Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikah Dengan Pria Buta

Terpaksa Menikah Dengan Pria Buta

Cho Bae-Hyun adalah pria kaya dari keluarga terpandang yang dipandang sebelah mata karena kebutaan permanennya. Dianggap sebagai beban keluarga, ia dipaksa menikahi seorang gadis muda dari keluarga Eun. Awalnya ia merasa akan menjadi beban bagi istrinya, namun ternyata sang istri justru menjadi cahaya dan pendamping setia baginya. Meski harus menghadapi siksaan dan cacian yang bertubi-tubi, sanggupkah keduanya bertahan melewati segala rintangan tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

Bagaimana rasanya jadi pria buta?

Bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak berarti buat keluarganya?

****

Cho Bae-Hyun, pria tampan dengan mata coklatnya yang terlahir di Seoul-Korea selatan. Banyak yang suka dengan tempat itu, terutama dirinya. Bisa di bilang tempat itu sangat damai, bahkan jarang yang tinggal ditempat tersebut.

Alasan lainnya, dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang yang berada dilingkungannya, maka dari itu dia bertahan di rumah warisan dari Kakeknya itu.

Dulu, banyak yang mengagumi pria tersebut, karena ketampanannya dan kekayaannya.

Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu, yang menimpa dirinya. Akhirnya banyak perempuan yang tidak menginginkannya dikarenakan dirinya sudah buta permanen. Mulai dari itu, dirinya tidak ingin mengenal perempuan jika mereka hanya memanfaatkannya saja.

Menjadi pria buta sangat tidak menyenangkan, itu yang dirasakan oleh Cho Bae-Hyun. Semua sangat gelap, dia tidak bisa melihat apapun dari tempat yang ia singgahi bahkan wajah keluarganya sendiri. Dia ingin seperti orang lain, seperti pria yang normal dan bisa kerja kembali menjadi CEO di perusahaan sebelumnya.

Semua berawal dari kecelakaan yang berujung maut sewaktu acara party yang dilaksakanan di kediamannya. Air keras di dalam gelas yang di bawa oleh Mamanya membuat dirinya buta untuk selama-lamanya. Entah itu disengaja atau tidak. Dia tidak pernah menganggapnya serius, tapi jujur saja dia sangat kecewa dengan perlakuan Mamanya itu.

Bukan hanya kehilangan itu saja, tetapi dirinya juga kehilang Kakeknya yang pernah menjadi teman ceritanya. Karena pembunuhan secara sengaja oleh seseorang yang diam-diam masuk ke dalam rumahnya.

"Ma, Pa, lebih baik Bae-Hyun saja yang menikah dengan gadis itu, aku sudah mempunyai kekasih Ma." Bae-Jeon terus memohon untuk menunda pernikahannya dengan gadis yang di maksud.

"Lagipula Ga-Eun tidak akan melihat wajah asliku bukan?" lanjutnya.

"Benar juga ya? Pa? Kita nikahkan saja si buta itu," saran Kim-Aera, selaku Mama dari Bae-Hyun.

Jun-Bae mengangguk kecil, sesekali memungutkan wajahnya. "Benar juga, kita nikahkan si buta saja. Papa setuju sama kalian," kata Jun-Bae menatap mereka, pertanda dirinya mengiyakan. Tentunya membuat mereka tersenyum puas dengan pernyataan dari Papanya.

Suara bisingan dari bawah, yang membuat Bae-Hyun semakin penasaran. Terdengar sangat samar, tapi dirinya yakin kalau mereka sedang membicarakan dirinya.

"Ya, kau tidak perlu khawatir. Lagipula kalian saudara kembar. Biarkan Bae-Hyun menikah dengan Ga-Eun."

Menikah? Apa yang mereka bicarakan? Batinnya.

Bae-Hyun menghentikan langkahnya saat sampai di bawah tangga.

"Apa yang kalian bicarakan hah?" tanya Bae-Hyun dengan nada tidak suka.

"Ah, saudaraku. Tidak-- kita hanya mempersiapkan pernikahanmu dengan keluarga Eun," ujar seorang pria yang mirip dengannya, siapa lagi kalau bukan Bae-Jeon, saudara kembarnya.

"Pernikahan?" Bae-Hyun meringis kecil.

"Iya Sayang, kita tidak perlu mengurusmu lagi, kalau kau sudah mempunyai istri," lanjut Aera selaku Mama kandung mereka.

"Jangan main-main soal pernikahan, Ma. Lagipula, aku tidak mengingikan semua itu."

Aera meringis kecil, lalu memalingkan wajahnya sekilas. "Keras kepala," gumamnya.

"Kita tidak main-main anakku. Dan ini demi kebahagiaanmu, bukan begitu Pa? Bae-Jeon?"

"Terus saja begitu Ma," batin Bae-Hyun.

Bae-Jeon dan juga Jun-Bae mengangguk mantap. "Benar!"

"Sudahlah Sayang, kau ituti kemauan kami okay, kau akan bahagia nanti," ujar Aera sembari mengusap bahu Bae-Hyun dengan lembut.

"Lihatlah Ma, Bae-Hyun, aku mempunyai gambar Ga-Eun."

"Ouh-- Sayang sekali ya, kau tidak bisa melihatnya," ujar Bae-Jeon sesekali menatap saudaranya itu. Sedikit ketawa kecil, seperti meremehkannya.

Bae-Hyun tersenyum getir mendengarkan ucapan saudaranya barusan. "Picik," gumamnya.

Pasalnya, pernikahan adalah sesuatu yang berlangsung selama sehidup sekali, dan Bae-Hyun tidak suka memainkan itu semua.

Bahkan dirinya tidak mengenali seseorang yang akan dijodohkan oleh keluarganya, gadis muda dari keluarga Eun.

"Ga-Eun, gadis ini sangat anggun, dan dia sangat ramah. Wajahnya lumayanlah, dia dari keluarga Eun. Pasti kau pernah mendengarnya," jelas Aera.

"Tidak."

Bae-Hyun menghela napasnya dengan pelan. "Sampai kapan kalian memaksaku seperti ini hah?"

Sampai kau sudah menghilang dari dunia ini, Bae-Hyun. Batin Bae-Jeon, menyunggingkan senyuman getirnya.

"Siapa yang memaksamu?" timpal Bae-Jeon dengan nada santainya.

"Iya, kita tidak pernah memaksamu Bae-Hyun. Lagipula ini demi kau Bae-Hyun," lanjut Jun-Bae selaku Papa dari Bae-Hyun.

Bae-Hyun menghela napasnya dengan pelan. "Percuma berbicara sama kalian," desisnya, sebelum ia melangkah pergi dari hadapan mereka.

***

Brak! suara pintu mobil sempat terdengar keras di telinga Bae-Hyun, sehingga membuat sebagian penjuru jalanan melihat ke mobil tersebut. Dan siapa kira, kalau pria itu akan di turunkan di tempat yang tidak pernah dia kunjunginya.

"Ada apa? Kenapa aku diturunkan di sini?" tanya Bae dengan wajah bertanya-tanya.

Sebenarnya pagi itu, Bae-Hyun ingin keluar dari rumahnya itu, keluar dari jebakan setan di rumah tersebut, sekalian mencari kucing kesayangannya yang sudah seharian menghilang. Tapi, tidak disangka dirinya diturunkan di tempat yang asing?

"Maaf, Tuan. Ini keinginan Nyonya," ujar salah satu bodyguard dengan ramah sebelum mobil itu pergi begitu saja.

Bae-Hyun mengkerutkan keningnya, lalu menggertakkan giginya. "Sial, kenapa mereka mau saja disuruh oleh nenek lampir itu," gertaknya dengan kesal. Kakinya melangkah ke arah jalan raya. Pikirannya sangat kacau, wajahnya sangat marah, kesal dan ah-- tidak bisa dibayangan bagaimana perasaan Bae-Hyun saat ini.

"Tuan! Awas!" jerit seorang gadis, lalu menarik pria itu hingga menepi.

Napas Ga-Eun terengah-engah, matanya menatap pria tersebut dengan lekat. Memastikan pria itu tidak kenapa-kenapa. Tangannya dilambaikan di depan mata pria tersebut.

"Apa? Kau pasti akan bilang. Kenapa aku buta?" tanyanya dengan santai. Jujur saja, meskipun dirinya buta, tapi dia masih merasakannya.

