Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tipu Muslihat Suami Jahat

Tipu Muslihat Suami Jahat

Membangun rumah tangga ibarat mengarungi samudra luas yang penuh rintangan. Dalam perjalanan panjang ini, peran suami sebagai nahkoda sangatlah krusial untuk menjaga keselamatan kapal agar tidak karam. Namun, badai besar justru datang dari dalam hubungan itu sendiri. Nendra, yang seharusnya menjadi pelindung, ternyata memiliki niat tersembunyi. Bukannya menyelamatkan pernikahan mereka, ia justru secara sengaja ingin menenggelamkan bahtera tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Soal itu Mas tidak tahu, Dek. Mungkin gebetannya, atau sepupunya atau saudaranya bisa jadi,” timpal Nendra yang mencoba untuk terlihat santai.

Adhisty mengangguk mendengarkan perkataan Nendra. Kini, suasana hati Adhisy terasa lebih tenang dari sebelumnya. Adhisty bahkan mengungkit perkataan siang tadi yang belum selesai. “Mas, Adek mau lanjutin bahas obrolan tadi siang.” Tuturnya.

Nendra hanya terlihat pasrah ketika Adhisty membahas masalah yang sama. Tetapi kali ini Nendra mau mendengarkan istrinya.

“Setelah Adek pikir, mungkin kita harus bercerai, Mas.”

Suasana seketika hening, lalu beberapa saat kemudian Nendra bersuara, “Kenapa harus bercerai? Mas tidak mau bercerai dengan kamu, Dek. Mas sungguh menyayangi kamu, Mas tidak peduli kita memiliki anak atau tidak.” Tegasnya.

“Tapi kan Kak Mega dan keluarga Mas yang lainnya selalu merundungku, Mas. Aku tidak tahan dengan perlakuan mereka. Ditambah lagi tadi Kak Mega datang malah menyuruh Mas menceraikan aku,” Adhisty perlahan terisak. Tangisnya membasahi pipinya yang halus.

“Jadi kamu tidak nyaman sama mereka? kamu membenci mereka?” tanya Nendra.

“Tidak, Mas. Bukan begitu maksudku,” Adhisty merasa ucapannya telah salah kali ini dan menimbulkan kesalahan pahaman antara dirinya dan Nendra. Nendra tidak mau lagi mendengar omongan Adhisty dan berdiri hendak menuju kamar.

Tiba-tiba tangan kanan Nendra diraih oleh Adhisty dan menghentikan langkahnya. “Kalau Mas tidak mau menceraikan Adek, mungkin lebih baik Mas menikah lagi dengan wanita yang bisa memberikan Mas keturunan. Aku rela dimadu, asalkan wanita itu harus bersedia tinggal di sini.” Titah Adhisty kepada suaminya. Nendra tidak merespon dan berlalu menuju kamarnya.

Usai membicarakan masalah rumah tangga mereka malam tadi, pagi ini Adhisty dan Nendra tidak terlalu bertutur sapa meskipun duduk bersama di satu meja. Mereka menghabiskan sarapannya tanpa bertegur sapa satu sama lain, hingga akhirnya Adhisty mengalah dan mengajak Nendra bicara terlebih dahulu. “Mas, hari ini Adek mau pergi ke Dandelion cafe ya. Adek mau ketemu sama teman, mau bicarain antologi cerpen buat diterbitin di penerbitannya dia,” izin Adhisty kepada Nendra yang hanya dianggukinya saja.

Usai sarapan, Nendra berdiri dari kursinya dan segera berangkat ke kantor. Hari ini tampak berbeda dari hari sebelumnya. Semenjak Adhisty membicarakan soal pernikahan keduanya, Nendra menjadi lebih cuek dan dingin kepada Adhisty. Adhisty berpikir bahwa Nendra sedang marah kepadanya. Tetapi, Adhisty sudah tidak ada pilihan lain lagi selain membiarkan suaminya menikah lagi.

Setelah membersihkan dapur, Adhisty pergi ke kamarnya untuk membersihkan badan dan segera pergi menuju cafe, dia memilah baju seadanya di lemari dan bergegas menuju Dandelion cafe karena sudah ditunggu oleh temannya. Tidak membutuhkan waktu lama, sepuluh menit setelah meninggalkan rumah, Adhisty sudah sampai di cafe itu dan segera turun dari mobilnya, ketika turun dari mobil, seorang perempuan manis tidak sengaja menabrak Adhisty dan membuat barang yang dipegangnya menjadi jatuh berceceran.

Dengan sangat sopan, gadis itu membantu Adhisty merapikan barang-barangnya. Pertama kali menatap gadis itu, Adhisty langsung terpana oleh kecantikan dan keluguannya, Adhisty hampir tidak berkedip dalam waktu yang cukup lama.

“Halo, Mbak. Apa ada yang sakit? Maafkan saya, saya tidak sengaja menabrak Mbak karena tidak memperhatikan sekitar,” ucap gadis manis berambut hitam lurus itu.

“Oh iya tidak apa-apa, Dik. Kalau boleh tahu nama Adik siapa?” tanya Adhisty dengan rasa penasarannya.

“Saya Dhafina, Mbak.” jawabnya singkat. Terlanjur terpesona oleh kecantikan dan kepolosan gadis itu, Adhisty memberanikan diri untuk meminta nomor telponnya. “Boleh saya minta nomor teleponmu, Dik?” Adhisty bertanya dengan sangat gugup dan hati-hati karena takut ditolak oleh Dhafina.

“Maaf, kalau boleh tahu untuk apa ya, Mbak? Kita kan baru kenal. Saya tidak memberikan nomor ke orang yang baru saya kenal.” Jawabnya.

“Em … anu … teman saya punya perusahaan kosmetik, dia sedang mencari model untuk memasarkan prodaknya. Saya lihat Adik cocok untuk pekerjaan ini, jika Adik keberatan, saya tidak akan memaksa,” seru Adhisty.

Namun, ajakan Adhisty rupanya mendapat respon baik dari Dhafina, ia dengan sukarela memberikan nomor telponnya kepada Adhisty. “Terima kasih, Dik. Oh ya, nama saya Adhisty. Salam kenal, ya. Saya sudah kirim pesan, tolong disimpan nomor saya di aplikasi hijau milukmu ya, Dik Dhafina.”

Mereka berdua pun berpisah dari tempat itu, Adhisty lalu melanjutkan langkahnya menuju Dandelion Cafe karena sudah ditunggu oleh Iren—temannya yang merupakan CEO dari Iren Publishing.

Setelah pertemuan dan urusannya dengan Iren selesai, Adhisty lalu kembali ke rumah. Di sepanjang jalan, dia memikirkan Dhafina yang baru saja ditemuinya, ia bergumam dalam hati, “Apakah ini jawaban dari do’aku selama ini, Tuhan?”.

Setelah berkendara selama sepuluh menit dari kedai kopi itu, Adhisty kini sudah tiba kembali di rumah. Pikirannya terus saja memikirkan Dhafina yang ditemuinya tempo lalu. Adhisty lalu merebahkan tubuhnya di sofa dan mulai membuka aplikasi hijau untuk membuka profil Dhafina.

Seakan mendapatkan restu dari semesta, Dhafina terlihat sedang memasang sebuah status kata-kata bijak dan kutipan-kutipan tentang kehidupan. Adhisty semakin terpesona kepada Dhafina, Adhisty lalu mengunjungi laman media sosial Dhafina yang lainnya, karena di aplikasi hijau itu tercantum alamat media sosial Dhafina. Adhisty mengunjungi laman media sosial Dhafina hingga lupa waktu sampai-sampai dia tidak sadar bahwa Nendra sudah berada di sampingnya.

“Lagi apa sih, Dek? Mas datang kok sampai gak kedengeran?” protes Nendra. Adhisty terkejut dan segera bangkit dari tidurnya. “Maaf, Mas. Adek keasikan lihat media sosial Dhafina,” tutur Adhisty.

“Dhafina? siapa? Mas kok baru dengar nama itu?” tanya Nendra.

“Adek juga baru kenalan sama dia, Mas. Tadi pas Adek mau ke cafe, dia ga sengaja nyenggol Adek, eh malah kita kenalan deh. Orangnya baik loh, Mas. Manis lagi. Adek lihat di media sosialnya juga sepertinya orang baik, Mas.” Adhisty berbicara panjang lebar membuat Nendra mengantuk.

“Ihh Mas kok nggak dengerin Adek, sih?” rengek Adhisty kepada suaminya.

“Mas nggak tertarik Dek denger cerita kamu. Bagi Mas, kamulah yang tercantik di alam semesta ini, Dek,” gombalnya.

“Kayanya Adek bakal setuju sih kalau Mas menikahi Dhafina.” Bak disambar petir, Nendra terkejut mendengar perkataan istrinya.

“Mas capek, Dek. Mas tidak mau membahas ini lagi, ya. Cukup kamu saja di hidup Mas, oke? Lagian kamu harus hati-hati Dek, siapa tahu dia cuma baik di media sosial saja. Jangan sampai tertipu ya.” Nendra bergegas menuju kamarnya, tak lupa memberikan ciuman manis di dahi istrinya sebelum kakinya melangkah.

Di dalam kamar, Nendra merebahkan tubuhnya akibat lelah bekerja, Nendra masih memikirkan perkataan istrinya yang membuatnya terkejut. Ia kemudian mengambil ponsel dan mengirim pesan singkat melalui aplikasi hijau kepada seseorang. [Bagus, Sayang. Rencana kita hari ini berhasil. Kamu sudah berhasil membuat Adhisty jatuh hati kepadamu. Aku sampai terkejut ketika dia menyinggungku untuk menikahimu.]

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR
9.2
Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Sampul Novel Anon I love u
9.4
Sheril adalah wanita 25 tahun yang belum pernah berpacaran. Meski sering menjadi bahan gunjingan tetangga karena jam kerjanya, ia sebenarnya dikelilingi pria menawan seperti Rey, Vero, dan Tedi. Namun, Sheril justru menjalin hubungan asmara dengan Anon, pemilik akun misterius di aplikasi Minsta yang belum pernah ia temui secara langsung. Mengapa ia lebih memilih pria asing tersebut? Siapa sosok asli di balik identitas Anonim itu sebenarnya? Kisah romansa dewasa 18+.
Sampul Novel Black White Life
9.5
Zee Rain adalah gadis konglomerat yang terjebak dalam kesepian di balik kekayaan melimpah. Hidupnya penuh cobaan akibat perebutan kekuasaan licik yang berdampak buruk pada banyak pihak. Di tengah konflik harta tersebut, hadir bumbu asmara yang mewarnai perjalanan hidupnya. Akankah misi balas dendam dan pengungkapan fakta rahasia mampu mengakhiri penderitaannya? Ikuti perjuangan Rain dalam mencari kebahagiaan sejati di tengah misteri yang menyelimuti keluarganya.
Sampul Novel Cintaku Sudah Habis
8.1
Hubungan asmara antara Kaluna dan Citra terpaksa berakhir secara tragis akibat fitnah kejam yang dilancarkan oleh Rina. Di tengah kebencian mendalam yang dirasakan Citra, sebuah rahasia besar yang tersembunyi perlahan mulai terkuak ke permukaan. Kini, Kaluna harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit dan bertahan hidup dalam bayang-bayang kemarahan mantan kekasihnya. Akankah kebenaran mampu mengubah segalanya sebelum semuanya terlambat?
Sampul Novel GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS
8.2
Pasca kecelakaan tragis, Safira menderita amnesia dan migrain hebat tiap kali mencoba mengingat masa lalu. Demi menyokong ekonomi ibunya, ia merantau ke kota, namun nahas seluruh hartanya raib dicopet. Di tengah kemalangan, muncul Dexter Jackson yang menolongnya dengan penuh perhatian. Meski Dexter mengaku hanya teman lama, Safira merasa ada ikatan yang jauh lebih dalam di antara mereka. Apa rahasia yang sebenarnya disembunyikan pria yang ia panggil Mas tersebut?
Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
8.5
Sekuel dari Cintaku Bersemi di Masa Remaja ini mengisahkan Joseph Mikuel, CEO JM Corp, yang tak sengaja bertemu kembali dengan cinta lamanya, Mary Violet. Mary, yang dulu menghilang tanpa penjelasan, tiba-tiba melamar sebagai sekretaris pribadi di perusahaannya. Menggunakan kekuasaannya, Joseph memastikan Mary diterima demi menuntaskan perasaan yang belum usai. Pertemuan tak terduga ini mengejutkan Mary dan memicu tanya: apakah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?