Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Letter I Wrote For You

The Letter I Wrote For You

Arshaka Januar terjebak dalam dilema besar karena mencintai sahabatnya sendiri, Earlyta Camille. Ia sadar perasaan ini terlarang dan yakin Earlyta tak punya rasa yang sama. Namun, menyaksikan Earlyta menderita dalam pernikahan yang menyiksa membuat Arshaka ingin merebutnya. Meski yakin bisa memberi kebahagiaan lebih, Arshaka harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sumber kebahagiaan wanita itu mungkin memang bukan ada pada dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Earlyta terbiasa hidup sendiri dan berjuang sendiri. Jadi, ketika dia dihadapi masalah apalagi dengan orang yang sama untuk ke sekian kalinya, dia yakin dia bisa menyelesaikannya dengan baik dan tidak butuh bantuan orang lain—Arshaka Januar.

“Lyta, ini aku!” Suara gedoran pintu di apartemennya ternyata sudah mampu membuat bulu kuduk Earlyta berdiri. Earlyta menggelengkan kepalanya panik dan bahkan menutup kedua telinganya demi tidak mendengar suara pria yang baginya sangat menyeramkan itu.

“Lyta, bukan pintunya! Kita bicarakan ini semua dengan baik-baik!” Earlyta sudah menghadapi situasi ini ribuan kali untuk berakhir dengan dirinya yang babak belur dan permasalahannya yang semakin rumit. Jadi, dia tidak mau mengulang kesalahannya lagi.

“Buka pintunya atau aku dobrak!” Earlyta tinggal di sebuah apartemen sederhana dengan tingkat keamanan yang tidak terlalu bagus. Dia tahu kenapa Gio—calon mantan suaminya itu—berani untuk mendobrak pintu apartemennya.

“Aku hitung sampai tiga, kalau kamu masih tidak mau membukakan pintu untuk aku, kamu akan menanggung sendiri risikonya.” Gio sudah mulai mendobrak pintu apartemen Earlyta sehingga membuat Earlyta tidak memiliki pilihan lain selain membukakan pintu apartemennya

Terlihat Gio yang memakai kaos putih dan celana jeans favoritnya berdiri di sana dengan tatapan marahnya. “Kenapa kamu menghindari aku? Apa aku semenyeramkan itu untuk kamu?”

Earlyta sudah lelah menangis di hadapan Gio. Dia juga tidak tahu sudah berapa ribu kali dirinya memperlihatkan sisi lemahnya di hadapan Gio, yang ternyata tidak membuat pria itu berubah dan malah semakin membuatnya menggila. Earlyta sudah capek dengan semua ini, dia ingin keluar, tapi seolah dikekang oleh Gio dan hatinya juga. “Apa yang kamu mau, Gio?” tanya Earlyta dengan suara seraknya yang menahan tangis.

“Aku ingin berbicara dengan kamu. Kamu tidak bisa menceraikan aku begitu saja, Lyta.” Lyta, dulu Earlyta sangat suka singkatan nama yang diberikan Gio padanya—yang katanya hanya dirinya saja yang boleh memanggil Earlyta dengan sebutan itu. “Kamu tidak boleh meninggalkan aku dengan mudah, tanpa aku tahu di mana letak kesalahan aku sebenarnya.”

Earlyta tidak dapat menahan tawa sinisnya ketika mendengar jawaban dari Gio. “Serius? Kamu tidak tahu apa kesalahan kamu selama ini?”

Earlyta memang sangat mencintai pria di hadapannya ini. Sangat mencintai Gio sampai dia lupa apa saja yang sudah dilakukan Gio padanya. “Gio, selama sembilan tahun lebih kamu mengenal aku, kamu masih tidak tahu apa saja luka yang kamu torehkan?”

Gio berdecak dan memalingkan pandangannya. Gerakan dan sikap yang paling dibenci Earlyta dari Gio adalah pria itu yang selalu saja menyepelekan masalah. “Apa? Karena aku marah-marah pada kamu? Itu masalah sepele, Lyta. Apa kamu tega meninggalkan suami kamu yang sudah kamu kenal lebih dari sembilan tahun lebih ini hanya karena itu?”

Earlyta terkadang tidak mengerti bagaimana jalan pikiran dari Gio Jevarno. Pria itu terkadang bisa menjadi pria sangat manis yang pernah Earlyta kenal, tapi Gio juga bisa menjadi monster yang sangat ia benci dan takuti. “Untuk mengingatkan saja, Gio, setiap kali kamu marah padaku, kamu selalu mengatakan bahwa kamu ingin meninggalkan aku dan bahwa aku hanyalah sampah di kehidupan kamu. Jadi, sekarang kenapa kamu yang bersikap seolah aku yang berengsek di sini?”

Gio paling tidak suka dikritik. Gio tidak suka ketika Earlyta memojokkannya. “Oh, jadi kamu mengatakan kalau suami kamu ini berengsek?”

“Bukankah itu kebenarannya?” Earlyta tidak bisa lagi tahan di suatu hubungan di mana dirinyalah yang selalu disalahkan dan dikatakan tidak layak. Dia ingin dihargai, dan selama sembilan tahun lebih mengenal Gio, dia selalu berharap ada satu waktu di mana Gio menghargainya—bukan hanya memperalatnya, memanipulasinya, dan merusaknya saja.

“Lyta!” Gio berteriak tepat di hadapan wajah Earlyta dan sampai menonjok tembok di samping Earlyta hingga wanita itu memejamkan matanya.

Dalam hatinya, Earlyta kembali mengingatkan dirinya, bahwa ini bukan kali pertama.

Kamu sudah berulang kali berada di situasi ini, sekali saja. Bertahan sekali saja. Untuk kali terakhir.

“Gio, tidak ada yang bertahan dengan kamu seperti aku. Mereka tidak kuat melihat sikap kamu yang semena-mena dan membuang mereka. Dan aku di sini mengharapkan kamu yang berubah, tapi ternyata, aku terlalu berharap, ya?” Earlyta membuka matanya dan memilih untuk menatap Gio dengan segenap keberanian yang dia punya. “Iya?” tanyanya lagi yang malah dibalas tatapan amarah oleh pria itu.

“Aku marah juga karena kamu yang menyulutnya. Kamu selalu membuat aku marah dan aku benci itu, Lyta!”

“Kalau begitu, memang sebenarnya tidak ada lagi yang bisa kita pertahankan, bukan? Aku sudah tidak lagi mengandung anak kamu, jadi kamu tidak perlu merasa bertanggung jawab. Iya, ‘kan?” Earlyta tersenyum walaupun air matanya mulai mengalir. Membuka luka lama itu membuatnya sakit hati bukan main. Padahal, kejadiannya sudah cukup lama.

“Lyta, aku mohon sekali lagi dan untuk terakhir kalinya. Hentikan omong kosong ini, kembali padaku, dan kita coba lagi.”

“Kamu sudah mengatakannya lima bulan yang lalu dan hasilnya tetap sama, bukan?”

Gio tidak bisa lagi menahan amarahnya dan berakhir dengan tangannya yang mendarat di pipi Earlyta hingga menimbulkan suara tamparan keras dan bekas merah di pipi istrinya itu. “Sekali lagi kamu menolak, kamu akan tahu akibatnya.”

Earlyta memejamkan matanya dan perlu waktu bagi dirinya untuk mencerna apa yang baru saja terjadi. “Gio …”

“Lihat? Kamu benar-benar membuat aku emosi hingga aku kehilangan kendali lagi. Aku membenci diriku karena tidak dapat menahan emosi aku sendiri, tapi aku lebih membenci kamu karena kamu tidak bisa menghargai aku.” Gio sepertinya gila, itu pikir Earlyta. Tapi, pria itu mudah sekali memutarbalikkan fakta seolah Earlyta yang bersalah. Gio mudah sekali membuat Earlyta merasa kasihan pada dirinya sendiri namun kembali berakhir dengan Earlyta yang tersiksa karenanya.

“Gio, kamu melakukan ini lagi.” Earlyta menyentuh pipinya yang baru saja ditampar oleh Gio. “Kamu kembali menyiksa aku.”

Gio mendengus mengejek. “Kamu berlebihan, itu yang dinamakan menyiksa?” Gio mengangkat sebelah alisnya. “Biar aku perlihatkan apa yang dinamakan menyiksa itu.”

Dan semuanya terjadi lagi. Earlyta kembali disiksa dan dirinya kembali tidak berdaya.

***

Arshaka tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan Earlyta. Semalaman, wanita itu tidak bisa ia hubungi, dan membuat Arshaka semakin yakin kalau ada sesuatu yang terjadi. Alhasil, pagi ini, dia mampir ke apartemen Earlyta sebelum dia berangkat bekerja. Dia tidak akan bisa berkonsentrasi jika dia tidak melihat Earlyta.

“Earlyta.” Arshaka mengetuk pintu di hadapannya.

“Earl, ini aku, Arshaka.”

Karena sudah menunggu cukup lama dan tidak ada jawaban juga, akhirnya Arshaka terpaksa membuka pintu apartemen tersebut yang ternyata tidak dikunci. Firasat buruk semakin menghampirinya. “Earlyta!” Dia langsung berteriak untuk mencari Earlyta ketika melihat apartemen Earlyta yang sangat berantakan.

“Earlyta!”

Sayup-sayup, Arshaka mendengar seorang wanita bersuara lirih. “Shaka … aku di sini…”

Alangkah terkejutnya Arshaka ketika melihat Earlyta terbujur kaku dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.

“Earlyta, bertahanlah.”

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dua Pilihan
8.2
Sabrina percaya jodoh adalah rahasia Tuhan. Selama ini, ia konsisten melangitkan satu nama dalam doanya, berharap pria itu menjadi pendamping hidupnya. Namun, harapan itu pupus saat sang ayah menjodohkannya dengan Agam, pria asing yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Terjebak dalam pernikahan tanpa dasar cinta, Sabrina kini berada di persimpangan jalan. Sanggupkah ia menghapus bayang masa lalu dan membuka hatinya untuk mencintai Agam dengan tulus?
Sampul Novel Cinta Yang Terenggut
7.9
Sepuluh tahun menikah, rumah tangga Jonathan dan Theresia hancur karena depresi akibat kemandulan. Jonathan yang lelah disiksa secara fisik dan mental akhirnya menggugat cerai. Di tengah proses itu, ia jatuh hati pada Karin, sekretarisnya yang lembut dan kontras dengan sang istri. Namun, Theresia berusaha keras mempertahankan hubungan mereka. Akankah Jonathan berhasil pergi, ataukah ada niat tersembunyi di balik ketulusan Karin yang tampak naif?
Sampul Novel Harem milik Suamiku
9.1
Demi lepas dari desakan orang tua, Marigold memutuskan menikah dengan Maximilian. Sang miliarder sendiri terikat ramalan untuk menyunting tujuh istri bernama bunga demi kejayaan bisnisnya. Di sebuah mansion mewah, ketujuh wanita ini bersaing ketat demi status sosial, harta, dan gengsi sebagai pendamping pria sempurna. Maximilian pun harus menghadapi dinamika serta pesona unik para istrinya setiap hari. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati sang tuan tanah?
Sampul Novel Kata Cinta Membuat Sakit Hati
7.8
Hamil empat bulan tidak membuat suami dokterku memprioritaskan pernikahan kami. Enam belas kali dia membatalkan janji mengurus surat nikah demi menolong perawat mudanya, mulai dari alasan pingsan hingga membelikan pembalut. Puncaknya, dia berbohong demi menjaga perawat itu di rumah sakit saat hujan deras. Kecewa dan mati rasa, aku memutuskan menggugurkan kandungan lalu pergi jauh ke luar negeri. Namun, pria yang telah menghancurkan hatiku itu tiba-tiba menyusul dan memohon maaf.
Sampul Novel Kau Hancurkan Persahabatan Kita
8.8
Satu malam penuh kelalaian mengubah persahabatan Lysandro Wicaksana dan Callista Rayendra menjadi pernikahan terpaksa. Sebagai pewaris bisnis, Lysandro panik saat Callista hamil hingga sempat memintanya menggugurkan janin tersebut. Meski Callista menolak dan memilih pergi, Lysandro akhirnya kembali untuk menikahi sahabatnya secara rahasia. Kini Callista harus hidup dalam bayang-bayang Elowen, kekasih Lysandro yang tidak tahu suaminya telah menjadi milik wanita lain.
Sampul Novel Love my adoptive father
7.9
Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent dari panti asuhan sejak usia tiga belas tahun untuk mengobati luka hatinya. Meski awalnya Alex berjanji tak ingin menikah lagi, kebersamaan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang yang sangat mendalam. Kehadiran Bella membawa warna baru bagi Alex hingga hubungan mereka menjadi sangat intim. Namun, romansa ini terancam saat orang tua Alex memaksanya dijodohkan dan sang mantan kekasih kembali muncul mengusik mereka.