Sampul Novel Terobsesi Dosen Cantik

Terobsesi Dosen Cantik

8.4 / 10.0
Dalam novel Terobsesi Dosen Cantik, Laura harus menjaga keutuhan pernikahan poliandrinya dengan James dan Reynold saat seorang mahasiswa mulai terobsesi padanya. Di tengah godaan kampus, temukan kisah romance novel ini dalam koleksi online novel yang menguji kesetiaan dan komitmen.
Ringkasan Terobsesi Dosen Cantik
Musim kedua berlanjut saat Laura menjalani rumah tangga poliandri bersama James dan Reynold, mantan mahasiswanya. Meski berusaha adil membagi cinta, kecantikan Laura justru memicu obsesi baru pada mahasiswa bernama Joel Darren Kim. Laura kini lebih waspada, sementara kedua suaminya telah bertransformasi menjadi dosen idola di kampus. Di tengah kekaguman mahasiswi yang memuja mereka, kesetiaan James dan Reynold diuji. Mampukah mereka bertahan dari godaan demi menjaga keutuhan cinta untuk Laura?
Baca Selengkapnya

Terobsesi Dosen Cantik Bab 1

Mungkin ini bukanlah hari keberuntungan Laura, mobil Honda Jazz merah miliknya tiba-tiba mogok di Ringroad Utara. Dia masih sempat menepikan mobil itu sebelum mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Siang itu Laura baru saja kembali dari praktikum Nekropsi Veteriner di lapangan yang mengambil tempat di salah satu kolam pemancingan besar di daerah dekat West Lake Resort. Dia berniat kembali ke kampus karena masih siang.

Laura pun keluar dari mobilnya lalu membuka kap mobil yang mengepulkan asap panas. Dia buta mengenai mesin mobil.

"Aduh, mobilku kenapa ini ya?" ucap Laura kebingungan sembari mengamati dari mana asap itu muncul.

Tanpa Laura sadari seorang pemuda berdiri di sampingnya. "Kenapa Prof. mobilnya?" tanyanya membuat Laura terlonjak kaget.

"Eehh ... ohh .. kamu Joel, entahlah ... aku buta masalah mesin mobil. Ini tiba-tiba macet mesinnya," jawab Laura bersedekap kebingungan harus bagaimana menangani mobilnya yang mogok.

Joel memeriksa mesin mobil Honda Jazz itu. Dia pun berkata, "Prof. maaf, ini tidak bisa dibetulkan di sini, harus dibawa ke bengkel karena ada konsleting dinamo starter. Tuh 'kan kebakar, asapnya masih keluar sedikit. Saya telponkan bengkel langganan saya sekarang. Nanti Profesor Laura ikut motor saya saja ke kampus."

"Oohh oke, terima kasih banyak, Joel! Maaf merepotkanmu," balas Laura lega sembari tersenyum pada Joel yang sedang menelepon pihak bengkel sambil menatapnya.

Usai menelepon pihak bengkel untuk menjemput mobil Profesor Laura, pemuda itu pun mengajak Laura menunggu orang suruhan bengkel datang di warung tak jauh dari situ.

"Minum es tehnya dulu, Prof. Cuacanya gerah sekali siang ini!" ujar Joel seraya menyodorkan segelas es teh kepada Laura.

Tanpa merasa aneh, Laura pun menerima es teh itu dari tangan Joel. "Terima kasih, Joel. Harusnya kamu nggak perlu repot-repot begini," tuturnya menatap wajah Joel yang tampak berseri-seri.

Profesor Laura itu dosen idola Joel semenjak dia menjadi mahasiswa baru dulu. Mereka berkenalan ketika Joel mengisi KRS (Kartu Rencana Studi) awal semester karena dia mahasiswa bimbingan Profesor Laura.

Pemuda berparas tampan dengan postur tubuh tinggi gagah itu tahu siapa suami Prof. Laura, tetapi yang namanya idola selalu di hati dan dikagumi sekalipun tak dapat digapai. Joel hanya bisa berusaha berada di dekat profesor cantik yang sudah berusia matang itu.

Awal semester 6 lalu, Joel mendaftar menjadi asisten dosen Laboratorium Patologi Anatomi (PA), departemen dosen cantik itu bekerja di kampus FKH UGM. Mereka jadi sering bertemu untuk mengurus praktikum dan tugas mahasiswa di mata kuliah yang berhubungan dengan Lab. Patologi Anatomi.

"Prof, si Jake sama Joshua jarang diajak ke kampus lagi ya?" tanya Joel menanyakan anak kembar Laura yang masih duduk di bangku SD. Sepasang mata biru yang indah itu menatapnya dan membuatnya jatuh hati lebih dalam lagi.

"Mereka terlalu sibuk di sekolah dan kegiatan ekskul, Joel. Kalau harus nungguin aku di kampus nanti kecapekan," jawab Laura apa adanya tanpa merasa aneh dengan tatapan intens Joel kepadanya.

Memang Laura sedari dulu tidak pernah peka pada perhatian lawan jenisnya karena dia terlalu memesona di mata kaum Adam. Hal ini juga terjadi pada Joel. Dia tidak pernah menganggap Joel lebih dari sekadar mahasiswa bimbingannya dan asisten lab berbakat.

Akhirnya setelah menunggu hampir setengah jam, orang dari bengkel langganannya pun tiba. Joel dan Laura bergegas ke jalan raya tempat mobil Laura mogok tadi.

Tiba- tiba sebuah sepeda onthel melintas di jalur lambat itu dan hampir menabrak Laura. Dengan sigap Joel menarik tangan Laura lalu menangkapnya sebelum terjatuh hingga tubuh wanita itu tenggelam dalam pelukannya. Mendadak jantung keduanya aritmia, berdetak lebih kencang akibat insiden itu.

Aroma greentea chamomile yang menenangkan itu tertiup angin dan menyerbu indera penciuman Joel. Tubuh yang hanya berani dia impikan dalam tidurnya berada di dalam dekapannya. Otak Joel seolah meleleh, dia tak mampu bereaksi apa pun, mematung dalam posisi itu beberapa menit.

"Joel, kurasa kau bisa melepaskanku ...," ucap Laura jengah dipeluk begitu erat oleh mahasiswanya.

Akhirnya Joel tersadar dan tergagap-gagap meminta maaf pada Laura karena hal tidak mengenakkan itu.

"Sudahlah, Joel. Aku tidak marah kok, terima kasih sudah menolongku dari kecelakaan yang tidak diharapkan," hibur Laura dengan nada biasa.

"Oohh ... sudah tugasku, Prof. untuk melindungi Anda karena ...." Joel tidak meneruskan ucapannya yang melantur dan hanya berani membatin saja, '... karena kamu wanita yang kusukai.'

Dia pun berjalan mendekati montir bengkel. "Di derek aja, Mas. Masalahnya di dinamo starternya yang terbakar, jadi harus dibongkar dan diganti spare part yang baru. Besok kalau sudah jadi minta diantar ke kampus Kedokteran Hewan UGM ya?" ujar Joel seolah memegang kendali. Dia memang pemuda yang memiliki sisi dominan dan senang memutuskan segala sesuatu dengan pertimbangannya.

Diam-diam Laura memperhatikan Joel yang sedang berbicara dengan montir bengkel, dia cukup terkesan.

"Sudah beres, Prof. Jangan kuatir, mungkin besok siang sudah dibalikin ke kampus mobilnya. Kita pulang sekarang ya," ucap Joel pada Laura yang menunggu di sisinya.

Pemuda itu menyerahkan helm cadangan kepada Laura. "Ayo naik, Prof. Saya antar ke kampus. Pegang pinggang saya ya, takut nanti Prof. Laura jatuh ...," ujar Joel santai sembari menaiki sepeda motor Kawasaki Ninja hijaunya.

Laura memutar bola matanya seolah tak percaya mendengar ucapan Joel barusan. Dia memilih untuk diam tak menanggapi ucapan Joel itu lalu naik ke boncengan sepeda motor itu.

Ketika Joel menyalakan starter sepeda motornya, dia menunggu tangan Laura untuk memegang pinggangnya dan tidak kunjung terjadi. Dia mendesah lelah lalu meraih kedua tangan Laura dan menalikannya di sekitar perutnya yang rata berotot.

"JOEL?!" seru Laura terkejut dengan tindakan Joel yang terlampau berani itu.

Namun, pemuda itu segera tancap gas sehingga Laura tidak jadi melepaskan pegangan tangannya di perut pemuda itu. Padahal sulit untuk tidak menempel di punggung pemuda itu. Sepeda motor itu dikendarai dengan kecepatan konstan yang sedang-cepat menuju ke kampus FKH UGM.

Perlahan pegangan tangan Laura mulai mengendur dari perut Joel, tetapi tangan kiri Joel mencegahnya beranjak.

"Prof, jangan memecah konsentrasiku!" sergah Joel tajam.

Laura mengalami dilema, dia akhirnya memilih mengalah dan menuruti kenginan Joel untuk berpegangan di perut pemuda itu. Dalam hatinya, Laura bertanya-tanya ... apakah Joel menyukainya?

Dia cukup mengalami trauma dengan hubungannya dengan Reynold bertahun-tahun yang lalu ketika Reynold masih menjadi mahasiswanya dan malah memperkosanya dulu. Laura tentunya tidak ingin Joel menjadi Reynold kedua.

Dalam perjalanan itu, Joel merasa begitu bahagia dipeluk dari belakang oleh wanita yang dia sukai, dosen idolanya. Ini mungkin hari terindah dalam hidupnya.

Mereka berdua pun memasuki area parkir sepeda motor di kampus FKH UGM. Dengan segera Laura turun dari sepeda motor Kawasaki Ninja hijau itu.

"Terima kasih tumpangannya, Joel. Sampai besok," ujar Laura lalu berjalan cepat menuju ke Lab. PA. sebelum pemuda itu sempat menjawab sepatah kata pun.

Joel hanya bisa tersenyum masam memandangi tubuh ramping itu dari belakang menjauh darinya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terobsesi Dosen Cantik

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan