Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pesona Nathan

Terjebak Pesona Nathan

Davina telah lama memendam perasaan pada Nathan Evano, namun ia memilih diam karena merasa bukan tipenya. Sepuluh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi penuh tanda tanya. Nathan kini tampak berbeda, terutama dengan keterlibatannya di dunia intelijen yang penuh rahasia. Davina pun mulai ragu, apakah pria misterius ini benar-benar teman masa kecilnya atau sosok lain yang serupa? Ikuti kisah romansa yang dibalut ketegangan ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pandangan Davina hanya mengikuti gerakan Nathan di luar mobil. Ia lantas kembali mengedarkan pandangan ke sekitar.

Sejauh Davina memandang, sepertinya tidak ada tempat penginapan. Padahal gadis itu sudah membayangkan akan beristirahat sebentar di salah satu kamar hotel bintang empat yang sudah dipesannya semalam, sebelum ia mulai mengunjungi tempat-tempat yang indah di Singapura.

Davina tersentak ketika mendengar suara ketukan di kaca.

Rupanya Nathan sudah berdiri di samping mobil dengan dua koper yang sudah diletakkan di dekatnya, sambil menunggu Davina keluar.

Tidak ada pilihan. Davina mendesah pelan dan melangkah keluar dari mobil, mengikuti Nathan yang sesekali meletakkan koper, lalu menyuruhnya berpose dan mengambil foto dengan ponselnya.

“Kita mau ke mana?” tanya Davina untuk kesekian kalinya.

“Lihatlah! Pemandangan alam dari sini sangat indah.” Bukannya menjawab, Nathan justru terlihat menikmati pemandangan di sekitarnya.

Davina yang masih kebingungan perlahan melihat ke sekeliling dan mendadak rasa jengkelnya berganti dengan rasa kagum. Nathan benar! Keindahan Singapura dapat dilihat dari posisinya berdiri saat ini.

Nathan melirik sekilas ke arah Davina, lalu kembali berkata, “Aku akan menjadi pemandu wisata untukmu.”

Davina dengan cepat menoleh ke arah Nathan.

“Eee, tidak perlu! Aku tidak ingin merepotkan,” tolak Davina sungkan.

“Sampai kapan kamu di sini?“ tanya Nathan mengabaikan penolakan Davina.

“Hanya tiga malam,” jawab Davina.

Itu hanya perasaan Davina saja atau memang benar Nathan terlihat sedikit mengernyit. Sepertinya ada sesuatu yang dipikirkan Nathan. Namun, laki-laki itu melanjutkan langkah dengan kedua tangan yang menarik koper, membuat Davina semakin merasa tidak enak hati.

“Nathan, kenapa kopernya tidak ditaruh di mobil saja?” tanya Davina.

“Kita akan ke Pulau Sentosa dengan cable car dan tidak akan kembali ke sini lagi,” jawab Nathan.

“Kalau begitu, aku akan membawa koperku sendiri.” Davina berkata seraya berusaha mengambil alih kopernya.

“Biar aku saja. Ini ringan. Kamu cukup menikmati liburan,” cicit Nathan tak memberikan Davina kesempatan untuk membawa kopernya sendiri.

Davina terlihat merasa tidak nyaman dengan sikap baik Nathan karena meskipun dulu mereka akrab, tetapi sudah lama mereka tidak berjumpa. Lagi pula, gadis itu merasa sepertinya ada sesuatu yang membebani pikiran Nathan. Ia khawatir Nathan hanya merasa tidak enak hati sehingga memaksakan diri untuk menemaninya.

Davina tidak tahu kalau sebenarnya Nathan sibuk memikirkan keselamatannya.

Sebelum naik cable car, Nathan mengajak Davina memasang gembok dengan menuliskan harapan mereka. Itu mungkin seperti di film-film Korea yang tokohnya memasang gembok di Namsan Tower. Tak lupa, Nathan juga mengajak Davina membunyikan lonceng yang bernama bell of happiness. Lalu minta tolong seseorang untuk mengambil gambar mereka di bawah lonceng.

Davina tidak tahu sejarah lonceng tersebut. Dia dengan polosnya hanya menuruti semua yang dikatakan oleh Nathan.

Menurut cerita yang pernah Nathan dengar, terdapat kepercayaan dari para pengunjung. Apabila ada dua orang atau lebih yang membunyikan lonceng maka mereka akan diberikan kebahagiaan, keharmonisan, dan kedamaian.

