Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Trill of Romance

The Trill of Romance

Kian Dario, duda kaya berusia 27 tahun pemilik Glory Ranch, jatuh hati pada Ayu Soraya. Gadis Indonesia berumur 18 tahun itu baru tiba melalui orang kepercayaan sang ayah, namun ia menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Di tengah upaya Kian meluluhkan hati Ayu, sosok misterius mengintai dengan niat menghancurkan hidup Kian sepenuhnya. Mampukah Kian melindungi kebahagiaannya dan meraih cinta Ayu saat dendam gelap mulai mengancam nyawanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ani yang begitu mendengar keributan dari arah luar segera menghampiri sumber suara dan saat ia melihat keadaan suaminya yang lemas dalam pelukan sang putri, ia pun jatuh tak sadarkan diri. Para anggota kepolisian dan Ayu segera membawa kedua orang tuanya ke rumah sakit terdekat. Ayu sudah tidak mempedulikan apa-apa lagi, bahkan kejanggalan kedatangan para pria yang mengaku dari kepolisian tersebut.

Ia baru menyadari hal itu saat di rumah sakit. Bahkan mobil yang mendatangi rumahnya itu bukan mobil yang dipakai para polisi tidak ada satu pun lambang kepolisian terlihat. Mereka berjumlah enam orang dengan mengendarai dua mobil berwarna hitam, yang lebih terlihat aneh lagi untuk apa orang sebanyak itu untuk menjemput satu orang saja. Apa maksud kedatangan mereka sebenarnya? Pemikiran itu berkecamuk tumpang tindih di benaknya. Ayu menarik nafas panjang seraya menatap bilik tempat sang ayah dan ibunya di rawat. Ia kemudian mencari keberadaan para polisi itu yang saat ini malah tidak tampak satupun untuk menemaninya.

Namun ia melihat dari arah lobby Rumah Sakit, Pak RT, Bu Yanti dan Ika tergopoh-gopoh berjalan beriringan ke arahnya. Ayu menarik nafas lega, paling tidak dirinya tidak menghadapi saat menegangkan ini seorang diri.

“Ya ampun, apa yang terjadi?” tanya Bu Yanti, ibunda Ika.

“Tadi itu ada polisi ke rumah, trus bawa surat penangkapan untuk Bapak. Belum apa-apa Bapak udah pingsan,” jawab Ayu.

“Kamu yakin itu dari kepolisian?” tanya Pak RT.

“Bapak barusan hubungi mas Ahmad, tapi dia bilang nggak ada tuh surat edaran untuk menangkap bapakmu,” tambah Pak RT lagi.

Ayu yang tadi berwajah lesu seketika bertambah pias dan melotot menatap Pak RT. Jadi apa yang ia pikirkan saat ini benar adanya. Namun ia ingin memastikan apa yang dirinya pikirkan kepada Pak RT.

“Jangan-jangan mereka polisi gadungan ya Pak?” tanya Ayu.

“Bisa jadi, Yu. Mana suratnya kamu simpan nggak? Bisa buat bukti di tunjukkan pada Mas Ahmad,” pinta Pak RT.

Ayu menggeleng frustasi karena ia sama sekali tidak menyimpan surat itu. Fokusnya hanya berpusat kepada sang ayah hingga ia melupakan hal itu.

“Nggak ada Pak, tadi Bapak tuh jatuhnya di teras mungkin masih di teras rumah Ayu, Pak.”

“Nggak ada apa-apa, Yu. Tadi aku dah ke rumahmu, untuk tutup pintu depan yang terbuka lebar. Bu Yan tetangga depan rumahmu yang bilang. Sebelum ke sini aku bahkan sudah membersihkan bekas baksomu yang mengotori lantai,” terang Ika.

“Beneran nggak ada apa-apa?” tanya Ayu lagi.

“Iya beneran suer,” jawab Ika seraya kedua jarinya membentuk tanda V.

“Keluargamu sepertinya dikerjai orang, Yu. Lagipula Pak Damar baru saja pulang mana mungkin Polisi langsung menangkap. Sudah pasti sebelumnya diberikan surat panggilan dahulu. Tidak segampang itu Polisi langsung menetapkan sebagai tersangka,” terang Pak RT.

Ayu semakin tertegun meratapi semua yang terjadi hari ini sekaligus dengan firasat yang ia rasakan selama ini.

“Keluarga Damar Prawira?!” seru seorang Perawat dari bilik tindakan. Ayu dan ketiga orang lainnya segera mendekat.

“Siapa keluarga Pak Damar?” tanya Perawat bernama Arwi itu memastikan.

“Saya Bu,” jawab Ayu dengan suaranya yang bergetar, cairan bening sudah menumpuk mengaburkan pandangannya. Ia tahu hal buruk sedang terjadi di dalam sana, Ayu tetap tidak siap menerimanya.

“Mari …,” bimbing Perawat itu untuk Ayu masuk ke bilik.

Di dalam sana tubuh sang ayah sudah terbujur kaku dan tertutup dengan selimut rumah sakit. Tatapan mata Ayu tak terlepas dari ranjang sang ayah, bahkan perkataan Dokter pun tak lagi ia dengar. Seolah-olah semua suara berkumpul dan berdengung seperti lebah di dalam otaknya sampai memekakkan telinganya. Ayu berteriak sekuat tenaga seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menutupi kedua telinganya.

Dunianya sudah runtuh saat itu juga, cinta pertama setiap anak gadis sepertinya telah pergi. Nasehat ayahnya hari ini bagaikan kaset yang diputar berulang-ulang dibenaknya. Bahkan dibutuhkan dua orang perawat dan satu dokter itu untuk menahannya agar tidak terjatuh, pada akhirnya ia pingsan dan mendapatkan perawatan bersama sang ibu yang masih belum sadarkan diri.

Sebulan kemudian

Ayu memakai jaket dan syalnya rapat-rapat, suhu udara setelah turun hujan sangat dingin. Ayu segera mengambil tas kecil dan helm dari dalam loker kerjanya. Sift kerja malam ini sudah selesai.

“Ayu pulang dulu ya Firsa?!” Ayu berpamitan pada teman kerjanya.Ayu bekerja di sebuah rumah makan yang buka 24 jam nonstop dan bersebelahan dengan pompa bensin.

“Hati-hati ya Yu! Kamu langsung ke rumah sakit?” tanya Tono sembari berjalan mengiringi Ayu ke pintu depan.

“Iya Ton, Ibu nggak ada yang jaga,” jawab ayu sedih mengingat ibunya yang terbaring sakit kanker paru-paru.

“Panjang sabar ya Yu, semoga Ibu segera diberi mukjizat,” hibur Tono.

“Amin. Makasih Tono.”

“Sekali lagi hati-hati, jika ada apa-apa hubungi kami,” pesan Firsa.

“Makasih,” jawab Ayu sembari membuka pintu kaca depan.

Saat ia menuju tempat parkir kendaraan, dirinya melihat pacarnya Evan sedang mengisi bensin bersama dengan seorang gadis manis bernama Debora teman sekolahnya dulu.

Ayu memicingkan matanya. Ia seperti tak percaya dengan penglihatannya, Ayu mengusap kedua matanya agar semakin jelas pemandangan di depannya itu.

'Lho Benar! Itu Evan, kok dandanannya keren sekali pake mobil lagi?'

Setahu Ayu, Evan adalah seorang yang sederhana seperti dirinya. Bukan berasal dari keluarga kaya. Sementara Evan, yang ia saat ini lihat adalah seorang Evan yang menaiki mobil sedan mewah, yang sudah pasti harganya tidak murah.

Ayu sengaja melihat dari kejauhan. Masih berat langkahnya ingin mendekati Evan, dadanya berdebar tak tenang, timbul denyut pedih di hati.

'Evan ndak mungkin bohong ah. Apa mungkin dia hanya mempermainkanku?'

Debora keluar dari mini mart dan menghampiri Evan yang berdiri di sisi mobil bagian belakang. Gadis itu tersenyum ceria dan berjinjit mengalungkan kedua tangannya di leher kemudian mencium bibir Evan. Ayu terperangah, reflek ia menutup kedua mulutnya dengan tangannya. Air Mata sudah turun di pipi gembulnya. Sakit hatinya melihat kenyataan yang ada di depan matanya, terlebih Evan tidak menolak dengan apa yang ditawarkan oleh Debora tadi.

Evan sepertinya tampak menikmati hal itu. Ayu sedikit merasa marah dan dicurangi tentu saja dengan apa yang dilakukan oleh Evan dan Debora. Padahal Evan sendiri tahu jika Debora sedari dulu tidak pernah suka dengan keberadaan Ayu yang dianggap sebagai gadis sederhana dan tidak pantas untuk bersekolah di sekolah favorit seperti mereka. Reflek Ayu seketika berlari menghampiri Evan dan Debora yang akan segera membuka pintu mobil.

“Evan ...!” seru Ayu.

“Apa-apaan ini?!” tanya Ayu sesampainya di dekat kedua orang tersebut.

“Eh! Ayu?” Evan tampak salah tingkah, gugup memandang bergantian dari Debora kemudian Ayu.

“Kamu 'kan sudah jadi mantannya Evan, move on dong Yu!” ujar Debora ketus, matanya melotot tajam ke arah Ayu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
8.8
Setelah sekian lama pergi, sang jagoan tangguh bernama Xion akhirnya kembali dengan satu misi besar: menuntaskan segala dendam masa lalu dan membalas budi baik orang-orang yang pernah membantunya. Langkah pertamanya membawanya menjadi sosok pelindung di balik bayang-bayang seorang CEO wanita yang sangat cantik. Xion rela mengabdikan dirinya sebagai pengawal pribadi demi menjaga sang wanita, menghadapi rintangan berbahaya dalam dunia modern yang penuh intrik dan perebutan kekuasaan demi menegakkan keadilan pribadinya.
Sampul Novel Harem milik Suamiku
9.1
Demi lepas dari desakan orang tua, Marigold memutuskan menikah dengan Maximilian. Sang miliarder sendiri terikat ramalan untuk menyunting tujuh istri bernama bunga demi kejayaan bisnisnya. Di sebuah mansion mewah, ketujuh wanita ini bersaing ketat demi status sosial, harta, dan gengsi sebagai pendamping pria sempurna. Maximilian pun harus menghadapi dinamika serta pesona unik para istrinya setiap hari. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati sang tuan tanah?
Sampul Novel Kala Hidup Mengalir dengan Damai
8.8
Tiga tahun pernikahan hanya mendatangkan kebencian dari Kayden Farista kepada Calista Lisano. Saat Nadia Farista kembali, Kayden merancang rencana ekstrem untuk memalsukan kematiannya demi melepas status pewaris dan kawin lari dengan Nadia. Namun, rencana yang diucapkan di ruang operasi itu terdengar oleh Calista. Tanpa ragu, Calista langsung meminta pengacaranya menyiapkan surat cerai dan menghubungi kakak laki-lakinya di luar negeri, memilih untuk menyerah dan pergi selamanya.
Sampul Novel Majikanku, Perusak Rumah Tanggaku
9.4
Leonel terjebak obsesi mendalam pada Nayara, istri dari koki terbaiknya, Arvino. Sejak pandangan pertama di pesta pernikahan mereka, Leonel tak mampu melupakan pesona Nayara. Ia mulai memanipulasi jadwal kerja Arvino demi mendekati sang wanita. Meski telah menikah selama lima tahun dengan Carissa, Leonel tak lagi peduli. Hasratnya pada Nayara mengalahkan segalanya. Akankah Nayara tetap setia, atau justru terjerat dalam rayuan majikan suaminya yang licik?
Sampul Novel Pengantin Pengganti Untuk Tuan CEO
9.3
Aluna terpaksa menggantikan posisi saudara kembarnya yang kabur demi menghindari perjodohan dengan Angga Wijaya Kusuma, seorang CEO kaya. Karena merasa tidak sanggup menjalani pernikahan tanpa cinta tersebut, Aluna pun mencoba melarikan diri tepat di hari besarnya. Namun, rencana pelariannya berubah menjadi bencana saat ia justru berakhir di dalam mobil yang sama dengan calon suaminya. Kini, Aluna terjebak dalam situasi yang mengancam kebebasannya.