Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wangsit Kuntilanak

Wangsit Kuntilanak

Warga percaya sebuah rumah tua dihuni kuntilanak penyihir Belanda yang tewas dibakar. Ema yang terdesak akibat pelecehan ayah tirinya nekat tinggal di sana. Namun, sosok gaib ringkih mulai membantai orang-orang di sekitarnya. Meski sempat melarikan diri, Ema terpaksa kembali demi menghadapi wangsit mistis yang mengikatnya. Ia harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Iqbal, kekasihnya, sebelum nyawanya dihabiskan oleh sang hantu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ema mencoba gosok-gosok matanya dengan punggung tangan. Barangkali dia salah lihat, barangkali rasa lelah membuat ilusi semacam siluet mengerikan di ujung sana. Lalu hal itu menipu pikirannya.

"Kayaknya perasaan gue doang deh." memilih untuk tidak terlalu memusingkan Apa yang dia lihat, Gadis itu akhirnya kembali merebahkan tubuh di atas tempat tidur.

Bau khas kasur lama yang dibiarkan dimakan usia, tercium keluar dari ranjagnya. Ema memukul-mukul tangan kirinya ke atas tempat tidur itu, debu-debu berterbangan membuatnya mengalah nafas berat.

"Kayaknya lumayan banyak PR gue buat ngebersihin ni kamar. Besok aja lah."

Tubuhnya merenggang mencoba melonggarkan sendi-sendi yang terasa sakit akibat perjalanan yang cukup jauh. Ada kelegaan yang muncul akibat bisa membebaskan diri dari Sudar.

Tentu saja gadis berwajah cantik itu tidak memberitahu Ayah tirinya Ke mana dia pergi. Dan kabar baik pula dia masih bisa menyimpan uang tabungan pemberian almarhum ibunya, sehingga bisa menjadikan bekal uang itu sebagai modal untuk membayar uang kos beberapa bulan ke depan.

Ema saya terlelap. Dua matanya mulai disapa oleh rasa kantuk sehingga membuat perasaan terlena pelan-pelan merayap di seluruh tubuh. Tanpa dia sadari dihitungan embusan napas ke sepuluh, kesadarannya menguap ke atas langit dan dia tidur.

***

Mimpi. Apakah mimpi bagi setiap orang? Apakah mimpi hanyalah sebuah bunga tidur saja? Sesuatu yang dihasilkan oleh alam bawah sadar manusia sebagai pengisi ketika manusia itu terlelap di alam mimpi.

Namun bagaimana jika mimpi itu datang belasan puluhan dan ratusan kali. Dengan alur yang sama, sensasi yang sama, lokasi yang sama, sampai-sampai pemilik mimpi itu hafal Bagaimana ini semua akan terjadi.

Malam panjang dan gelap membungkus sebuah rumah kecil di tengah hutan, Hening suara membungkus setiap kegelapan yang ada di sana. Lirik-lirik serangga berbunyi, saling sahutan satu sama lain membisikkan berita yang mereka curi dengar dari para lelembut.

Binatang-binatang kecil turut serta menghasilkan suara decak. Angin kemudian bertiup pelan seperti membelai tiap helaian bulu Ari dengan sangat ringan.

Di tengah hutan itu, juga di rumah itu. Semua peristiwa dimulai.

Helaian kain-kain panjang berwarna hitam pekat menjuntai menutupi tiap daun jendela di sebuah rumah. Jumlah mereka tidak hanya satu atau dua tetapi banyak.

Di zaman dahulu rumah yang memiliki banyak jendela adalah hal lumrah. Di sana di dalamnya, orang-orang berkumpul.

Saling menatap dengan wajah yang aneh sekali satu sama lain. Sesekali mereka tertawa geli, sesekali juga menangis, lalu berubah ekspresinya menjadi sangat marah, dendam, dan juga gelisah.

Ada sesuatu. Ada sesuatu yang sembunyi.

Usia ke-4 orang itu sekitar 30 sampai 50 tahun. Mereka semua mengenakan kebaya model lama, dengan bawahan jarik yang dililit. Rambut panjang disanggul ke belakang.

Malam itu angin berhembus cukup kencang tetapi di dalam rumah, justru hawa panas yang mengeluarkan.

Tubuh mereka semua berkeringat, menyebabkan pakaian yang mereka kenakan menempel ketat karena basah.

Kepala mereka bergoyang-goyang ke kiri dan ke kanan, ada juga yang mengadah menatap langit-langit, atau menunduk memperhatikan lantai yang tidak ada apa-apa. Mereka semua tidak sepenuhnya sadar, seperti ada sesuatu yang merasuki.

Sebuah meditasi yang tidak membutuhkan aturan apapun. Mereka hanya duduk bebas berserakan, sibuk menyendiri dan fokus dalam persekutuan pribadi di alam bawah sadar mereka.

Keringat mengucur deras dan terus timbul dihasilkan oleh pori-pori. Membasahi kulit dan membuat permukaannya menjadi licin.

Hening suasana mendebarkan, seolah-olah kegelapan merayap-prayap di bawah kulit dan siap untuk menerkam siapa saja.

Jangan bersuara, Jangan berbicara, jangan memperhatikan Kalau tidak mau diperhatikan. Diam dan pura-pura buta, diam dan jangan menyimak apapun. Karena kalau makhluk itu tahu, Dia akan menuju padamu. Membelai wajahmu dengan kuku-kukunya, dan setelahnya sesuatu yang tidak kau inginkan akan terjadi.

Satu-satunya suara yang terjadi di sana hanyalah suara decak api di lilin yang menempel pada dinding ruangan. Tidak ada angin yang bertiup, mungkin hal itu juga yang menyebabkan panas di dalam sana semakin menjadi-jadi.

Si cantik berwajah tidak seperti wajah parah perempuan pribumi yang ada. Duduk bersila di lantai dengan penuh keringat bersimbah dan membuat kulit putihnya semakin tampak berkilau dipantulkan oleh cahaya api.

Dia benar-benar adalah lambang kecantikan. Proporsi rahang yang sempurna, alis yang tebal dan menukik, bulu mata yang lentik, mata Sewarna madu, dan kulit yang benar-benar putih seperti salju di benua Eropa.

Semua itu menghasilkan ekspresi yang sangat mempesona saat dia. Seolah semesta memang memberinya hidup yang memukau.

Bahkan di usianya yang sudah menyentuh kepala tiga, sama sekali tidak membuat kecantikannya pudar sedikitpun.

Sepanjang Hidup perempuan dengan nama Belinda, yang biasa dipanggil Ndoro ayu Linda, selalu berkubang dalam hinaan dan cacian orang-orang di sekitarnya.

Menelan setiap kata-kata yang seharusnya memang tidak pantas dikeluarkan oleh mulut manusia. Semua itu disebabkan dirinya yang bukan perempuan asli pribumi, melainkan seorang keturunan Belanda campuran dengan darah indonesia.

Membuat identitasnya tidak jelas Apakah dia orang Indonesia atau orang Belanda. Sematan kata-kata anak Belanda yang haram selalu ditujukan untuk dirinya, bahkan saat dia kecil anak-anak sebaya dengan dirinya menyebutnya titisan iblis tjokrodjiwo.

Manusia sesat yang sangat terkenal di era itu.

Ndoro Ayu Belinda padahal memiliki seorang ayah yang bukan orang biasa, melainkan seorang saudagar yang memiliki pabrik gula di sebuah kampung.

Kekayaannya terkenal bahkan sampai ke desa seberang. Namun amat sangat disayangkan nasibnya buruk. Dia harus mati dibunuh oleh penduduk kampung yang menganggap bahwa dirinya bersekutu dengan iblis agar bisa meraih kekayaan.

Bahkan orang-orang yang bekerja dengan dirinya turut serta Mengayunkan benda tumpul dan tajam ke tubuh pria itu. Orang-orang yang sama pula yang diberi pekerjaan dan makan olehnya.

Seluruh garis keturunan tjokrodjiwo. Pada akhirnya mengemban fitnah bahwa mereka semua adalah budak dari iblis. Penyembah setan-setan Penghuni gunung agar bisa mendapat kekayaan. Hingga fitnah itu terus mengalir di dalam darah Belinda.

Tatapan para warga desa yang memandangnya jijik memicu kemarahan terdalam di hati Belinda. Kelakuan-kelakuan para warga yang selalu menuduhnya sebagai budak iblis, membuatnya bertekad untuk mewujudkan. Persis seperti tuduhan yang dilayangkan padanya.

"Anak iblis, Budak iblis, keturunan Tokrodjiwo sesat. Anak dukun, pergi saa ke neraka sana."

"Cuihh!! Jangan berani-beraninya kamu, ya, anak setan."

Seumur hidupnya Belinda kenyang dengan Makian itu.

Puncaknya ketika dia berusia 28 tahun. Belinda menaruh hati pada seorang pemuda di kampung yang bernama Gumelar.

Seorang pemuda Arif yang terlihat sangat baik dan bijaksana. Dia adalah seorang anak kepala desa. Memiliki rupa yang sangat rupawan dan memikat hati setiap gadis yang ada di kampung itu.

Gumelar dan Belinda Saling mencintai satu sama lain. Mereka diam-diam sering bertemu di pematang sawah untuk saling berbicara satu sama lain.

Sampai akhirnya Gumelar mengatakan kepada Belinda kalau dia memiliki perasaan terhadap Belinda. Niat ingin mempersunting gadis keturunan Belanda itu akhirnya disampaikan kepada ibunya.

"Bu, Saya mau menikah. Saya sudah menemukan perempuan yang sangat saya cintai."

"Siapa perempuan yang kamu cintai, Le? Bawa dia kemari dan pertemukan dengan ibu."

Gumelar yang merasa Ibunya sudah memberi lampu hijau. Keesokan harinya langsung membawa Belinda untuk diperlihatkan bahwa dialah perempuan yang terpilih dari sekian banyak perempuan yang menyukai dirinya di kampung ini.

Namun Malang tak dapat ditolak, rupanya Ibu Gumular benar-benar sangat marah saat mengetahui bahwa perempuan yang dicintai oleh anak yang dia banggakan adalah Belinda.

Yaitu keturunan Tjokrodjiwo yang terkenal menganut ilmu sesat di kampung. Seorang anak haram yang tidak jelas kebangsaannya apa. Tidak memiliki kelas di mata masyarakat.

Hina dan menjijikkan.

Belinda akhirnya harus pulang ke rumahnya yang berada di tengah hutan, menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya yang sangat malang.

"Kenapa? Kenapa saya harus mengalami nasib seperti ini? Ayah saya mati dan tidak ada keluarga yang tersisa. Saya diasingkan di kampungnya menganggap saya adalah titisan iblis. Kenapa dunia sangat tidak adil terhadap orang-orang seperti saya. Saya mencari keadilan, jikalau Tuhan tidak bisa memberi keadilan. Maka mungkin saya akan menempuh cara lain."

Tangis yang pecah dan janji yang mengerikan itu disimak oleh makhluk-makhluk kegelapan. Mereka semua menyeringai dan mulai menunggu puncaknya.

'Teruslah membenci, teruslah menanam dendam di hatimu cah ayu, teruslah menyalahkan orang-orang. Mereka semua pantas untuk dibunuh,' bisik suara tak kasat mata yang merayu-rayu.

Hingga pada akhirnya, Belinda harus kembali menelan pil pahit saat mendengar kabar bahwa ku melar telah dijodohkan oleh seorang anak saudagar kaya dari desa sebelah.

Seorang gadis cantik keturunan pribumi, yang jelas bibit bebet dan bobotnya.

Semakin Lara lah hati Belinda mendengar itu semua. Dan semakin luar biasa kemarahan di hati.

Bertahun-tahun dia menyimpan dendam, bertahun-tahun dia mengumpulkan cara untuk membalaskan dendamnya.

Semua orang harus merasakan penderitaan yang dia rasakan. Bahkan sampai keturunannya sekalipun. Sama seperti apa yang dialami.

Dosa-dosa yang sebenarnya tidak ada justru dianggap ada.

Malam itu, akhirnya tiba...

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FQU" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FQU
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Akeno Taoka, anggota Yakuza dari klan Barakujaga, menyamar menjadi guru SMA di Tatsuno demi misi rahasia. Targetnya adalah Reina Akinara, putri pemimpin klan musuh, Tuan Kudesai. Akeno bertekad menjadikan Reina alat balas dendam atas kematian orang tuanya yang dibunuh secara licik. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengenai identitas asli Reina terungkap di tengah rencana tersebut. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau justru ia akan luluh oleh pesona Reina?
Sampul Novel Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
9.2
Lima tahun mendampingi Alpha Bram, aku hanya mendapat pengkhianatan. Saat insiden lampu gantung maut terjadi, Bram justru menjadikanku tameng demi melindungi selingkuhannya, Bella. Tubuhku hancur dan roh serigalaku lumpuh, namun Bram justru tega melakukan ritual pemutusan ikatan suci kami. Rasa sakit itu menghentikan jantungku tepat saat sebuah rahasia besar terungkap: aku sedang mengandung ahli warisnya. Kini, penyesalan Bram tak lagi berarti bagi nyawaku yang hilang.
Sampul Novel Nona Hujan, Cobalah Diriku!
8.4
Akibat dosa masa lalu, Kerajaan Meng didera kekeringan hebat selama puluhan tahun. Di tengah penderitaan rakyat, Putra Mahkota Li Yun Zhu mencari cara menyelamatkan negerinya. Harapan muncul pada sosok Su Yu Er dari Suku Chang'o yang konon mampu mendatangkan hujan. Namun, Yun Zhu terjebak dilema besar. Ia harus memohon bantuan kepada keturunan bangsa yang pernah dibantai keluarganya sendiri. Akankah dendam lama menghalangi keselamatan seluruh kerajaan?
Sampul Novel Pedang Terhunus
9.3
Inilah catatan sejarah perjalanan hidup Khalid Bin Walid yang luar biasa. Sebagai panglima militer legendaris, ia mendedikasikan seluruh jiwa dan raganya demi membela panji Islam di berbagai wilayah. Kehebatan strateginya terbukti nyata melalui catatan rekor yang mencengangkan, di mana ia tidak pernah sekalipun merasakan pahitnya kekalahan di medan pertempuran. Ikuti kisah heroik sang pedang Allah dalam menaklukkan setiap tantangan yang ada.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
9.5
Anggi Suharjo tersadar bahwa dirinya hanyalah figuran yang dikorbankan demi saudara kembarnya, Wulan. Setelah tewas mengenaskan karena diabaikan keluarganya, Anggi kembali ke masa lalu, tepat di hari pernikahannya dengan Luis Giandra yang kejam. Kali ini, ia enggan mengemis kasih sayang. Mengandalkan kecerdasan taktik militer dan kemampuan medis luar biasa, Anggi siap merebut kembali haknya. Saat keluarganya memohon ampun, Luis yang semula dingin justru enggan melepaskannya.
Sampul Novel PUTRI GANDARI
8.0
Pasca wafatnya sang Raja di Kerajaan Singaraja, Putri Gandari kini harus memikul beban kepemimpinan yang sangat besar. Meski awalnya diliputi keraguan serta ketakutan mendalam, ia akhirnya memantapkan hati untuk bangkit. Dengan tekad yang membara, Gandari resmi naik tahta demi melanjutkan garis keturunan ayahnya. Ia berjanji akan mengelola pemerintahan secara bijaksana dan melindungi rakyatnya sebagai penguasa baru yang tangguh di masa depan.