Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlambat untuk Pengampunannya

Terlambat untuk Pengampunannya

Dunia Alya hancur saat tunangannya meminta ginjalnya untuk Bella, saudara kembarnya, sekaligus membatalkan pernikahan mereka demi menikahi Bella. Keluarganya yang termakan kebohongan masa lalu Bella pun mengusirnya dengan kejam. Mereka tak tahu bahwa lima tahun lalu Bella mencuri identitas Alya sebagai pendonor Ayah, hingga Alya kini hanya punya satu ginjal dan hidupnya divonis sisa beberapa bulan. Di ambang maut, Alya akhirnya menyetujui tuntutan fatal tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pria yang kucintai, pria yang akan kunikahi, memintaku untuk menyelamatkan nyawa saudara kembarku.

Dia tidak menatapku saat menjelaskan bahwa ginjal Bella sudah rusak total.

Lalu, dia menyodorkan surat pembatalan pertunangan kami di atas meja. Ternyata bukan hanya ginjalku yang mereka inginkan. Tunanganku juga. Dia bilang, permintaan terakhir Bella sebelum mati adalah menikah dengannya, walau hanya untuk sehari.

Reaksi keluargaku sungguh brutal.

"Setelah semua yang kami berikan padamu?" jerit Ibu dengan suara melengking. "Bella menyelamatkan nyawa Ayahmu! Dia memberikan sebagian dari dirinya! Dan kamu tidak bisa melakukan hal yang sama untuknya?"

Ayah berdiri di sampingnya, wajahnya muram dan dingin. Dia berkata jika aku tidak mau menjadi bagian dari keluarga, aku tidak pantas berada di rumahnya. Aku diusir. Lagi.

Mereka tidak tahu kebenarannya. Mereka tidak tahu bahwa lima tahun lalu, Bella memasukkan obat tidur ke dalam kopiku, membuatku melewatkan jadwal operasi transplantasi untuk Ayah. Dia mengambil alih posisiku, muncul sebagai pahlawan dengan bekas luka palsu, sementara aku terbangun di sebuah losmen murah, dicap sebagai pengecut. Ginjal yang berdetak di dalam tubuh Ayah adalah milikku.

Mereka tidak tahu aku hanya punya satu ginjal tersisa. Dan mereka jelas tidak tahu bahwa penyakit langka sudah menggerogoti tubuhku, memberiku sisa hidup hanya beberapa bulan lagi.

Bima menemukanku kemudian, suaranya terdengar parau.

"Pilih, Alya. Dia, atau kamu."

Ketenangan yang aneh menyelimutiku. Apa lagi yang penting sekarang? Aku menatap pria yang pernah menjanjikanku keabadian dan setuju untuk menandatangani surat kematianku sendiri.

"Baik," kataku. "Akan kulakukan."

Bab 1

Sudut Pandang Alya Kirana:

Pria yang kucintai, pria yang akan kunikahi, memintaku untuk menyelamatkan nyawa saudara perempuanku. Lalu dia memberiku surat untuk mengakhiri hidup kami.

Bima Nugraha tidak menatapku saat dia menyodorkan dokumen itu di atas meja makan kecilku yang terbuat dari kayu mengilap. Rahangnya mengeras, seutas otot berkedut tepat di bawah telinganya. Kelelahan di matanya bukan hanya karena kurang tidur; itu adalah kelelatan jiwa yang mendalam yang telah mengendap selama berminggu-minggu.

"Ini tentang Bella," katanya, suaranya rendah dan kasar, seolah dia menelan kerikil. "Ginjalnya... sudah rusak, Alya. Rusak total."

Aku tidak bergeming. Aku sudah tahu. Bisik-bisik di rumah keluargaku telah menjadi gemuruh yang tidak bisa lagi kuabaikan. Saudara kembarku, Bella, boneka porselen rapuh yang seumur hidup dilindungi oleh keluargaku, akhirnya benar-benar hancur.

"Dokter bilang dia butuh transplantasi. Segera."

Aku menelusuri tepi meja dengan jariku, pandanganku terpaku pada kertas-kertas itu. Kata-kata di bagian atasnya begitu tajam dan hitam: PEMBATALAN PERTUNANGAN.

Dia akhirnya mengangkat wajah, wajahnya yang tampan terukir dengan rasa sakit yang begitu dalam hingga hampir terasa seperti milikku sendiri. "Kami butuh ginjalmu, Alya."

Itu dia. Permintaan yang bukan permintaan. Itu adalah sebuah tuntutan, yang dibungkus dengan kedok keputusasaan. Dia ragu-ragu, tangannya melayang di udara di antara kami sebelum jatuh kembali ke sisinya. Itu adalah isyarat kecil dari sebuah kekalahan.

"Hanya dengan cara ini dia mau menerimanya," lanjutnya, suaranya semakin rendah. "Dia merasa... bersalah. Tentang kita. Dia pikir dia menghancurkan hubungan kita."

Aku hampir tertawa. Suara yang keluar dari tenggorokanku kering dan hampa. Bella, merasa bersalah. Itu hal baru.

"Orang tuamu setuju. Kami semua setuju. Ini yang terbaik." Dia mencoba terdengar tegas, seperti seorang pria yang membuat keputusan sulit tapi perlu. Tapi aku bisa melihat retakan di baju zirahnya. Aku bisa melihat pria yang kucintai tenggelam di bawah beban ekspektasi keluargaku.

"Aku masih mencintaimu, Alya. Kamu harus tahu itu," bisiknya, dan itulah bagian yang benar-benar menghancurkanku. Bukan permintaan untuk organ tubuhku, bahkan bukan surat pembatalan pertunangan. Itu adalah kebohongan. Kebohongan lembut yang dia katakan pada dirinya sendiri, dan padaku, untuk membuat pedang pengkhianatannya menusuk lebih mulus.

"Setelah dia pulih," janjinya, matanya memohon padaku. "Setelah semua ini berakhir, kita bisa memperbaiki ini. Aku janji."

Pandanganku kembali jatuh pada dokumen hukum itu. Sebuah janji dari seorang pria yang memintaku untuk menandatangani masa depan kami. Janji itu tidak ada harganya.

Bella sakit-sakitan sepanjang hidupnya, atau begitulah yang dikatakan kepada kami. Jantung yang lemah, paru-paru yang rapuh, kondisi tubuh yang tidak tahan stres. Dia adalah bunga mungil yang butuh perawatan terus-menerus, sementara aku adalah rumput liar yang kuat yang bisa diabaikan, diinjak-injak, dan diharapkan tumbuh kembali sama kuatnya.

Sekarang, ginjalnya telah gagal. Penyakit ginjal stadium akhir. Kata-kata itu terdengar klinis, jauh, tetapi artinya adalah hukuman mati tanpa seorang pendonor.

Dan menurut Bima, dia punya satu permintaan terakhir sebelum menyerah pada kegelapan.

"Dia ingin menikah denganku, Alya," akunya, kata-kata itu keluar dengan tergesa-gesa karena malu. "Itu... permintaan terakhirnya. Menjadi istriku, walau hanya untuk sehari."

Menjadi istri dari suamiku.

Dia mencoba melembutkannya, membingkainya sebagai pengorbanan yang mulia, tindakan belas kasihan terakhir untuk seorang gadis yang sekarat. "Itu hanya upacara, Al. Tidak berarti apa-apa. Hatiku bersamamu."

Perjuangannya begitu terasa. Dia mengacak-acak rambut gelapnya dengan gerakan panik. Dia sedang terkoyak, dan dalam keputusasaannya, dia telah memilih untuk mengorbankanku untuk menyelamatkan dirinya dari siksaan.

Aku menatap kertas-kertas itu lagi. Namaku, Alya Kirana, diketik rapi di samping garis kosong. Namanya, Bima Nugraha, sudah ditandatangani dengan tulisan tangan yang percaya diri dan kukenal.

Dia memintaku untuk memberikan ginjalku, tunanganku, dan masa depanku kepada saudara perempuanku. Semua dalam satu transaksi bersih. Dan dia melakukannya dengan deklarasi cinta di bibirnya.

Ironi ini begitu pekat, terasa pahit seperti racun di lidahku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Ulang tahun ke-18 yang seharusnya indah berubah menjadi kenyataan pahit bagi seorang gadis muda. Ia terpaksa menikah dengan David, pria dewasa yang asing baginya. Alih-alih romantis, interaksi mereka justru diwarnai perdebatan konyol soal kartu kredit versus uang tunai untuk membeli jajanan. Di tengah ketidakpastian masa depan pernikahannya, sosok Dinar muncul dan terang-terangan menanti status jandanya. Akankah ia menemukan bahagia atau justru terjebak sengsara?
Sampul Novel Diary Naya
9.1
Bagi banyak orang, makna cinta bersifat subjektif dan beragam, sebagaimana kutipan Marianne Williamson yang menyebutnya sebagai inti eksistensi manusia. Namun, dalam sudut pandangku, definisi sejati dari perasaan ini bukanlah tentang memiliki. Kisah ini mengeksplorasi arti pengorbanan terdalam, di mana mencintai berarti memiliki ketulusan untuk melepaskan sosok yang paling berharga agar ia mampu menemukan kebahagiaan sejatinya sendiri.
Sampul Novel Different Body
8.0
Apa jadinya jika saat terjaga kamu mendapati dirimu terjebak dalam raga dengan gender yang sama sekali berbeda? Nasib malang inilah yang menimpa Aurora Nadine Rachellina secara tiba-tiba. Dia terbangun dan menyadari bahwa jiwanya kini menghuni tubuh seorang laki-laki. Perubahan drastis tersebut bukan sekadar anomali fisik, melainkan awal dari serangkaian masalah yang jauh lebih besar dan rumit yang harus segera ia hadapi dalam hidup barunya.
Sampul Novel HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN
9.1
Inara, gadis office girl di perusahaan migas milik keluarga Dhananjaya, terpaksa menjadi asisten pribadi Raka yang arogan setelah melakukan kesalahan. Saat persahabatannya hancur karena cinta segitiga dengan Bara dan Alexa, Raka hadir mengisi kekosongan hati Inara. Namun, hubungan mereka terancam oleh kembalinya mantan istri Raka dan paksaan ibu tiri. Daniel, kakak Raka yang cacat, juga mulai memanfaatkan Inara demi kepentingan pribadinya sendiri.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire
8.7
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.
Sampul Novel Jodoh untuk Mas Duda
8.9
Dua tahun berlalu sejak Sari tiada, Mas Duda menjalani hari-harinya sebagai guru SD dengan penuh kesederhanaan. Meski mencintai profesinya, pria berusia 35 tahun ini tak mampu menghalau rasa sepi yang kian menghimpit batinnya. Tekanan dari keluarga dan sahabat untuk mencari pendamping baru pun mulai berdatangan. Namun, di tengah kekosongan jiwa tersebut, ia masih didera keraguan dan belum sepenuhnya siap untuk membuka kembali pintu hatinya bagi cinta yang lain.