Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TWIN FLAME

TWIN FLAME

Kisah cinta segitiga abadi antara Kumba, Kanya, dan Asad berlanjut dalam reinkarnasi saat ini. Meski dahulu Kumba menitipkan Kanya pada Asad, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Kanya merasa nyaman bersama Kumba walau ia mencintai Asad. Sebagai Twin Flame, jiwa Kumba dan Kanya terus tarik-menarik melintasi waktu. Mereka kini berjuang menghadapi konflik perasaan demi satu harapan besar: bersatu selamanya, baik di masa sekarang maupun pada kehidupan mendatang.
Bab
Bagikan

Bab 3

“I hear them say 'Why do I miss someone I haven’t even met?' How about not missing someone because it feels like they’ve been with you all along?”

― Nicola An, 'The Universe at Heartbeat'.

***

Kanya berjalan gontai memasuki kantornya dan bergegas menuju ruang siaran, karena ia akan segera mengudara. Gara-gara mimpi aneh yang berulang, ia jadi kurang tidur. Di tambah, sakit kepalanya yang tiba-tiba datang membuatnya jadi sedikit lemah. Namun, ia tahu ia mempunyai kewajiban dalam pekerjaannya. Lagipula, ia suka bekerja di radio. Ia dapat bekerja dengan santai sambil mendengarkan lagu. Terkadang ia juga berkesempatan bertemu orang-orang hebat untuk ia wawancarai di acaranya. Sungguh, ini adalah pekerjaan yang mengasyikkan selama ia mengenal dunia kerja.

“Woii....Kanyaaaa!!!” Suara Mina si operator lagu sekaligus sahabat Kanya menggelegar ketika Kanya memasuki ruang siaran.

Kanya memegangi dadanya karena terkejut. Ia lalu mentap Mina dengan judes. “Wai...woi..wai..woi! Jantungan aku!” protes Kanya dan Mina tertawa terbahak bahak.

“Aku senang banget lihat kamu semangat kerja , Nya. Datang on time, nggak banyak protes soal lagu. Uh...gemesin!” Mina mencubit kedua pipi Kanya dengan gemas. Kanya mengusap pipinya yang terasa sakit.

“Giliran datang on time dikomentari, datang telat apalagi” Kanya manyun dan Mina sekali lagi tertawa melihat tingkah sahabatnya.

“Iya iya, sebagai permintaan maafku, nanti kita nongkrong cantip di cafe baru yang kemaren kita diskusi itu. Cafe apaan sih namanya? “ Mina berusaha mengingat nama cafe baru yang promosinya ada di mana-mana, baik di radio, dan di media sosial.

“Cafe Atlantiz?” tebak Kanya.

“Nah itu!” Mina mengiyakan. “Cafe Atlantis. Kayak nama kapal yang tenggelam aja, deh.”lanjutnya dan Kanya tertawa geli.

“Kapal yang tenggelam itu Titanic, Mina! Kalau kota yang hilang, baru namanya Atlantis.”ralat Kanya dan Mina ikut tertawa.

“Oh iya! Biasa, belum ngemil, jadi bawaan nggak fokus.” Mina berkilah, menutupi rasa malunya karena alah menyebut antara Titanic dan Atlantis.

“Tapi kamu yang traktir ya, kan udah bikin aku jantungan soalnya” rajuk Kanya dan Mina emngacungkan jempol tanda setuju.

“Eh mau lagu pembuka apa nih? Jam segini enaknya sih lagu yang syahdu melow dan romantis” saran Mina.

“Kita program coffe break kan nih? Berarti ngasih info ringan ringan aja kan?” Kanya memastikan dan Mina mengangguk.

“Informasi yang mau aku baca mana aja nih? “ Kanya membolak balik kertas di atas meja Mina.

“ Yang ini. “ Mina menyerahkan beberapa lembar kertas ke Kanya.

”Oke , sip!” Kanya langsung duduk di singasana kebesarannya, sementara Mina mulai bersiap siap dengan mixer-nya. “Hm...request lagu pembuka,dong” Tiba-tiba Kanya ingin mendengarkan sebuah lagu.

“Iya boleh, lagu apa?” tanya Mina.

“Lagu ‘Rinduku’-Ghea” jawab Kanya dan Mina tersenyum simpul.

“Duh...yang lagi kangen sama tunangan” ledek Mina.

Kanya tersenyum hambar. “Kangen Asad?” Ia menyebut nama tunangannya dalam hati.

Sayangnya, sedikit pun ia tak merasakan kerinduan pada Asad. Ia merindukan sosok pria dalam mimpinya. Sosok pria yang terasa begitu dekat dengannya. Bahkan, tanpa bertemu pun ia tahu bahwa ia mencintai pria itu jauh dari sebelum ia menjalin asmara bersama Asad. Perasaan yang aneh, namun menyenangkan. Seolah ia ditantang untuk menyelami lautan luas tanpa tepi.

Dari hari ke hari, kerinduan itu semakin menggebu-gebu. Kanya seolah-olah melihat kilasan perjalanan kisah kasih antara dirinya dan pria berlesung pipi di dalam mimpinya itu. Ketika ia melewati sungai, ia tiba tiba merasakan kehadirannya dan pria itu pada suatu masa. Ia sekilas merasakan sejuknya air saat ia dan pria tersebut merendam kaki di tepi sungai. Sewaktu ia menemani mamanya ke pinggir kota dan beristirahat di pinggir jalan, ia tahu bahwa dulu ia dan pria dalam mimpinya juga pernah melakukan hal yang sama dengannya saat itu, yaitu duduk santai dipinggir jalan sambil bercanda.

Ia juga mampu merasakan sentuhan lembut ketika pria itu menyeka keringat di dahinya, menghapus sisa mkanan di bibirnya dan membelai tangannya ketika hatinya sedang merasa gundah. Sentuhan yang sangat lembut dan penuh kasih sayang. Asad, tidak pernah seromantis itu padanya. Kanya juga terkadang dapat merasakan kehangatan mengelilinginya, seolah pria itu mendekapnya erat. Ia merasakan dirinya dipenuhi oleh cinta, berjuta cinta yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Nyaman dan aman. Itulah yang selalu ia rasakan ketika ia teringat pada sosok yang entah siapa nama dan dimana tinggalnya atau bahkan apakah sosok itu hidup atau tidak.

Lalu, lamunannya buyar ketika matanya menatap cincin emas yang melingkar anggun dijari manisnya. Walaupun kemungkinan bertemu pria dalam mimpinya adalah nihil, namun entah mengapa perasaannya begitu dalam dan ia merasa mengkhianati Asad. “Huff” Kanya menghembuskan nafas menyembunyikan kegalauannya. Ia jadi ingin memikirkan ulang tentang pertunangannya. Iya, memikirkan ulang. Pria dalam mimpinya itu sangat berbeda jauh dengan Asad. Benar-benar pria idamannya. Lalu Kanya menggeleng cepat. “Jangan gila, Kanya.”ingatnya pada dirinya sendiri.

Namun, Kanya tahu bahwa setiap hal pasti memiliki kemungkinan.“ Bagaimana jika pria itu nyata?” gumamnya. “Jika dia nyata, apakah dia juga merasakan seperti yang aku rasakan? Aku harus bagaimana jika akhirnya bertemu dengannya? Apakah aku harus pura-pura tidak mengenalnya? Atau aku justru harus menjauhinya? Lalu asad bagaimana? Apakah ia harus melepaskanya?” dalam kegundahan hatinya, suara mendayu nan merdu Ghea mengalun indah melantunkan lagu “Rinduku”.

Rindu. Ia merasakan rindu yang berbeda. Rindu akan sesuatu yang dia sendiri tidk mengetahuinya pada siapa rindu ini akan berlabuh. Hanya dengan mengingat sekilas mimpinya saja, ia merasakan desir-desir indah dalam hatinya. Jiwanya seakan bernyanyi dan menjadikan kerinduan itu sebuah irama penuh misteri. Bukan, bukan rindu yang menyiksa hingga ia sulit bernafas. Bukan pula rindu yang membuat air matanya jatuh berderai. Ini sebuah kerinduan tentang kisah asmara yang berbalut ketulusan. Ini rindu tentang hujan yang membuat dua insan saling berpelukan. Rindu tentang gemericik air terjun yang membuat dua jiwa bebas berlari melintasi rintangan. Rindu tentang deru angin yang menhempaskan semua beban. Ini rindu yang penuh mimpi-mimpi dan harapan.

Kanya menatap jauh ke depan dengan pandangan kosong. Entah apa yang membuatnya menikmati setiap inci kerinduan yang menyelimutinya saat ini. Apakah ia berhalusinasi? Atau bahkan sudah gila? Kanya akhirnya hanya terdiam menghayati lagu dengan lirik melankolis tersebut. Sesekali ia menarik nafas mencoba mengempaskan kegundahannya. Ia bingung dengan semua kejadian yang menghampirinya dan menimbulkan banyak pertanyaan yang belum tentu dapat terjawab dengan akal sehat. “ Apakah aku punya kehidupan masa lalu yang belum usai?” tanyanya dalam hati. “Apakah ini sebuah karma?” Lanjutnya, namun tetap ia tak tahu apa jawabannya. Rasanya aneh ketika merindukan seseorang yang sama sekali belum pernah ditemui di kehidupan nyata, namun terasa sudah mengenalnya begitu lama. Keanehan yang nyaman.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
8.4
Mira mendambakan hidup tenang sebagai penyembuh, namun takdir menyeretnya kembali ke dunia magis setelah ibu angkatnya diculik. Di alam penuh makhluk ajaib, ia bertemu Eluin, Dewa bebas terakhir yang mengungkap jati diri Mira sebagai pendeta wanita pamungkas. Hanya Mira yang mampu melindungi hutan suci dari ancaman Temenis, sang Dewa Kematian. Mampukah ia membuang keraguannya demi menyelamatkan ibunya sekaligus menghentikan kehancuran dunia dalam pertempuran epik ini?
Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent wafat penuh sesal setelah delapan tahun pernikahan hambar dan vonis kanker mematikan. Di detik terakhir, Zach Jardin tak kunjung datang hingga Madelyn bersumpah takkan mencintainya lagi jika waktu terulang. Keajaiban membawanya kembali ke usia delapan belas tahun. Madelyn bertekad menjauhi Zach demi masa depan baru, namun takdir berkata lain. Pria itu justru muncul kembali, mendekat dengan aura intimidasi dan janji untuk menjaganya seumur hidup.
Sampul Novel Kronik Takdir Terlama
8.1
Menjelajahi berbagai dimensi dan lini masa multiverse, sang protagonis berusaha tinggal bersama orang-orang tercintanya. Kehadiran mereka bukan sekadar sandaran emosional, melainkan menjadi sekutu terkuat untuk mengubah tatanan dunia. Dengan memahami masa lalu dan masa depan, ia berupaya memperbaiki takdir agar setiap tahun menjadi lebih baik. Perjalanan lintas ruang ini menjadi ajang pembuktian kekuatannya demi menghadapi peristiwa yang akan datang.
Sampul Novel Legenda Sage Pengendara Phoenix
9.3
Kiran, pemuda dari Qingchang, tak sengaja bertemu The Flame, Phoenix legendaris milik Sage Putih Alaric yang gugur melawan Kaisar Warlock. Demi bertahan hidup, Phoenix yang sekarat itu melakukan ritual penyatuan jiwa berbahaya dengan Kiran. Ingatan tersebut dikunci hingga Kiran dewasa dan dikenal sebagai jenius ilusi di Institut Magentum. Namun, rahasia besar terungkap saat ia dituduh sebagai pengkhianat dan penerus Klan Phoenix Merah, memicu pengejaran maut oleh Kekaisaran Hersen.
Sampul Novel Legenda Tombak Halilintar
9.7
Riki awalnya hanyalah pemain pemburu terlemah, namun takdirnya berubah drastis setelah meraih Dragon Spear, senjata legendaris tingkat tertinggi. Kini, ia bertekad melindungi keluarganya dari hinaan sambil mengejar ambisi menjadi legenda di realitas Sky Legend. Namun, tanggung jawab besar menantinya saat bumi terancam bahaya yang tersembunyi di balik sistem gim. Riki pun berjuang demi kehormatan keluarga, Indonesia, dan dunia untuk mencapai puncak kejayaan.
Sampul Novel Mari Selingkuh
8.3
Julia, mahasiswi Hukum Tata Negara, tewas mengenaskan setelah jatuh dari gedung tinggi. Tak disangka, ia terbangun kembali di dalam dunia webtoon sebagai Ranesha, seorang karakter sampingan yang bernasib malang. Bertekad mengubah takdir tragisnya, ia nekat mendekati atasannya yang bernama Hail Delmara. Julia pun melancarkan aksi berani dengan mengajak suami dari tokoh utama tersebut berselingkuh. Akankah misi Ranesha merebut hati Hail berhasil?