Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Second Marriage

The Second Marriage

Pernikahan Lara dan Ilham berakhir tragis akibat kehadiran orang ketiga, meninggalkan luka dalam dan seorang putri kecil bernama Cherry. Meski telah bercerai, Ilham mencoba mendekat demi memulai kembali hubungan mereka. Di sisi lain, muncul Banyu yang siap melindungi dan mendambakan masa depan bersama Lara. Terjebak di antara bayang-bayang pengkhianatan masa lalu dan harapan baru, Lara harus berjuang mengatasi trauma hebatnya demi menemukan kebahagiaan sejati.
Bab
Bagikan

Bab 2

Lara tidur di kamarnya, ia menatap wajah Cherry begitu dalam. Lara melihat jam dan menunjukkan pukul 4 sore. Cherry baru saja tidur, Lara merapikan bajunya yang berantakan sebab menyusui Cherry. Ya, Cherry masih menyusu. Usianya sudah 3 tahun lebih 5 bulan tapi Lara belum menyapihnya. Sebenarnya sudah berbagai cara Lara lakukan untuk menghentikan Cherry menyusu namun sepertinya Cherry masih enggan meninggalkan ASI-nya.

Lara menyeka beberapa helai rambut yang jatuh di pipi Cherry. "Cher kuatkan mama ya nak," ucapnya.

Beberapa tetes mata mengalir begitu deras membasahi pipinya. Lara memejamkan matanya, ia mengingat bagaimana perjuangannya melahirkan Cherry. Meskipun Cherry lahir lewat operasi caesar tapi juga penuh perjuangan.

Cherry lahir satu bulan lebih cepat daripada bayi pada umumnya. Meskipun begitu Cherry tidak masuk inkubator ataupun NICU. Bobot Cherry pas dengan panjang 59cm. Lara dan Cherry sama-sama sehat, namun satu tahun semenjak Cherry lahir tubuh Lara mulai mengalami keanehan. Mulai dari bengkak, kaku hingga lumpuh.

Sejujurnya Lara sudah kesana kemari untuk penyembuhan tubuhnya, namun tidak ada yang menghasilkan. Lara sudah ke dokter dengan hasil pemeriksaan Autoimun. Dunia Lara runtuh seketika. Ia tak pernah membayangkan bahwa ia akan menerima cobaan yang begitu berat. Lara tidak pernah menyesal melahirkan Cherry, ia hanya merasa bersalah. Sebab ia tak mampu menjadi seorang ibu seperti kebanyakan ibu lainnya.

Sudah 2 tahun, Lara tidak mengenal apa itu berlari, apa itu berenang, apa itu duduk di bawah. Tubuh Lara sudah tidak mampu, kedua lututnya sudah bengkak. Setiap pagi tubuh Lara nampak kaku, ia menahan sakit setiap pagi. Lara harus bertahan, bertahan selamanya. Sebab tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. Meskipun berbutir-butir obat yang ia minum tak satupun diantaranya yang mampu menyembuhkan sakitnya. Yang ada ia harus berdamai dengan dirinya berdamai dengan kondisinya.

Lara, sakit. Namun tak satupun dirumah itu yang mengerti. Tak satupun diantara mereka yang bertanya. Yang ada mereka tertawa, menertawakan kondisi Lara. Menganggap lucu cara jalan Lara yang tampak seperti robot. Namun sungguh, Lara tak pernah berbohong. Kakinya benar-benar sakit dan berat, melangkah selangkah saja seperti tertindih beton.

Suami, dan mertuanya tidak pernah perduli. Mereka hanya menganggap setiap rasa sakit yang tengah dirasa Lara adalah sebuah kebohongan. Meskipun begitu Lara tak pernah mengeluh, ia hanya bisa menahan segalanya. Meluapkannya tiap malam, dimana tidak ada orang yang mendengar tangisnya.

Lara menyeka airmatamya lagi, hatinya tak lagi perih. Mungkin sudah layu atau bahkan telah mati. Lara menarik laci disebelah kasurnya. Mengambil sebuah kartu nama disana, "Banyu Biru Samudra" tertera sebuah nama pada kartu tersebut.

Lara menekan ponselnya cepat, menekan tombol dial kemudian.

"Halo," ucap Lara.

"Ini aku Lara, aku mau bicara soal apa yang kamu lihat waktu itu. Apa aku bisa menggugat mereka?" suara Lara menekan.

"Baiklah, terimakasih. Maaf aku tidak mempercayaimu kemarin. Maafkan kata-kataku juga, maybe itu menyakitimu," lirihnya.

"Oke," Lara menutup sambungan telfonnya. Ia memandang Cherry yang masih nyenyak dalam tidurnya.

"Bunda akan pastikan, rasa sakit yang kita alami terganti dengan rasa bahagia nak," batinnya.

"Akan aku pastikan, aku sembuh, aku balas semua rasa sakit yang kamu kasih Ham," batinnya penuh dengan amarah.

Sementara itu Mia dan Ilham tampak tengah memadu kasih disebuah penginapan. Sudah malam, Mia yang memang izin untuk mengambil waktu libur keluar dengan memanfaatkan waktunya untuk menghabiskan waktu bersama Ilham.

Kedua manusia itu seakan tidak takut akan dosa ataupun karma yang akan mereka peroleh nanti. Ilham sibuk mengusap lembut pipi Mia, "Kamu cantik ya beb," ucapnya.

Mia yang dipuji demikian seakan ingin terbang dibuatnya, laki-laki didepannya ini sangat sukses membuatnya tergila-gila akan cinta. "Kamu beneran kan?" Tanya Mia.

Ilham mengerutkan keningnya, tidak melakukan ngerti dengan ucapan Mia. "maksudnya?"

"Ya, kamu kan tau hubungan kita ini bagaimana awalnya," Mia memegang tangan Ilham.

"Aku," Mia diam kemudian.

"Kalau kamu nggak godain aku waktu itu mungkin aku masih sama si penyakitan iku. Malah aku bersyukur, gara-gara kamu aku bisa mengalihkan rasa cintaku yang berharga ini untuk orang yang berharga juga. Kamu tau kan gimana dia, nggak ada harganya alias nggak berguna," seru Ilham.

"Kamu nggak salah ngomong begini beb? Bukannya harusnya kamu bersyukur? Ya emang sih dia lagi sakit, tapi kalau nggak ada dia kamu juga nggak bakalan buka kedai beb. Kamu nggak boleh gitu, dulu dia juga cantik kok," Mia mencoba mengingatkan Ilham.

"Lagipula kalian itu udah punya Cherry rasanya nggak pantes banget lho beb kamu ngomong gitu tadi. Kamu jangan keterlaluan dong beb, lagipula dia ada gunanya kok. Bukan nggak berguna sama sekali. Kamu pedes banget ngomongnya kayak cabe," Mia membekap mulut Ilham dengan tawanya.

"Beb, kok kamu malah belain perempuan itu sih. Udah ya, aku udah capek pura-pura cinta sama perempuan itu. Sekarang mendingan kitanurus urusan kita berdua yang belum selesai," Mia mengerutkan keningnya.

"Urusan apa lagi beb?" Mia penasaran.

"Jangan bilang ngasuh Cherry," lanjutnya.

Ilham menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Mia, "Cherry Mulu," keluh Ilham.

"Ya kan memang itu tugas aku beb, trus apalagi cobak" ucap Mia.

"Disini cuma ada kita sayang, ya harusnya cuma aku dan kamu. Nggak usah bahas Cherry apalagi perempuan itu. Aku benar-benar nggak mood dan nggak suka beb. Tujuan kita berdua disini apa?" Tanya Ilham.

Mia menggelengkan kepalanya.

Ilham menyentuh wajah Mia, mulai dari bibir, pipi, hidung, kepala, hingga seluruh tubuh Mia.

Keduanya tertawa bersama, menghabiskan waktu bercumbu mesra dengan rasa tidak tahu diri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BIDADARI DALAM HIDUPKU
9.6
Dalam balutan kisah remaja yang penuh emosi, seorang pemuda harus menghadapi kerasnya realita saat ia memulai perjalanan panjang untuk menemukan keberadaan sang ibu yang telah lama hilang. Di tengah gejolak masa muda dan pencarian jati diri, ia berjuang menelusuri jejak masa lalu demi sebuah pertemuan yang sangat ia dambakan. Inilah perjuangan batin seorang anak dalam misi pencarian penuh haru untuk menyatukan kembali kepingan keluarganya yang terpisah.
Sampul Novel Cinta yang Telah Kandas
7.8
Setelah lima tahun pernikahan yang hancur, Fira harus menghadapi kenyataan pahit. Demi melindungi anak dari wanita simpanannya, Lucia, Nathan tega memaksa Fira menggugurkan kandungannya. Tak cukup sampai di situ, Nathan bersekongkol dengan dewan direksi untuk melengserkan Fira dari jabatan wakil direktur. Di tengah kesombongan Nathan yang ingin menggantikannya dengan Lucia, Fira tidak tinggal diam. Dengan penuh keberanian, Fira membalikkan keadaan dan memaksa Lucia mengungkap sekutu aslinya.
Sampul Novel Dendam yang Terpendam: Cinta Sang CEO Terhalang Takdir
7.9
Pasca koma panjang, Zeesya Aleena Lawrence tersadar bahwa kekasihnya hanyalah seorang pengkhianat. Di tengah keterpurukan, ia menemukan cinta baru pada sosok pria misterius yang sangat memujanya. Namun, kebahagiaan itu hancur saat rahasia kelam terungkap. Pria tersebut ternyata dalang di balik tragedi berdarah keluarganya di masa lalu. Kini, Zeesya terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan perasaan atau membalas dendam atas takdir yang tertukar.
Sampul Novel ISTRI KONTRAK SANG CEO
8.0
Masa berlaku pernikahan kontrak antara Rehan dan Merry hampir usai, namun benih cinta justru mulai tumbuh di hati sang CEO. Meski Rehan enggan jujur, Merry tetap bersikeras mengakhiri ikatan perjodohan orang tua mereka. Di tengah ketegangan itu, seorang model cantik hadir menggoda Rehan saat isu perceraian merebak luas. Merry berusaha ikhlas melepaskan segalanya, sementara Rehan terjebak dilema antara mengungkap perasaan atau membiarkan Merry pergi selamanya.
Sampul Novel Jerat Cinta Chef Impoten
8.5
Bara adalah pria berusia awal tiga puluhan yang tampak sempurna namun menyimpan rahasia besar. Di balik ketampanannya, ia menderita disfungsi ereksi yang mengancam harga dirinya sebagai lelaki. Zoya terkejut saat menyadari perubahan tak terduga pada kondisi Bara yang selama ini tidak berdaya. Akankah Bara berhasil menyembuhkan aset masa depannya dan menemukan kebahagiaan sejati? Ikuti perjalanan Bara menghadapi konflik cinta yang manis dan penuh rintangan.
Sampul Novel Pemersatu Bangsa 21+
8.9
Kisah ini merupakan antologi cerita pendek khusus dewasa dengan kategori 21+. Seluruh rangkaian peristiwa, karakter, serta latar tempat yang digambarkan dalam narasi ini murni hasil imajinasi fiktif penulis. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi konten romansa modern yang eksplisit ini. Karya ini ditujukan sebagai hiburan bagi audiens matang yang mencari dinamika hubungan dewasa. Harap perhatikan batasan usia sebelum mulai membaca seluruh bab yang tersedia.