wajahnya.

Mulai dari hari itu, Abdi mulai menghibur Naura. Menjadi teman Naura dan membuat Naura tertawa sampai hilang kisah sedih di hatinya, meski sebenarnya Abdi pun tak tahu kisah seperti apa dan bagaimana? Yang jelas hal terpenting baginya adalah kepedihan itu sirna dari mata Naura.

Bulan demi bulan berlalu, Abdi semakin cinta dan sangat ingin selalu kehadiran Naura. Akhirnya Abdi memutuskan untuk menikahinya.

Namun sayang restu Mereka terhalang oleh restu Ibu Abdi yang hanya memikirkan harkat martabat dan tahta.

Ibu terlalu egois dan menyampingkan perasaan anaknya, baginya status sosial itu penting. Dan Naura ... Ibu anggap hanyalah benalu yang mempermalukan nama baik keluarga besar mereka.

Abdi tahu, hari demi hari Naura hanya menderita hidup dengannya. Meski bisa di bilang materi mereka lebih dari cukup. Namun bagi Naura selama keberadaannya tidak dianggap di keluarga Abdi, itu sama saja menyiksa hati dan fikirannya.

Dan kini ... Naura harus terbaring lemah di ranjang operasi dengan nyawa di ujung tanduk.

Abdi mengenang kenangan mereka ... lalu menghapus Air matanya.

Apa kali ini ia harus kehilangan wanita kesayangannya? Yang bahkan membayangkan hidup tanpa Naura pun, Abdi sangat takut.

Suster yang melihat Abdi sangat terpukul, menghampiri Abdi. "Maaf Pak jika lancang, Aku yakin Buk Naura baik-baik saja dan akan lekas sembuh."

"Terimakasih." Abdi tahu suster itu hanya menghiburnya.

****

6 jam berlalu ....

Kini Dokter berlalu lalang keluar. Abdi melihat mereka bingung? Dimana Istriku? Apa ia baik-baik saja? Kata-kata itu yang ingin Abdi ucapkan.

Namun, tak bisa, para dokter itu berlari begitu cepat keluar masuk dari dalam Ruangan operasi.

Abdi yang melihatnya menambah kekhawatiran di hatinya, kali ini jantungnya berdegup kencang saat mendengar ucapan salah satu dokter dari dalam ruangan itu. "Cepat-cepat! Pasien kritis." Semua dokter yang baru saja keluar langsung berlari lagi dalam ruangan.

Tubuh Abdi melemas seketika, hatinya tak terlalu kuat untuk menghadapi kenyataan. "Jangan Pergi, Nau ... Mas mohon, Sayang." Abdi lemah

Brugh! Abdi terjatuh pinsan seketika.

Di sisi lain di dalam ruangan, jantung Naura melemah, dengan alat bantu apapun tak merespon. Saat ini Naura bertemu Ibunya, Ayahnya, Adiknya bahkan Kakaknya.

Mereka berkumpul haru saling berpelukan, "Naura kangen kalian, Naura nggak mau lagi pisah dengan kalian," ucap Naura seraya memeluk keluarganya.

"Kami selalu menyayangimu, Nau. Ini belum waktunya kita berkumpul kembali. Suamimu menunggumu, Nau."

"Tapi, Buk, Pak?"

"Terbanglah bebas, Sayangku. Pergilah dari kandang untuk selamanya dan jadilah seseorang yang Ibu tidak akan pernah bisa," sahut Ibu.

Titt ... tittt ....

Monitor jantung kembali normal, kadar oksigen dalam tubuh pun kembali normal. Semua dokter tepuk tangan dengan hasil usaha mereka. Mungkin ini yang dinamakan Mukjizat!

Naura dibawa keluar dalam keadaan belum sadar, "Keluarga Naura?" panggil salah satu perawat.

"Suaminya pinsa, Kak. Noh lagi di UGD. Sini biar saya aja yang bawa ke kamarnya," jawab salah satu suster di ruang tunggu.

Suster mengantar Naura ke kamar dan tak lama Naura sadar dari biusnya. "Mas? Mas?" panggil Naura.

Namun, Abdi tak ada di sekitarnya. Membuat Naura merasa bersedih, Naura mengira suaminya meninggalkan dirinya saat sedang menjalankan operasi.

"Suami Saya pulang ya Mbak." Tanya Naura pada suster jaga.

"Yah Buk, boro-boro untuk pulang. Makan juga kayanya enggak. Selama 6 jam, Buk. Suami Ibuk nungguin Ibuk."

Jawaban suster itu membuat Naura sedikit tersipu sekaligus bingung.

"Terus di mana suami saya?" tanya Naura heran.

"Pinsan, Buk ... masih di UGD"

"Lah kenapa, Sus? Apa suami saya sakit?"

"Nggak, Buk. Tadi Suami Ibuk panik. Sangking paniknya Eh pinsan!" sahut suster itu dan berhasil membuat Naura cekikikan.

Naura meraba dadanya. Kini rata ... terlintas kesedihan di benaknya, rasanya ingin menangis dan menjerit sekencang-kencangnya. Namun semuanya tertahan, Naura ingin Suaminya melihat bahwa Naura baik-baik saja.

"Oke tenang ... tenang ... nggak boleh sedih! Aku ada suami yang sangat mencintaiku. Kurangku apa lagi?" Naura menggerutu menguatkan dirinya sendiri.

Di sisi lain, Abdi terbaring pinsan di UGD. "Pak ... Pak, sudah enakan Pak?" tanya Suster.

"Naura? Ya Tuhan Istriku," rengek Abdi

"Pak, Istri Bapak sudah sadar. Bapak yang dari tadi gak sadar-sadar!" cetus Suster

"Lah apa iya? Alhamdulillah," sahut Abdi sambil menyelonong pergi.

Abdi berjalan setengah berlari, ia tak sabar menemui istri kesayangannya ....

"Nau, Kau baik-baik saja?" tanya Abdi seraya memeluk Naura.

"Arh! Sakit, Mas." Rintih Naura

"Astaga, Nau. Maaf."

Abdi melihat ke arah dada Naura, kini dadanya benar-benar rata. Naura yang menyadari langsung menunduk. "Aku menjijikkan ya, Mas?"

"Ah! Tidak, Nau. Kau malah bertambah seksi!" bisik Abdi.

Naura hanya tersenyum mendengarnya.

"Mas boleh minta tolong? Antarkan Aku ke Toilet." ucap Naura dan Abdi pun membantu membangunkan Naura.

"Hah? Hah! Kenapa ini?" jerit Naura, Abdi terkejut melihat Naura yang tiba-tiba menjerit histeris.

"Kenapa, Nau?" tanya Abdi panik.

"Kakiku, Mas! Nggak bisa digerakin. Aku kenapa Mas?" ucap Naura menangis. Kini Naura benar-benar takut. Mungkin atas penyakitnya Naura bisa menutupi ketakutannya. Tetapi ... kali ini? Apa ia lumpuh? Apa ia tak bisa bangun lagi? Fikiran Naura mengacau. Naura menangis sangat kencang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bastard My Stepfather
7.9
Dave Eshan Mahendra akhirnya menyerah pada pernikahan enam tahunnya dengan Dara Caroline. Di balik perselingkuhan istrinya, Dave ternyata memendam rasa pada putri tirinya, Clara. Kabar perceraian ini mengejutkan Clara yang ceria hingga ia mendatangi kantor Dave. Tak disangka, Dave justru menyatakan cinta padanya. Setelah bimbang cukup lama, Clara menerima perasaan itu. Namun, hubungan rahasia ini membawa Clara pada fakta tersembunyi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Birahi Anak Tiri
8.4
Nikmati keseruan tanpa tanding dalam kisah romansa modern yang penuh dengan dinamika tak terduga. Narasi ini menjanjikan berbagai kejutan menarik yang mungkin belum pernah Anda temukan dalam karya fiksi lainnya. Setiap bab dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang unik, membawa pembaca menelusuri alur cerita yang segar dan penuh intrik. Jangan lewatkan setiap momen mengejutkan yang tersaji dalam jalinan hubungan yang kompleks dan penuh gairah.
Sampul Novel Black Paradise
9.5
Farel Charly Van Houten berniat menikahi putri keluarga Romanov, namun ia justru dipermalukan saat mempelai wanita menolaknya di malam pernikahan. Dipicu amarah dan dendam lama yang membara, Farel akhirnya memilih Anabelle Felisha Romanov, putri kedua yang dikucilkan keluarganya sendiri, untuk menjadi istri pengganti. Akankah Anabelle hidup bahagia, atau justru menjadi pelampiasan dendam Farel yang ingin menghancurkan seluruh keluarga Romanov?
Sampul Novel Gadis Dingin Yang Baik Hati
8.1
Viola Louis awalnya adalah sosok wanita yang sangat tulus. Namun, luka mendalam akibat pengkhianatan dan perselingkuhan yang dilakukan oleh sahabat serta kekasihnya sendiri telah mengubah kepribadiannya secara drastis. Kini, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin dan selalu menjaga jarak dari orang-orang di masa lalunya. Akankah kebekuan hati Viola bisa mencair kembali seiring berjalannya waktu? Ikuti terus perjuangan emosional dan kisah lengkap hidup Viola.
Sampul Novel Kehadiran Orang Ketiga
8.2
Keharmonisan rumah tangga Fahmi dan Hanum bersama kedua anak mereka, Arya dan Adiva, hancur seketika saat Hani hadir. Kakak kandung Hanum tersebut justru menjadi selingkuhan Fahmi. Saat Arya memergoki mereka, Fahmi malah mengancamnya agar bungkam. Hanum yang mencoba mengungkap kebenaran justru disalahkan oleh ibu mertuanya. Di tengah pengkhianatan lama yang terkuak, Hanum harus tetap tegar demi anak-anaknya. Akankah pernikahan ini bertahan atau berakhir cerai?
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun pengabdian Chelsea berakhir pahit saat sang kekasih mencampakkannya di altar demi wanita lain. Namun, status gadis desa itu hanyalah kedok. Chelsea bangkit sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya dan menguasai kekayaan triliunan. Di tengah gempuran musuh yang iri akan kesuksesannya, ia justru menemukan sekutu tak terduga. Nicholas, pria yang dikenal dingin dan kejam, kini berdiri di sisinya untuk mendukung setiap langkah balas dendamnya.