Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan

Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan

Lima tahun membina rumah tangga, Sofia Storia justru dikhianati Alvian. Suaminya tega berselingkuh dengan Clara, seorang ladies karaoke, dan menceraikan Sofia hanya karena tubuhnya kini menjadi gemuk. Di tengah luka hati, Sofia bertemu Reyfaldi, CEO introvert kaya raya yang mengajaknya menikah demi tujuan tertentu. Dengan dukungan Reyfaldi, Sofia bertransformasi menjadi cantik kembali demi membalas dendam pada Alvian dan simpanannya. Akankah Sofia berhasil menuntaskan misinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Menikahlah denganku!"

Mendengar itu, Sofia tak langsung menoleh ke arah sumber suara. Ia mengira suara itu hanya halusinasinya saja. Lagi pula, mana ada pria mengajak menikah di area makam seperti ini, pikirnya.

Sofia terus menangis, seraya mengusap rumput hias yang tumbuh subur berjejer rapih diatas pusara ibunya. Namun, lagi-lagi ia mendengar suara bariton itu. Kali ini, suaranya terdengar dengan sangat jelas.

"Menikahlah denganku!" ucap lelaki misterius yang berdiri dibalik tubuh Sofia.

Sofia menoleh ke arah sumber suara. Sontak ia terkejut. Badanya terjengkang kebelakang, setelah ia melihat sesosok laki-laki yang berdiri dihadapanya.

Laki-laki itu menundukan kepalanya. Ia mengenakan setelan serba hitam. Setengah wajahnya tertutupi oleh masker dan topi hitam, sehingga Sofia tidak dapat mengenali rupanya dengan jelas.

"Siapa kamu?" sentak Sofia seraya memegangi dadanya dengan nafas yang ter'engah-engah.

"Kenalkan, nama saya Reyfaldi." jawabnya sembari mengulurkan tanganya mengajak bersalaman.

Tentu saja wanita bertubuh gempal itu tidak membalas ajakan bersalaman pria yang menurutnya aneh itu. Melihat Sofia yang tak menyambut uluran tanganya, Reyfaldi menarik kembali tanganya kemudian memasukanya ke dalam saku celananya.

"Saya tidak kenal kamu. Jangan macam-macam ya! Kalau kamu berani macam-macam, saya akan berteriak!" ancam Sofia yang benar-benar merasa ketakutan.

Sofia bangkit dari posisi duduknya. Ia berdiri lalu mundur beberapa langkah menjauh dari sosok misterius itu. Wajahnya terlihat sangat tegang. Rasa kecewa bertubi-tubi yang ia rasakan, menjadikanya tidak mudah untuk mempercayai manusia. Apalagi pada orang yang baru dilihatnya.

"Sejak kapan orang aneh ini ada disini? Perasaan tadi tidak ada siapa-siapa di area makam ini." monolognya seraya menatap tajam ke arah Reyfaldi.

Di area makam yang luas dan sangat sepi itu, Sofia benar-benar merasa takut Reyfaldi akan berbuat jahat padanya. Ia berfikir, jika ia berteriak pun, tidak akan ada orang yang akan mendengarkan teriakanya. Namun, sosok kaku itu hanya berdiri, diam dan menunduk.

"Kamu tidak perlu takut pada saya, kita pernah bertemu sebelumnya, ketika menjemput jenazah orang tua kita di bandara halim perdana kusuma."

"Hah. Apa maksudmu?" tanya Sofia kebingungan.

"Itu adalah makam orang tua saya." terang Reyfaldi, seraya menunjuk ke arah sisi kananya.

Sofia menoleh ke arah telunjuk itu mengarah. Ia melihat dua makam yang tanggal wafatnya sama dengan tanggal wafat ayah dan ibunya.

Kedua orang tua Sofia meninggal dalam insiden kecelakaan pesawat. Kala itu, Sofia belum menikah dengan Alvian. Reyfaldi, yang berkepribadian introvert itu, pertama kali melihat Sofia ketika menunggu kedatangan jenazah orang tua mereka di bandara halim perdana kusuma.

Masih teringat dengan jelas di ingatan Reyfaldi, ketika ia melihat Sofia menangis kemudian pingsan beberapa kali karena tak kuat menahan duka.

Melihat makam yang ditunjuk oleh pria itu, ketakutan Sofia menjadi sedikit berkurang. Namun, tetap saja ia harus waspada pada orang yang baru pertama kali dilihatnya itu.

"Maaf. Secara tidak sengaja, saya mendengarkan percakapanmu barusan. Jika kamu merasa tidak memiliki siapa-siapa lagi. Kamu bisa menikah dengan saya." ucap pria berpakaian serba hitam itu.

Mendengar itu, Sofia kaget. Seketika matanya membola. Bagaimana bisa, pria yang baru dilihatnya itu mengajaknya menikah dengan mudahnya. Benar-benar tidak masuk akal.

Sofia mendengus dan tersenyum getir. Tentu saja ia langsung menolaknya mentah-mentah. Jangankan menikah dengan orang yang baru ia lihat. Menikah dengan orang yang sudah ia kenal bertahun-tahun pun bisa tega menyakitinya.

