Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Thief Girl

Thief Girl

Pelarian Arabella setelah mencopet dompet di angkot berujung sial saat ia terjatuh di tengah kejaran warga. Di ambang bahaya, seorang remaja asing datang menawarkan tumpangan motor untuk menyelamatkannya. Abel terpaksa menerima bantuan itu demi menghindari amukan massa. Sebagai gadis yang tumbuh di lingkungan kriminal, ia terpaksa mencuri hanya untuk bertahan hidup. Kisah ini mengikuti perjuangan Abel yang harus dewasa sebelum waktunya di tengah kerasnya dunia.
Bab
Bagikan

Bab 3

Gue tau kalau lo adalah cewek kuat yang bisa hadapin semuanya sendiri. Tapi semenjak ketemu sama lo, perasaan ingin melindungi lo selalu menghantui gue .

-Arghi Shaqueel Tamawijaya

Seorang remaja laki-laki tak henti-hentinya menggulingkan badannya ke kanan dan ke kiri di atas king size-nya. Netranya menatap jam yang tertempel di dinding, sekarang sudah pukul 00.00 dan dia sama sekali belum tidur.

"Arghhh gue kenapa sih. Kenapa tuh cewek gak mau hilang dari pikiran gue." Arghi mengacak rambutnya sebal. Terhitung dua jam iya hanya berguling-guling lantaran tak bisa tidur.

Pikirannya melayang ke beberapa jam yang lalu di warung lalapan pinggir jalan.

"Thanks lagi ya Ghi udah nolongin gue, sekarang malah traktir juga." Arghi hanya mengangguk sebagai jawaban.

"By the way, kenapa lo mau nolongin gue nyuri? Lo tahu sendiri kalau itu perbuatan yang gak benar." Arghi menatap gadis di hadapannya dalam, Abel yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah.

"Boleh gue tahu awal mula lo lakuin hal nekat kayak tadi? " Tanpa diduga Abel memutar bola matanya.

"Hidup gue gak seberuntung lo, gak seberuntung orang-orang. Buat makan aja susah, gue nyuri kadang disuruh bokap yang duitnya dipake untuk judi." Abel menghela nafas, kemudian lanjut menceritakan semuanya.

"Sebenernya tadi ayah gue kasih duit, tapi dirampas sama adek gue. Waktu pulang mama gak mau masak, karena emang gak ada bahan yang bisa dimasak. Siangnya gue cuma makan nasi sama garam karena udah lapar banget. Yaudah gak ada pilihan lain, malam ini gue sesekali mau makan enak, dan kali ini aja duitnya buat gue,"

"Gue bisa kasih lo duit Bel. Berapa pun yang lo mau, minta ke gue aja," tutur Arghi

"Lo pikir gue cewek apaan minta-minta ke cowok? Gue nggak mau, selama lo bukan suami gue lo gak ada hak buat menafkahi gue,"

"Yaudah jadi istri gue aja." Reflek Abel memukul pelan kening cowok di sebelahnya, mulutnya gampang banget kalau ngomong.

"Gue gak mau nikah selama keadaan gue dan tuh cowok masih kayak gini." Arghi mengerutkan keningnya.

"Maksudnya?"

"Dulu mama dan ayah gue nikah muda. Umur ayah dan mama masih belasan tahun, ayah belum siap finansial dan mama gue juga belum siap mental untuk menikah,"

"Tapi mereka kemakan omongan orang tua mereka yang katanya kalau nikah muda supaya menghindari zina, orang tua mereka juga tidak memberikan mama mengakses pendidikan tinggi karena mikir kalau perempuan ujung-ujungnya cuma kerja di dapur," tanpa sadar, Arabella mulai terbuka pada lelaki di sampingnya itu.

"Pikiran semacam itu sebenarnya pikiran kolot banget sih," imbuh Arghi yang diangguki oleh gadis di hadapannya.

"Padahal mama punya cita-cita, mama pengen kuliah, terus jadi dokter. Tapi malah dinikahkan bahkan sebelum ia lulus SMA. Mimpinya harus ia kubur dalam-dalam." Abel tersenyum pedih, karena itu juga mamanya kurang mengurusnya dan sang adik lantaran belum rela mimpinya yang harus dikubur dalam-dalam karena harus menikah di usia dini.

"Sorry, kalau boleh tahu orang tua lo dijodohkan?"  Tanya Arghi hati-hati.

"Iya, mereka dijodohkan tapi ayah juga mau padahal sebenarnya belum siap memimpin rumah tangga,"

"Tapi menikah muda gak selalu buruk kok, Bel,"

"Tergantung orangnya sih, tapi gue gak mau kayak mama. Gue pengen gapai mimpi gue dulu, gue gak mau ada status yang menghalangi mimpi gue, apalagi pernikahan," jawabnya manta

"Tungguin gue mapan, biar hidup lo nggak menderita lagi." tutur Arghi, matanya menatap serius ke arah netra Abel yang teduh.

Lantas saja Abel tertawa mendengarnya . Abel pikir, ucapan pria di depannya ini hanya gombalan receh semata, atau ia hanya kasihan dengannya. Tanpa Abel sadari, apa yang Arghi ucap adalah sebuah ketulusan.

Bibirnya tak sengaja tertarik saat ingatannya membingkai wajah manis seorang yang sering ia tolongi akhir-akhir ini.

"Gue gak kasihan sama Bella. Gue cuma ngerasa, ingin melindungi dia semampu gue," Monolog Arghi. Tak lama kemudian ia mengacak rambutnya frustasi.

"Cewek unik itu bisa bikin gue gila." Berselang beberapa menit ia sudah pindah ke alam mimpi lantaran sudah sangat mengantuk.

🌻🌻🌻

Keesokan harinya, terlihat seorang gadis terlihat hormat di depan tiang bendera dengan tenang. Terik matahari tidak membuatnya menjadi rewel seperti cewek-cewek lainnya. Padahal keringat sudah berlomba-lomba turun diwajah manisnya, tak ayal membuatnya beranjak dari hukuman sedikitpun.

Ia dihukum lantaran terlambat datang ke sekolah dan kali ini Dewi Fortuna tidak berpihak kepadanya.

Guru yang sedang mengajar mata pelajaran matematika yang terkenal on time itu tidak menolerir sikap Abel yang terlambat setengah jam. Langsung saja ia disuruh hormat di tiang bendera sampai jam terakhir.

"Mending gue disini bareng tiang bendera daripada kepala gue mendidih gara-gara belajar matematika. Toh, sama-sama panas" monolognya.

Di ujung koridor dekat lapangan, 4 orang cowok juga terlihat sedang melintas ingin ke kelas.

Salah satu dari mereka melepas jaket yang dikenakannya kemudian melempar ke arah manusia di sampingnya kemudian melangkah ke arah lapangan.

"Woi Ghi, mau kemana lo? Ntar ketahuan guru BK lagi," Heran Kai.

"Gue juga telat." Setelah mengatakan itu, Arghi lantas berjalan ke arah Abel, menemani sang gadis yang belum berubah posisi.

Kening Abel mengerut saat merasa cahaya matahari tidak menimpanya lagi. Saat mendongak, mata teduhnya bertabrakan dengan mata elang milik Arghi.

"Telat juga?" Tanya Arghi

"Menurut lo?" Abel balik bertanya kemudian keduanya tertawa. Entah apa yang lucu.

Di ujung lapangan sana, Kai, Hideki, dan Aryan melongo. Sebenarnya mereka berempat juga terlambat namun berhasil lolos dari incaran satpam dan guru BK agar tidak dihukum.

Namun saat sudah mendekati finish aka ruang kelas, Arghi malah menyerahkan dirinya untuk dihukum.

"Itu teman lo berdua kenapa sih? Udah paling benar kita bisa kabur dari kejaran Pak Bandi," Gerutu Aryan.

"Bucin," Hideki paham betul dengan Arghi. Cowok itu memang friendly ke semua orang, ia juga sangat menghargai perempuan.

Tapi ia masih memiliki batasan, Arghi tidak akan mau repot-repot mengorbankan dirinya hanya demi perempuan kecuali cewek yang dia suka.

Sepertinya motto Arghi ialah "Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, harus dengan penuh perjuangan juga. Setelah didapatkan, barulah dijaga dengan baik."

Aryan yang mendengarnya mendengus kesal. "Adek gue yang jelas-jelas cantik dan baik suka sama dia gak direspon. Giliran cewek gak jelas gitu dianya bego,"

"Jangan atur perasaan orang hanya karena lo sahabatnya. Itu hak dia suka sama siapa," setelah menyindir Aryan, Hideki beranjak meninggalkan Kai dan Aryan menuju kelas.

Tak lama Kai ikut menyusul Hideki, tidak terlalu peduli masalah percintaan teman-temannya. Kai tim netral, tidak memihak kepada siapapun. Yang penting solidaritas nomor satu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NQF" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NQF
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME
8.7
Pasca menikah di Pakistan, Adiba dan Syden menetap di Rusia. Gangguan mistis mulai menghantui Adiba serta ibu mertuanya di rumah baru mereka, namun Syden terus bersikap skeptis. Tragedi besar terjadi saat Adiba keguguran, memicu amarahnya untuk menuntut balas atas kematian sang buah hati. Sambil bersumpah demi Allah, wanita Pakistan ini tidak akan membiarkan siapa pun menghalanginya. Siapakah dalang keji di balik teror yang menghancurkan hidup Adiba?
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni pertamaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, justru melindungi wanita lain di berita. Dia mengabaikan ikatan kami demi aliansi baru dan menyebut karyaku sekadar hobi, bahkan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongannya akan menjadi senjata penghancur dirinya sendiri.
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun pengabdian Chelsea berakhir pahit saat sang kekasih mencampakkannya di altar demi wanita lain. Namun, status gadis desa itu hanyalah kedok. Chelsea bangkit sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya dan menguasai kekayaan triliunan. Di tengah gempuran musuh yang iri akan kesuksesannya, ia justru menemukan sekutu tak terduga. Nicholas, pria yang dikenal dingin dan kejam, kini berdiri di sisinya untuk mendukung setiap langkah balas dendamnya.
Sampul Novel Legenda Tombak Halilintar
9.7
Riki awalnya hanyalah pemain pemburu terlemah, namun takdirnya berubah drastis setelah meraih Dragon Spear, senjata legendaris tingkat tertinggi. Kini, ia bertekad melindungi keluarganya dari hinaan sambil mengejar ambisi menjadi legenda di realitas Sky Legend. Namun, tanggung jawab besar menantinya saat bumi terancam bahaya yang tersembunyi di balik sistem gim. Riki pun berjuang demi kehormatan keluarga, Indonesia, dan dunia untuk mencapai puncak kejayaan.
Sampul Novel Money Bowl ( Cara Cepat Kaya )
8.5
Moana menemukan mantra ajaib yang mampu mendatangkan kekayaan melimpah. Memiliki ambisi mulia, ia ingin menggunakan kekuatan tersebut untuk memperbaiki kondisi ekonomi orang banyak. Sayangnya, niat tulus Moana justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak licik demi kepentingan pribadi yang kotor. Kini, Moana harus berjuang keras untuk meluruskan kembali tujuannya dan memastikan ilmu sakti tersebut digunakan pada jalan yang benar sesuai fungsi aslinya.
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Kehidupan Ellena berubah menjadi mimpi buruk saat ayah kandungnya sendiri menjualnya demi ambisi bisnis gelap. Kini, ia terperangkap di sebuah mansion mewah milik Hogue, pria kejam dengan hasrat seksual menyimpang yang tidak segan menyiksa fisiknya. Di tengah kekejaman sang vampir yang menganggapnya tak lebih dari sekadar budak, Ellena harus menghadapi penderitaan tanpa henti. Sanggupkah ia bertahan hidup di bawah kendali pria sadis tersebut?