
Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Bab 3
Sudah 3 hari Laras tak bisa tidur di malam hari. Kerja pun kurang fokus. Sering sekali jarinya terkena jarum saat menjalankan mesin jahit.
"Aww!!"
"Kena jarum lagi" gumam Laras sambil menghisap darah di tangannya.
Tririririring,,,,
Suara bell pulang,,
Semua karyawan bergegas pulang.
"Kenapa kakiku sakit banget?" Gumam Laras
Sejak berpacaran dengan Rio, Laras lebih sering sakit. Bahkan, setiap kerja tak pernah awet gara gara sakitan. Misalkan, kerja 2 atau 3 bulan sakit trus keluar. Karena sakit nya lebih dari 3 hari, sebelum di pecat lebih baik mengundurkan diri itu prinsip Laras. Karena jika di pecat, selain kehilangan pekerjaan. Pasti akan kena marah dan sentakan dari atasan.
Sampai di rumah, Laras langsung mandi.
Setelah mandi, sakit kakinya semakin parah. Ia sulit untuk menggerakkan kakinya. Entah penyakit apa itu. Karena pernah di periksa lab. Hasilnya bagus ga ada penyakit apapun. Tapi, kenapa setiap kerja selalu sakitan? Anehnya, Itu terjadi setelah Laras berpacaran dengan Rio.
"Mamah sakit!,, hiks" Rengek Laras karena kakinya terasa sangat menyakitkan juga sulit untuk bangun.
"Besok kita ke rumah sakit aja ya,? ," Tanya Bu Fatimah.
"Iya, Mah" Jawab Laras sambil menangis.
Jangankan sakit seperti ini, nonton drakor atau sinetron aja Laras ikutan nangis kalau kisahnya memilukan. Haha maklum lah. Namanya juga cewek.
Trining,,
Suara pesan masuk di ponsel Laras.
"Udah pulang belum?" Tanya Rio
Laras hanya membaca tanpa membalasnya.
"Laras?"
Rio mengirim banyak pesan spam hingga ratusan kali. Tapi tak di hiraukan. Suara ponsel di
alihkan ke mode senyap agar tak mengganggunya istirahat.
Esok paginya, Laras ijin tak masuk kerja karena ijin ke rumah sakit di antar oleh Bu Fatimah tentunya.
Setelah sampai di rumah sakit. Bu Fatimah langsung mendaftar dan mengambil no antrian.
Setelah selesai di periksa. Laras dan Bu Fatimah menuju ke ruang Rontgen atas rujukan dokter.
Selesai di rontgen, beberapa jam kemudian Bu Fatimah menerima hasil rontgen milik Laras. Dan langsung menuju ke ruangan Dokter.
"Sus, saya di suruh kembali untuk memperlihatkan hasil rontgen anak saya ke Pak Dokter." Ujar Bu Fatimah pada suster.
Tak lama kemudian, Bu Fatimah dan Laras masuk. Bu Fatimah langsung menyerahkannya.
Pak Dokter pun langsung memeriksa hasil rontgen nya.
"Begini ya Bu, di pinggul kanan belakang Laras ada penyempitan. Itulah penyebab kakinya sering sakit. Juga Lambungnya sudah kronis. Jangan telat makan. Saya kasih resep vitamin juga ya."
Bu Fatimah dan Laras mengangguk yang artinya mengerti dengan penjelasan dokter.
Sampai di rumah, pukul 13.00 wib.
Laras membuka ponselnya yang belum ia periksa. Ada puluhan telfon tidak terjawab dan ratusan spam chat dari Rio. Sengaja ponsel nya di mode senyapkan.
"Lebay amat" Gumam Laras.
Tanpa membalas pesan Rio, Laras tidur untuk istirahat.
Namun, sudah mencoba untuk memejamkan matanya. Tetap tak barhasil untuk membuatnya tidur.
Laras memainkan ponselnya. Ia mengklik browser untuk searching `Bagaimana cara menebus dosa zina menurut islam'
Munculah beberapa artikel. Laras mengklik salah satunya. Dan...
-------------
------------
-----------
Taubat yang dilakukan harus memenuhi syaratnya. Berikut ini syarat taubat yang harus dipenuhi:
syarat taubat, yaitu:
1. Ikhlas karena Allah ta’ala : Maksudnya adalah karena takut kepada Allah ta’ala dan ingin mendekat kepadaNya
2. Menyesal atas perbuatan dosa yang telah dia perbuat sebelumnya.
3. Segera meninggalkan dosa tersebut dan tidak menunda-nundanya.
4. Bertekad kuat untuk tidak kembali kepada dosa tersebut.
5. Taubat itu dilaksanakan pada saat taubat masih diterima, yaitu sebelum ajal menjemput dan sebelum matahari terbit dari sebelah barat. Diterjemahkan secara bebas dari Asy-Syarh Al-Mumti’ Ala Zad Al-Mustaqni’ oleh syaikh Utsaimin 14/380
6. Putuskan bila ia bukan mukhrim mu.
7. Lanjut ke pernikahan bila tak ingin putus. Untuk menghindari kesalahan berulang.
“Aku ingin putus, tapi Rio sudah terlanjur menodaiku. Ya Allah,, Aku harus bagaimana? "
Ujarnya dalam hati dengan air mata yang tak bisa lagi di bendung.
***
POV RIO
Aku tak akan memutuskan orang yang ku cintai. Aku melakukan hal itu karena aku sangat takut kehilangan nya. Berulang kali bahkan tak terhitung Laras selalu meminta putus. Karena rasa sayangku sudah sangat dalam padanya. Aku tak bisa hidup tanpanya.
Sedari pagi, aku kirim pesan padanya. Aku juga menelfonnya. Namun, Laras tak membalas atau menelfon balik. Terlihat centang dua nya sudah berwarna biru sedari tadi, yang artinya sudah ia baca.
Apakah Laras mengabaikanku? Apakah dia masih marah atas perbuatan ku padanya? Apakah caraku salah untuk mempertahankannya?
Tak lama kemudian akhirnya aku mendapatkan balasan dari Laras.
“Aku ingin kita bertemu sebulan sekali atau 2minggu sekali"
Hah??! Ko tiba tiba Laras mengatakan itu? Kenapa?
Aku gak mau menunggu bertemu dengannya selama itu.
"Gamau, aku ingin seperti biasanya. Sabtu minggu ke rumahmu. Bertemu kamu." Balasku
Send.
"Kalau begitu, buatlah keputusan. Hubungan kita selesai sampai sini atau lanjut ke pernikahan!"
Putus? Nikah? Lebih baik menikahinya dari pada harus kehilangannya untuk selamanya.
Aku pun langsung membalasnya dengan yakin.
“Lanjut ke pernikahan" Balasku lagi
Send.
Lagi-lagi Laras hanya membaca pesanku tanpa membalas.
Ku rebahkan tubuhku ke kasur, sebenarnya aku sangat senang bisa menikmati tubuh Laras. Aku sengaja membuat nya sulit untuk berteriak dan melawan. Karena aku tahu, Laras itu tenaganya lemah tak akan mungkin bisa menandingi tenagaku. Apalagi aku sangat nafsu saat melihat tubuhnya yang tak memakai sehelai kain pun.
Tapi, gara-gara kejadian itu, hubungan ku dengannya malah menjadi renggang.
Aku jatuh cinta saat pertama kali melihatnya. Ia manis meskipun tanpa riasan. Ia sangat pendiam membuatku penasaran.
Trining..
Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya Laras membalas.
“Nikahi aku pertengahan bulan depan. Jika kamu mau lanjut ke pernikahan. Tapi, jika kamu tidak sanggup lebih baik kita selesai sampai disini. "
Pertengahan bulan depan? Itu artinya waktuku 2minggu lebih 5 hari. Bagai mana bisa secepat itu?! Uang dari mana?
Lebih baik aku setujui. Aku tak ingin kehilangan Laras. Aku harus bicarakan dengan kedua orangtua ku terlebih dahulu.
“Aku sanggup, tapi kita harus bicara dulu dengan kedua orang tua kita Laras, " Balasku
Send.
" Nanti malam setelah Bapak pulang akan aku bicarakan. Beritahu orang tua mu malam ini juga" Balas Laras.
"Iya sayang,," Balasku lagi.
Send.
Aku ingat, kalau aku punya uang arisan yang belum cair.
Yang akan ku dapatkan sebesar 8. 000.000.
Akan aku pakai uang itu untuk biaya nikah meskipun masih harus membayar arisan setelah menikah nanti.
Karena hanya itu satu satunya jalan.
Bagaimanapun caranya, aku tidak ingin kehilangan Laras. Karena aku sangat mencintainya.
Anda Mungkin Juga Suka