"Tidak! aku tidak kenal kamu. Tentu saja aku tidak mau menikah dengan kamu!" sentak Sofia menggelengkan kepalanya cepat.

"Baiklah kalau begitu. Tapi setelah ini, kamu akan pergi kemana? Bukankah suamimu telah mencampakanmu dan kamu sudah tidak mempunyai tempat tinggal?" tanya Reyfaldi.

Sofia kaget mendengar ucapan Reyfaldi. Saking sedihnya, ia sampai tidak menyadari jika lelaki aneh itu sedari tadi berada di belakangnya, mendengar semua percakapan Sofia dengan almarhum ibunya.

"Apa pedulimu? Toh kamu juga tidak kenal dengan aku, kan!" jawab Sofia.

"Saya tau kamu. Kamu adalah istrinya Alvian." ucap Reyfaldi.

"Hah?" Sofia terbelalak, rupanya lelaki misterius itu sudah banyak mengetahui tentang dirinya.

"Meski begitu, tetap saja aku tidak mau menikah denganmu!" sentak Sofia padanya.

Mendengar itu, Reyfaldi yang sedaritadi menundukan kepalanya, kini sedikit mengangkat wajahnya. Ia menatap tajam ke arah Sofia.

Melihat sorot mata pria aneh itu. Sofia menjadi ketakutan. Perlahan ia melangkah mundur. Kemudian, berbalik badan dan berjalan cepat meninggalkan area makam itu.

Namun, pria itu berusaha mengejar langkahnya. sesekali Sofia menoleh kebelakang. Ternyata, pria itu mengikutinya. Sofia terus mempercepat langkah kakinya, lalu berlari kencang dengan panik. Namun, tiba-tiba saja,

"Awww...!" pekik Sofia.

Kakinya tergelincir. Tubuh gempal itu ambruk diatas batu nisan. Darah segar merembes keluar dari kakinya, setelah terkena ujung tembok nisan yang tajam. Tanganya pun ikut tergores.

Sofia terduduk seraya merintih kesakitan. Ia berusaha bangkit. Namun, ia merasa kesulitan mengangkat tubunya sendiri. Kaki kirinya pun sepertinya terkilir, ia tidak bisa berdiri dan berjalan.

Awan hitam terlihat sudah semakin pekat. Suara guntur yang mulanya terdengar samar saling bersahutan, kini terdengar sangat jelas. Kilatan cahaya nya pun terasa dekat berkilau menembus tanah. Tetesan air hujan mulai turun membasahi area makam itu.

Melihat itu, Reyfaldi mencoba membantu Sofia berdiri. Namun, Sofia menolak dan mengehempaskan pegangan tangan Reyfaldi dengan kasar.

"Tidak! Jangan sentuh saya." sentaknya pada laki-laki aneh itu.

"Izinkan saya membantumu, Sofia. kamu tidak akan bisa berjalan jika kondisimu seperti ini." jawab Reyfaldi seraya melingkarkan lengan Sofia ke belakang lehernya. Kemudian, berusaha mengangkat tubuh gempalnya.

Namun, lagi-lagi Sofia meronta dan tak ingin Reyfaldi menyentuhnya.

"Darimana kamu tau namaku?" tanya Sofia keheranan.

"Sekarang, Itu tidak penting. Yang terpenting adalah saya harus segera menolongmu. Sebelum hujan turun dengan deras." ucap lelaki misterius itu.

Melihat darah yang merembes keluar dari kaki Sofia cukup banyak. Reyfaldi tiba-tiba saja membuka bajunya. Sofia berteriak ketakutan. Ia mengira Reyfaldi akan melakukan sesuatu yang buruk padanya. Namun, dengan cepat Reyfaldi mengikatkan bajunya ke kaki Sofia, agar darahnya terhenti.

Reyfaldi membantu membangunkan dan menopang tubuh Sofia. Akhirnya, wanita itupun merasa tak punya pilihan lain selain membiarkan pria misterius itu menolongnya. Tetesan air hujan sudah semakin membasahi tubuh mereka berdua. Reyfaldi memapah wanita bertubuh gempal itu hingga masuk ke dalam mobilnya.

"Mengapa kamu malah membawa saya masuk ke mobilmu? Mobilku berada disana." tunjuk Sofia ke arah kanan.

Mendengar itu, Reyfaldi tak menjawabnya. Ia menoleh kebelakang meraih jaket yang tergeletak di kursi belakang mobilnya. Lalu, mengenakanya. Ia segera menyalakan mesin mobilnya. Kemudian, melaju membelah jalanan ibu kota yang tidak terlalu padat.

Sofia merasa ketakutan dengan sikap Reyfaldi yang menurutnya aneh itu. Ia mengira, Reyfaldi adalah seorang psikopat atau penculik yang jahat.

"kamu akan membawaku kemana?" tanya Sofia dengan suara sedikit bergetar.

Masih dibalik kemudi mobilnya. Sembari menatap lurus kedepan. Lagi-lagi Reyfaldi tak menjawab pertanyaan Sofia. Ia malah menoleh ke arah Sofia. tergurat raut wajah ketakutan dari wajah chubynya. Tingkah Sofia pun memperlihatkan jika ia merasa sangat tidak nyaman.

"Tenang saja Sofia. Saya tidak akan menyakitimu!" terang lelaki bertopi hitam itu.

Sofia yang sudah tidak mampu berjalan sendiri itu pun akhirnya pasrah. Ia membiarkan pria misterius itu membawanya pergi entah kemana.

Kini mobilnya terhenti di area parkir klinik rumah sakit. Reyfaldi turun dari mobil mewahnya, berjalan memutari mobilnya membukakan pintu sebelah Sofia. Kemudian, membantu memapah Sofia berjalan masuk kedalam klinik tersebut.

Setelah Sofia selesai diobati dan mendapatkan dua jahitan di betisnya. Reyfaldi kembali memapah Sofia hingga masuk kedalam mobilnya.

Sofia duduk dan tak bicara sepatah katapun. Ia hanya melamun memandangi rintikan air hujan yang mengalir dibalik kaca mobil Reyfaldi.

"Maafkan saya Sofia. Karena saya, kamu menjadi terluka seperti ini." ucap Reyfaldi yang duduk menunduk dibalik kemudi mobilnya.

Sofia menoleh pelan ke arah laki-laki aneh itu. Ia sangat penasaran dengan wajahnya yang sedari tadi tertutupi topi dan masker itu. Secepat kilat, tangan Sofia menarik masker dan melepaskan topi hitam yang menutupi setengah wajah Reyfaldi.

Melihat wajah itu, mata Sofia membola karena kaget. Ia merasa terhipnotis oleh raut wajah misterius itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Sang Pewaris
9.3
Kehidupan Isabella, seorang pelayan hotel, hancur seketika saat ia menjadi korban pelecehan oleh pria asing misterius. Meski ditawari kompensasi berlimpah, ia dengan tegas menolak segala bentuk imbalan tersebut. Namun, nasib berkata lain saat ia menyadari dirinya tengah mengandung benih dari sang pewaris kaya itu. Kini, Isabella harus berjuang melewati masa-masa sulit demi mencari kebahagiaan di tengah luka batin dan beban rahasia besar yang ia pikul.
Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan adalah bujangan kaya yang ramah namun ceroboh dalam urusan asmara. Ia sering memicu konflik keluarga karena terang-terangan menggoda kekasih para sepupunya agar berpaling padanya. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat ia jatuh hati pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan dan cinta. Kini, Erhan harus berjuang keras membuktikan ketulusannya. Mampukah sang miliarder meyakinkan wanita itu bahwa ia telah menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Bukan Cinta Biasa
9.7
Demi melunasi utang sang ayah angkat, Maya yang baru berusia 22 tahun terpaksa mengorbankan karier dan masa depannya untuk menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A. Pengusaha ternama ini dikenal tak pernah puas hanya dengan satu wanita. Di tengah kehidupan rumah tangga yang penuh rintangan dan misteri yang terus menghantui, Maya tetap berusaha mempertahankan kebaikannya meski sering dipandang rendah. Akankah ia mampu bertahan dalam pernikahan ini?
Sampul Novel Duda Pilihan Papa
9.6
Terjerat utang besar, Anwar Mahendra terdesak menyerahkan Ashiqa, putri tunggalnya, kepada rentenir. Demi melindungi masa depan sang anak, Anwar memohon bantuan Rama, duda kaya yang pernah berutang budi padanya, untuk menikahi Ashiqa. Meski terkejut, Ashiqa terpaksa menerima perjodohan ini. Kini, Rama harus menghadapi dilema antara menumbuhkan benih cinta dalam pernikahan mereka atau melepaskan Ashiqa demi kebahagiaan pilihan hatinya sendiri.
Sampul Novel Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
8.5
Randi terus menghadapi hinaan dan sikap rendah dari mertuanya yang tidak tahu siapa dia sebenarnya. Di balik penampilannya yang sederhana, ia menyimpan kekayaan luar biasa yang tak terbayangkan. Saat identitas aslinya sebagai miliarder mulai terungkap, apakah rasa benci keluarga istrinya akan berubah menjadi penyesalan? Ikuti kisah transformasi menantu yang tertindas ini saat ia menunjukkan kekuasaan dan harta miliknya yang tak terhingga.
Sampul Novel Obsesi Mister Daniel
7.9
Daniel, CEO Walmart di San Francisco, sangat terobsesi pada Elena, seorang pramusaji yatim piatu. Karena terus ditolak, Daniel nekat menculik dan merenggut kesucian gadis itu secara paksa. Ia bahkan mengancam keselamatan keluarga Elena agar sang gadis bersedia menikahinya. Elena akhirnya menyerah dengan satu syarat: pernikahan harus digelar di masjid dengan paman sebagai walinya. Akankah sang CEO memenuhi permintaan Elena demi ambisi memilikinya?