Sampul Novel Terpikat Pesona Tuan Remington

Terpikat Pesona Tuan Remington

8.2 / 10.0
Dalam novel romance Terpikat Pesona Tuan Remington, William terjebak antara obsesi pada cinta pertama dan tanggung jawab terhadap Sarah yang mengandung anaknya. Billionaire ini harus memilih loyalitas di tengah konflik rahasia. Baca web novel ini untuk mengikuti kisah pelarian Sarah.
Ringkasan Terpikat Pesona Tuan Remington
William yang trauma akan cinta membeli Sarah hanya demi pemuasan nafsu. Namun, kehamilan Sarah memicu gejolak batin dalam dirinya. William kini bimbang antara Sarah atau Jessica, cinta pertamanya yang sulit dilupakan. Di sisi lain, Sarah yang awalnya kabur dari ayahnya yang kejam justru terjebak komitmen rumit. Meski meragukan ketulusan William, ia tak ingin kehilangan pria itu dan calon bayinya. Mampukah mereka menemukan solusi di tengah kerumitan emosi ini?
Baca Selengkapnya

Terpikat Pesona Tuan Remington Bab 1

“Barang selanjutnya yang akan kami lelang berhasil menggemparkan dunia perhiasan.” Sang pembawa acara mengeluarkan senyum misteriusnya lalu menyingkir dari tengah panggung.

Lima detik kemudian seorang wanita keluar dari sudut panggung dengan peti kaca berisi kalung dengan liontin berlian biru besar. Rantai kalung itu dihiasi berlian putih yang lebih kecil. Siapa pun yang melihatnya bisa tahu kalau kalung ini akan mencapai harga fantastis. Sang pembawa acara kembali berjalan ke tengah panggung, menatap orang-orang yang sibuk mengagumi kalung itu. Dia berdeham.

“Saya akan membuka harga untuk kalung yang sangat cantik ini seharga 500 juta.”

Terdengar kasak-kusuk suara sebelum seorang wanita bergaun merah ketat dengan topeng yang juga berwarna merah mengangkat papan nomornya lalu berkata, “700 juta.”

Sang pembawa acara tersenyum. “700 juta satu, 700 juta dua, tujuh ra—“

“750 juta,” potong seorang pria botak berjas hitam dan kemeja putih.

Pembawa acara itu menepuk tangannya sekali. “750 juta. Ada yang ingin menawar harga lebih tinggi lagi?”

Terjadilah pertengkaran harga antara si wanita bergaun merah dan si pria berkepala botak. William memperhatikan mereka dalam diam. Tidak tertarik. Pikirannya melayang ke seseorang. Seorang perempuan yang berhasil merebut hatinya dan menghancurkannya dengan berkeping-keping. Kalau saja perempuan itu tidak memutuskan hubungan mereka, William pasti akan mengangkat papan nomornya dan menawarkan harga paling tinggi hingga tidak ada siapa pun yang bisa mengalahkannya. William dapat membayangkan bagaimana penampilan mantan kekasihnya ketika memakai kalung tersebut.

Mata William terpejam selagi bayangan sang mantan kekasih muncul. Saat helai demi helai pirangnya tertiup angin hingga berantakan. Senyumnya yang menampilkan deretan gigi putih dan rapi. Mata biru yang selalu menatap William penuh cinta, yang mungkin tidak akan pernah sama lagi. William membayangkan kalung itu bertengger manis di leher jenjang miliknya. Bagaimana kalung itu menyatu bersama rambut pirang miliknya. Indah. Bibir William terangkat sedikit kala membayangkan hal yang tidak akan pernah terjadi.

Lamunan William buyar saat ketukan palu terdengar. Pada akhirnya wanita bergaun merah yang memenangkan pertengkaran merebutkan kalung berlapiskan berlian itu dengan harga lima miliar. William bisa membelinya dengan harga sepuluh miliar.

Seratus miliar pun sanggup aku beli. 

Wanita yang tadi membawa keluar peti kaca itu kembali untuk menyimpan kalung hingga akhirnya sampai ke tangan si wanita bergaun merah. Sang pembawa acara mengoceh di tengah panggung. Tentang betapa menyenangkannya malam ini. Banyaknya barang-barang antik dan mewah. Namun, William tidak mendengarkan semua itu. Dia ingin acara ini segera berakhir dan pulang ke rumah. Harapannya tidak terkabul karena sang pembawa acara berkata kalau masih ada satu barang terakhir. Barang yang katanya dapat membuat mata semua orang yang ada di ruangan tertutup ini melotot.

Kali ini dua orang pria mendorong sesuatu yang ditutup oleh kain hitam dan diletakkan di tengah ruangan. Melihat peti kaca yang digunakan amat besar, William menebak kalau barang yang satu ini adalah patung. Pikirannya berkelana, sehebat apa sebuah patung hingga membuat semua orang melotot? Menurutnya, patung apa pun bentuknya tetaplah sama. Pajangan. Tidak bisa dibawa pergi ke mana pun. Tidak bisa dipamerkan setiap saat. Hanya benda mati besar yang diletakkan di tengah ruangan atau di taman dan terkadang menjadi menyeramkan saat malam hari. William tidak tertarik. Dia berniat untuk pergi sebelum acaranya selesai, tetapi niatnya hilang begitu kain hitam itu disingkap.

Sang pembawa acara benar. Semua mata orang yang ada di sana membulat dengan sempurna. Yang berada di dalam peti kaca tertutup kain itu bukanlah patung seperti yang William pikirkan sebelumnya. Di sana ada manusia. Manusia sungguhan. Perempuan. Dengan gaun hitam ketat yang menempel erat di tubuhnya, sepatu hak tinggi bertali yang juga berwarna hitam, dan sebuah kalung murahan yang melingkari lehernya. Rambut cokelat keemasan perempuan itu dikepang dan disampirkan ke bahu kanannya. Sebuah topeng kecil berwarna hitam bertengger manis di wajahnya. Semua orang tahu apa yang akan terjadi padanya saat berhasil terjual. Sang pembawa acara membuka harga sebesar 25 miliar untuk perempuan itu, yang berdiri tanpa berbicara apa pun.

“26 miliar,” ucap seorang pria yang memiliki janggut tebal di dagunya dengan topeng biru tua yang menutupi setengah wajahnya. William ikut menoleh ke belakang seperti yang lainnya.

William mengangkat papan nomornya lalu berkata, “30 miliar.” Dia lalu menoleh ke belakang kembali, bertatap mata dengan pria berjanggut itu.

“32 miliar.” Si pria berjanggut kembali mengucapkan harga, membuat William mengepalkan tangannya kuat.

“40 miliar.”

Kini si pria berjanggut yang mengepalkan tangannya. Dia menatap William tajam meski tidak tahu siapa orang di balik topeng itu. Pria berjanggut itu kembali mengangkat papan nomornya, mengucapkan nominal besar lainnya dan berharap William tidak bisa menandinginya. Namun, harapannya langsung pupus begitu William mengangkat papan nomornya lagi.

“100 miliar!” seru William lagi, merasa sudah lelah tawar menawar.

Dia yang awalnya tidak tertarik sama sekali pada acara lelang ini dan berpikir tidak akan mengeluarkan uang sedikit pun, justru menjadi orang yang paling banyak mengeluarkan uang. Tujuan awalnya hanya datang untuk memenuhi undangan. William sendiri tidak menyangka dia akan membeli seorang perempuan dari pasar lelang dan berebut dengan seorang pria yang tidak dia ketahui wajahnya.

Sebelum si pria berjanggut sempat memberi harga baru, sang pembawa acara terlebih dahulu mengetuk palu, menyebutkan nomor milik William, dan berkata selamat padanya. Seperti sebelumnya, dua pria itu datang ke panggung untuk membawa si perempuan yang sudah berhasil terjual kembali ke dalam. Nantinya William akan menemui sang pembawa acara lalu membawa pulang ‘barang’ yang dibelinya. Mata William terus menatap ke arah perempuan itu, bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan olehnya.

Selepas kepergian peti kaca besar itu, sang pembawa acara kembali bersuara. Mengatakan betapa malam ini sungguh luar biasa. Semua perkataannya diulang-ulang untuk mengulur waktu hingga membuat William tidak tahan dan memutuskan untuk pergi dari sana. William membuka pintu berwarna emas sedikit dan keluar. Segera dia menarik napas panjang. Rasa sesak di dadanya sedikit berkurang, tetapi tidak menyembuhkan. William memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar gedung ini hingga sebuah email pemberitahuan datang padanya.

Tampaknya William tidak butuh email pemberitahuan itu karena sekarang dia tengah melihat perempuan tadi. Perempuan yang dia beli dengan harga 100 miliar. William akhirnya memutuskan untuk mengikuti dua orang pria yang membawa perempuan itu hingga ke ruangan lainnya. Ruangan tempat menyimpan barang lelang. Kalung berlian biru itu juga ada di sana, membuat bayangan sang mantan kekasih kembali datang.

“Saya ingin mengambil ba–perempuan itu.” William menunjuk si perempuan lalu menampilkan papan nomornya.

Dua pria tadi memanggil seseoran dari ruangan lain. Pria tua berambut putih tersenyum ramah begitu keluar dari sana. Dia menyodorkan secarik cek pada William yang langsung dia tulis dengan harga kesepakatan sebelumnya. Sang pria tua meminta dua pria sebelumnya untuk mengantarkan perempuan itu ke mobil William, tetapi William menolak.

Tangan kiri William terselip di pinggang perempuan itu ketika dia membawanya pergi dari gedung mewah itu. Menyusuri lorong sunyi yang hanya diisi oleh gema sepatu mereka berdua hingga tiba di parkiran yang penuh dengan lampu dan penjaga. Salah satu penjaga menghampiri William dan memberikan kunci mobil padanya yang diterima William tanpa mengucapkan satu kata pun. William membuka pintu mobil untuk perempuan itu. Sekilas mereka bertatapan dan William dapat melihat.

Tidak ada kehidupan di mata abu-abu milik perempuan itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terpikat Pesona Tuan Remington

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel Istri Kontraknya Ingin Bercerai
8.2
Emalee terjebak dalam pernikahan kontrak setelah malam tak terduga dengan Jonny. Namun, ia menyadari suaminya masih mencintai masa lalunya. Saat wanita dari hati Jonny kembali, Emalee menyerah dan meminta cerai demi mengakhiri penderitaannya. Tak disangka, Jonny yang dingin justru menolak keras. Ia menegaskan bahwa Emalee adalah miliknya selamanya. Di keluarga itu, kematian adalah satu-satunya jalan keluar karena perceraian tidak pernah diizinkan.
Sampul Novel Keluarga Benalu Ingin Kaya Mendadak
8.0
Izzah menyadari sepenuhnya bahwa keluarga sang suami hanyalah sekumpulan benalu yang berambisi menguasai seluruh kekayaan pribadinya. Namun, mereka salah besar jika menganggap Izzah adalah sosok wanita lemah yang mudah ditipu. Izzah tidak akan membiarkan asetnya dirampas begitu saja. Dengan kecerdasan dan ketegasan yang ia miliki, ia siap mempertahankan haknya serta menghadapi setiap intrik licik yang dirancang oleh keluarga mertuanya tersebut.
Sampul Novel MENIKAHI BILLIONAIRE
8.8
Zyan Liu terancam gagal menjadi ahli waris utama keluarga Liu jika ia tidak segera menikahi wanita yang sesuai dengan standar ketat keluarganya. Di luar dugaan, Mu Tian Rui yang hanyalah gadis desa sederhana justru dianggap memenuhi kriteria tersebut. Kini, dua insan dengan latar belakang kehidupan yang sangat kontras ini terjebak dalam sebuah pernikahan yang diatur. Mampukah Zyan dan Rui mempertahankan hubungan mereka di tengah jurang perbedaan yang begitu lebar?
Sampul Novel My Posesif Ceo
7.8
Terjebak dalam situasi sulit, seorang karyawan terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi bosnya yang keras kepala. Ancaman pemecatan membuatnya tak berdaya selain menyetujui pernikahan kontrak di atas materai. Status ini hanya berlaku sementara hingga Celine, kekasih sang CEO, menyelesaikan studinya. Di tengah sandiwara sebagai istri atasan, mungkinkah benih cinta tumbuh secara tak terduga? Inilah kisah pengabdian yang penuh dilema dan perasaan yang mulai goyah.
Sampul Novel Seputih Mawar
9.7
Dalam kondisi emosional yang rapuh, Dinda akhirnya berani mengakui perasaan cintanya kepada Shalu. Rahasia yang selama ini ia pendam terpaksa terucap ketika Shalu melakukan aksi nekat dengan menodongkan senjata ke kepalanya sendiri. Meski keduanya sadar bahwa takdir mustahil menyatukan cinta mereka, Dinda dan Shalu tetap memilih untuk mempertahankan rasa itu. Mereka terus berbagi cerita dan menghargai setiap detik kebersamaan yang tersisa di hidup mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan