Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menjadi Sugar Babby

Terpaksa Menjadi Sugar Babby

Demi melunasi utang orang tuanya, Bella terpaksa bekerja di bar hingga bertemu Felix Harisson. Felix, pria beristri yang merasa haus batin, menawarkan posisi sugar baby untuk menjerat Bella keluar dari dunia malam. Meski Bella bersikap dingin dan penuh misteri, Felix justru semakin terobsesi padanya. Konflik memuncak saat Salma, sang istri, mulai mencium perselingkuhan ini. Akankah Felix meninggalkan keluarganya demi Bella, atau hubungan gelap ini akan hancur?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kenapa kau diam saja? Bukankah kau tadi menyebutkan nominal yang begitu fantastis?" heran Felix dengan alis terangkat satu.

Akan tetapi, wanita tersebut diam saja sambil memijat tubuh pria tampan itu.

Entah apa yang merasuki pikirannya, sehingga Felix berpikir jika dia ingin memiliki sugar baby seperti sahabatnya, Leon.

"Baiklah jika kau tidak mau. Bagaimana jika aku membayarmu 30 juta untuk satu kali pertemuan? Tapi kau harus siap dengan apapun yang aku mau, dan kapanpun aku menghubungimu," ucap Felix pada wanita yang belum ia ketahui siapa namanya.

"Kita belum melakukan kesepakatan apapun di sini Tuan, jadi jangan berpikir karena Anda memiliki banyak uang, Anda bisa semena-mena pada saya. Lagi pula, saya tidak akan menjalin hubungan dengan pria yang tak pernah saya cintai." Felix yang mendengar itu malah tertawa.

"Dalam pekerjaanmu yang seperti ini, apakah itu membutuhkan perasaan? Anggap saja pekerjaanmu ini sebagai simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan satu sama lain. Kau mendapatkan uang dan aku mendapatkan kepuasa. Bukankah itu yang kau maksud, nona manis?"

"Namaku adalah Arabella Caroline. Mereka biasa menyebutku dengan Bella." Senyum terpantri di wajah tampan Felix saat mendengar nama wanita itu.

Padahal dia tidak menanyakannya, tapi wanita tersebut yang mengatakannya sendiri.

"Jadi bagaimana dengan tawaranku, Nona? Apa kau mau 300 juta itu? Jika tidak, ya sudah ..." Felix kembali mengambil ponselnya, akan tetapi langsung dicegah oleh Bella. Dia langsung menuliskan nomor rekening pada ponsel tersebut, membuat pria tampan itu tersenyum puas.

"Karena kau sudah menerima uang dariku, maka kau harus lakukan apapun saat aku membutuhkanmu. Ingat! Kita sudah menyepakati ini, dan jangan coba-coba untuk kabur! Karena kau tidak akan pernah bisa lari, bahkan akan kucari sampai ke lubang semut sekalipun." Bella berdecih saat mendengar ancaman Felix.

"Kau tidak usah khawatir Tuan, aku bukanlah wanita yang gampang kabur setelah menerima bayaran. Lagi pula, sangat gampang untuk menemukanku, karena aku tidak mempunyai pekerjaan lain selain tempat ini." Lagi-lagi wanita tersebut berkata dengan nada yang cuek dan datar.

"Baguslah. Tapi aku mau saat kau bersamaku, jadilah dirimu sendiri. Dan satu hal lagi. Kau harus bisa bersikap beda, jangan kau samakan aku dengan pria-pria hidung belang yang telah kau temani selama ini!" Bella seketika mematung mendengar ucapan pria tampan tersebut.

Entah kenapa hatinya seketika berdenyut nyeri saat mendengar perkataan pria itu. Dia memang seorang wanita bayaran, tetapi saat orang lain menyebutnya seperti itu, mendadak hatinya terasa ngilu.

Pekerjaan itu tak pernah ia inginkan, tetapi ia tak mempunyai pilihan lain karena hanya pekerjaan itulah yang bisa memberikannya gaji yang cukup besar untuk melunasi semua hutang-hutang kedua orang tuanya, ditambah ia juga harus menyekolahkan dua adiknya.

"Baik," jawab Bella dengan datar.

Felix memejamkan matanya menikmati setiap pijatan lembut dari jari-jari lentik milik Bella, namun sangat ia sayangkan, jari indah itu harus bekerja di tempat kotor, bahkan hanya karena uang dia sampai harus menjual dirinya sendiri dan menemani pria hidung belang yang datang ke tempat tersebut.

"Kau tinggal di mana? Jujur saja aku tidak ingin tidur dengan wanita yang tinggal di tempat yang kotor dan kumuh, karena tempat seperti itu pasti banyak kumannya, dan aku tidak ingin terinfeksi. Sebelum kita melakukannya, maka pastikan dirimu itu dalam keadaan sehat dan beraih. Satu lagi. Aku tidak suka memakai alat pelindung, jadi kau harus pintar dalam menangani hal itu." Dada Bella kembali diremas saat mendengar perkataan gamblang dari Felix.

Namun dia mengesampingkan rasa itu, karena walau bagaimanapun Felix sudah memberikannya uang 300 juta, dan itu bukan jumlah yang sedikit. Ia juga harus menerima konsekuensi dari pekerjaannya tersebut.

"Baik, aku akan menuruti ucapanmu Tuan," jawabnya. Setelah itu dia bangkit dari tempat tidur karena pekerjaannya sudah selesai.

"Ini uang untukmu! Mungkin saja bisa kau pergunakan untuk membeli make-up." Felix mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dari dompetnya.

Tanpa ragu Bela menerimanya, dan tidak lupa, Felix juga meminta nomor teleponnya agar ia bisa menghubungi wanita itu sebelum pergi dari tempat terkutuk tersebut.

.

.

Hari telah berganti, kehidupan Felix seketika berubah. Pikirannya yang tadinya selalu kacau karena terus saja bertengkar dengan Salma setiap hari mendadak ia melupakan wanita itu.

Entah kenapa semenjak pertemuannya dengan Bella membuat Felix terus saja memikirkan wanita tersebut yang tidak hilang dari pikirannya.

"Kita lihat saja Bella, berapa lama kau akan bertahan. Jangan salahkan aku, jika aku ingin memilikimu, karena kau sendiri yang mematok harga untuk dirimu, sebab aku tidak akan pernah melepaskan mu."

Felix benar-benar sangat tertarik dengan Bella, karena wanita itu memiliki harga diri yang tinggi, yang mampu membuatnya begitu amat sangat penasaran, sehingga ia ingin mencari tahu apa yang membuat Bella melakukan itu semua.

Baru saja dia memejamkan matanya, tiba-tiba suara teriakan seseorang membuat gendang telinganya seketika penging.

"Felix!"

"Berhentilah berteriak, Salma! Apa kau tidak bisa jika tidak menggangguku satu hari saja? Aku lagi males bertengkar denganmu. Sebaiknya kau pergi dari sini!"

"Kau mengusirku? Kenapa kau kemarin tidak datang ke acara aku, hah? Aku kan sudah mengundangmu. Dan kau tahu betapa malunya aku di hadapan wartawan!" sentak Salma dengan begitu kesal sambil menaruh tas mahalnya di atas meja dengan gerakan yang kasar.

"Aku tidak perduli mau kau malu atau tidak, itu bukan urusanku. Lagipula, apa kau lupa? Aku bahkan bisa menghancurkan karirmu dalam sekali kedipan mata saja, jadi kau jangan main-main dengan ku!" Tatapan tajam Felix tidak membuat Salma sedikitpun merasa takut.

"Kau kan tahu, kehadiranmu di sana itu sangat penting. Kau di gilai banyak wanita. Kau ini idaman mereka." Namun Felix malah tertawa mendengar ucapan istrinya.

Melihat itu Salma semakin kesal, karena dia merasa sekarang Felix sudah jauh berbeda, dia sudah tidak bisa lagi mengendalikan pria tampan tersebut untuk menunjang karirnya.

"Kau pikir aku ini bonekamu? Kamu bisa melakukan apapun di luaran sana, sedangkan aku ..." Felix menunjuk dirinya sendiri. "Sudahlah Salma. Lakukan apa yang kau mau, dan aku akan melakukan apa yang aku mau." Dia sudah lelah mengikuti setiap apa yang dimau oleh wanita cantik itu.

"Kau tidak bisa begini, Felix. Kau kan sudah berjanji kepada mendiang kakakmu kalau kau akan menjagaku dan kau akan selalu bersamaku dalam keadaan apapun!" Tetapi Felix kembali tertawa.

