Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri

Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri

Bab
Bagikan

Bab 3

Kau tak merasa kasihan dengan gadis itu Arthur, gadis itu baik serta ibu tirimu juga baik!" tukas Adrian membela orang yang arthur benci.

Brak!

Arthur menggebrak meja di kelasnya, semua mata tertuju padanya yang terlihat kilatan amarah di wajahnya.

"Sorry Arthur bukannya aku ingin menyinggungmu," ujar Adrian menunduk.

"Kamu sih adrian malah membuat Bos kita marah lagi, walau bagaimanapun Arthur tak akan pernah mau menerima mereka dalam kehidupannya!" imbuh Daren membela Arthur.

"Iya-iya aku minta maaf, aku hanya kasihan dengan gadis kecil itu yang tak bersalah!" cela Adrian lalu beranjak pergi dari kelas itu.

"Hem ... terus saja kau bela dia," maki Arthur kesal.

"Sabar Bos, mungkin saja Adrian teringat dengan almarhum adiknya dulu yang di bawa oleh ibunya saat orang tuanya cerai, adiknya itu bernama Sean meninggal saat masih berusia 10 tahun ketika di siksa oleh ayah tirinya tanpa sepengetahuan Ibunya, Aku memahami sikap Adrian itu yang tak tega jika orang lain di perlakukan tidak adil!" jelasnya membuat hati Arthur sedikit melunak.

"Bagaimana dengan ibu Adrian?" tanya Arthur penasaran.

"Ibu Adrian juga meninggal ketika berusaha melaporkan kejadian itu pada pihak berwajib, Ibu Adrian di pukuli hingga tewas di tangan suami barunya itu." Daren bercerita sambil menghela nafas prihatin.

"Hem ... Kenapa dia tidak pernah bercerita tentang hidupnya itu pada kita, selama ini Adrian hanya perlihatkan sisi hidupnya yang baik," tanya Arthur merasa iba.

"Kau kasihan dengan apa yang menimpa arthur?" tanya Daren.

"Iya," jawabnya tegas.

"Lalu apa kau tidak kasihan dengan Winona yang selalu kau buat menderita, jika Winona sampai mati di tangan orang suruhanmu apa kau tak kasihan dengan ayah dan ibu tirimu." Daren mencoba mengembalikan sisi baik sahabatnya itu.

"Aaarrrgghhh ..." Teriak Arthur yang bingung dengan perasaanya, ia lalu membawa tasnya keluar dari ruang kelas itu tak lagi mengikuti matkul hari itu.

"Arthur, mau kemana?" tanya Daren yang tak di gubris oleh sahabatnya itu.

"Mereka memang selalu mengedepankan hatinya dari pada masa depannya!" gerutu Daren pada dua sahabatnya yang telah pergi meninggalkan dirinya.

Adrian saat ini sedang duduk di bangku taman samping kampus itu, ia sedang sedih mengingat kembali kejadian yang menimpa ibu dan adiknya.

"Andai aku dulu bisa melindungi Sean dan ibu, pasti mereka saat ini masih bisa bersamaku!" gumamnya mengenang dua orang yang paling berarti dalam hidupnya.

"Maaf, aku tak sengaja membuatmu teringat dengan adik dan ibumu. aku harap kau tak ikut campur dengan masalah aku dan Winona!" pinta Arthur pada sahabatnya itu.

"Baiklah, tapi jika kau Sampai melukai Winona. Kau akan berhadapan denganku!" Ancamnya merasa perduli.

"Yah, aku tak akan Sampai membuatnya mati begitu saja. Itu sangat mudah baginya!" pekik Arthur berlalu pergi.

Adrian yang merasa kasian dengan Winona, ia bertekad melindungi Winona di balik orang lain yang akan di jadikan pelindung Winona.

Saat Arthur hampir saja menyalakan mesin motor ducatinya.

"Hay baby," sapa manja dari pacar Arthur yang bernama Caroline itu.

"Hem ... Ikut aku jika kau ingin bersenang-senang!" tawar Arthur mengedipkan sebelah matanya.

"Oke ..." sahut Caroline yang sudah hafal dengan kode dari kekasihnya itu.

Caroline dengan mesra melingkarkan tangannya di perut Arthur, ia memeluk Arthur sebegitu eratnya.

"Honey," lirih Caroline.

"Kamu hanya punya satu wanita kan?" tanyanya memastikan kekasihnya selalu setia.

"Tentu dong, siapa lagi wanita yang mampu menyaingi kecantikan dan kepandaianmu di ranjang!" puji Arthur di tengah perjalanan ke apartemennya.

Arthur saat ini hanya tinggal seorang diri di apartement miliknya, hadiah dari Edward saat ia berulang tahun di usia 17 tahun, Edward memanjakan Arthur apapun yang di mintanya selalu di penuhi.

"Ih ... Beneran kan honey, aku sangat tersanjung," tutur Caroline begitu meleleh dengan sikap manis Arthur.

Tak lama Mereka Sampai di sebuah apartement mewah di kota Haines city Florida.

Arthur memarkirkan mogenya di tempat parkir penghuni apartement mewah itu.

"Ayo baby," ajaknya menggoda di telinga Caroline.

Arthur bergandengan dengan Caroline kekasihnya, mereka lalu memasuki lift menuju kamar Arthur di lantai 29.

Di dalam lift mereka hanya berdua saja, Arthur yang memang haus akan kepuasan nafsu birahinya yang tinggi ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bercumbu dengan kekasihnya.

"Ah ..."

Satu desahan lolos dari mulut Caroline ketika Arthur bergerilya memasukkan kedua tangannya menembus bermain di antara buah melon kembar menjulang milik Caroline, itulah mengapa Sampai detik ini Caroline tetap menjadi kekasih Arthur karena tubuh seksi sang kekasih mampir menjadi mainannya setiap ia menginginkan kenikmatan.

Saat pintu lift terbuka, mereka segera masuk ke dalam Apartement melanjutkan hasrat yang sudah menggebu-gebu.

"Baby, kali ini kau yang memimpin. Aku sedang ingin menikmati permainanmu!" Rengekan manja Arthur membuat Caroline begitu bergairah.

"Tentu honey, aku akan memuaskanmu!" Satu kecupan mendarat di pipi Arthur.

Arthur melepas semua pakaiannya hingga saat ini ia hanya bertelanjang bulat tanpa sehelai benang, sedangkan Caroline melepas semua pakaiannya dan mendorong keras tubuh Arthur ke ranjang.

"Ah," desah nikmat dari Arthur ketika Caroline begitu buas menjilat lehernya menuruni dada serta menggigit puting milik Arthur yang begitu menggoda caroline.

Caroline tak hanya berhenti di situ saja, ia lalu semakin turun hingga menjilat-jilat perut Arthur semakin turun lagi ia malah mengulum memasukkan senjata yang sudah tegak berdiri kokoh.

"Punyamu tetap yang paling membuatku rindu honey, tak ada yang bisa menandingi besar dan panjangnya milikmu ini!" puji caroline bermain di bawah sana menjilat sesekali memasukkan pusaka Arthur.

Lalu tak perlu menunggu lama lagi, Caroline yang sudah tak bisa menahan nafsu birahinya ia segera memasukkan pusaka milik Arthur ke dalam lembah sempit miliknya.

"Ah ..."

Desah arthur penuh nikmat ketika miliknya di tekan lebih dalam.

"Nikmatilah honey, aku akan memuaskanmu!" Bisik Caroline di telinga Arthur, sesekali Caroline mengigit penuh nafsu bibir tebal milik Arthur.

Dengan berbagai gaya Caroline bermain di atas kekasihnya itu, Arthur yang sudah sampai di puncak kenikmatannya ia lalu menghempas Caroline berbalik menyerang Caroline dengan ganas, Arthur lalu membuat Caroline dengan gaya doggy-style memaju mundurkan miliknya di lembah sempit milik Caroline. Tak lama Arthur menghentakkan Kuat pusakanya menekan lebih dalam. Dan sampainya di akhir puncak permainan adegan panas itu.

Arthur ambruk di tubuh seksi kekasihnya, ia memeluk Caroline sambil meremas-remas buah melon yang menjadi bagian yang paling di sukainya.

"Thanks baby," ucap Arthur mencium bibir Caroline.

Lalu keduanya segera turun dari tempat tidur dan mereka melanjutkan mandi bersama

Di kamar mandi itu, tak lupa keduanya mengulang adegan yang sama di kamar mandi.

Setelah mereka selesai mandi, keduanya kelelahan mereka lalu berbaring di ranjang

Tempat tidur saling berpelukan mesra layaknya suami istri.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GTH" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GTH
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel About Sila
8.6
Siti Laila, putri seorang ustaz, tumbuh menjadi gadis keras hati akibat kurangnya kasih sayang orang tua. Meski terlihat santun di rumah, Sila menyimpan sisi gelap sebagai pendendam di luar. Saat ia berniat bertobat dan meninggalkan masa lalunya yang kelam bersama Lucas, ancaman besar datang. Lucas mengancam akan menghancurkan keluarga Sila hingga tak bersisa jika ia berani berhenti. Kini, Sila terjebak dalam dilema antara penebusan dosa dan keselamatan keluarganya.
Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana adalah wanita karier yang sangat menghindari komitmen asmara. Namun, desakan sang ayah memaksanya menyewa Dirza, seorang pria miskin, untuk menjadi suami bayaran. Kayana merancang kesepakatan pernikahan singkat yang hanya berlangsung satu minggu hingga satu bulan saja. Meski Dirza merasa bersalah karena mempermainkan kesakralan janji suci, Kayana tetap teguh pada rencananya. Mengapa ia lebih memilih pria sederhana dibandingkan pria kaya sebagai pasangannya?
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
8.1
Tiga hari pascakematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik merangkul wanita lain di pelukannya dan dengan dingin memerintahkan agar tubuhku langsung dikremasi sebelum dia dihubungi kembali. Setelah jasadku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, petugas medis kembali menghubungi Sandi. Dengan nada tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya setuju untuk datang ke lokasi kremasi.
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder
9.2
Niela tinggal di pesisir Jakarta yang penuh gemerlap malam. Meski sering dipandang rendah, ia selalu menjaga kehormatannya hingga desakan sang ibu memaksanya terjun ke dunia terlarang. Langkah ini mempertemukannya dengan Darren Alvaro Prayudha, seorang miliarder ternama. Darren menawan Niela demi menyangkal perasaan cintanya yang muncul seketika. Hubungan rumit ini justru menyingkap jati diri Niela yang misterius. Akankah Darren berani jujur pada hatinya?