
TRAUMA YANG BERUJUNG PADA KEHANCURAN KU
Bab 3
Hari pertama OSPEK yaitu hari Senin seluruh siswa siswi baris, Namun ada satu siswi yang terlambat
“eth dah tu bocah udah telat jalan kayak ratu lagi caper banget sih.” Sindir kakak kelas.
Siswi itu pun disuruh berlari oleh guru namun ia tidak mau berlari dn terus jalan dengan santai hingga ia baris disamping Maretsya.
Setelah baris Maretsya pun bertanyak Nama siswi yang terlambat itu siapa
“Hy nama elo siapa?.” Sapa Maretsya.
“Hy gue Khanzua, kalo elo?.” Jawab Khanzua.
“Gue Maretsya, bdw elo udah telat jalan santai amat perasaan?.” Tanyak Maretsya.
“Males gue, asal elo tau gue udah bolak balik sekolah gara – gara salah pakaian emosi gue.” Sungut Khanzhua.
“Oh gitu, yaudah masuk yok udah mau mulai tuh materinya.” Ajak Maretsya
Mereka pun memasuki satu ruangan kelas yang sudah rame oleh siswa – siswi baru.
“Sa elo duduk dimana?.” Tanya Khanzhua.
“Gue dibangku tengah noh yang ada tas warna hitam kecil dimeja.” Jawab
“Baris nomor berapa woi.” Sungut Khanzhua
“Eth dah nomor dua dari kanan.” Ujar Maretsya
Kelas pun dimulai dibangku depan Maretsya adalah teman Roger yang Bernama Geby dan dibelakang Maretsya yang Bernama Riko
Selama kelas berlangsung tatapan Riko tak pernah luput dari Maretsya, ia selalu mengamati setiap langkah Maretsya.
Begitulah Selama OSPEK 3 hari berturut – turut Riko Selalu fokus kepada Maretsya sampai hari terakhir akhirnya riko bertanya kepada Roger
“Ger gue suka sama salah satu cewek dikelas elo, dia cantik banget.” Riko mengucapkan namun tak luput dari pandangannya untuk Maretsya.
“Temen cewek gue juga ada yang suka sama elo,dia selalu perhatikan elo.” Jawab Roger dengan santai.
“Siapa Ger Namanya dua cewek itu sih gue kepo banget?.” Tanyak Riko.
“Yang gemuk itu Namanya Khanzhua yang satu lagi Namanya Maretsya , elo naksir yang mana?.” Tanya Roger.
“Oh gitu ya yang selalu perhatiin gue siapa?.” Tanyak Riko.
“Yang Namanya Khanzhua dia yang sering lihat elo.” Jawab Roger dengan santai.
“Gue kira Maretsya.” Gumam Riko.
“Eh Roger elo kan udah temenan tu mulai dari awal masuk sama Siswi yang Namanya Maretsya,Gue mau tanyak dong dia tu gimana sih orangnya.” Ujar Riko.
“Elo naksir Maretsya ya.” Sindir Roger
“Jawab ajah kenapa susah amat” Gerutu Riko..
“Dia orangnya baik, manis,terus polos.” Ujar Roger.
“Oh dia udah ada pacar belom?.” Tanyak Riko.
“Belom kenapa mau elo jadiin pacar” ledek Roger.
Rikopun terdiam namun dalam hati ia sangat senang dikarenakan orang yang dia cintai belom ada pacar yang berarti berstatus jomblo
“Seluruh siswa masuk pada materi selanjutnya dan guru meminta satu siswa untuk bernyanyi sontak riko menyebut nama Maretsya yang membuat Maretsya menatapnya dengan tajam
“maksud elo apa bawa nama gue ha!.” Bentak Maretsya
“Sory Maretsya bukan gitu, cuman suara elo bagus banget gue pengen semua orang denger.” Cicit Riko.
“Ah bacot ta*k benci gue sama elo, Ah Anj*.” Geram Maretsya.
Maretsya yang marah itupun pergi begitu saja dari ruangan,Roger yang tau dia akan melakukan apa mengejar Maretsya dan membujuknya untuk masuk kekelas serta bernyanyi.
“Please ya demi gue, Please.” Mohon Roger.
“Y.” Jawab Maretsya dengan singkat
Setelah itu mereka berduapun masuk kekelas dan Maretsyapun bernyanyi diiringi music
Sudah di kepala dua
Harus mulai dari mana?
Ambisiku bergejolak, antusias tak karuan
Banyak mimpi-mimpi yang 'kan kukejar
Lika-liku perjalanan
Ku terjebak sendirian
Tumbuh dari kebaikan, bangkit dari kesalahan
Berusaha pendamkan kenyataan bahwa
Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak seindah yang kukira
Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak sekuat yang kukira
Aku tetap bernafas
Meski sering tercekat
Aku tetap bernafas
Meski aku tak merasa bebas
Pertengahan 25
Selanjutnya bagaimana?
Banyak mimpi yang terkubur, mengorbankan waktu tidur
Ku tak tahu apa lagi yang 'kan kukejar
Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak seindah yang kukira
Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak sekuat yang kukira
Aku tetap bernafas
Meski sering tercekat
Aku tetap bernafas
Meski aku tak merasa bebas, ho-oh-ho-oh
Maaf jika
Belum seturut yang dipinta
Maaf jika
Seperti tak tahu arah
Aku sudah dewasa
Aku sudah kecewa
Memang tak seindah yang kukira
Aku sudah dewasa
Aku sudah kecewa
Memang tak sekuat yang kukira
Aku tetap bernafas
Meski sering tercekat
Aku tetap bernafas
Meski aku tak merasa bebas
ho-uh
(Takut aku kecewa)
(Takut tak seindah yang kukira) memang tak seindah yang kukira
(Takut tambah dewasa)
(Takut aku kecewa)
Memang tak sekuat yang kukira
Engkau tetap bernafas
Meski sering tercekat
Engkau tetap bernafas
Dan langkahmu 'kan terasa bebas
Dan hatimu 'kan terasa bebas
Dan jiwamu 'kan terasa bebas
Hm-hm-hm-hm-hm
Hm-mm
Semua orang tersanjung dengan suara Maretsya dan bertepuk tangan
“Maretsya bisa kamu bernyanyi satu lagu yang mewakili perasaan mu hari ini atau masa lalu mu.” Pintasalah satu guru
Roger yang mendengar itupun takut, karena ia tau benar sahabatnya memiliki trauma yang dalam, dia takut Maretsya akan mengingat Kembali semua kenangan dia dan jadi menangis bahkan berteriak.
Maretsya yang mendengar permintaan guru tersebut langsung menangguk dan bernyanyi
Nak, bila suatu saat kau dengarkan lagu ini
Dan aku sudah tak ada lagi di sampingmu
Kau akan mengerti
Mengapa begitu menyebalkannya ku di matamu
Nak, jika saat nanti kau telah hidup sendiri
Dan dunia ternyata tak seperti harapanmu
Ku ada di sini
Menjadi rumah yang s'lalu menanti kepulanganmu
Kelak kau 'kan jadi orang tua seperti aku
Yang ingin anakmu bahagia dengan hidupnya
Bila bentakan kecilku patahkan hatimu
Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu
Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini
Kau harus kuat, kau harus hebat
Permata hatiku
Nak, 'kan tiba waktu kau harus tentukan jalanmu
Yang mungkin tak searah dan indah di mataku
'Pabila terjadi
Berjanjilah kau akan s'lalu menjadi dirimu sendiri
Kelak kau 'kan jadi orang tua seperti aku
Yang ingin anakmu berkuasa atas hidupnya
Bila bentakan kecilku patahkan hatimu
Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu
Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini
Kau harus kuat, kau harus hebat
Permata hatiku
Bila bentakan kecilku patahkan hatimu
Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu
Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini
Kau harus kuat, kau harus hebat
Aku adalah jemari dan ibumu penanya
Dan kaulah puisi terindah yang pernah tercipta
Semoga belaian kasihku lembutkan hatimu
Kau harus megah, kau harus indah
Kau harus kuat, kau harus hebat
Permata hatiku
Maretsya bernyanyi sampai menangis dan melihat itu guru semua paham maksud dari lagu dia,dan setelah lagu selesai Maretsya disuruh duduk Kembali
Anda Mungkin Juga Suka