Suara tawa pria tersebut membuat Salma mengerutkan keningnya, karena biasanya jika ia mengatakan hal itu, Felix akan langsung meminta maaf, tetapi kali ini dia benar-benar sudah berubah.

"Ayolah Salma! Aku hanya berjanji kepada kakakku, bukan kepadamu. Aku sudah menjagamu. Aku sudah bersama dengan dirimu. Bahkan aku juga sudah menjaga Putri, jadi apa yang perlu ku tepati lagi? Dan lagi pula, kau tidak pernah melakukan apapun untukku, Salma. Kau tidak pernah memberikanku nafkah batin. Seharusnya kau lebih mementingkan Putri, karena dia adalah anak kandungmu, bukan mementingkan karir," sindir Felix dengan senyuman sinis di bibirnya.

Dia memang menikahi Salma karena berjanji untuk menjaga wanita itu pada mendiang kakak kandungnya yang meninggal, sebab dulu Salma adalah kakak iparnya.

"Aku tidak akan pernah menganggap Putri sebagai anak kandungku. Dia hanyalah anak pembawa sial!" marah Salma dengan egois saat mengingat kelahiran Putri, di mana anak itu membawa petaka di dalam hidupnya.

"Dan, apa kau pikir, Kak Bayu di atas sana akan senang melihat sikapmu seperti ini? Apa kau pikir juga, Putri mau dilahirkan dari rahim seorang ibu yang jahat seperti dirimu, Salma!" teriak Felix dengan sorot mata membulat tajam dan amarah yang siap meledak karena ucapan dari wanita yang berada di hadapannya.

BERSAMBUNG....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Ratih tidak pernah menduga bahwa perasaannya terhadap Arsenna, teman masa SMA yang ia sukai, akan kembali terusik setelah sebelas tahun berlalu. Pertemuan tak terduga membawa mereka ke dalam rangkaian mimpi aneh yang saling bertautan secara misterius. Di antara batas realita dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah mereka memahami takdir ini? Ikuti perjuangan Ratih dan Arsenna dalam mencari jawaban atas ikatan masa lalu demi bersatu di masa kini.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel Delayed Love
9.1
Lima tahun berlalu sejak Reina Valeria berjuang mengubur luka hati dan melupakan sosok pria dari masa lalunya. Namun, takdir berkata lain saat ia justru dipertemukan kembali dengan Rian Nataharja, yang kini menjabat sebagai manajernya di kantor. Pertemuan ini membangkitkan memori lama saat mereka masih sekolah. Apa rahasia di balik hubungan si siswa teladan dan siswi bodoh ini? Reina pun harus menghadapi kembali perasaan yang sempat tertunda.
Sampul Novel Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
9.0
Hidup Alina hancur saat tunangannya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Beban hutang keluarga pun memaksanya menyerahkan kesucian pada pria asing. Kini, ia terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Nathaniel, miliarder dingin penuh rahasia. Di tengah dendam dan perebutan harga diri, tembok hati Alina mulai goyah oleh sikap suaminya. Haruskah ia menuntaskan misi balas dendamnya, atau justru kembali jatuh cinta pada sosok yang menyimpan masa lalu kelam itu?
Sampul Novel Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu
8.6
Irfan, pria saleh yang cerdas dan tampan, masih terpukul setelah Iffah menolak niat baiknya dengan alasan merasa tak pantas. Padahal, Irfan adalah sosok idaman yang taat beragama. Di tengah ketidakpastian alasan tersebut, muncul Rayhan, lulusan Malaya University yang mulai mendekati Iffah. Kini Iffah terjebak dalam dilema antara kehadiran Rayhan atau perasaan terpendamnya pada Irfan. Akankah ia memilih sosok baru atau kembali pada cinta lamanya?
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Pasca dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa kembali ke kotanya membawa anak kembar. Ia bekerja di bawah Marvin, CEO brilian yang ternyata menjalani kehidupan ganda sebagai Primus untuk menyembunyikan jati dirinya. Takdir menjadi rumit saat Alisa menyadari Primus adalah pria dari masa lalunya. Kini ia terjepit di antara dua identitas pria yang sama. Akankah rahasia Marvin terbongkar? Bagaimana reaksi sang CEO saat tahu ia sudah memiliki dua anak?