Di tengah usahanya untuk membuat Davina bisa merasakan liburan di Singapura, Nathan tahu ada masalah besar yang sedang dihadapinya. Laki-laki itu berharap semua masalah dapat diselesaikan dengan baik dan Davina bisa pulang dengan selamat.

“Wow! Aku khawatir kita akan jatuh di tengah laut!” pekik Davina yang tidak berani bergerak.

Nathan tersenyum sambil menjawab, “Kita tidak mungkin jatuh. Duduklah dengan tenang! Kamu bisa melewatkan pemandangan yang sangat indah.”

Saat ini, mereka sudah berada di dalam cable car dan Davina terlihat penuh perjuangan untuk bisa menikmati pemandangan, seperti yang dikatakan oleh Nathan.

Tak lama kemudian, ketika mereka tiba di Pulau Sentosa.

“Hari ini sangat menyenangkan. Terima kasih sudah membawaku kemari,” ucap Davina sembari tersenyum bahagia. Gadis yang tidak tahu apa-apa itu tak henti-hentinya mengambil gambar dan video pemandangan di sekitarnya.

“Ini sudah menjadi tugasku,” lirih Nathan yang baru saja membaca pesan dari Mark yang mengatakan bahwa orang-orang Bernard sudah mulai mengacaukan tempat kerja dan unit apartment tempat tinggalnya.

***

Setelah puas bermain di Universal Studio dan berkeliling di Pulau Sentosa, Nathan mengajak Davina menginap di sebuah hotel bintang lima. Mereka masih berada di Pulau Sentosa.

Sebagai pekerja di hotel yang ada di Pulau Bali, Davina merasa ada sesuatu yang janggal dengan Nathan. Pasalnya, laki-laki itu tidak mengunjungi bagian resepsionis terlebih dahulu untuk mengambil kunci kamar dan mereka bisa langsung memiliki akses untuk masuk ke dalam sebuah kamar yang berada di lantai dua puluh dua.

“Apa kamu tinggal di hotel ini?” tanya Davina usai membersihkan tubuhnya.

Nathan yang sedang sibuk berkomunikasi dengan Mark melalui pesan seketika menoleh ke arah Davina yang hendak bergabung bersamanya di sofa.

“Istirahatlah! Aku akan tidur di kamar sebelah. Jangan mengunci pintu penghubung dan jangan membuka pintu untuk siapa pun! Apa kamu mengerti?” Bukannya menjawab, Nathan justru memberi pesan pada Davina.

Gadis berbalut piyama bahan satin berwarna merah maroon itu mengangguk.

Nathan memperhatikan Davina sejenak dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan kagum sebagai laki-laki normal. Ia kemudian bangkit dan berjalan menuju ke kamarnya seraya menarik koper yang tadi ia tukar di bandara.

Davina yang merasa sakit pada sekujur tubuhnya memilih untuk mengabaikan sikap aneh Nathan yang menjengkelkan dan naik ke atas tempat tidur untuk beristirahat.

Tanpa Davina ketahui, di kamar Nathan sudah ada Mark, Justin, dan Felix. Mereka adalah tim inti yang selalu membantu Nathan untuk menyelesaikan tugas, seperti sekarang ini.

“Sudah siap?” Itu suara Justin, ahlinya menyamar.

“Apa sistem keamanan sudah aktif?” tanya Nathan.

“Sudah. Sepuluh orang yang kau minta juga sudah berjaga-jaga di depan,” jawab Felix, ahli IT.

“Ck, selalu saja berlebihan dan bercanda di tengah situasi hati Nathan yang buruk,” sungut Mark.

“Ketua mengirimkan lima orang jagoan untuk menjaga gadismu,” ringis Felix meralat perkataannya.

Nathan mengangguk dan menyerahkan koper yang ada di tangannya pada Justin.

Di dalam mobil SUV berwarna hitam, Justin yang sudah berhasil membuka koper, dengan cekatan membuka amplop secara perlahan dan menyerahkan isinya pada Felix agar dibuat duplikatnya. Sementara Mark langsung membantu Justin memasang topeng berbahan silikon di wajahnya.

Mereka harus bergegas karena Moiz, pengacara keluarga Bernard akan segera mendarat untuk memberikan surat wasiat yang baru. Rupanya Bernard sudah bisa menduga kejadian yang dialaminya tadi sehingga sudah membuat rencana cadangan.

Rencananya, Justin akan berperan sebagai Moiz yang akan memberikan surat wasiat yang sudah diduplikat dan tentu saja sudah direvisi untuk bagian tertentu pada orang kepercayaan Bernard. Sedangkan Moiz yang asli akan berurusan dengan Nathan dan Mark. Tentu saja, kali ini Nathan harus lebih berhati-hati agar tidak sampai ketahuan.

Setibanya di bandara, Felix menyerahkan surat wasiat palsu beserta seluruh berkasnya pada Justin yang sudah berpenampilan seperti Moiz. Ahli IT kepercayaan Nathan itu lantas mulai menampilkan seluruh CCTV yang ada di bandara dan di dalam pesawat yang ditumpangi oleh Moiz.

“Kita bersiap sekarang!” titah Nathan.

Mark, Justin, dan Felix mengangguk secara serempak. Akan tetapi, gerakan mereka seketika terhenti ketika mendengar suara getar ponsel Nathan.

Laki-laki tampan yang sudah siap dengan maskernya itu terpaksa menerima sambungan telepon karena di layar tertera nama seorang pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Davina hotel.

“Nona panik mencari Tuan Nathan.” Seorang pengawal itu berkata dalam bahasa Inggris.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ashes of Midgard
9.4
Terbangun di tengah kegelapan tanpa ingatan selain nama sendiri, Rio terlempar ke dunia fantasi abad pertengahan yang asing. Tanpa jawaban atas asal-usulnya, ia terpaksa bertahan hidup bersama orang-orang yang bernasib sama. Rio membentuk kelompok tentara bayaran dan mulai mengasah kemampuan tempur demi menghadapi bahaya di tanah Midgard. Inilah awal perjalanan penuh ketidakpastian bagi mereka yang lahir dari abu untuk mengukir takdir baru di dunia yang keras.
Sampul Novel Cinta Sang Ladyboy
8.4
Vanya adalah ladyboy menawan yang kecantikannya mengancam wanita tulen. Di sebuah klub, ia terpikat pada Ricardo Esteban, namun ragu akan statusnya. Pesonanya sebagai penari juga memicu obsesi Peter Hallmark, miliarder New York, serta Don Salvatore, bos mafia Italia yang ingin mengubahnya. Di balik karier MUA, Vanya terjebak dalam gelapnya perdagangan manusia. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan cinta sejati di tengah badai penderitaan tersebut?
Sampul Novel Comeback With You
8.1
Terjebak utang dan perdagangan manusia di Nepal sejak SMP, Laluna bertransformasi menjadi kriminal tangguh demi bertahan hidup. Sepuluh tahun berlalu, gadis asal desa kecil di Indonesia ini memilih menjadi pencuri alih-alih pelacur untuk membiayai keluarga dan menyelamatkan teman-temannya. Takdir mempertemukannya dengan tentara Indonesia yang menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama, mereka berjuang melawan sindikat kejam demi pulang ke tanah air.
Sampul Novel Delasio
8.0
Alesio gemar mempermainkan wanita hingga Adela datang mempermalukannya di depan umum. Saat musuh mulai berdatangan untuk menghancurkan Alesio, Adela justru muncul sebagai penyelamat. Hubungan mereka pun berkembang menjadi persahabatan yang erat. Namun, kedekatan itu perlahan mengungkap rahasia kelam dan fakta masa lalu yang saling terhubung. Luka lama yang terbuka memaksa Alesio menjauh dan menyesali persahabatan yang seharusnya tidak pernah terjalin di antara mereka.
Sampul Novel Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
9.2
Lima tahun mendampingi Alpha Bram, aku hanya mendapat pengkhianatan. Saat insiden lampu gantung maut terjadi, Bram justru menjadikanku tameng demi melindungi selingkuhannya, Bella. Tubuhku hancur dan roh serigalaku lumpuh, namun Bram justru tega melakukan ritual pemutusan ikatan suci kami. Rasa sakit itu menghentikan jantungku tepat saat sebuah rahasia besar terungkap: aku sedang mengandung ahli warisnya. Kini, penyesalan Bram tak lagi berarti bagi nyawaku yang hilang.
Sampul Novel Manusia milikmu
8.6
Selena, manusia dengan masa lalu kelam, ingin kuliah dengan tenang. Namun, Blackwell bersaudara yang berkuasa menyadari keberadaannya. Ternyata, si kembar tiga ini adalah werewolf kuat dan sang Alpha menemukan bahwa Selena adalah pasangannya. Meski sempat ditolak karena status manusianya, sebuah serangan memaksa sang Alpha menggigit Selena demi menyelamatkannya. Kini, di tengah drama kampus dan persaingan saudara, Selena bangkit menjadi serigala dan harus memilih takdirnya sendiri.