Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERSESAT DI SARANDJANA

TERSESAT DI SARANDJANA

Pengalaman pertama Anang Syah mendaki gunung berubah menjadi petualangan luar biasa saat ia terlempar ke dimensi lain. Tanpa sengaja, ia terjebak di tengah kemegahan negara gaib Sarandjana yang misterius. Kini, Anang harus berjuang menghadapi berbagai keajaiban dan rintangan di dunia tak kasat mata tersebut. Mampukah ia menemukan jalan keluar dari negeri asing itu, ataukah ia akan selamanya terperangkap dan tak bisa kembali lagi ke dunia nyata?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2

Aldo selaku penanggungjawab logistik, telah berjibaku menyiapkan sarapan ala kadar sebelum matahari terbit. Masing-masing dibuatkannya segelas susu coklat dan sebongkah roti selai.

Pada pukul 05.30 mereka akhirnya memulai pendakian, dengan posisi Bimbim paling depan, Arifin, Aldo dan Anang di paling belakang.

***

Tidak ada hal mistis yang terjadi sampai mereka tiba di pos satu. Hanya saja terlihat si Anang yang sesekali mengatur napasnya. Bimbim dan Arifin sesekali bercerita singkat. Sementara Aldo berfokus pada tas carrier-nya yang lumayan berat menampung semua makanan mereka.

Di pos satu, ada sebuah bangunan berbentuk pondok di mana beberapa pendaki nampak beristirahat di situ. Mereka berempat tidak ikut beristirahat, tapi menyempatkan diri untuk bertegur sapa. Rupanya Bimbim, Arifin dan Aldo sudah mengenal mereka dari pendakian-pendakian sebelumnya.

Beda dengan Anang, karena dia orang baru, sambil menanjak dia menatap mereka satu per satu dan berharap menandai wajah mereka agar lebih familiar di kemudian pendakian.

Pada saat menatap itulah, Anang melihat sesosok pria persis dirinya, tengah duduk di antara para pendaki yang sedang asyik beristirahat. Yang membuat Anang terkejut, selain wajah si pria mirip dirinya, penampilan pria itu sangat berbeda di antara para pendaki.

Pria itu mengenakan pakaian khas kerajaan, lengkap dengan segala atribut yang melekat, termasuk topi adat berbahan satin di pucuk kepalanya. Pria itu menatap lurus ke depan, sama sekali tidak bicara.

Wajahnya cerah bercahaya. Kharisma terpancar sempurna dari auranya.

Anang masih terus menatapnya, hingga akhirnya dia tersadar oleh teguran Aldo yang kini posisinya sudah terpaut jauh di depan sana.

"Nang .... elu jangan melamun!! Cepetan nanjak, gue tunggu nih."

Anang berdecak. Dia heran, padahal hanya sebentar menatap ke arah pondok, kok bisa tiba-tiba tertinggal jauh dari kelompoknya.

"Nang, fokus ya," ucap Bimbim ketika Anang kembali bergabung dengan mereka. "Kalau liat yang aneh-aneh, gak usah diladenin, fokus aja ngikutin kita di depan."

Anang mengangguk. Lagi-lagi ia berusaha menyingkirkan asumsi negatif dari kepalanya.

Semakin ke atas, track tajam semakin menjadi-jadi. Namun rasa lelah mereka terkesampingkan oleh pemandangan hutan yang begitu asri.

Ya, gunung Slamet memang terkenal dengan kekayaan hutan vegetasinya yang mana kelestarian lebih terjaga bila dibanding gunung-gunung lain di pulau Jawa. Itulah yang membuat pohon-pohon berukuran raksasa masih mendominasi di kawasan gunung Slamet.

Kicauan burung yang beraneka ragam dan suara-suara monyet yang bergelantungan, itu semua menjadi ciri khas selama pendakian gunung Slamet. Walau ngos-ngosan, Anang sangat gembira, sebab alam seperti inilah yang dia kagumi.

Bimbim dan Arifin adalah dua orang di antara mereka yang selalu berfoto-foto menggunakan kamera Canon--yakni jenis kamera yang hits di tahun 2012 kala itu. Sementara Aldo dan Anang hanya menikmati alam dengan mata kosong sembari mulut keduanya berdecak kagum.

Tanpa terasa, dua jam berlalu dan mereka telah melewati pos dua. Rencananya, mereka akan beristirahat sejenak di pos tiga agar nantinya langsung lanjut ke pos lima, sebab di pos empat atau yang dikenal dengan pos Samarantu, terkenal angker. Samarantu sendiri disingkat dari nama Samar Hantu, tak ada pendaki mau beristirahat di situ.

Itu baru rencana, sebelum sesuatu yang di luar nalar kembali terjadi saat akan memasuki pos tiga. Lagi-lagi si Anang yang berada di posisi paling belakang yang mengalami.

Anang mendengar suara perkampungan di balik punggungnya. Riuh rendah, di mana suara anak-anak tengah bermain di halaman, suara Ibu-ibu menampih beras di tangga rumah, dan Bapak-bapak berjalan sambil berkelakar satu sama lain.

Sontak Anang menoleh ke belakang. Betapa kagetnya dia, dilihatnya hutan vegetasi telah berubah menjadi perkampungan Jawa kuno.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful ESCAPE
8.3
Akibat rasa penasaran, Louisa Gonzales menyaksikan pembunuhan oleh gangster Italia di hotel tempatnya bekerja. Wanita 24 tahun ini dipaksa menjadi pengikut setia sang pemimpin mafia, Dominic Theodoretti, yang memanfaatkan keahlian Louisa sebagai mantan hacker. Saat terjebak di Sisilia, Louisa harus menghadapi ancaman yang lebih kejam. Di tengah konflik maut, ia mengungkap rahasia kehamilannya kepada Dominic demi bertahan hidup dan memulai misi pelarian mereka.
Sampul Novel Manusia milikmu
8.6
Selena, manusia dengan masa lalu kelam, ingin kuliah dengan tenang. Namun, Blackwell bersaudara yang berkuasa menyadari keberadaannya. Ternyata, si kembar tiga ini adalah werewolf kuat dan sang Alpha menemukan bahwa Selena adalah pasangannya. Meski sempat ditolak karena status manusianya, sebuah serangan memaksa sang Alpha menggigit Selena demi menyelamatkannya. Kini, di tengah drama kampus dan persaingan saudara, Selena bangkit menjadi serigala dan harus memilih takdirnya sendiri.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, putra Arjuna dan Ken Rukmini, terjebak dalam intrik Kerajaan Pedang Wangi saat menghadapi ancaman Joyorono serta pasukan Mong. Didampingi Niken Wulandari, ia nekat bersekutu dengan Mong demi menumbangkan musuh, namun justru dikhianati. Untuk menyelamatkan negeri, Mahesa harus mengungkap rahasia masa lalu dan membangkitkan kekuatan pusaka Wesi Wangi. Di tengah pengkhianatan istana, ia belajar bahwa kepemimpinan sejati menuntut pengorbanan ego demi rakyat.
Sampul Novel Pendekar Petualang Cinta
8.9
Anjasmara, putra selir Kerajaan Galuh, berkelana sebagai pendekar tampan demi mencari jodoh atas mandat ibunya. Ia harus menemukan wanita yang sulit ditaklukkan sebagai pasangan sejati. Namun, pesonanya justru membuat banyak gadis terpikat. Di tengah pencarian cinta, ia terjebak konflik dunia persilatan yang mengancam nyawa sekaligus mengasah kekuatannya. Mampukah ia menemukan belahan jiwa sambil menghadapi tantangan besar di jagat persilatan?
Sampul Novel Pengantin Pelarian, Menemukan Cinta
9.8
Di hari pernikahan, keluarga dan tunanganku, Marco, memperlakukanku bak boneka rapuh. Namun, aku tak sengaja mendengar rencana jahat mereka untuk membiusku demi mengubah pesta nikahku menjadi ulang tahun keponakan. Merasa dikhianati dan dihapus dari hidup sendiri, aku memutuskan kabur dengan kaki telanjang. Berbekal kartu nama Julian Suryo pemberian nenek, aku mencari solusi tak biasa demi melarikan diri dari konspirasi busuk mereka selamanya.
Sampul Novel Rumah Kosong Di Dusun Angker
8.2
Di ujung Dusun Sentani, sebuah rumah tua yang dikepung beringin menyimpan misteri kelam. Kehadiran sosok Hantu Gaun Merah dan bisikan gaib membuat warga ketakutan, terutama setelah kematian misterius penduduk setempat. Clara kembali ke tanah kelahirannya bersama sang kekasih, namun ia justru disambut penolakan warga dan teror aneh. Terjebak oleh rahasia masa lalu dan kutukan desa, mampukah Clara mengungkap kebenaran di balik rumah angker tersebut?