Sampul Novel There's Love In KKN

There's Love In KKN

9.7 / 10.0
Dalam novel There's Love In KKN, Ataka harus memilih antara menyatakan perasaan atau mundur saat mengetahui gadis impiannya sudah memiliki kekasih. Ikuti kisah romance modern ini dalam program KKN selama 30 hari. Baca romance stories dan young adult fiction romance books ini sekarang.
Ringkasan There's Love In KKN
Ataka, seorang mahasiswa Teknik Arsitektur yang masih melajang, tidak menyangka akan menaruh hati pada mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia saat menjalani program KKN. Selama tiga puluh hari penuh pengabdian, benih cinta di hati Ataka tumbuh kian kuat. Namun, keberaniannya diuji saat sebuah kenyataan pahit terungkap bahwa gadis impiannya tersebut ternyata telah memiliki kekasih. Akankah Ataka tetap menyatakan cintanya atau memilih untuk pergi?
Baca Selengkapnya

There's Love In KKN Bab 1

Suatu hari, terdapat sebuah kampus swasta ternama di Kota Semarang yaitu Best University yang akan mengadakan KKN di berbagai tempat, baik daerah Semarang hingga Kendal Jawa Tengah. Seperti hari ini, para Mahasiswa diminta untuk menghadiri pembekalan KKN setelah dibaginya kelompok per program studi yang berbeda lewat chat grup kelas, bahkan hingga membuat grup sendiri khusus KKN. Seluruh mahasiswa KKN diwajibkan untuk menggunakan baju atasan putih dan bawahan hitam, juga jas almamater dari Universitas.

Di dalam gedung pertemuan pembekalan KKN tersebut, ada yang saling bertemu lagi ketika magang, ada juga yang murni tidak mengenal siapa-siapa karena memang per program studi ini sangat luas jangkauannya. Semua mahasiswa sedang membahas lokasi desa yang akan segera mereka adakan survey lapangan, terutama satu kelompok mahasiswa yang duduk di pojok tribun atas yang masih bingung ingin memulai dari mana. Jangankan membahas survey, yang mereka bahas lebih dulu saat ini adalah berkenalan satu sama lain supaya tidak bingung dalam memanggil satu sama lainnya dan juga mengisi presensi kehadiran setiap anggota dengan menandatangani kotak tabel yang sudah tertera pada kertas bertinta itu.

Seorang gadis dengan rambut hitam legam sepunggung yang sengaja dikucir tengah bagian atas dan bagian bawahnya digerai itu duduk di kursi bagian depan dekat dengan besi pembatas tribun sembari mendengarkan pembekalan dari para dosen yang sedang menjelaskan di panggung bawah sana menggunakan monitor LCD besar supaya terlihat dari berbagai sudut. Ketika sedang asik mendengarkan dengan serius, tiba-tiba ada tangan yang mecolek sedikit punggungnya. Sontak Ia langsung menoleh ke belakang, melihat siapa yang telah berbuat jahil padanya, atau bahkan orang itu ingin berkenalan padanya.

"Eh, Eya! Kita ketemu lagi di KKN ternyata." Seorang lelaki dengan badan gemuk dan tinggi juga kulit sedikit hitam itu menyapa gadis yang duduk di depannya. Ya gadis, di depannya yang berambut sepunggung itu adalah bernama Freya, yang biasa dipanggil dengan nama Eya.

"Woy, Ternyata kamu, Dit, yang dari tadi di belakangku. Kirain siapa, sumpah aku gak kenal dengan semuanya, hehe."

Ternyata yang duduk dibelakangnya adalah teman magang duanya ketika mengajar di salah satu SMK kota Semarang. Namanya adalah Dito, memang sedikit songong dan menjengkelkan ketika pertama kali mengenal lelaki itu, tapi jika sudah kenal, dia akan lebih menjengkelkan lagi menurut Eya.

"Ya makannya kenalan, bego!" Dito pun menoyor kepala Eya. Sudah biasa, Dito dan Eya memang selalu begitu karena sudah kenal lama meskipun diantara mereka jarang melakukan komunikasi melalui ponsel.

"Ya gak usah pake noyor juga kali," Ekspresi wajah Eya langsung berubah, bukan tidak senang, hanya saja bukan di waktu yang tepat karena bisa saja orang-orang melihat mereka, bukan? Itulah yang ada di pikiran Eya.

"Hehe, ya maap, kebiasaan sih aku tuh. Nih, kamu belum tanda tangan, presensi dulu, sebelum di kumpulkan oleh pak ketua," Eya terkejut mendengar Dito menyebut ketua. Ketua siapa maksudnya? Itulah yang ada dipikirannya.

"Loh, emang udah ditentuin ya ketuanya siapa?" gantian Dito yang terkejut karena Eya tidak tahu, padahal jelas-jelas sudah ada digrup chat mereka kalau ketuanya sudah ditentukan.

"Lah kan digrup chat udah ada, dodol. Makannya punya ponsel tuh di buka, jangan buat main sosmed lain doan," dengan tatapan mata yang memicing, Dito menyindir.

Eya yang merasa tersindir pun tersenyum sambil menandatangani kehadirannya. Lelaki yang duduk di sebelah Dito pun ikut tersenyum dan tiba-tiba saja menyahut.

"Ya udah, kalau begitu mari kenalan dulu, Namaku, Ataka, presensi nomor satu di situ," lelaki bernama Ataka itu mengulurkan tangan kanannya di hadapan Eya yang sedang menulis, refleks setelah tandatangan, Eya melihat ke arah sumber suara.

Yang dilihatnya saat ini adalah seorang lelaki berawakan kurus dengan rambut seperti model korea belah tengah, badan yang putih bersih, dan ada tahi lalat kecil di pipi sebelah kirinya. Senyumannya membuat Eya seakan tersihir oleh ketampanan dari lelaki memperkenalkan diri sebagai Ataka itu. Bahkan Eya hampir tidak berkedip karena terus melihat wajah yang lumayan tampan itu. Eya menerima uluran tangan tersebut sambil tersenyum juga. Hal itu tidak lepas dari pandangan Dito dan teman lainnya yang memandang mereka dengan ikut tersenyum.

"Freya, panggil saja Eya," Teman-teman yang lainnya langsung berbisik-bisik tetangga. Namun tidak dengan lelaki kurus dengan badan kulit hitam dan sedikit kumis itu yang memandang interaksi mereka seakan tidak suka.

'Cantik sekali dia, ah, apa yang kurasa saat ini? Hatiku tiba-tiba berdesir. Aku memang biasanya suka berteman dengan gadis-gadis cantik, tapi kenapa dia berbeda? Cantiknya tidak membosankan." Dalam hati Ataka berbicara sembari tidak melepas pandangan dari Eya.

"Ekhm. Ya gak usah modus juga kali, Ka," Ataka dan Eya pun terkekeh karena bukan hanya Eya yang memandang kagum pada Ataka, melainkan Ataka juga sama. Keduanya yang tersadar pun langsung melepas tautan tangan mereka.

"Hah? Hehehehe, enggak kok, hanya pengen kenalan doang, iya," Ataka menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal.

"Pak ketua, ini Bu ketuanya malah gak ngatur, ini gimana ini lanjutannya?"

"Ini kan kita udah mulai libur, mulai besok, kita survey lokasi bisa?" Ataka meminta pendapat kepada mahasiswa yang lainnya. Anak-anak dalam kelompok itu segera mengiyakan saja.

"Bisa-bisa, aku bisa. Ayok aja sih, biar cepet kelar," seru Nur.

"Beneran bisa kau, Nur?" Gadis yang dipanggil dengan Nama Nur ini adalah wakil ketua dari Ataka.

"Beneran, nanti aku bisa boncengan dengan Dian. Tapi gak tahu kalau yang lain. Mungkin ada yang gak bisa atau apa," mereka mengangguk serentak dan berseru,

"Bisa kok, kami bisa," Jawab yang lainnya serentak.

"Kamu gimana, Eya?" Pertanyaan itu dilontarkan Ataka untuk Eya.

"Bisa, malah lokasi KKN dekat dengan desaku loh,"

"Lho lho lho, gitu kok gak bilang dari tadi," seru Lelaki bernama Andre.

"Hahahahaha,"

"Dekat denganku juga," sahut seorang gadis dengan tampilan tomboy berambut panjang sepinggang yang dikepang ke belakang.

"Nah, bener tuh kata Krizea," pekik Eya.

"Lho, kalian juga sepertinya saling kenal," heran Ali yang duduk di sebelah Ataka.

"Lho iya, orang kita dulunya satu SMA. Terus kuliah ini malah beda prodi, ya alhasil terpisah jauh," Gadis bernama Krizea mencoba menjelaskan.

"Bisa-bisanya ya. Hahaha. Yaudah, besok nih Krizea dan Eya harus jadi pengatur perjalanan ya. Jangan sampai lupa," kekehan Ataka masih terbawa suasana.

"Oh gak bisa pak ketu, aku besok naik busway," seketika tawa Ataka terhenti. Eya menolak menjadi pengatur perjalanan.

"Iya, Eya biasa naik busway. Aku juga harus boncengin Ayuk," sahut Krizea.

"Iya weh, nanti aku sama siapa coba?"

"Iya maksudku, kalau gak si Eya ya si Kriz yang jadi perisai jalan. Kalau si Eya gak bisa, setidaknya ada Kriz, nanti aku ikutin kalian dari belakang," jelas Ataka lagi.

"Owalah, gitu. Ok deh, siap."

_

Keesokan harinya mereka berkumpul di taman kampus untuk melakukan survei menuju desa Kunir, lokasi mereka akan melakukan kegiatan KKN. Karena merasa bingung dengan lokasi yang ada di dalam google maps, mereka memutuskan untuk menunggu Krizea dan Ayuk yang dari tadi belum juga datang untuk kumpul di taman kampus. Padahal digrup chat sudah dijelaskan berkali-kali, bahkan pesan sudah disematkan, tidak mungkin jika diantara mereka belum membuka, bukan? Ataka dan Nur juga sudah berusaha untuk menelpon mereka berdua, tapi nomor ponsel mereka seakan tidak aktif sama sekali.

"Ini tetap akan kita tunggu aja atau tinggal?" Ataka mulai ragu karena yang menjadi perisai perjalanan malah tidak datang juga.

"Pengennya sih langsung berangkat, tapi mereka lama banget, heran dah," sahut Dito yang sudah berboncengan dengan Andre.

"Yaudah kita tunggu 5 menit lagi, kalau belum datang juga kita tinggal aja. Nanti aku mau tanya Eya lewat chat aja jalurnya lewat mana saja," Putus Ataka.

Lima menit berlalu, Kriz dan Ayuk belum juga menampakkan batang hidungnya, membuat rombongan satu kelompok KKN berjumlah 14 orang yang menunggu pun semakin geram dibuatnya.

"Yuk kita tinggal aja ah, udah siang nih," keluh Heny.

"Iya, dikira gak ada kerjaan apa ya. Abis survey ini aku ada jadwal ngelesin nanti setelah dzuhur. Kalau molor gegara dua orang doang mah waktuku bisa terbuang sia-sia pak ketua," seru Sindi.

"Baiklah, berangkat sekarang aja. Lagian aku udah tanya Eya kok, dan dia udah di tengah perjalanan naik buswaynya," Ataka mulai menyalakan motornya dan melajukannya.

"Ini serius?" Tanya Nur.

"Yaudah sih ayok berangkat aja. Lagian si Kriz dan Ayuk kan udah tahu jalurnya. Kalau mereka gabisa diandalkan, mending nanti telpon Eya aja nanti. Tapi minggirnya jangan dadakan ya, supaya gak terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan," Saran Dito.

"Siap, yuk."

Mereka akhirnya meninggalkan Kriz dan Ayuk yang lama ditunggu dan segera berangkat mencari lokasi survey di desa Kunir.

.

~Bersambung~

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi There's Love In KKN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Rahasia Gelap Sang Kekasih
9.4
Sebuah notifikasi pesan di larut malam mengubah segalanya. Terbangun dari tidur, sang protagonis menerima kiriman video dari sahabatnya yang menampilkan seorang wanita bergaun tipis ketat sedang menari dengan anggun. Awalnya hanya memicu fantasi liar, situasi berubah mencekam saat sebuah detail intim berwarna ungu terlihat samar di balik gaun tersebut. Pakaian dalam yang dikenakan wanita itu identik dengan milik kekasihnya sendiri, memicu kecurigaan mendalam dalam hubungan modern yang penuh misteri ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan