Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlambat untuk Pengampunannya

Terlambat untuk Pengampunannya

Dunia Alya hancur saat tunangannya meminta ginjalnya untuk Bella, saudara kembarnya, sekaligus membatalkan pernikahan mereka demi menikahi Bella. Keluarganya yang termakan kebohongan masa lalu Bella pun mengusirnya dengan kejam. Mereka tak tahu bahwa lima tahun lalu Bella mencuri identitas Alya sebagai pendonor Ayah, hingga Alya kini hanya punya satu ginjal dan hidupnya divonis sisa beberapa bulan. Di ambang maut, Alya akhirnya menyetujui tuntutan fatal tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sudut Pandang Alya Kirana:

Mataku perih, rasa panas yang sudah biasa kutekan. Aku berbalik untuk pergi, perlu melarikan diri dari kehangatan lingkaran keluarga kecil mereka yang menyesakkan sebelum itu mencekikku.

"Alya, tunggu."

Itu Bima. Dia menghentikanku di pintu, ekspresinya tidak terbaca.

"Bella butuh makalah penelitianmu," katanya, tidak menatap mataku. "Yang tentang regenerasi sel degeneratif. Skripsi akhirnya harus dikumpulkan, dan dengan kesehatannya... dia tidak bisa menyelesaikannya."

Rasa pahit dan asam memenuhi mulutku. Bukan hanya ginjalku. Bukan hanya tunanganku. Mereka juga menginginkan pikiranku.

Seingatku, aku telah menjadi akademisi bayangan Bella. Aku menulis esainya, menyelesaikan proyeknya, bahkan mengerjakan ujian online-nya. Dia menuai hasilnya—beasiswa, penghargaan, pujian dari orang tua kami yang bangga—sementara aku tetap tidak terlihat. Plagiarisme adalah fondasi dari seluruh karir akademisnya, karir yang dibangun di atas hasil kerjaku.

"Tolong, Al," sela Ibu, bergegas mendekat. Dia meletakkan tangan di lenganku, sentuhannya merupakan campuran aneh antara memohon dan memerintah. "Itu hanya sebuah makalah. Kakakmu sudah melalui banyak hal. Dia pantas lulus dengan predikat cum laude. Itu hal terkecil yang bisa kamu lakukan."

Hal terkecil yang bisa kulakukan. Setelah memberikan nyawaku padanya.

Aku memaksakan senyum, senyum yang rapuh dan retak. "Tentu saja. Apa pun untuk Bella."

Apa artinya satu pengorbanan lagi? Aku akan segera pergi. Apa yang akan terjadi padanya nanti, ketika penopangnya ditendang dari bawahnya? Pikiran itu memberiku secercah kepuasan yang gelap dan suram.

"Terima kasih," desah Bima, kelegaan membuat bahunya merosot. Dia mengeluarkan sebuah flashdisk dari sakunya. Flashdisk-ku. Yang kusimpan seluruh hasil kerja hidupku di dalamnya. Dia pasti mengambilnya dari apartemenku.

Mereka telah merencanakan semua ini sejak awal.

Bella, dari singgasana bantalnya, memberiku senyum kecil yang penuh kemenangan. Itu adalah tatapan yang kukenal baik. Tatapan seorang pemenang.

Bima kembali ke sisinya, membungkuk untuk mencium keningnya. Gerakan itu begitu intim, begitu lembut, rasanya seperti pukulan fisik. Kemarahan yang panas dan membara melingkar di perutku, begitu kuat hingga membuatku ingin berteriak, merobek seluruh ruangan steril ini.

Tapi aku menelannya, sama seperti aku telah menelan setiap ketidakadilan lainnya, setiap penghinaan lainnya, setiap bagian dari hidupku yang dicuri.

Tidak ada yang memperhatikan ketika aku menyelinap keluar dari ruangan. Aku sudah menjadi hantu bagi mereka.

Kembali di apartemenku, aku mulai bersih-bersih. Aku mengemas buku-bukuku ke dalam kotak, membuang foto-foto lama, dan melepaskan sprei dari tempat tidurku. Aku ingin menghapus jejak diriku, tidak meninggalkan apa pun untuk mereka tangisi, atau lebih mungkin, untuk mereka lupakan dengan mudah.

Rasa sakit yang tajam dan menusuk menjalar di punggung bawahku, membuatku terkesiap dan berpegangan pada dinding untuk menopang diri. Tubuhku gagal lebih cepat sekarang. Kelelahan itu adalah jubah berat yang tidak bisa kulepaskan.

Aku benar-benar sekarat. Pikiran itu tidak lagi menakutkan. Itu hanya sebuah fakta.

Gedoran keras dan tiba-tiba di pintuku membuatku terlonjak. Aku membukanya dan menemukan Bima, wajahnya topeng kemarahan dingin. Di belakangnya berdiri orang tuaku, dan di antara mereka, Bella, menangis histeris di bahu ibuku.

"Beraninya kamu?" geram Bima, menerobos masuk ke apartemen. Dia mengacungkan ponselnya di depan wajahku. Di layar ada sebuah forum akademik, makalahku diposting dengan nama Bella, dan bagian komentar yang penuh dengan caci maki.

"Kamu bilang pada profesormu," tuduhnya, suaranya bergetar karena marah. "Kamu bilang pada semua orang dia menjiplaknya. Kamu mencoba menghancurkannya!"

Tangisan Bella semakin keras. "Dia memposting online bahwa aku penipu," ratapnya. "Dia bilang aku pembohong! Semua orang membenciku sekarang!"

"Jangan khawatir, sayangku," bujuk Ibu, menatapku tajam dari atas kepala Bella. "Kami akan membuatnya meminta maaf. Kami akan membuatnya memperbaiki ini."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KQE" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KQE
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Ulang tahun ke-18 yang seharusnya indah berubah menjadi kenyataan pahit bagi seorang gadis muda. Ia terpaksa menikah dengan David, pria dewasa yang asing baginya. Alih-alih romantis, interaksi mereka justru diwarnai perdebatan konyol soal kartu kredit versus uang tunai untuk membeli jajanan. Di tengah ketidakpastian masa depan pernikahannya, sosok Dinar muncul dan terang-terangan menanti status jandanya. Akankah ia menemukan bahagia atau justru terjebak sengsara?
Sampul Novel Diary Naya
9.1
Bagi banyak orang, makna cinta bersifat subjektif dan beragam, sebagaimana kutipan Marianne Williamson yang menyebutnya sebagai inti eksistensi manusia. Namun, dalam sudut pandangku, definisi sejati dari perasaan ini bukanlah tentang memiliki. Kisah ini mengeksplorasi arti pengorbanan terdalam, di mana mencintai berarti memiliki ketulusan untuk melepaskan sosok yang paling berharga agar ia mampu menemukan kebahagiaan sejatinya sendiri.
Sampul Novel Different Body
8.0
Apa jadinya jika saat terjaga kamu mendapati dirimu terjebak dalam raga dengan gender yang sama sekali berbeda? Nasib malang inilah yang menimpa Aurora Nadine Rachellina secara tiba-tiba. Dia terbangun dan menyadari bahwa jiwanya kini menghuni tubuh seorang laki-laki. Perubahan drastis tersebut bukan sekadar anomali fisik, melainkan awal dari serangkaian masalah yang jauh lebih besar dan rumit yang harus segera ia hadapi dalam hidup barunya.
Sampul Novel HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN
9.1
Inara, gadis office girl di perusahaan migas milik keluarga Dhananjaya, terpaksa menjadi asisten pribadi Raka yang arogan setelah melakukan kesalahan. Saat persahabatannya hancur karena cinta segitiga dengan Bara dan Alexa, Raka hadir mengisi kekosongan hati Inara. Namun, hubungan mereka terancam oleh kembalinya mantan istri Raka dan paksaan ibu tiri. Daniel, kakak Raka yang cacat, juga mulai memanfaatkan Inara demi kepentingan pribadinya sendiri.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire
8.7
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.
Sampul Novel Jodoh untuk Mas Duda
8.9
Dua tahun berlalu sejak Sari tiada, Mas Duda menjalani hari-harinya sebagai guru SD dengan penuh kesederhanaan. Meski mencintai profesinya, pria berusia 35 tahun ini tak mampu menghalau rasa sepi yang kian menghimpit batinnya. Tekanan dari keluarga dan sahabat untuk mencari pendamping baru pun mulai berdatangan. Namun, di tengah kekosongan jiwa tersebut, ia masih didera keraguan dan belum sepenuhnya siap untuk membuka kembali pintu hatinya bagi cinta yang lain.