Sampul Novel Terpaut Cinta Dua Pria

Terpaut Cinta Dua Pria

9.6 / 10.0
Dalam novel Terpaut Cinta Dua Pria, Rhea terjebak antara kesetiaan Mario dan rahasia masa lalu bersama Brandon. Di tengah konflik restu keluarga konglomerat, identitas anaknya terungkap. Baca romance novel ini untuk melihat pilihan sulit dalam kisah billionaire romance books yang penuh intrik.
Ringkasan Terpaut Cinta Dua Pria
Setahun menjalin kasih, Mario bertekad menikahi Rhea meski terhalang restu keluarga konglomeratnya yang menolak status Rhea sebagai ibu tunggal. Ayah Mario bahkan menahan identitas putranya agar pernikahan batal. Di tengah kemelut itu, masa lalu Rhea muncul saat Brandon menuntut kejujuran tentang Kaisan, putra mereka yang selama ini dirahasiakan. Rhea akhirnya mengakui kebenaran tersebut, membuat Brandon terkejut menyadari keberadaan darah dagingnya sendiri.
Baca Selengkapnya

Terpaut Cinta Dua Pria Bab 1

“Rhea?” Mario menghampiri Rhea yang tengah membuat list apa saja yang harus disiapkan untuk ulang tahun nanti.

Ia lalu menoleh kepada Mario. “Iya, Mario? Ada apa?” tanyanya kemudian. Perempuan tangguh—ditinggal pergi oleh sang kekasih saat dirinya tengah mengandung Kaisan tiga tahun yang lalu.

Mario kemudian duduk di samping perempuan itu sembari mengulas senyumnya. “Aku nggak bisa ngasih hadiah yang mewah untuk Kaisan. Modal usahaku masih butuh banyak dan hanya bisa kasih ini buat dia.”

Mario memberikan kotak kado berukuran cukup besar kepada Rhea untuk Kaisan. Anak kecil itu akan berulang tahun ketiga tahun satu minggu yang akan datang.

Sebagai ibu yang bertanggung jawab dan sangat menyayangi anaknya itu, Rhea hendak merayakan acara ulang tahun anaknya di sebuah hotel mewah.

Perempuan itu lantas terkekeh pelan. “Ya udah sih, nggak ngasih juga nggak apa-apa. Yang penting nanti kamu hadir di sana, sebagai ayahnya.”

Mario lalu mengulas senyumnya. “Bahkan aku belum berani lamar kamu karena belum punya apa-apa. Sudah dua tahun padahal, aku ada di sini.”

Rhea lalu mengusapi lengan lelaki itu dengan lembut. “Yang penting kamu masih mau menemani aku dan Kaisan juga udah deket banget sama kamu. Bahkan menganggap kamu sebagai ayah kandungnya.”

“Aku senang, Rhea. Tapi, ada rasa tidak enak hati juga karena belum bisa jadi ayah yang baik buat Kaisan.”

Perempuan itu hanya menghela napasnya. Ia lalu menyimpan kado tersebut di atas tempat tidurnya.

“Udah, jangan terlalu memikirkan hal itu. Selama dua tahun ini aku nggak pernah minta kamu buat lamar aku. Yang penting kamu ada di sini, udah buat aku nyaman.”

Mario lalu mengulas senyumnya. “Terima kasih, Rhea. Oleh karena ini, aku selalu jatuh hati pada kamu.”

Rhea membalas senyum itu.

Tok tok tok!

“Permisi, Non. Ada telepon dari sekolahnya Kaisan.” ART yang bekerja di rumah Rhea masuk ke dalam kamar memberi tahu ada panggilan telepon dari sekolah Kaisan.

Rhea lalu menyambungkan telepon yang ada di ruang tengah itu ke telepon di dalam kamarnya.

“Selamat siang, saya dengan ibunya Kaisan.”

“Selamat siang, Ibu. Mohon maaf mengganggu waktunya. Apakah Ibu bisa ke sekolah sekarang juga? Anak Ibu, Kaisan tadi bertengkar lagi dengan teman satu kelasnya.”

“Apa? Ya ampun. Kaisan kenapa lagi. Baik, Bu. Saya segera ke sana.” Rhea lalu menutup panggilan tersebut.

“Ada apa, Rhea? Kaisan kenapa lagi?” tanya Mario tampak cemas.

Rhea menghela napas kasar. “Kaisan … berantem lagi sama teman kelasnya. Aku ke sekolah dulu. Kamu, lagi nggak ada kerjaan, kan? Tolong tulis nama-nama yang mau diundang ini, yaa.”

Mario mengangguk. “Beres!”

Rhea lalu menerbitkan senyumnya. “Thank you!” ucapnya lalu segera beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobil untuk menjemput anaknya yang lagi dan lagi bertengkar dengan teman satu kelasnya.

Lima belas menit kemudian, Rhea tiba di sekolah anaknya itu. Lalu masuk ke dalam kelas yang mana anak kecil yang sudah dipukul oleh Kaisan tengah menangis histeris.

“Sayang. Kamu kenapa lagi, heum? Kenapa temannya dipukul?” Rhea memegang kedua tangan anaknya itu sembari mengusapi rambutnya.

“Biasalah, Bu. Anak kecil kadang kalau diganggu pasti akan marah. Tapi, kali ini Kaisan benar-benar marah. Gaftan selalu mengganggunya, makanya Kaisan memukul wajahnya Gaftan.” Bu Ira memberi tahu kronologinya.

Rhea lalu memejamkan matanya sekejap dan menatap Kaisan lagi. “Minta maaf ya, Nak. Mami tidak pernah mengajarkan kamu untuk memukul teman kamu. Tidak boleh ya, Nak. Sekarang minta maaf!” titah Rhea dengan suara lembutnya.

Kaisan hanya menggeleng. Tidak berucap apa pun hanya melirik pada Gaftan yang masih menangis.

“Bu. Orang tuanya Gaftan juga dipanggil? Saya mau tanggung jawab dan meminta maaf,” ucap Rhea bertanya kepada Bu Ira.

“Masih di jalan, Bu. Ibunya katanya tidak bisa datang. Nanti ayahnya yang datang kemari.”

“Oh, iya. Biasanya, kalau dengan ayahnya tidak akan seribet dengan ibunya.” Rhea meringis pelan.

Bu Ira terkekeh pelan. “Ibunya Gaftan memang jarang mengantar dia ke sekolah, Bu. Yang sering mengantarnya ke sekolah itu ayahnya. Berangkat dan pulang pasti ayahnya yang menjemput.”

Rhea manggut-manggut dengan pelan. Ia lalu mengusapi pucuk rambut Gaftan dengan lembut. “Maafin Kaisan ya, Sayang. Nanti Tante beliin es krim. Mau?”

“Gaftan alergi susu, Bu. Jangan diberi jajanan seperti itu.”

Rhea mengerutkan keningnya. Ia lalu menoleh dengan cepat kepada Gaftan dan menatapnya dengan lekat. Lalu menatap Kaisan lagi. Ada kesamaan dari wajah kedua anak itu.

“Ngomong-ngomong, karena Kaisan baru satu bulan sekolah di sini, dan saya selalu memikirkan ini. Mohon maaf sebelumnya. Tapi, wajah mereka hampir mirip, yaa. Saya pikir, Ibu masih terikat saudara dengan orang tuanya Gaftan.”

‘Dan ternyata Ibu Ira juga merasakan hal yang aku rasakan juga. Mungkinkah anak ini ….’ Rhea berucap dalam hatinya.

“Bu Rhea?” Bu Ira menepuk pundah Rhea karena terlihat melamun.

Perempuan itu lantas menoleh kepada Bu Ira. “Kalau boleh tahu, nama orang tua Gaftan siapa ya, Bu?” tanyanya kemudian.

“Ibu Tari dan Pak Brandon, Bu.”

Detik itu juga, Rhea membolakan matanya serta menutup mulutnya lantaran terkejut kala tahu dan yang dia kira tadi memanglah benar.

“Itu dia, papanya datang.” Bu Ira menunjuk Brandon yang baru saja tiba dan langsung memeluk anaknya itu sembari mengusapi pucuk kepalanya.

Rhea tidak ingin menoleh. Tidak mau melihat lelaki yang sudah hampir empat tahun lamanya ini menghilang darinya.

‘Kenapa? Kenapa harus dipertemukan lagi dengan manusia bodoh itu?’ ucapnya dalam hati.

“Jangan menangis lagi ya, Nak. Ada Papa di sini. Cuma kegores kukunya sedikit, tidak apa-apa. Anak jagoan nggak boleh nangis, oke?” ucap Brandon dengan suara lembutnya.

Rhea menggenggam erat tangan Kaisan seraya menekan dadanya yang terasa sesak. Ingin mengeluarkan air matanya, namun masih ia tahan.

“Gaftan-nya jahat, Om. Ganggu aku terus,” ucap Kaisan dengan suara khas anak kecil.

Brandon lalu menoleh pada Kaisan. Betapa terkejutnya ia kala melihat wajah tampan anak itu.

“Bu Rhea, Pak Brandon. Saya permisi dulu sebentar, yaa.”

Brandon lantas membolakan matanya. “Rhea?” ucapnya pelan.

Detik itu juga, Rhea langsung menggendong anaknya tanpa mau menoleh pada Brandon. Tidak ingin lelaki itu mengenali anaknya.

“Rhea, tunggu!” Brandon menahan tangan Rhea dan menggenggamnya dengan sangat erat.

“Lepas!” ucap Rhea dengan tegas. Ia lalu mengibaskan tangannya yang digenggam oleh Brandon tadi.

Brandon menatap wajah Kaisan yang tengah digendong oleh Rhea. Hidung dan matanya tidak bisa mengelak kalau anak kecil itu adalah anaknya.

“Kenapa kamu menyembunyikan ini dari aku, Rhea?” tanya Brandon meminta penjelaan kepada Rhea tentang anak yang digendong oleh perempuan itu.

“Rhea, jawab!” Brandon meminta Rhea untuk menjawab pertanyaannya tadi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terpaut Cinta Dua Pria

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan