
Wanita Bayaran Tuan Muda
Bab 3
Olivia terlihat bingung, harus berbuat apa saat mengetahui sang Papa sudah merencanakan mengurus semua keperluan untuk pertunangan dan juga pernikahannya bersama Dion nanti. Bagaimana mau menikah kalau dirinya sudah memutuskan hubungan mereka, saat Olivia memergoki Dion sedang bercinta dengan seorang wanita di kamar mandi rumahnya.
"Ya Allah bagaimana ini." Olivia mengigit bibir bawahnya, berjalan mondar-mandir mencari solusi yang tepat agar dirinya bisa menceritakan kepada papanya tanpa harus menyakiti perasaan Papa David.
Sampai kapanpun Olivia tak akan pernah sudi jika harus bersanding dengan Dion, lelaki yang menodai cintanya bahkan hampir saja mengambil keperawannya. Jalan satu-satunya adalah Olivia harus mengatakan yang sejujurnya kepada sang Papa. Walaupun Olivia tak sanggup dengan apa yang telah dia putuskan itu.
"Pa." Lagi-lagi Olivia menggigit bibir bawahnya, terlihat sekali kalau dirinya sedang gugup saat ini saat menghampiri Papa David.
"Iya kenapa, Sayang. Apakah kamu ingin menambahkan sesuatu di acara pernikahanmu nanti?" tanya sang Papa dengan tersenyum sambil melepaskan kacamatanya.
Olivia menggelengkan kepalanya, membuat Papa David mengernyitkan keningnya, bingung. Saat ini keduanya sedang berada di ruang keluarga sedangkan Mama tiri dan saudara tirinya masih sibuk di kamar mereka masing-masing.
"Kenapa? Jangan bilang kamu ingin mengurus pernikahanmu sendiri," tebak Papa David dengan senyum menggoda.
"Bukan, Pa." Olivia menggelengkan kepalanya lagi, membuat Papa David lagi-lagi bingung dengan ucapannya itu.
"Lalu?"
"Pa, bisakah pernikahanku dengan Dion dibatalkan saja?" cicit Olivia seakan takut menyakiti perasaan papanya tapi, dia juga tidak bisa meneruskan pernikahannya setelah apa yang Dion lakukan padanya.
"Jangan bikin Papa syok dengan gurauanmu itu. Ingat sebulan dari sekarang acara pertunanganmu lo, dan bulan depannya kalian resmi menikah," lontar Papa David menanggapi ucapan Olivia tadi hanya sebagai gurauan semata.
"Aku serius, Pa. Aku ingin membatalkan pernikahanku dengan Dion."
"Maksud kamu apa, Olivia?" sentak Papa Dion dengan rasa terkejutnya dengan penuturan Olivia yang ingin membatalkan pernikahannya.
"Sepertinya hubunganku dengan Dion sudah tidak bisa dipertahankan lagi, Pa. Aku sama Dion sudah putus. Jadi, lebih baik kalau pernikahan kami dibatalkan saja." Olivia menundukkan kepalanya tanpa melihat wajah papanya yang saat ini masih terlihat menahan kemarahannya.
"Jangan main-main, Olivia pernikahan kalian sebentar lagi digelar dan kamu dengan seenaknya mengatakan itu pada Papa. Bahkan Papa sudah mengurus semua keperluan pernikahanmu dengan Dion."
"Aku serius, Pa. Pernikahanku dengan Dion gak mungkin dilaksanakan kalau hatiku sudah tidak menginginkan Dion lagi," terang Olivia dengan sungguh-sungguh. Tekadnya sudah bulat ingin membatalkan pernikahannya.
"Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari Papa." Olivia terlihat terkejut dengan penuturan papanya itu.
"Ceritakan pada apa yang telah terjadi, sampai kamu memutuskan untuk membatalkan pernikahanmu dengan Dion," ucap papa David lagi dengan tatapan menyelidik. Sebagai orangtua yang telah merawat Olivia sedari kecil, David bisa merasakan kalau ada yang sedang disembunyikan Olivia darinya. Terlihat dari tatapan mata Olivia yang selalu menghindar saat berbincang dengannya.
Sebenarnya berat bagi Olivia mengatakan keburukan Dion di depan papanya. Seakan takut jika nantinya malah membuat Papa David terkena serangan jantung jika Olivia tetap memaksa mengatakan yang sejujurnya pada papanya itu. Namun, di sisi lain dia juga tak selamanya menyembunyikan ini semua karena kebenaran lama kelamaan pasti akan terkuak juga. Begitu juga dengan kisah percintaannya dengan si brengsek Dion.
"Jujur sama Papa ada apa? Tidak mungkin kamu membatalkan pernikahan ini kalau gak ada penyebabnya. Sedangkan yang Papa tahu kalian telah lama berhubungan, bahkan kalian terlihat mencintai satu sama lain," ucap Papa mencoba tenang.
Olivia akui selama dua tahun menjalin hubungan dengan Dion. Tak pernah sekalipun Dion memperlakukan dirinya dengan kasar. Bahkan Dion begitu menghormati keputusannya yang hanya mau disentuh setelah mereka resmi menikah. Dan, selama ini gaya pacaran mereka hanya sebatas pegangan tangan saja tak lebih dari itu.
Namun, semuanya sirna sudah ketika Olivia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Dion sedang bercinta dengan wanita lain di kamar mandinya, ketika Olivia bertandang ke rumahnya. Melihat Olivia yang hanya terdiam tanpa menanggapi ucapannya, membuat Papa David kembali bertanya.
Olivia menghela napasnya sejenak kemudian mulai menceritakan alasan dibalik penolakannya untuk tidak lagi meneruskan pernikahannya dengan Dion. Mulai dari dirinya yang bertandang ke rumah Dion, kemudian mendengar suara desahan yang bersahut-sahutan di kamar mandi saat dirinya mencoba masuk ke kamar Dion. Hingga sampai Olivia memergoki Dion sedang bercinta dengan wanita lain.
"Apa! Jadi, dia berselingkuh dengan wanita lain, bahkan mereka sempat melakukan hubungan seks? Sungguh menjijikkan" geram Papa David membelalakkan matanya seketika saat Olivia bercerita alasannya ingin membatalkan pernikahannya.
"Tidak hanya itu saja, Pa. Bahkan, David juga hampir mau menodaiku, waktu aku memergokinya dan meminta putus karena aku merasa sudah tidak mempertahankan hubungan kami," aku Olivia dengan air mata berkaca-kaca ketika mengingat bagaimana saat Dion mencoba menghalau jalannya, dengan mencengkram tangan Olivia dan memeluknya erat. Bahkan saat itu Dion ingin mengambil keperawannya.
"Lancang sekali dia perbuat begitu sama anakku? Apa Dion tidak bisa sebentar saja menunggu sampai kalian resmi menikah?" lontar Papa David dengan wajah kesal sambil mengepalkan tangannya.
"Ada apa ini, kelihatannya kalian serius banget," tegur Mama Ratna tiba-tiba muncul bersama Eveline di belakangnya.
"Olivia membatalkan pernikahannya dengan Dion," terang sang Papa yang langsung membuat Mama Ratna terkejut seketika tapi, tidak dengan Eveline yang tersenyum dengan penuh arti.
"Kenapa? Bukannya sebentar lagi kalian akan bertunangan? Bahkan acara pernikahannya juga akan digelar tak lama setelah kalian tunangan?" cecar Mama Ratna seakan ingin tahu alasan Olivia yang ingin membatalkan pernikahannya.
"Dion selingkuh, Ma. Saat itu aku memergokinya sedang bercinta dengan wanita lain di kamar mandi. Bahkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri saat keduanya asyik bergumul di kamar mandi."
"Jangan mengada-ada kamu, Oliv selama ini dia begitu menghormati kamu mana mungkin dia tega melakukan itu padamu," tukas Mama Ratna menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan Olivia itu.
"Jadi, kamu menganggap putri kita berbohong gitu? Papa begitu mengenal Olivia mana mungkin dia berbohong soal ini. Apalagi masalah ini juga menyangkut dirinya sendiri," geram Papa David dengan membeliakkan matanya.
"Tapi, Pa." Papa David mengangkat salah satu tangannya agar Mama Ratna tak menyudutkan Olivia. Dia tahu di lubuk hati Olivia yang paling dalam pasti begitu kecewa dengan pengkhianatan yang dilakukan Dion itu.
"Kenyataannya memang seperti itu, Ma. Mana mungkin aku mengada-ngada dengan masa depanku sendiri. Namun, aku bersyukur bisa mengetahuinya sekarang. Coba kalau kami jadi menikah dan aku baru mengetahui perselingkuhannya itu, mungkin hatiku akan bertambah sangat kecewa dengan tingkah Dion yang menjijikkan itu."
Anda Mungkin Juga Suka





