Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Birahi Kakak Tiri

Terjerat Birahi Kakak Tiri

Bagi Aluna, bentuk tubuhnya yang menawan justru menjadi petaka karena memicu obsesi gelap Raka, kakak tirinya. Meski awalnya menolak keras segala upaya Raka untuk menaklukkannya, pertahanan Aluna perlahan runtuh hingga ia terjebak dalam gairah dan mulai jatuh cinta. Namun, hubungan mereka terancam saat Raka dijodohkan dengan seorang model. Di tengah tekanan rencana pernikahan tersebut, sanggupkah Aluna dan Raka mempertahankan ikatan mereka yang penuh konflik?
Bab
Bagikan

Bab 1

Menghadiri pesta pernikahan Papa sendiri di saat umur yang sudah layak menikah mungkin terdengar sangat lucu. Tetapi itulah yang Raka alami. Di saat umurnya yang sudah memasuki kepala dua dan layak untuk menikah, tetapi ia harus melihat Papanya yang sudah sedikit berumur menikah dengan wanita yang masih muda. Raka sudah menolak pernikahan Papanya itu, tetapi dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal membuat pernikahan itu tetap berlangsung.

"Mengapa wajahmu kecut seperti itu? Apa kamu tidak menginginkan pernikahan ini?" tanya Satya, sahabat Raka.

"Kau tahu, harusnya aku yang ada di pelaminan dan menikah. Tetapi si tua bangka itu lebih mementingkan nafsunya saja," protes Raka tidak terima.

"Itu karena kau tidak memiliki kekasih, Raka. Tidak ada wanita yang betah menjalin hubungan denganmu, bukan?" ledek Satya dengan kekehan ringannya.

Raka tidak mendengarkan ucapan Satya itu lagi. Pandangannya fokus kepada seorang wanita ralat gadis yang berjalan mendekat ke arahnya. Gadis itu memiliki tubuh yang sangat seksi dan menggoda sekali. Dengan payudara yang menonjol di balik gaunnya yang tipis itu. Raka bisa menebak jika payudara gadis itu berukuran sangat besar sekali. Bahkan tangannya sendiri tidak akan bisa menangkup payudara itu.

Raka menelan salivanya saat gadis yang baru saja ia bayangkan ukuran payudaranya itu berdiri di depannya dan mengulurkan tangan ke arahnya.

"Haii, apa namamu Raka?" tanya gadis yang berdiri di depan Raka dan Satya.

Satya melirik ke arah gadis itu dan membelalakkan matanya saat melihat bentuk tubuh gadis itu yang terlihat sangat molek dan subur sekali. Ia memegang pundak Raka dan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

"Kamu mengenalku?" tanya Raka heran. Pasalnya ia tidak mengenal siapa gadis yang berdiri di depannya.

"Aku Aluna, adik tirimu," kata gadis itu memperkenalkan dirinya.

Raka dan Satya saling berhadapan saat mendengar ucapan gadis di depannya yang bernama Aluna dan mengenalkan dirinya sebagai adik dari Raka. Sebuah hal yang membuat Raka sangat terkejut sekali.

Raka menghela nafasnya dan kembali menatap Aluna. "Kau anak Diana?"

Aluna mengangukkan kepalanya dan tersenyum manis. Senyum yang bisa membuat siapa saja yang melihatnya langsung jatuh hati termasuk Raka. Tetapi Raka langsung menepis pikirannya itu. Karena tidak mungkin ia jatuh hati kepada gadis yang merupakan anak dari Ibu tiri yang sangat ia benci itu.

"Mama Diana," koreksi Aluna. "Bukankah Papa Tio dan Mama Diana sudah menikah? Jadi kau harus memanggil Mamaku dengan sebutan Mama juga."

"Aku tidak akan sudi memanggilnya dengan sebutan Mama," kata Raka dengan tegas. "Dan aku juga tidak akan pernah menganggapmu sebagai adik tiriku. Karena aku tahu jika kau dan Mamamu itu hanya ingin menikmati harta Papaku dan menumpang hidup dengan kami. Jadi jangan pernah berharap jika hidupmu dan Mamamu yang murahan akan bahagia setelah ini."

Raka melangkahkan kakinya meninggalkan Aluna setelah mengatakan kalimat pedas itu. Kalimat pedas yang langsung keluar dari hatinya karena ia benar-benar tidak menginginkan pernikahan Papanya ini.

Aluna menatap kepergian Raka dengan senyum kecutnya. Harusnya sedari awal ia sudah mengetahui jika Raka tidak akan pernah menginginkan pernikahan ini, terbukti dengan Raka yang tidak pernah datang pada saat pertemuan menjelang pernikahan.

"Tidak usah memikirkan ucapan Raka barusan, Aluna. Dia memang seperti itu jika bertemu dengan orang baru. Tetapi sebenarnya dia sangat baik," kata Satya mengeluarkan suaranya setelah sedari tadi ia hanya diam saja.

Aluna mengalihkan pandangannya menatap ke arah lelaki yang berada di sebelahnya. Karena terlalu fokus dengan Raka, ia sampai tidak menyadari jika ada lelaki di sampingnya sedari tadi.

"Kau siapa?" tanya Aluna.

Satya tersenyum manis dan mengulurkan tangannya ke arah Aluna. "Satya, sahabat Raka."

Aluna mengangukkan kepalanya pertanda mengerti dengan apa yang Satya katakan. Ia tersenyum manis untuk menanggapi ucapan Satya itu.

"Jika aku boleh tahu, kau bekerja dimana?" tanya Satya.

Aluna terkekeh pelan sebelum menjawab pertanyaan Satya itu. "Aku masih kelas dua sekolah menengah atas. Aku belum bekerja."

Satya semakin tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Bagaimana bisa gadis seperti Aluna yang memiliki bentuk tubuh yang menggoda dan subur ternyata masih kecil. Ahh Satya tidak percaya mendengarnya.

"Aku pergi dulu. Sampai jumpa Satya," kata Aluna sembari melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Satya sendirian.

Satya menenguk salivanya saat melihat bokong Aluna bergerak seirama dengan langkahnya. Ia tidak menyangka jika ada gadis seperti Aluna di dunia ini yang memiliki bentuk tubuh yang begitu membuat siapa saja bergairah, termasuk dirinya sendiri. Bukan hanya dirinya saja, Raka juga pasti akan merasakan hal yang sama dengannya.

****

Hari ini adalah hari paling sial untuk Raka karena ia harus tinggal serumah dengan Diana dan Aluna, dua orang yang tidak pernah ia inginkan kehadirannya di rumah ini. Ia sangat tahu persis jika kedatangan Diana dan Aluna masuk ke dalam keluarganya agar ingin mendapatkan harta Tio, Papanya. Ia tahu wanita-wanita seperti apa Diana.

"Kau ingin makan apa?" tanya Diana kepada Raka. Ia ingin menjadi ibu sambung yang baik untuk Raka.

"Tidak perlu. Saya bisa mengambil makanan untuk saya sendiri," kata Rafa tanpa memandang ke arah Diana sedikitpun. Ia ingin membuat Diana paham siapa posisinya di rumah ini.

Di saat Rafa ingin mengambil nasi ke atas piringnya, tiba-tiba saja Tio menengurnya dan membuat ia mengurungkan niatnya untuk mengambil nasi tersebut.

"Tunggu Aluna datang dulu, Raka. Kita akan makan bersama-sama," kata Tio kepada Raka.

Raka meletakkan kembali sendok nasi yang sudah ada di tangannya. Ia menghela nafas panjangnya dan berusaha menahan emosinya. Ia ingin sekali ia berteriak dan mengatakan jika ia tidak menginginkan kehadiran Aluna dan Diana di rumahnya. Tetapi ia mengurungkan niatnya untuk karena tidak ingin membuat Tio marah dan mencabut semua fasilitas yang ia terima. Maka hal yang bisa ia lakukan adalah diam saja dan mencoba menurunkan emosinya.

"Itu Aluna sudah datang," kata Diana dengan senyum manisnya.

Mendengar ucapan Diana itu membuat Raka membalikkan badannya dan seketika terkejut saat melihat penampilan Aluna yang hanya memakai kaos oblong ketat yang mencetak payudaranya dengan jelas serta hot pants pendek yang hanya menutupi sedikit pahanya saja. Di tambah dengan rambut gadis itu yang sengaja di kuncir dan menampakkan leher jenjangnya dengan jelas. Siapapun yang melihat Aluna saat ini pasti akan langsung bergairah.

Raka menundukkan pandangannya dan menatap juniornya yang sudah membesar dan ingin di keluarkan saat ini. Hal itu pasti karena ia terangsang dengan tubuh Aluna yang begitu menggodanya.

"Sial sekali. Mengapa aku jadi bergairah seperti ini melihat dia."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel About Alana's life
7.8
Alana Septiani Putri, gadis 18 tahun, tumbuh di tengah keluarga yang membencinya. Sebagai anak kedua, ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya yang dipuja karena prestasi akademik. Meski sebenarnya lebih cerdas, kemampuan Alana sengaja diredam oleh saudaranya sendiri. Di balik penderitaannya, Alana hanya mendambakan satu hal yang tak pernah ia rasakan: kasih sayang tulus. Akankah ia mendapatkan kehangatan keluarga itu sebelum dunianya benar-benar terhenti?
Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kediaman Mas Yusuf, kecurigaan mulai menghantui benakku. Suamiku itu menyimpan rahasia besar di balik sebuah pintu kamar yang selalu terkunci rapat. Keganjilan semakin terasa saat aku memergokinya mengendap-endap setiap malam, membawa baki makanan serta minuman ke dalam ruangan misterius tersebut. Apa sebenarnya yang sedang disembunyikan Yusuf dariku? Misteri di balik bilik terlarang itu kini mengancam ketenanganku.
Sampul Novel Bound by Destiny
8.5
Kehidupan Elice Danurdara hancur seketika setelah ia dicampakkan dan dipermalukan secara kejam. Saat hampir menyerah pada keadaan, sebuah pertemuan tak terduga dengan Garettinus Hardiyata mengubah segalanya. Pria asing tersebut hadir untuk membuktikan bahwa Elice masih memiliki nilai yang tinggi. Lewat tatapan, tutur kata, hingga sentuhannya, Garettinus menunjukkan bahwa Elice sangat berharga, membawa sang wanita bangkit dari keterpurukan hidupnya.
Sampul Novel Cinta Pertama Adinda
8.0
Dinda, siswi energik yang baru pindah ke Malang, bertemu Mahesa, pemuda dingin calon psikolog, saat melanggar aturan sekolah. Kebersamaan mereka di kelas memicu benih cinta, namun kebahagiaan itu terancam oleh Raditya. Sang Ketua OSIS yang sakit hati ini membongkar rahasia kelam keluarga Mahesa demi balas dendam. Tak disangka, skandal tersebut mengungkap fakta mengejutkan bahwa Mahesa adalah kakak kandung Dinda. Kini Dinda terjebak dalam dilema rasa yang telanjur mendalam.
Sampul Novel Cinta Sirna Tanpa Bekas
8.6
Pernikahan Melda dan Jefry Marson yang menginjak tahun ketujuh diwarnai perubahan sikap sang suami yang mendadak gemar berolahraga dan mengubah seleranya. Meski Jefry tetap bersikap manis di rumah dengan membawakan bunga serta memasak, kecurigaan Melda akhirnya terbukti. Melalui rekaman kamera dasbor mobil, Melda menyaksikan Jefry bermesraan dengan muridnya sendiri, gadis yang pernah bertamu ke rumah mereka dan menyapanya dengan sopan. Hubungan gelap ini menghancurkan kepercayaan Melda tanpa sisa.
Sampul Novel Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!
9.4
Menikah selama lima tahun dengan wanita yang sangat mengendalikan urusan rumah tangga demi prinsip religius membuat sang suami selalu mengalah demi cinta. Namun, keyakinannya runtuh saat ia menjalankan misi penyelamatan di sebuah hotel yang terbakar. Di sana, ia mendapati istrinya yang dingin justru sedang bersandar mesra di pelukan pria lain, lengkap dengan kehadiran seorang anak kecil di antara mereka. Kisah pengkhianatan dalam novel romantis modern ini mengungkap rahasia besar yang menghancurkan pernikahan mereka.