Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Cinta Sang Casanova

Terjebak Cinta Sang Casanova

Maisya Indira, siswi SMA berusia 17 tahun, tak sengaja bertemu Zifran Alanta, CEO Casanova yang sangat mesum. Demi menghindari perjodohan dari Mama Sarah yang terobsesi menikahkan putranya, mereka sepakat menjalin hubungan palsu. Namun, intensitas pertemuan justru memicu kenyamanan mendalam di antara keduanya. Sandiwara tersebut perlahan berubah menjadi jeratan hasrat terlarang tanpa status yang membahayakan. Akankah cinta palsu ini berakhir menjadi nyata?
Bab
Bagikan

Bab 3

Maisya yang baru pulang sekolah langsung memarkirkan motor di garasi. Maisya berjalan dengan langkah gontai setiap kali ia menatap kearah pintu yang dahulu selalu terbuka lebar untuk menyambutnya kini seakan tak berpenghuni.

Maisya menarik nafas dalam-dalam lalu ia membuangnya kasar, "Huh!"

Perlahan Maisya masuk ke dalam rumah dan langsung menaiki tangga menuju kearah kamarnya.

Maisya yang merebahkan tubuh di atas kasur king size kesayangan sambil menikmati kesendirian yang selalu menemani dirinya.

Tok tok tok.

Suara ketukan pintu kamar mengalihkan pandangan Maisya.

"MASUK!" teriaknya.

Ceklek..

Pintu kamar Maisya terbuka, menampilkan wanita paruh baya yang tengah berdiri diambang pintu.

"Masuk aja Bi! Ada apa?" tanya Maisya baru bangun dari rebahannya, melihat Bibi menghampiri.

"Non Sasa mau makan sekarang atau mandi dulu?" tanya wanita paruh baya yang di panggil 'Bi' oleh Maisya.

Jangan heran dengan nama Sasa yang ditujukan untuk Maisya. Sejak Maisya kecil, Bi 'Nana' itu nama wanita paruh baya yang selalu merawat Maisya dan selalu memanggilnya dengan sebutan Sasa sebagai nama kesayangan untuk Maisya.

"Papa udah pulang Bi?" Bukannya menjawab Maisya malah balik bertanya.

"Belum Non, mungkin sebentar lagi," jawab Bik Nana seadanya.

"Hemm." Maisya menghembuskan nafasnya berat. "Selalu aja," gumamnya.

Maisya turun dari ranjangnya berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan Menganti seragam sekolahnya.

Maisya menuruni anak tangga menatap hampa kearah pintu utama. Berharap sang Papa pulang dan menikmati waktu bersamanya. Namun, semua itu hanya khayalan yang entah sampai kapan ia nikmati.

Srettt.

Maisya menarik kursinya untuk ia duduki.

"Non Sasa mau makan apa biar Bibi yang ambilin," tawar Bik Nana.

"Nggak usah Bi, Sasa bisa sendiri kok Bi," tolak Maisya.

"Bi Nana makan juga ya, temenin Sasa," timpalnya.

"Tapi Non... Bibi harus beresin dapur terlebih dahulu."

"Ya udah kalau gitu, Sasa nggak jadi makan," ancam Maisya.

"Aduh, jangan ngambek Non. Ya udah nih Bibi nemenin Non Sasa makan, tapi jangan ngambek lagi ya?" ucap Bik Nana mengalah.

Maisya tersenyum penuh kemenangan setelah Bik Nana akhirnya pasrah dengan ancaman yang ia ucapkan.

Di waktu yang sama. Namun berbeda tempat.

Tap tap tap...

Terdengar suara langkah kaki seseorang yang sedang menuju kearah dapur untuk mengejutkan Mama nya yang tengah di sibukkan dengan adonan kue yang hendak dimasukkan kedalam oven.

Pria itu adalah Zifran. Dengan langkah mengendap-endap Zifran menghampiri sang Mama yang berdiri membelakanginya.

Namun naas, sebelum ia melakukan aksinya tiba-tiba saja sebuah panci mendarat mulus di dahi Zifran,

Tuenggg...

(anggap aja bunyi panci yang dipukul)

Zifran memegangi dahinya yang terasa amat sangat sakti dan menatap sang pelaku utamanya.Dan pelakunya adalah Mamanya sendiri.

"Sakit?" tanya Mamanya dengan nada meledek.

"Seket?" ucap Zifran menye-menye. "Ya sakit lah! Kalau mukul kira-kira dong Ma." timpalnya ngegas.

"Makanya kalau pulang itu jangan suka ngagetin Mama dong, kamu mau Mama mati muda?" omel Mama.

Mama Sarah membawa Zifran duduk di kursi yang ada di dapur dan mendudukkan tubuhnya di sana.

Mama Sarah datang membawa baskom berisi air hangat dan memberikannya kepada Zifran. "Nih, kamu obati sendiri, di kompres yang bener biar memarnya berkurang," ucap Mama dengan nada judesnya.

"Kok bisa sih Papa yang lembut dan penyayang dapat istri galak bener," gumam Zifran lirih. Namun masih bisa didengar.

"Ngomong apa kamu barusan?" sentak sang Mama yang mendengar gerutuan Zifran.

"Nggak ada. Ngomong apa aku emangnya?" elak Zifran.

"Tau ah. Mama malas untuk berdebat sama kamu!"

Setelah itu Mama kembali melanjutkan pekerjaannya.

Tak lama setelah itu, terdengar suara dekheman tepat di belakang Mama Sarah, Mama Sarah kemudian berbalik dan menatap wajah siapa yang ada dihadapannya saat ini.

"Papa. udah pulang?" ucap Mama Sarah.

"Tentu saja sudah. kalau belum, mana mungkin Papa ada dihadapan Mama." balas papa Arya dengan senyuman.

Zifran yang mendengar ucapan sang Papa akhirnya bersuara, "Uuuhh, romantisnya papaku!" seru Zifran.

"Makanya kamu cepetan menikah, udah tua juga," saut sang Mama.

Mendengar kata 'Menikah' dari sang Mama, tiba-tiba saja mood Zifran yang awalnya baik-baik saja seketika berubah.

"Nggak usah ngomong nikah, kalau ujung-ujungnya di jodohkan," sungut Zifran.

"Nggak usah kayak cewek baperan!" balas Mama Sarah.

"Tau ah! Aku mau ke kamar dulu males lama-lama disini," ucap Zifran yang melangkah meninggalkan kedua orang tuanya.

Sementara itu, Papa dan Mama yang melihat tingkah Zifran saling memandang satu sama lain, sambil mengangkat kedua bahu mereka bersamaan.

****

Di sebuah ruang keluarga. Seorang gadis remaja yang dalam sepi malam masih setia menunggu sang Papa yang belum juga pulang.

Gadis itu menatap ke arah jam yang bertengger indah di hadapannya, ternyata jam itu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Hampir tiga jam sudah Maisya menunggu kepulangan Papanya. Namun semua itu serasa percuma saat papanya tak kunjung datang.

Dengan perasaan kecewa Maisya menutup kembali kotak kue yang sempat ia beli beberapa waktu lalu, Maisya berjalan dengan langkah gontai.

Sesekali ia menghapus jejak air mata yang tidak sengaja luruh begitu saja tanpa ia minta. Di hari ulang tahun Papanya, Maisya mencoba memberikan sedikit kejutan untuk sang Papa. Tetapi rasa kecewa lah ia dapat.

Di kamar Maisya menjatuhkan tubuhnya di kasur kesayangannya sambil memandang ke arah langit-langit kamarnya.

Larut dalam lamunannya, Maisya tersentak ketika suara panggilan telepon terdengar nyaring tepat di sebelahnya.

Kemudian Maisya mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya. Di gesernya ikon berwarna hijau sebagai tanda panggilan diterima.

"Ada apa kak?" ucap Maisya sedikit ketus.

"Kamu kenapa, kok jutek gitu sih? Ada masalah? Cerita sama kakak," ucap seseorang dari sambungan telepon.

"Nggak ada kok. Kak Dion sibuk nggak?" tanya Maisya.

"Nggak! Kenapa?" balas Dion.

Dion adalah kekasih Maisya. Mereka berpacaran sudah sudah tahun lamanya. Dion itu mahasiswa di salah satu kampus terkenal di Jakarta. Dan dia jiga yang selalu membuat Maisya tersenyum di saat sang Papa mengabaikan gadis itu.

"Jalan-jalan yuk! Kan udah lama kita nggak jalan malem, mau nggak?" tawar Maisya.

"Ya udah, Kakak jemput sekarang!"

"Jangan lama-lama."

"Iya-iya, bawel banget sih,"

"Aku tunggu. Bye."

Tut!

Setelah memutuskan panggilan telepon. Maisya berjalan ke arah cermin untuk merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan tak lupa ia juga memoles wajahnya senatural mungkin agar terlihat lebih fresh untuk menutupi jejak kekecewaan yang baru saja ia alami.

Tinn...tinnn!

Suara klakson motor dari luar membuat Maisya yang baru menuruni anak tangga terakhir berjalan cepat menuju pintu utama.

"Udah siap?" tanya Dion kekasih Maisya.

"Yuk kak! Entar keburu malem," Ucap Maisya yang sudah nangkring di jok belakang.

"Pake dulu nih helm nya!" seraya memberikan helmet yang ia pegang kepada Maisya.

"Terimakasih, kak!" ucap Maisya menerima pemberian Dion.

BRUMMM....

Suara deru motor sport yang membelah jalanan ibukota yang ramai di malam hari.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel CANDU CINTA CEO AROGAN
9.7
Erlan Levin adalah CEO sukses di Jakarta yang terus menghindar dari desakan menikah keluarganya. Namun, hidupnya berubah total saat ia tertangkap basah berada di satu kamar dengan gadis asing. Terjepit situasi memalukan ini, ia terpaksa menikahi wanita yang sangat disukai keluarganya itu. Kini, sang istri harus berjuang memenangkan hati Erlan yang dingin. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, atau ia hanya akan menjadi sosok yang terabaikan?
Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
8.4
Elsa, gadis desa lugu, terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pewaris Group Parker, Landon. Demi wasiat kakek, Landon justru memperlakukan Elsa dengan kejam hingga ia hancur. Di titik terendah, Alex Parker selaku ayah mertua hadir melindungi Elsa karena rasa tanggung jawab. Namun, kedekatan mereka memicu gairah terlarang yang sulit dibendung oleh sang miliarder dingin. Akankah Alex sanggup menahan godaan Elsa atau justru menyerah pada hasratnya?
Sampul Novel GADIS PENCURI VS TUAN MUDA
9.3
Seorang pencuri wanita lihai menjadi buronan elit dengan imbalan jutaan Dollar bagi siapa pun yang melenyapkannya. Di tengah kepungan maut, Martin Jakovsky, tuan muda kaya raya yang menderita alergi aneh terhadap sentuhan wanita, justru mengerahkan segala kekuatannya demi melindungi sang gadis dari kejaran penguasa. Mengapa Martin rela mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya meski ia sendiri tak bisa bersentuhan dengan lawan jenis? Simak kisahnya.
Sampul Novel Mysterious CEO
9.1
Dean Bernardus tumbuh tanpa ayah hingga ibunya menikah lagi. Namun, ayah tirinya justru merampas harta mereka dan mengusir Dean. Berkat bantuan wanita misterius, Dean bangkit menjadi CEO sukses. Kini ia mendekati Kensky Revina Oxley untuk membalas dendam, karena Kensky adalah putri dari pria yang menghancurkan hidupnya. Dean memaksa Kensky menjadi kekasihnya meski gadis itu telah dijodohkan. Akankah cinta tulus tumbuh atau hanya sekadar alat pembalasan?