Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Alle mencintai sahabatnya, Earl Sanders, meski Earl terjerat hubungan terlarang dengan wanita lain. Demi menutupi skandal itu, Alle rela menikahi Earl dan berjuang memenangkan hatinya walau penuh luka. Namun, Earl murka saat tahu perasaan Alle dan mengusirnya meski Alle sedang mengandung. Kini Alle harus bertahan hidup sendirian dalam kehamilan, sementara Earl harus menghadapi konsekuensi atas tindakan kejamnya. Akankah ada penyesalan di akhir cerita?
Bab
Bagikan

Bab 1

Raut wajah pria itu terlihat menyeramkan saat memasuki kediamannya, tatapannya nyalang, membuat siapa pun langsung tau jika pria itu tengah menahan emosi yang sebentar lagi mungkin akan meledak.

Tujuannya hanya satu, mencari seorang wanita yang berstatus sebagai istrinya, yang telah mengkhianatinya, yang dengan berani memberi tahukan rahasia besarnya kepada keluarganya.

Wanita itu sukses menghancurkannya, juga wanita yang dia cintai, kepercayaan dan rasa sayangnya sebagai sahabat benar-benar kandas untuk wanita itu, kini yang tersisa hanyalah kebencian yang mendalam untuk seorang Allexa Aldene. Istrinya.

Dobrakan pintu yang cukup kuat itu mengagetkan seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggenggam sesuatu yang sangat berharga untuk hidupnya. Tatapannya berbinar melihat pria yang selalu ia cintai dalam diam, pria yang berhasil mengukir banyak luka dan cinta dalam hidupnya.

"Earl," panggil Alle dengan lidah kelu saat tubuhnya tiba-tiba di dorong ke dinding, lalu Earl langsung mengungkungnya dengan tatapan tajam, mencengkram kuat rahangnya tanpa perasaan.

"Kenapa kau melakukan ini, Alle?!  Kenapa kau memberitahukan semuanya pada orang tuaku?!  Lalu apa gunanya kau di sini, hah?!  Aku memintamu menjadi istriku untuk menutupi hubunganku dengan Vale?!" Earl berteriak kuat, meninju dinding hingga membuat Alle memejamkan matanya dengan perasaan takut.

"Earl," cicit Alle dengan raut berkaca-kaca, kepalanya menggeleng, berusaha mengeluarkan sepatah kata namun lidahnya terlalu kelu melihat tatapan Earl yang begitu mengerikan, tidak ada Earl yang menatapnya lembut seperti kemarin, kini yang Alle lihat adalah tatapan benci yang semakin menjadi.

"Kau mencintaiku?! Iya kan?!" Sekali lagi Earl berbisik dengan tatapan mengerikannya, pria itu tertawa sinis, sangat keras dan menatapnya nyalang. "Bagaimana kau bisa mencintaiku, brengsek?!  Karena itu kau mau menikah denganku?! Iya, Alle?! Menjijikan!!  Kau sangat licik. Rasa cintamu padaku benar-benar menggelikan. Dan tingkahmu yang menerima ini dan berperan layaknya korban, benar-benar menjijikan. Kau menikmatinya. Kau memanfaatkan rasa bersalahku yang mengikatmu dalam pernikahan ini untuk memuaskan hasratmu yang mencintaiku. Dan, sekarang, dengan serakah kau menginginkanku juga cintaku, hingga membuatmu mengatakan semuanya tentangku dan Vale!! Aku benar-benar membencimu, Allexa!! Sekarang, keluar dari sini dan jangan harap kita bisa bertemu lagi. Aku. Tidak. Lagi. Ingin. Melihatmu. Dalam. Hidupku." Earl menatapnya tajam, melepaskan kungkungannya pada Alle yang kini menatapnya penuh luka.

Bagaimana pria itu bisa menjadi begitu jahat? Rasa cinta yang selama ini dia jaga, tetap dia dekap sekali pun dia juga harus mendekap luka. Pria itu mengatakan cintanya menjijikan, menggelikan? Alle tertawa miris, wanita itu menatap Earl dengan berlinang air mata dan penuh luka.

"Aku... Aku tidak mengerti, kenapa kau bisa berkata sejauh itu. Selama ini, aku selalu menyimpan kesakitanku sendiri. Aku tidak pernah menyuarakan rasa sakitku atau rasa cintaku padamu. Selama ini aku diam akan semuanya, iya, aku mencintaimu, sejak dulu, namun aku tidak pernah memintamu untuk membalasnya. Bahkan saat kau menceritakan semua hal tentang hubungan terlarangmu dan Vale, aku menelan semua rasa sakit itu seorang diri. Lalu, kau tiba-tiba menghakimiku, menertawakan rasa cintaku, di saat aku berjuang tertatih-tatih menyembuhkan hatiku akan semua rasa sakit karena mencintaiku. Earl... " Alle menatapnya berlinang air mata, akhirnya menyerukan semua rasa sakit yang selama ini ia tahan.

"Tidak ada yang salah dengan cinta, dan aku tidak tau, bagaimana kau bisa sejahat itu dengan merendahkan perasaan cintaku yang tidak memiliki salah. Aku. . . Aku. . .. " Alle kembali menarik napasnya dalam, memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, mencengkram kuat sesuatu di tangan kirinya dengan perasaan hancur.

"Baiklah. Setelah ini, kau tidak akan pernah melihatku lagi, kita. ..tidak akan...pernah bertemu...lagi." Alle tersenyum miris, menghapus kasar air matanya, berlalu dari hadapan Earl yang kini mematung dengan segala pikirannya.

Wanita itu menatap testpack dalam genggamannya, tersenyum miris dengan hati hancur, namun setidaknya dia tidak sendiri setelah ini, setidaknya dia telah membawa sebagian dari diri Earl, yang akan memberikannya harapan baru, sepahit apapun dan seberat apapun dia mencoba berjuang untuk hidupnya.

***

Wajah pucat itu kini semakin erat menemani hari-harinya, tubuhnya yang seharusnya semakin gemuk karena kehamilannya kini justru menyusut drastis karena sakit yang di deritanya. Wanita itu menatap sayu pada pria paruh baya juga saudara kembarnya yang menatapnya penuh luka.

"Dad, aku. . . Aku. . . baik, jangan. . . jangan.. . sedih." Alle berusaha menggapai tangan Kern, tersenyum walau wajahnya terlihat pucat. Kern sekali lagi menahan tangisnya, duduk di samping ranjang dengan hati hancur dan menggenggam erat tangan Alle yang begitu dingin, kehancuran melihat bagaimana keadaan Alle kini, sesaat berpikir, mungkinkah ini karna dari semua kejahatannya dulu.

"Anak Daddy adalah anak yang kuat, kan. Saat Alle memutuskan berjuang untuk anak Alle, maka Alle juga harus berjuang untuk hidup Alle. Janji pada Daddy, tidak boleh menyerah. Oke?" Kern menggenggam tangannya erat, tidak lagi menyembunyikan air matanya, dia mengusap lembut wajah pucat Alle yang terlihat semakin tirus.

"Ya... Daddy, Alle berjanji." Alle tersenyum, berusaha menahan segala rasa sakit yang menyertainya. Hingga dobrakan pintu yang kuat itu menyentak keduanya.

Alle menatap terkejut pada seorang pria yang cukup lama tidak dilihatnya, semenjak pria itu tidak lagi ingin melihatnya.

"Earl," gumam Alle lirih, dengan berlinang air mata, lalu meringis saat rasa sakit itu kembali menghantamnya.

Sedangkan Earl, tubuhnya langsung luruh ke lantai, melihat bagaimana menyedihkan keadaan Alle yang tengah berjuang mengandung anaknya. Tubuh wanita itu sangat kurus, wajahnya sangat pucat juga tirus, matanya cekung. Dada Earl seketika berdenyut sakit dengan rasa sesak yang semakin menjadi, wanita yang mencintainya dengan tulus, yang paling mengerti dirinya, memahaminya lebih baik dari dirinya sendiri, yang tidak pernah mengeluh apapun padanya, kini terlihat begitu rapuh, bukan, wanita itu sekarat, berjuang sendirian di saat dia membutuhkan kekuatannya.

"A... Alle.. Xa.. Aku... Aku." Earl berlutut, menatap berlinang air mata pada Alle yang menatapnya nanar, wanita itu tersenyum penuh luka, dan pelan-pelan memejamkan matanya dengan rintihan sakit yang seolah menjadi vonis kematian untuk seorang Earl Sanders Addison.

"Dad... Daddy... Sa... Sakit." Alle mencengkram kuat lengan Kern dengan berlinang air mata, berusaha menghirup oksigen sebanyak yang ia bisa saat dadanya begitu sesak hingga membuatnya kesulitan bernapas. Pelan-pelan mata sayu itu tertutup, mengantarkannya untuk mengakhiri rasa sakitnya sementara waktu. Sebelum sang luka kembali menyambutnya dengan rasa sakit lain.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda Auristela Indira mengemban tugas berat merawat Vincent Oliver, CEO penyiaran yang menderita Anterograde Amnesia pasca insiden tragis. Stela harus menyamar sebagai sekretaris dan pengawal pribadi sebelum akhirnya diminta menikahi Vincent yang ingatannya hanya bertahan sehari. Di tengah dilema itu, misteri besar menyelimuti penyebab kecelakaan Vincent serta hilangnya calon tunangannya tepat di malam sebelum hari pernikahan mereka.
Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Dokter Charlotte Swift Sterling diizinkan Kylen Brown menempuh spesialis kandungan di Jepang dengan janji pernikahan saat kembali. Namun, rencana indah itu hancur seketika saat adiknya, Jessamine, mengaku telah mengandung anak Kylen akibat hubungan terlarang. Di tengah pengkhianatan ini, Charlotte terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap menikahi tunangannya atau merelakan pria itu demi masa depan adik kandung yang sangat ia sayangi?
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Rino Rahman, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Bandung, mendambakan pengalaman asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan. Di tengah kesendiriannya, sosok misterius hadir menawarkan bantuan untuk mewujudkan keinginan Rino melalui alam mimpi. Akankah janji pria tersebut menjadi kenyataan indah bagi Rino, ataukah tawaran itu hanyalah bualan kosong belaka? Ikuti perjalanan unik Rino dalam mencari cinta di antara realita dan imajinasi.
Sampul Novel My Hot Daddy
8.7
Terdesak masalah ekonomi, Joanna terpaksa mengambil keputusan drastis dengan menjadi sugar baby bagi Regan. Pria itu memberikan satu syarat mutlak: hubungan mereka tidak boleh melibatkan perasaan. Namun, di tengah kemewahan tersebut, Joanna mendengar rahasia gelap mengenai jati diri Regan yang sebenarnya. Kini, ia terjebak dalam dilema antara bertahan demi uang atau mengikuti kata hati. Akankah benih cinta tumbuh meski sejak awal telah dilarang?
Sampul Novel Nafsu Terlarang: Suatu Malam Bersama Ayah Suamiku
8.5
Dijebak saudara sendiri, Joanna berakhir di pelukan pria asing hingga dibenci pacar dan dipaksa menikahi Rhys yang licik. Namun, Owen yang merupakan ayah angkat Rhys yang kaya justru melindunginya dari hinaan. Joanna memendam rasa pada Owen, tapi gairah satu malam membuat Owen menjauh. Saat Joanna mencoba berpaling pada pria lain, Owen terbakar cemburu dan menuntut cintanya kembali. Kini Joanna berbalik membalas sikap dingin pria itu dengan penuh tantangan.
Sampul Novel Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
9.4
Terjepit masalah finansial, seorang gadis terpaksa menjalani sandiwara cinta yang rumit. Ia menerima tawaran mengejutkan dari seorang wanita yang sedang sekarat untuk menikahi suaminya yang gagah. Ironisnya, pria kaya yang terpaut usia dua puluh tahun darinya itu adalah ayah dari kekasihnya sendiri. Demi uang dan keadaan yang mendesak, ia rela mengubur rasa sakit hatinya dan meninggalkan sang kekasih demi menjalani pernikahan kontrak penuh dilema ini.