Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Transmigrasi 2 Jiwa dalam 1 Raga

Transmigrasi 2 Jiwa dalam 1 Raga

Berlian Alea, gadis santai penuh bakat, terbangun di raga Athena Charlotte Lunch setelah kecelakaan maut. Athena adalah sosok misterius yang menyimpan rahasia besar dari saudara kembarannya, Atheon. Merasa hancur akibat pengkhianatan dan cinta yang pahit, Athena memilih menyerah pada hidupnya. Namun, takdir berkata lain saat jiwa Alea mengambil alih. Mampukah Alea menuntaskan beban masa lalu Athena dan memberikan keadilan yang selama ini didambakan sang pemilik tubuh?
Bab
Bagikan

Bab 1

Kamar yang bernuansa biru malam dengan beberapa piala juara taekwondo dan olimpiade yang berjejer rapi ternyata sangatlah senyap. Hanya suara percakapan dua insan yang terdengar keluar dari laptop yang sedang dilihat oleh seorang gadis berbaju hitam yang sedang tengkurap.

Jika dilihat sekilas, wajahnya mungkin terlihat bosan dan malas. Namun, berbeda dengan hatinya yang sedang berbunga-bunga karena pria yang selama ini dicintai telah menerima dirinya.

Percakapan berbahasa Jepang itu sangat menarik perhatian Alea, seorang gadis yang dikenal sebagai pemalas dan mageran. Dia adalah Berlian Alea yang hanya mengisi hari-harinya dengan bangun, makan, minum, menonton televisi, belajar, dan tidur karena kegiatannya sehari-harinya hanyalah bernafas.

Beberapa piala yang berjejer rapih di almari adalah milik Alea, meskipun dia sudah pensiun dari dunia taekwondo.

"Ah, gawat. Aku lupa melanjutkan Chapter akhir novelku. Tugas liburan musim panasku juga. Tapi ya sudahlah, nanti saja," ucap Alea.

Seketika, perutnya berbunyi. Matanya menelusuri penjuru kamar, berharap menemukan makanan agar tidak harus keluar mencarinya. Namun, usahanya gagal dan dia tidak menemukan apapun yang bisa dimakan. Dengan terpaksa, Alea mematikan laptop dan keluar dari kamar. Saat membuka kulkas, dia menemukan bahwa kosong dan hanya tersedia air es dan beberapa sayuran mentah.

Dengan malas, dia keluar dari rumah dengan membawa uang seribu yen. Panasnya matahari membuat Alea merasa lebih malas berkali-kali lipat. Namun, demi perutnya, dia harus berjuang. Alea tinggal sendirian di Jepang setelah mendapatkan beasiswa dan hidup terpisah dari orangtuanya yang berada di Indonesia.

Meskipun tampak pemalas, Alea sangat pandai. Dia juga seorang penulis novel fiksi. Karena jarak antara supermarket dan rumahnya lumayan jauh, Alea memutuskan untuk menaiki bus umum. Dia membuka handphonenya dan membaca berbagai macam notifikasi di benda tersebut.

Saat Alea menyadari bahwa ada seorang anak laki-laki kecil yang menatapnya sejak tadi, Alea membalas tatapan itu dan tersenyum tipis. Baru disenyumin saja, wajah anak laki-laki itu memerah. Ingin rasanya Alea tertawa.

Tiba-tiba, tubuhnya serasa terombang-ambing. Alea mendadak panik dan berusaha berpegangan dengan benda di dekatnya, namun sia-sia. Kaca bus terdengar pecah. Tubuh Alea serasa kehilangan kendali. Hal terakhir yang Alea ingat adalah merasakan sakit di seluruh tubuhnya dan darah mengalir keluar dari tubuh indahnya.

Saat matanya tiba-tiba mengeluarkan setetes air mata, gadis dengan mata indah dan bulu mata lentik yang sedang tertutup itu, perlahan-lahan membuka matanya dan menatap sendu langit-langit ruangan tempat ia dirawat. Air mata itu kembali jatuh dan ia tidak berniat untuk menghapusnya ataupun mengeluarkan suara.

Di ruangan tersebut, tidak ada seorang pun selain dirinya.

Gadis yang sedang berbaring di brankar itu tiba-tiba tertawa sendiri seolah-olah ia sudah tidak waras.

"Hidupmu benar-benar miris, Athena," ucapnya sambil menutup kembali matanya dan mengingat pertemuannya dengan pemilik tubuh itu.

"Gue sudah menyerah. Maaf ya, Alea. Maaf karena gue tiba-tiba menyerahkan semua masalahku padamu, padahal kita hanya orang asing. Kamu boleh menggunakan tubuhku semaumu, asalkan jangan menjualnya saja," ujar Athena sambil tersenyum.

Ya, gadis yang sedang berbaring itu sebenarnya adalah Athena, tapi sekarang dihuni oleh jiwa Alea, gadis yang terlibat dalam kecelakaan dan berakhir di tubuh Athena.

Kepalanya yang sedang diperban terasa ngilu karena terlalu banyak berfikir. Alea menghela nafas panjang dan menaruh tangannya yang bebas dari infus untuk menutup matanya.

"Semoga-nggak banyak masalah, jadi aku bisa tidur nyenyak. Pedulikan saja cowok-sialan itu. Aku Alea, bukan Athena. Ya, meskipun mesti terbiasa memakai kata-ganti diri Athena. Lama-lama aku benar-benar tidak waras, bicara sendiri," gumam Alea pada dirinya sendiri.

Baru saja Alea ingin masuk ke dalam alam mimpi, pintu ruangannya terbuka kasar dan menampakkan seorang laki-laki jangkung berparas bak dewa laut.

"Sudah siuman?" tanya laki-laki itu.

"Bengong, siapa yang mengusik tidurku?" Alea membalas.

"Lalu kalau begitu, setelah kamu hampir-merusak Nasya, kau masih bisa tidur nyenyak?”

Alea tidak menghiraukan laki-laki itu. Ia sudah mulai berkelana di alam mimpi dengan tangan yang menutup matanya.

Laki-laki itu mendadak emosi dan menarik kasar pergelangan tangan Alea yang menutup matanya.

Alea meringis, "Sakit, brengsek!"

"Makanya kalau aku bicara, dengarkan!" kata laki-laki itu dengan kesal.

"Apakah kau pernah mendengarkan aku saat aku berbicara?" Alea naikkan oktafnya.

Laki-laki itu terdiam. Alea yang tersulut emosi melepaskan cengkraman tangan laki-laki itu dengan kasar dan kembali berbaring membelakangi laki-laki itu.

"Lebih baik kau keluar sekarang. Jangan ganggu aku. Kalau kau ingin meminta maaf, silakan, tapi tidak sekarang, aku lelah."

"Oke, aku akan mematuhi kata-katamu." Laki-laki itu keluar dari ruangan itu setelah mengucapkan itu.

Alea merasa kesal,

"Atheon Charlos Lunch, kembaran Athena Charlotte Lunch." Gumam Alea mengingat nama yang melintas di otaknya.

Ya, saat ia bertemu dengan Athena yang asli, semua kenangan yang terjadi pada Athena pun beralih ke Alea.

"Kasian kau, Na, punya kembaran seperti itu."

Setelah mengucapkan itu, Alea tertidur pulas. Ia adalah tukang tidur sejati.

°•°•°•

Hari ini adalah hari ketiga Alea di tubuh Athena. Dia sudah pulang dari rumah sakit sehari yang lalu karena keadaannya sudah sangat baik. Bahkan, sekarang ia sudah memasuki wilayah SMA Cendrawasih, sekolah Athena.

Alea sengaja berangkat pagi-pagi karena ia sedang malas bertemu dengan Atheon dan Nasya, adik dari dua anak kembar itu.

"Malas banget balik sekolah, sialan. Gue udah kuliah, malah dibalikin ke SMA. Tuhan baik banget sih, jadi pengen gue ajak ketemu, kapan ya kira-kira?"

Alea - atau kini lebih terbiasa dengan nama Athena - memasuki kelas 11 IPA 4. Ia duduk di bangku paling belakang sekaligus paling pojok dan langsung menelungkupkan kepalanya.

****************

Gadis dengan penampilan berantakan dan beberapa lebam di wajahnya itu melaju dengan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Penglihatannya pun menjadi kabur karena genangan air di matanya.

Gadis itu mencengkeram erat setir kemudi dan berteriak seperti orang kesetanan. Ia mencoba untuk menyalurkan rasa sesak di dadanya. Padahal ia sudah tahu fakta itu. Tetapi ketika mendengarnya langsung dari mulut orang itu, mengapa harus sesakit ini?

Gadis itu kembali menatap ke depan. Ah, ternyata ia sudah pindah jalur. Di depannya, dari arah berlawanan, ada sebuah truk yang membunyikan klakson berulang kali. Bukannya berhenti, gadis itu justru semakin menambah kecepatan mobilnya dengan senyum samar di bibirnya.

Dan ...

Bunyi dentuman keras masuk ke indera pendengaran.

"Athena!"

"Athena Charlotte!"

Athena terbangun dengan nafas tak beraturan. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Athena berusaha mengatur nafas dan detak jantungnya yang berdetak kencang.

"Lo kenapa, Na? Mimpi buruk?"

Athena menoleh dan menatap gadis seusia Athena asli yang menatapnya dengan cemas.

Athena menggeleng pelan, "Gak apa-apa, cuma mimpi."

"Oh, yaudah. Ngomong-ngomong, lo salah tempat duduk. Di sini tempat duduk gue. Lo nggak lupa kan?"

Athena menggeleng pelan, "Gue tahu. Lo duduk aja di tempat gue. Kita tukeran."

Gadis itu menatap Athena ragu, "Lo yakin? Lo nggak mau duduk dekat Bara?"

Athena mengangguk singkat sambil bergumam. Gadis tadi tersenyum lebar dan dengan semangat duduk di tempat Athena. Athena mencoba mengingat-ingat wajah teman Athena. Ah, ia lupa. Athena tidak memiliki teman karena sangat sulit didekati. Tentunya, Athena memiliki alasan tersendiri.

"Untung saja si Athena tidak ikut klub apa-apa. Jadi aku bisa lebih lama tidur di kasur nanti." Gumam Athena.

Mungkin sekarang ia memiliki kebiasaan baru, yaitu berbicara pada dirinya sendiri. Teringat satu hal, Athena menggerutu dalam hati.

"Sial, tadi bukan mimpi. Itu ingatan Athena."

Athena menghela nafas dan memilih untuk memainkan ponselnya saja. Hal pertama yang dia lihat saat membuka sandi ponselnya adalah foto seorang laki-laki yang selama ini dikejar Athena asli.

Aldebaran William - atau yang sering disapa Bara - adalah laki-laki yang digilai kaum hawa, termasuk Athena asli. Namun, cinta Athena bertepuk sebelah tangan. Meskipun Bara mengetahui perasaan Athena, ia tetap tidak peduli. Bahkan, laki-laki itu membenci Athena karena perlakuannya yang semena-mena terhadap adiknya sendiri.

Begitulah yang diketahui Athena. Athena berdecak kesal dan membuka aplikasi Google di ponselnya. Ia mencari gambar wallpaper suaminya, Alea, dan langsung menggantinya. Athena tersenyum-senyum sendiri sambil memandangi gambar itu.

"Bodo amat sama si batu Bara, suami aku lebih tampan."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Pasca kematian gurunya, Zhao Erhu menerima wasiat terakhir yang sangat mengejutkan. Ia diperintahkan turun gunung untuk menemui tujuh kakak perempuan seperguruannya. Tugasnya bukan sekadar mencari mereka, melainkan harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Instruksi aneh ini membuat semua orang tercengang, namun sang guru menegaskan bahwa ini adalah misi penyelamatan nyawa. Tanpa melakukan hubungan intim itu, nyawa kakak-kakaknya akan berada dalam bahaya besar.
Sampul Novel FENGYING LIE
8.7
Kejadian tak terduga menimpa Fengying saat dirinya tiba-tiba diserang oleh dua pria misterius. Pukulan keras salah satu dari mereka membuatnya jatuh tersungkur hingga pergelangan tangannya terluka. Dengan penuh amarah, Fengying bangkit dan memaki pelaku yang menyerangnya. Namun, lawan justru memberikan ancaman mematikan. Mereka menuntut Fengying untuk segera menyerahkan pedang miliknya, atau nyawanya akan dihabisi di tempat itu juga tanpa ampun.
Sampul Novel Omega-nya yang Terbuang, Kehancuran Raja Alpha
9.1
Lima belas tahun menjadi pendamping Baskara Adijaya, sang Alpha mematikan, hancur seketika saat aku merasakan pengkhianatannya. Aroma wanita lain dan pesan vulgar dari asistennya, Jasmine, mengungkap perselingkuhan keji mereka. Kondisi 'Penolakan Jiwa' menyerangku akibat ikatan yang tercemar, diperparah klaim kehamilan Jasmine. Kini, aku melepaskan peran sebagai penenang monster dalam dirinya. Tanpa menuntut harta, aku memilih bebas dan bersiap meruntuhkan dunianya.
Sampul Novel Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain
8.2
Alfina, penguasa agung benua Danirmala, terpaksa mengorbankan nyawa dan ingatannya demi melindungi rakyat serta sang Ratu dari ancaman Demon Lord terkuat. Kini, ia terbangun dalam reinkarnasi keduanya di dunia baru yang asing. Namun, Al hanya memiliki sisa ingatan hingga masa SMA-nya saja. Bagaimana sang mantan raja menghadapi tantangan hidup barunya tanpa kekuatan masa lalu? Ikuti petualangan epik Al dalam memulai segalanya dari nol di dunia lain.
Sampul Novel Segitiga Penguasa - Sudut Pertama
8.5
Pasca tragedi memilukan, seorang pria terpaksa mengungsi ke desa asal demi melindungi keluarganya dan bayi titipan sahabatnya dari kejaran prajurit. Namun, empat tahun berselang, maut menjemputnya di hadapan sang istri yang baru melahirkan. Dua puluh tahun kemudian, Marcapada yang tumbuh tanpa ibu harus berjuang bersama Soma, seorang pemuda yatim piatu. Mereka bersaing dengan puluhan pemuda lainnya dalam kompetisi sengit demi meraih gelar Penjaga.
Sampul Novel SUAMI PILIHAN KAKAK UNTUKKU
7.9
Viola menyelamatkan Andreas yang terluka, namun takdir membawanya ke dalam pernikahan kontrak dengan pria kejam itu atas paksaan Henry, kakaknya sendiri. Meski Andreas adalah musuh yang membunuh Henry di depan matanya, Viola terpaksa bertahan hingga akhirnya pergi saat mengandung. Lima tahun berlalu, mereka bertemu kembali dalam situasi serupa. Kini Viola harus menghadapi dilema antara dendam masa lalu dan kenyataan bahwa Andreas adalah ayah dari putri kecilnya.