Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Beautiful Replacement

The Beautiful Replacement

Karir model Seraphine hancur hingga ia terlilit utang dan nyaris menjadi penghibur. Di tengah keputusasaan, ia mendapat hak asuh keponakannya setelah kakaknya wafat. Arche, sang mantan kakak ipar yang konglomerat, justru mengajaknya menikah. Sera berniat memanfaatkan kekayaan Arche demi melunasi semua beban hidupnya. Namun, ketulusan dan pesona Arche mulai menggoyahkan niat buruknya. Akankah Sera tetap menjadi parasit, atau justru jatuh hati pada Arche?
Bab
Bagikan

Bab 3

Baru kemarin sore ditantang, besok paginya Arche menghubungi Sera secara langsung. Ya, memang tidak main-main. Jika mental Sera macam jelly, mungkin dia sudah gemetaran.

Sesuai kesepakatan, mereka kembali bertemu. Arche terbang langsung dari Medan hanya untuk bertemu Sera.

Dengan kemeja kusut yang lengannya digulung sampai sikut, Arche menarik kursi di depan Sera. Sepasang mata kucing Sera mengamati penampilan Arche. Lelaki ini benar-benar terlihat lelah. Perjalanan Arche sepertinya cukup melelahkan.

"So, bisa menunggu saya memesan minuman?" tanya Arche sembari melonggarkan ikatan dasi abu-abunya.

Sera mengedikkan bahunya. Dirinya yang sengaja berpakaian formal untuk menunjukan ketegasan, tak mau beranjak dari posisi nyamannya. Ya, posisi bersandar nyaman dengan kedua tangan saling terlipat. Posisi superiornya.

Hani sudah memberi banyak Sera petuah agar tampil selayak, setegas dan sekonsisten mungkin. Tiga hal itu akan membuatnya terlihat patut diperhitungkan tuk menjadi wali balita bernama Summer.

"Sudah lama menunggu?" tanya Arche setelah minumannya datang. Dia menyesap minumannya.

Hanya ice latte, tetapi cara Arche meminumnya sungguh membuat Sera tak bisa mengedip. Kenapa lelaki berkeringat yang menyeruput minuman dengan rakus terlihat menggiurkan? Astaga! Fokus Sera! Fokus!

"Nope. Baru sebentar," jawab Sera setelah berdehem dua kali.

Arche menghabiskan minumannya dengan cepat. Setelah habis, lelaki itu tak langsung bicara sehingga Sera putuskan bicara.

"So, bisa langsung to the point?"

Arche mengangguk-angguk. "Pak Mario sudah menceritakan apa yang kalian obrolkan kemarin. Kamu menolak tawaran saya."

"Tentu saja," jawab Sera tegas. "Tawaran itu sangat tidak masuk akal. Bapak mencoba menyogok saya agar menyerahkan hak asuh Summer kepada Bapak sendiri?"

"Menyogok? Saya lebih suka menyebutnya 'kesepakatan'."

"Saya yakin surat wasiat yang dibuat Sari memiliki kekuatan hukum," kata Sera menebak. Dia yakin jawabannya ya, sebab Arche mengangkat sebelah alisnya—seperti hendak menunggu apa kalimat lanjutan yang akan dijadikan ancaman oleh Sera.

"Karena itu, rasanya cukup masuk akal jika tindakan Pak Arche untuk menyogok saya bisa dikatakan tindakan yang melawan hukum!"

Arche mendengkus kencang. Sudut bibir lelaki itu berkedut. Ada gestur geli terpancar dari kedua matanya. Arche Salaras Hadiratma benar-benar meremehkan Sera.

"Sari—kakak kandung saya yang sekaligus istri bapak, membuat surat itu berlandaskan hukum. Alih-alih menjadikan Pak Arche sebagai tumpuan Summer, dia memilih saya," kata Sera jumawa. "Saya pikir itu bukan hal yang dilakukan secara random. Pasti ada alasannya. Dan karena ikatan persaudaraan itulah, saya berniat merawat Summer."

Sera ingin muntah mendengar suaranya sendiri. Terutama membahas 'ikatan persaudaraan' yang sejatinya hanya bualan. Mengurus Summer karena dia menyayangi peninggalan Sari? Cih! Tidak sudi! Dia hanya butuh uang Summer.

Sudah dia katakan dirinya telah memutus ikatan persaudaraan dengan Sari. Kakak kandungnya itu tidak patut dihormati.

"Kamu sudah diberi kesepakatan yang akan menguntungkan kamu, kenapa masih pura-pura menolak?" serang Arche mulai menanggalkan suara ramahnya. "Kondisi keuangan kamu akan stabil dengan uang yang saya tawarkan."

Pupil mata Sera melebar mendengar ucapan Arche! Sudah macam sinetron di televisi, Arche ternyata menggunakan kekuasaannya tuk mencari tahu kehidupan Sera. Arche pastinya sudah tahu informasi-informasi tentang dirinya. Darah Sera seketika mendidih. Dia tak suka Arche menjadikan kelemahannya sebagai celah tuk menyerang.

"Apa kamu tahu cara mengurus balita? Apa kamu sadar Summer akan menghambat karir modeling kamu?"

"Tahu, saya amat tahu semua resiko itu. Namun Summer juga bagian dari saya—setelah Sari meninggal."

"Kemana kamu selama Sari masih hidup? Kenapa kamu tidak pernah datang saat Summer lahir? Saat Summer ulang tahun?"

"Itu bukan urusan Pak Arche, lagipula ini menjadi boomerang bagi Bapak sendiri. Kenapa bisa-bisanya istri bapak memberi hak asuh anaknya dengan bapak kepada saya—yang tidak pernah hadir di hidupnya selama bertahun-tahun? Ada apa dengan Pak Arche? Apa memang tidak selayak itu?"

Sera pura-pura melotot shock. Ekspresi berlebihan yang sengaja dia lakukan untuk menghina harga diri Arche. Sempat-sempatnya menangkup mulut dengan telapak tangan. "Aduh, saya jadi inget ucapan orang-orang. Katanya kesempurnaan itu cuma milik Rizky Febian, jangan-jangan bapak menyembunyikan kejanggalan ya dibalik penampilan necis dan karier meroket begini? Boleh saya menebak?"

Sera pura-pura berpikir. "Bapak suka main terong ya? Atau jangan-jangan bapak tipe laki-laki yang jadiin manusia samsak? Aduh Pak! Istri bapak aja enggak percaya sama bapak lho. Ngeri saya."

Arche mengeraskan rahang mendengar semua hinaan Sera. Lelaki itu benar-benar menahan amarah. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

Sera mengangkat sebelah alis, dia mengangkat gelas berisi air putih lalu dengan gaya angkuh mengedikkan bahu sebelum meneguk air putih tersebut.

"Singkatnya sih ya Pak, yang harus jadi wali Summer semenjak ibu meninggal itu ya ayah kandung. Kecuali ... ayahnya memang tidak selayak itu. Jangan marah lho ya! Ini ilmu dasar!" Sera terkikik.

"Dengan ucapan itu, kamu merasa layak menjadi wali Summer?"

"Oh iya dong, ibunya sendiri yang milih saya," jawab Sera jumawa.

"Apa kamu tahu caranya menjadi orang tua?"

"Oh iya dong—"

"Sebelum jauh ke 'how', kamu tahu definisi orang tua?"

"Lo jangan ngeremehin gue anj—" Sera emosi lahir batin. Dia benar-benar bernafsu mengguyur rambut legam Arche dengan segelas air di gelasnya.

"Saya tidak sedang meremehkan, saya sedang bertanya. Cara kamu menanggapi pertanyaan saya sangat kekanakan." Arche memotong umpatan Sera. "Begini Seraphine Sarasvati, langsung saja, saya ingin tahu, dari sisi mana kamu merasa layak menjadi wali Summer—sampai-sampai kamu menolak uang ratusan juta yang sebenarnya sangat kamu butuhkan sekarang?"

"Pertama gue punya darah ibunya, gue belum punya anak tapi ikatan batin gue sama dia pasti udah deket. Dan gue juga kerja, jadi dia bisa terpenuhi secara nutrisi," jelas Sera menggebu-gebu. Dia benar-benar tak suka diremehkan Arche. Saking emosinya, Sera bahkan menanggalkan bahasa formal.

Sera merasa jawabannya sudah benar. Summer sebagai manusia yang sedang tumbuh dan berkembang tentunya membutuhkan dua hal; pemenuhan psikis (kasih sayang) dan fisik (sandang, pangan dan papan).

"Kamu tahu berapa usianya?"

Sera tergagap.

Sial. Dia begitu bodoh tak mencaritahu hal itu. Di foto, Summer terihat masih mungil. Sepertinya 1 tahun, apa 2 tahun? Ah, berapa persen pula kebenarannya? Jangan-jangan foto di Internet itu sudah lama? Bukan yang terbaru?

"Kamu bahkan belum mencaritahu soal itu."

Sera menggebrak meja. Dia tak mau posisinya ditekan serendah ini. Dia hendak membela diri. "Itu sama sekali bukan dasar layak atau tidak layak gue mengurus Summer. "

"Percayalah Seraphine, mengurus balita tidak mudah. Dia akan menguras seluruh tenaga, uang dan waktu kamu. Tolong bersikap kooperatif! Serahkan hak asuh kepada saya! Saya ayah Summer, saya tidak akan mencelakakannya! Dan kamu pun tidak melakukan hal sia-sia, karena saya akan memberi kamu imbalan. Apa uang kompensasinya kurang? Kamu mau saya melipatkannya jadi 5 kali lipat?"

Sera menemui apa yang dia harapkan! Ya, melihat Arche frustasi! Sera bersorak dalam hati, kendati di luar, dia tetap menunjukan raut datar tanpa emosi. Sera sedang menilai kapan dia harus melakukan tawar menawar.

Arche sudah memberikan penawaran luar biasa! Naik 5 kali lipat dari penawaran pertama! Sungguh luar biasa! Lelaki ini berani merogoh kocek banyak hanya agar mendapatkan hak asuh sepenuhnya.

Namun seperti realita show bertajuk hadiah misteri, selalu ada yang menarik dari Misteri Box alih-alih uang cash yang ditawarkan pembawa acara.

Dan yeah, Sera akan konsisten meminta misteri box.

"Gue mau ngaku jujur aja nih ya sama lo, hubungan gue sama Sari emang enggak terlalu dekat. Tapi sekarang gue sadar ikatan persaudaraan enggak bakal terputus bahkan ketika gue berusaha mutusin itu sekuat tenaga. Sekarang gue enggak punya siapa-siapa selain Summer. Permintaan Sari yang terakhir adalah nyerahin Summer ke gue, jadi ... sorry to say, gue enggak bisa menerima uang lo—event mau dilipatgandakan ke 1000 kali pun. Gue akan tetap rawat Summer, Arche."

God job Sera!!! Sera amat bangga dengan lidahnya yang pintar merangkai alasan! Ah, sebuah alasan sentimental, padahal faktanya dia hanya berdusta. Dia tidak seemosional itu tuk menjadikan ikatan persaudaraan sebagai alasan berbuat baik.

Hidup ini keras, tidak akan kenyang dengan kasih sayang. Pun darah yang mengalir di tubuhnya pun hanya entitas yang akan mati jika dia mati kelaparan.

Arche merunduk, tangannya memijat pangkal hidungnya yang tinggi. Lelaki itu berulang kali mendesah.

Sera menelisik gestur Arche. Lelaki ini sepertinya sangat mencintai Summer. Rasa frustasinya ketika tak berhasil membujuk Sera melepaskan hak asuh kepada dirinya terlihat sangat natural.

Bukan hal yang dibuat-buat. Sera sampai berkaca-kaca melihatnya.

Sera berkaca-kaca bukan karena terharu melihat ada lelaki setulus itu, tetapi karena dia terharu membayangkan berapa uang yang akan digelontorkan Arche untuk menghidupi Summer.

Untuk memastikan Summer tinggal di rumahnya saja Arche rela mengeluarkan uang banyak, apalagi demi kelayakan hidup Summer?

Oh, God!

Sera meneteskan liur membayangkannya.

Dia benar-benar siap menjadi Seraphine Sarasvati 'new era' yang dikenal kurir saking seringnya belanja online. Summer Hadiratma akan menjadi mesin ATM hidupnya.

"Apa tidak ada hal yang bisa membuat kamu goyah?" tanya Arche masih meloby. "Uang 5 kali lipat dan unit apartemen, bagaimana?"

Tidak! Ayo bilang tidak, Sera! Arche licik seperti belut listrik! Lelaki ini sudah mencaritahu hidupnya. Tentu mudah bagi Arche mengetahui kepribadian matrealistisnya. Sangat mudah bagi Arche tuk melacak Sera yang terseok-seok uang sewa apartemen.

Sera yakin Arche hanya menggertak.

Namun kenapa menolak uang dan apartemen terasa sulit?

No! No! Sera! Kamu jangan goyah, gumam Sera mengingatkan dirinya yang tiba-tiba limbung. Uang dan apartemen seperti lelaki berotot yang menarik kakinya. Tubuh kurusnya tak memiliki tenaga sekuat itu untuk menolak.

"Sebentar, ada telepon," kata Arche meminta izin beranjak pergi.

Sontak Sera mengelus dadanya. Dia terselamatkan karena jeda tersebut. "Please Sera! Lo jangan kebujuk rayu!!" seru Sera mengingatkan dirinya sendiri.

Sera buru-buru menutup mulutnya ketika Arche datang lagi ke meja.

"Tadi Summer. Dia ternyata sedang tak jauh dari sini, tidak keberatan dia kemari?"

"I—iya lah, gue enggak keberatan," jawab Sera gugup. Dia tak tahu kenapa membayangkan bertemu Summer membuat dia tercekat.

Bagaimana jika Summer tak menyukainya? Bagaimana jika bocah itu berteriak ngeri melihat eyeliner-nya yang meliuk runcing seperti ekor ikan hiu? Bagaimana jika Summer tak menyukai bibir penuhnya yang dipoles merah menyala seperti warna setan??

Sejatinya Sera belum siap bertemu Summer. Dia tahu pertemuan itu jika berakhir buruk benar-benar akan menghancurkan rencananya menjadikan Summer mesin ATM. Namun Sera tak bisa berkutik, terutama karena Arche sudah mengambil keputusan.

"Dia lagi di jalan," kata Arche.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Rahasia Milyader
9.2
Ivy Anderson terjebak dalam nasib buruk setelah melakukan kesalahan kecil di hadapan Ben Clayton, CEO berkuasa di New York. Ben yang terobsesi mulai menggunakan taktik licik untuk menjerat Ivy, termasuk mendekati anak kembarnya, Terra dan Terry. Demi keselamatan buah hatinya, Ivy dipaksa tunduk pada ancaman Ben yang kejam. Akankah Ivy mampu meloloskan diri dari cengkeraman pria berbahaya ini, atau justru terperangkap selamanya dalam dominasi Ben yang gelap?
Sampul Novel CINTA DINGIN TUAN BESAR
8.4
Marla masuk ke kediaman Austin sebagai pelayan, namun ia tidak menyadari bahwa Margaret memiliki agenda tersembunyi untuk menjodohkannya dengan sang cucu tertua, Richard Branson Austin. Richard adalah pria kaku yang sangat pendiam, kontras dengan adiknya, Ascar, yang gemar memberontak. Terjebak di antara dua kepribadian yang bertolak belakang, Marla kini menghadapi dilema besar: bertahan dalam rencana perjodohan tersebut atau memilih untuk melarikan diri.
Sampul Novel Cinta Sang Majikan
9.7
Trauma masa lalu menghancurkan hidup Amber Aileen hingga ia nyaris mengakhiri segalanya. Di tengah keputusasaan, Gavin Austin hadir sebagai penyelamat. Meski dikenal sebagai pria dingin tanpa ampun, Gavin justru bersikap lembut pada Amber, memicu kemarahan ibu dan tunangannya. Sebuah insiden satu malam mengikat takdir mereka lebih dalam. Namun, saat Amber mengandung, sebuah kabar mengejutkan dari Gavin mengancam janji kebahagiaan yang pernah diucapkannya.
Sampul Novel ISTRI KESAYANGAN PRESDIR
8.3
Pasca dikhianati suaminya, Jessica melarikan diri ke klub malam demi mencari pelampiasan. Namun, ia justru nyaris dilecehkan hingga harus meminta pertolongan pada seorang pria asing untuk membawanya pergi. Tanpa diduga, malam itu berakhir dengan keduanya berbagi ranjang yang sama. Akankah Jessica menyesali keputusan impulsifnya, atau justru ia akan terus terjerat dalam hubungan tak terduga dengan penyelamatnya? Simak kelanjutan kisah rumit mereka.
Sampul Novel ISTRI KONTRAK SANG CEO
8.0
Masa berlaku pernikahan kontrak antara Rehan dan Merry hampir usai, namun benih cinta justru mulai tumbuh di hati sang CEO. Meski Rehan enggan jujur, Merry tetap bersikeras mengakhiri ikatan perjodohan orang tua mereka. Di tengah ketegangan itu, seorang model cantik hadir menggoda Rehan saat isu perceraian merebak luas. Merry berusaha ikhlas melepaskan segalanya, sementara Rehan terjebak dilema antara mengungkap perasaan atau membiarkan Merry pergi selamanya.
Sampul Novel Kepentok cinta om cupu
8.4
Zoya Raveena, gadis muda yang gemar bertaruh, terpaksa menyatakan cinta kepada Danu Atmadja demi memenuhi hukuman taruhannya. Danu adalah pewaris bisnis kaya raya yang sengaja berpenampilan kuno meski aslinya sangat tampan. Saat perasaan tulus mulai tumbuh di antara mereka, sosok dari masa lalu muncul mengancam hubungan tersebut. Kini, keduanya harus berjuang mempertahankan ikatan mereka dari badai konflik yang siap menghancurkan kebahagiaan yang baru saja dimulai.