Ga-Eun menyimpan tangannya di belakang punggungnya sembar menerjapkan matanya. "Ti--tidak kok, bukan begitu."

"Hati-hati," lanjutnya.

Bae-Hyun tersenyum simpul, lalu mengulurkan tangannya. "Terimakasih, aku berhutang budi denganmu."

Ga-Eun membalas ulurannya, lalu tersenyum kikuk. "Engh, iya."

"Tuan Bae bukan?" tanya Ga-Eun dengan spontan.

Bae-Hyun sempat terdiam. "Kau kenal denganku?"

Ga-Eun menegukkan ludahnya gugup, lalu menganggukkan kepalanya. "Iya, aku sering mendengarkan keluargaku berbicara. Jadi, aku sering mendengarkan namamu."

Ga-Eun meringis pelan.

"Namamu siapa? Ah--ya bisa minta tolong?"

"Minta tolong? Boleh. Mau minta tolong apa?"

"Bawa aku ke halte. Aku akan menunggu bus di sana, kalau kau tidak keberatan."

Ga-Eun menerjapkan matanya. "Ah- Okey. Aku tidak keberatan kok, aku akan membantumu." Ga-Eun memapah tubuh pria itu menuju ke halte yang tidak jauh dari tempat tadi. Pandangannya tidak berhenti menatap Bae-Hyun.

"Apa benar dia Tuan Bae-Hyun yang dimaksud dengan Mamaku?" batin Ga-Eun terus memastikannya terus memandangi wajah tampan pria tersebut.

"Kenapa kau bisa di sini sendirian? Harusnya kau tetap stay di rumahmu?" tanya Ga-Eun hati-hati. Dia pernah mendengar, kalau dirinya harus berhati-hati kalau berbicara dengan keluarga Bae.

"Harusnya begitu, tapi aku sedang mencari kucingku."

"Kucing? Mencari sendiri?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma kekerasan seksual mengubah Berlian menjadi sosok tomboi yang nakal. Merasa dirinya kotor dan tak berharga, ia menutup hati serta menghindari hubungan dengan pria mana pun. Berlian yakin tidak akan ada lelaki yang tulus menerimanya. Namun, takdir membawanya bertemu seorang pria kaya raya yang mengubah segalanya. Akankah kehadiran sosok miliarder ini menyembuhkan luka masa lalunya yang kelam, atau justru memberikan penderitaan baru yang lebih menyakitkan?
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira terpuruk setelah perusahaannya nyaris bangkrut dan tunangannya berkhianat demi wanita kaya. Di tengah keputusasaan, ia melarikan diri ke kelab malam hingga mabuk berat. Takdir buruk membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, CEO dingin di kantornya sendiri. Kini, Keira dan Aksel terjebak dalam konsekuensi rumit akibat satu malam tragis tersebut. Bagaimana mereka menghadapi perubahan hidup yang tidak terduga ini?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Fall For You (Rindu)
8.0
Rindu Kinasih mengira perjodohannya dengan Derren Aji Putra adalah anugerah. Namun, pria mapan itu justru menjadi sumber siksaan fisik dan batin yang kejam. Di tengah penderitaan, Danielo Chris selaku atasan Rindu yang trauma akan kekerasan muncul menawarkan bantuan. Ia menyodorkan kontrak pernikahan sebagai jalan keluar dari neraka Derren. Kini, Rindu terjebak dilema besar: tetap bertahan dalam maut atau menerima tawaran gila demi kebebasannya.
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Samuel penasaran dengan kehidupan Annabelle yang bekerja sebagai biduan orgen tunggal hingga penari striptis. Meski ditawari posisi tetap di sebuah karaoke mewah agar lebih stabil, Annabelle menolak karena enggan terikat jadwal rutin. Dia lebih memilih kebebasan meski hanya tampil sesekali. Ketertarikan Samuel memuncak saat ia mulai menanyakan tarif layanan Annabelle. Samuel pun mengajukan tawaran khusus untuk menyewa jasa Annabelle selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menjadi istri keempat Tuan Thakur, seorang tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah kontrak drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup kecuali maut memisahkan atau sang suami sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?