Sampul Novel Tuan, Kau Menghanyutkanku

Tuan, Kau Menghanyutkanku

8.7 / 10.0
Dalam novel Tuan, Kau Menghanyutkanku, Elise Morgan harus menghadapi dilema saat bekerja untuk pewaris kaya bernama Reiner. Romance novel berlatar modern ini mengisahkan perjuangan Elise melawan rahasia keluarga billionaire yang mengancam misinya dalam menjaga hati dan pekerjaannya tetap aman.
Ringkasan Tuan, Kau Menghanyutkanku
Elise Morgan menjalani hidup sederhana sebagai pelayan hingga ia bekerja untuk Reiner, sang pewaris kaya yang misterius dan bersikap dingin. Seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh di hati Elise, meski ia tahu itu terlarang. Hubungan mereka justru memicu konflik besar dan peringatan keras yang mengancam keselamatan. Kini Elise terjebak dalam dilema antara mempertahankan rahasia yang terpendam atau merelakan perasaannya demi melindungi hatinya sendiri.
Baca Selengkapnya

Tuan, Kau Menghanyutkanku Bab 1

Ruang pesta dipenuhi kemewahan yang mencerminkan kekayaan para pesohor. Lampu gantung kristal berkilauan, memantulkan cahaya lembut ke seluruh aula yang luas. Meski begitu, tempat yang dipilih sejujurnya bukan tempat yang terlalu terbuka.

Para tamu, berpakaian sempurna dengan gaun malam dan setelan mahal, bercakap-cakap sambil menyesap sampanye dari gelas kristal. Suara tawa ringan bercampur dengan dentingan alat musik dari orkestra yang bermain di sudut ruangan.

Namun, momen itu seolah terhenti ketika sosok Reiner Barack melangkah masuk.

Setelan jas hitamnya dibuat khusus, membingkai tubuh tegapnya dengan sempurna. Rambutnya disisir rapi ke belakang, tetapi sehelai jatuh ke dahinya, memberikan kesan santai yang memikat. Wajahnya membawa ekspresi dingin, namun karismanya tak terbantahkan. Setiap langkahnya memancarkan kepercayaan diri yang begitu kuat hingga semua kepala menoleh ke arahnya.

Para wanita berbisik-bisik, beberapa menyembunyikan senyum malu-malu di balik kipas mereka. Salah seorang dari mereka, seorang sosialita muda bernama Eva, bahkan terlihat memerah ketika tatapan Reiner secara tak sengaja menyapu dirinya. Tapi pria itu tampak tak peduli. Mata tajamnya menyapu ruangan dengan dingin, seolah mencari sesuatu yang lebih dari sekadar keindahan pesta itu.

"Begitulah Reiner Barack," pikir Eva dalam hati. "Selalu memukau, selalu tak terjangkau."

"Ya, sebentar lagi dia akan jadi milikmu, Eva," ujar temannya yang bernama Sidney.

Reiner melangkah menuju bar tanpa tergesa-gesa, mengambil segelas anggur merah dari pelayan yang lewat. Dia berdiri di sana sejenak, menyesap anggurnya dengan elegan, tetapi di balik wajah tampannya, pikirannya penuh rasa jengkel.

"Pesta ini hanya buang-buang waktu," gumamnya dalam hati. "Dan sekarang Ibu pasti akan mulai mengomel lagi."

Dan benar saja, suara lembut tetapi penuh tekanan dari ibunya terdengar tak lama kemudian.

"Reiner, sayang, kenapa berdiri di sini sendirian? Kau bahkan belum menyapa Eva," ujar Ny. Barbra Barack, ibunya, sambil melangkah mendekatinya. Wanita itu mengenakan gaun biru tua berkilauan, dengan rambutnya yang disanggul sempurna.

Sidney menyikut lengan Eva, dengan senyum menggoda. Suatu keberuntungan jika bisa sedekat itu dengan keluarga Barack.

Reiner memutar matanya sebelum membalikkan badan untuk menghadapi ibunya.

"Ibu, aku hanya datang karena kau memaksaku. Bukan berarti aku harus mengikuti setiap kehendakmu," balasnya dengan nada dingin.

Ny. Barbra tersenyum tipis, tetapi nada suaranya mengandung ketegasan. "Reiner, ini bukan hanya tentangmu. Eva adalah pilihan yang sempurna. Dia pintar, cantik, dan dari keluarga yang baik. Apa lagi yang kau butuhkan dalam seorang istri?"

Reiner meletakkan gelas anggurnya dengan sedikit keras di meja bar, menyebabkan beberapa tamu terkejut. "Aku tidak butuh istri, apalagi yang dipilihkan olehmu. Aku akan menikah kalau aku mau, dengan siapa yang aku pilih sendiri."

Ny. Barbra memandang putranya dengan kesabaran yang mulai menipis. "Kau tidak bisa terus seperti ini, Reiner. Kakekmu semakin tua, dan dia ingin melihatmu menikah sebelum dia pergi. Kau tahu itu."

Reiner mendengus kecil. "Kakekku? Atau Ibu? Karena sejauh yang aku tahu, ini semua tentang memuaskan ego Ibu, bukan keinginan Kakek."

Sebelum Ny. Barbra sempat menjawab, suara tawa beberapa wanita muda terdengar semakin mendekat. Eva, bersama dua temannya, terlihat berjalan ke arah mereka. Reiner menghela napas panjang, tahu bahwa pertemuan ini tidak bisa dihindari.

"Ibu, maafkan aku, tetapi aku tidak akan ikut dalam permainan ini."

Tanpa menunggu jawaban, Reiner berbalik dan melangkah keluar dari aula. Langkahnya cepat, penuh tekad untuk melarikan diri dari situasi yang membosankan ini. Dia tahu, kalau di belakangnya orang suruhan ibunya sudah berjalan cepat hendak menyusul.

---

Di luar aula, Reiner terus melangkah hingga akhirnya menemukan dirinya di area dapur. Tempat itu jauh dari hingar-bingar pesta, hanya ada suara panci yang beradu dan aroma makanan yang menggantung di udara. Di sudut ruangan, seorang wanita dengan seragam pelayan sedang sibuk merapikan nampan kosong.

Reiner mengamati wanita itu sejenak. Dia terlihat biasa saja, dengan rambutnya yang diikat sederhana dan seragam yang membuatnya tampak seperti bagian dari perabotan dapur. Tapi ada sesuatu pada caranya bekerja-tenang, tanpa tergesa-yang menarik perhatian Reiner.

"Kamu," panggilnya tiba-tiba.

Wanita itu tersentak, hampir menjatuhkan nampan di tangannya. Dia menoleh dengan mata membesar, jelas terkejut dengan kehadirannya.

"T-tuan?" tanyanya ragu.

"Aku butuh tempat untuk bersembunyi. Cepat, sebelum seseorang menemukanku!" perintah Reiner dengan nada tegas.

Wanita itu tampak bingung, tetapi dia tidak berani membantah. "Tapi, Tuan... saya hanya pelayan di sini. Saya tidak-"

"Tidak peduli," potong Reiner, melangkah lebih dekat. "Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan. Tunjukkan tempat di mana aku bisa bersembunyi, sekarang."

Wanita itu akhirnya menurut, meskipun dengan wajah tegang. "Ikuti saya, Tuan."

Dia membawanya ke salah satu ruangan penyimpanan kecil di belakang dapur. Setelah memastikan ruangan itu kosong, dia membukakan pintu untuk Reiner.

"Ini, Tuan. Anda bisa menunggu di sini sampai keadaan aman."

Reiner melangkah masuk tanpa berkata apa-apa, tetapi sebelum wanita itu pergi, dia menghentikannya.

"Namamu siapa?"

Wanita itu terdiam sejenak sebelum menjawab pelan. "Elise, Tuan. Elise Morgan."

Reiner hanya mengangguk sebelum menutup pintu di belakangnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tuan, Kau Menghanyutkanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bidadari Pembawa Luka
8.3
Kehadiranku di hidup Zayn hanya demi memberikan keturunan. Sebagai istri kedua, eksistensiku tak pernah diakui, terjebak di antara pernikahan Zayn dan Alysa yang mapan. Aku justru dituding sebagai sosok pembawa luka dalam rumah tangga mereka, padahal aku yang paling tersakiti. Di tengah pengabaian dan status yang tak dianggap, aku dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah aku terus bertahan dalam ikatan yang hampa ini, atau menyerah demi mengakhiri penderitaan?
Sampul Novel Dari Kekasih Bayangan Menuju Dirinya Sendiri
9.6
Lima tahun lamanya aku terjebak sebagai kekasih rahasia yang hidup di balik bayang-bayang. Hubungan ini terpaksa kujalani demi menepati janji terakhir kepada mendiang kakaknya, pria yang semula ditakdirkan menjadi suamiku. Namun, tepat saat masa perjanjian itu berakhir, dia justru memberikan tugas yang menghancurkan hati. Aku diminta untuk menyusun seluruh rencana pesta pertunangannya dengan wanita lain yang telah dia pilih sendiri.
Sampul Novel Ketika Suamiku  Minta Rujuk
8.0
Kehidupan pernikahan Reyna hancur seketika saat Damar, suaminya, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Livia. Selama ini Damar membatasi penampilan Reyna, namun ia justru menghamili Livia yang lebih modis. Kecewa dengan pengkhianatan keji itu, Reyna memilih pergi dan membangun hidup baru yang mandiri. Namun, setelah Reyna berhasil meraih kebahagiaannya sendiri, Damar mendadak muncul kembali untuk memohon rujuk dan meminta kesempatan kedua darinya.
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Dalam mencari pasangan hidup, ketampanan atau kecantikan fisik bukanlah segalanya. Kisah ini mengingatkan kita bahwa paras menawan tidak menjamin kebahagiaan masa depan keluarga. Seorang pria harus menyadari bahwa anak-anaknya kelak tidak sekadar butuh ibu yang elok dipandang, namun sosok pendidik yang bijak. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan wanita yang mampu membimbing generasi penerus dengan nilai moral dan kasih sayang yang tulus.
Sampul Novel Suamiku Karakter Game
8.3
Arabella adalah gadis dua puluh tahun yang belum pernah merasakan cinta selain dari simulasi gim. Kehidupannya yang membosankan berubah total saat karakter pria favoritnya tiba-tiba muncul di dunia nyata dengan fisik sempurna. Ara terkejut ketika pria itu memanggilnya istri. Ia bimbang apakah ini halusinasi akibat kesepian atau keajaiban. Kini, ia hanya berharap sosok tersebut tetap tinggal dan tidak meninggalkannya kembali ke dunia fiksi.
Sampul Novel The hidden truth
8.5
Dalam balutan romansa modern yang penuh teka-teki, kisah ini berfokus pada perjalanan pribadiku dalam mengungkap realitas yang tersembunyi. Setiap langkah yang kuambil membawa diriku semakin dekat pada kebenaran yang selama ini terkubur di balik rutinitas sehari-hari. Konflik batin dan rahasia yang menyelimuti hubungan asmaraku perlahan mulai terkuak, memaksa diriku menghadapi kenyataan pahit yang mengubah segalanya dalam hidupku yang tampak tenang ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan