Sampul Novel Terjebak Cinta CEO (Stuck In Love CEO)

Terjebak Cinta CEO (Stuck In Love CEO)

8.6 / 10.0
Dalam novel modern Terjebak Cinta CEO (Stuck In Love CEO), Rachel kabur demi menghindari perjodohan hingga bekerja untuk Satria Angkasa. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Rachel saat menyadari bos juteknya adalah sang calon tunangan dalam web novel populer.
Ringkasan Terjebak Cinta CEO (Stuck In Love CEO)
Rachel Anastasya tidak pernah menyangka akan terjebak dalam perjodohan. Menolak keras rencana itu, ia nekat melarikan diri tepat saat hari pertunangannya tiba. Terbiasa dimanja, kini Rachel harus berjuang mandiri demi bertahan hidup. Namun, takdir membawanya bertemu Satria Angkasa, seorang CEO dingin yang ternyata adalah atasannya sekaligus pria yang seharusnya ia tunangkan. Akankah Rachel berubah pikiran setelah mengetahui identitas asli calon suaminya tersebut?
Baca Selengkapnya

Terjebak Cinta CEO (Stuck In Love CEO) Bab 1

Jari jemari manis Rachel begitu lihai dalam menata rambutnya yang panjang. Ia bergegas mengemasi pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper.

"Pa, ma, maafin Rachel, ya. Rachel terpaksa harus pergi dari rumah ini. Maafkan Rachel yang tak mau menuruti keinginan papa dan mama," ucap Rachel mencium foto keluarganya itu.

Selembar kertas ia letakkan di meja sebagai pengganti ucapan perpisahan untuk kedua orangtuanya. Secara perlahan, Rachel menoleh ke sana kemari dan mulai melangkah mengendap-endap seperti maling di rumahnya sendiri. Kedua matanya berputar dan memastikan kalo situasinya sedang berpihak padanya.

"Syukurlah, mereka belum bangun. Aku harus cepat-cepat meninggalkan rumah ini," gegas Rachel keluar dari rumah.

Tepat jam 09.00 WIB, Semua orang bersiap untuk menjamu tamu dari pihak laki-laki yang akan melamar Rachel.

Semua keluarga Rachel begitu kompak dalam mengenakan pakaian yang sudah disediakan oleh keluarga konglomerat tersebut. Banyak bunga tertata indah di halaman rumah untuk menyambut keluarga laki-laki.

"Pa, gimana? Mama cantik?" tanya mama yang membuat papa tersenyum senang.

"Beautiful!" puji papa memegang kedua pundak istrinya tersebut.

"Thank you, Pa!" ucap mama memeluk papa dengan erat.

"Oiya, Ma. Coba Mama panggil Rachel, satu jam lagi mereka akan datang, lho!" Papa yang melepas pelukan hangat istrinya itu.

"Iya, Pa. Pasti anak kita masih berdandan. Papa tau kan, dia berdandan berapa lama?" ucap mama dengan bangganya.

"Maka dari itu, Mama harus bantu dia agar cepat selesai."

"Ok, Pa!" ucap mama pergi meninggalkan suaminya.

"Akhirnya hari ini aku bisa memenuhi pesan terakhir dari ibu," kata papa membenarkan jasnya sembari tersenyum ke arah kaca rias yang terletak di kamar.

Dengan jalannya yang sexy, mama Gina mengetuk-ngetuk pintu kamar putrinya.

"Sayang, sudah siap belum?" teriak mama Gina.

"Bentar lagi keluarga Angkasa datang, lho!" kata mama mengernyitkan dahinya ketika tak ada jawaban.

"Kok tak ada jawaban?" tanyanya seorang diri.

"Mama masuk, ya?"

Ceklek

Kedua mata mama berputar melihat kamar putrinya yang nampak sepi dan sunyi. Lampu kamar masih menyala, kamar tidur juga masih tertata rapi.

"Rachel, kamu masih mandi?" seru mama berjalan menuju kamar mandi.

"Tak ada? Kemana dia?" tanya mama bingung.

"Rachel..." teriak mama mencari keberadaan putrinya.

Sesaat, langkahnya terhenti ketika melihat selembar kertas yang tergeletak di meja rias.

"Apa ini?" Mama mulai membaca secarik kertas yang memang tertuju untuknya.

"Dear Papa dan Mama,

Pa, ma, maafin Rachel harus menulis surat ini untuk mama dan papa. Maaf beribu maaf, Rachel akan selalu mengucap kata-kata ini untuk mama dan papa. Rachel tidak bisa memenuhi keinginan papa dan mama. Rachel belum siap untuk menikah di usia muda. Maafkan Rachel jika tidak bisa menuruti keinginan Nenek.

Salam anakmu,

Rachel"

"Papa..." teriak mama yang mengguncang seisi rumah tersebut.

Sejenak, pak Dirga menoleh ke arah suara yang membuatnya terkejut.

"Ada apa mama ini?" tanya papa bergegas menuju ke kamar Rachel yang letaknya tak jauh dari kamarnya.

Semua keluarga berkumpul terdiam seraya tak percaya jika Rachel akan pergi di hari pertunangannya.

"Gimana nih, Pa?" tanya mama bingung.

"Apa maksud Rachel pergi begitu saja, Kak?" sahut tante Sera sembari menopangkan kedua tangan di dada.

"Iya, bagaimana jika keluarga Angkasa tau kalo Rachel kabur dari rumah?" sahut tante Nia yang melihat kakaknya terdiam seribu bahasa.

"Anak itu, bisa-bisanya dia pergi di hari pertunangannya ini. Apa yang ada di pikirannya? Apa dia tidak tau, betapa besarnya harapan kita, jika dia menikah dengan putra keluarga Angkasa itu," sahut om Lukman kesal.

"Diam kalian!" gertak pak Dirga yang membuat semua tak berkutik.

****

Dengan penampilan yang begitu perfect, Satria mulai melangkah menghampiri mamanya yang sudah bersiap untuk melamar gadis pilihan Omanya.

Dengan senyum tipis, ia mulai menuruni anak tangga yang menjulang tinggi di rumahnya.

"Wah, sayang. Kamu tampan sekali!" puji Mama Rita.

"Thanks, Ma," ucap Satria singkat.

"Sejak bekerja di Bogor, kamu terlihat begitu tampan," puji mama Rita mengusap bahu putranya yang begitu gagah.

Satria hanya tersenyum tipis menyikapi perkataan mamanya itu.

"Sayang, makasih, ya? Karena kamu sudah mau menerima perjodohan ini. Ngomong-ngomong , tak ada yang terluka 'kan? Dengan perjodohan ini?" tanya mama seraya memegang tangan putranya.

"Kapan kita berangkat?" tanya Satria mengalihkan pembicaraan sembari melihat arah jarum jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Sekarang kita berangkat!" sahut papa berjalan menghampiri mereka dengan senyum yang menawan.

Sesaat, Satria melirik raut wajah kedua orangtuanya yang terlihat begitu bahagia. Seorang menantu memang keinginan mereka sejak dulu.

Tapi, karena sifat Satria yang angkuh, dingin, cuek dan hanya memikirkan perusahaannya membuat ia kesulitan untuk mencari pasangan hidup. Tepat usianya yang menginjak 29 tahun, akhirnya ia mau memenuhi keinginan dari keluarganya. Menikah dengan salah satu cucu sahabat dari omanya.

"Pa, apa Papa sudah mempersiapkan semuanya?" tanya mama berjalan seraya menggandeng tangan putranya.

"Mama tenang saja, papa sudah menyuruh orang untuk mengaturnya," jawab papa tersenyum senang dan mulai memasuki mobilnya.

"Syukurlah," lirih mama memandang putranya yang begitu acuh.

"Sayang, jika nanti kamu sudah menikah. Tolonglah, sifat acuh dan jutek kamu dihilangkan. Kasian istri kamu nanti," pinta mama dengan hati-hati.

"Kalo dia mau menerima perjodohan ini, seharusnya dia mau menerima Satria apa adanya, Ma!" kata Satria membuka kacamata hitamnya dan masuk ke mobil.

"Anak ini," keluh mama yang ikut masuk mobil.

Drt ... Drt ...

Satria mulai mengangkat telepon dari salah satu dari kliennya.

Mama Rita yang duduk disampingnya, hanya tersenyum senang melihat putranya yang terlihat begitu perfect.

"Siapa, Sat?" tanya mama penasaran.

"Pa, Ma, kayaknya Satria tidak bisa ikut ke sana? Ada sedikit masalah yang harus Satria bereskan," kata Satria mengejutkan kedua orangtuanya.

"Trus, bagaimana dengan pertunangan kamu, Sayang?" tanya mama cemas.

"Iya, Sat. Lagian di sana 'kan, ada Dinda yang menghandle semua," sahut papa menoleh ke belakang.

"Masalahnya clien yang satu ini tidak mau ada yang mewakilkan dalam meeting. Papa dan Mama tenang saja, pertunangan ini akan tetap berjalan. Pokoknya Satria serahkan semuanya pada Papa dan Mama."

Satria mencium punggung tangan mama dan papanya secara bergantian untuk berpamitan. Ia bergegas keluar dari mobil dan berlari menghampiri mobil jeep miliknya.

"Apa mereka tidak kecewa, jika Satria tidak ikut?" tanya mama seraya mengernyitkan dahinya.

"Semua akan baik-baik saja. Mama tak perlu khawatir, mereka akan menerimanya," ucap papa meraih tangan istrinya yang lembut.

"Semoga saja begitu. Mama takut jika mereka kecewa dan tak mau menikahkan putrinya," kata mama memanyunkan bibirnya.

"Mereka tak berhak memutuskan. Mama pindah di depan, ya? Papa tidak mau sendirian," pinta papa dengan senyum manisnya.

Di dalam bus arah Bogor, Rachel mulai terbangun dari tidurnya.

Kedua bola matanya yang indah, hidungnya yang mancung membuat kaum adam yang ada di dalam bus tersebut terpesona akan kecantikannya.

Sesaat, ia mengernyitkan dahinya ketika melihat ada beberapa orang yang tersenyum ke arahnya.

"Kenapa mereka tersenyum-senyum seperti itu?" gumam batinnya memilih untuk melihat pemandangan alam yang terlihat dari luar jendela yang ada di bus.

Tanpa sepengetahuan Rachel, ibu-ibu yang duduk di sebelahnya. Diam-diam mengambil dompet miliknya. Senyum tertoreh, ia tujukan pada ibu copet yang juga tersenyum kepadanya.

Sesampai di pertigaan, Rachel turun dari bus. Ia mencoba menghubungi sahabatnya untuk segera menjemputnya.

"Sambil menunggu Intan, lebih baik aku beli camilan buat dia. Aku yakin dia pasti menyukainya," gegasnya menuju minimarket yang tak jauh dari tempat itu. Dua keranjang barang belanjaan Rachel bersiap untuk mengantri di kasir.

Di perjalanan, Satria merasa tenggorokannya sangat kering. Ia menghentikan mobilnya dan bergegas membeli sebuah minuman di minimarket.

Sesaat langkahnya terhenti, ketika melihat ada gadis cantik yang membuat antrian panjang di kasir tersebut. Ya, gadis itu adalah Rachel. Rachel bingung mencari dompet yang tidak ia temukan di saku dan di tas kecilnya.

Satria mendesah dan berjalan ke arah kasir.

Kedua mata Rachel mengerling ketika ada orang yang mau membayar belanjaannya.

"Berapa semuanya? Biar saya yang bayar," tutur Satria yang mengagetkan Rachel.

"Semuanya satu juta lima ratus, Pak."

"Sekalian sama minuman ini," tukas Satria menunjukkan minuman yang ada di tangannya.

"Wait! Siapa kamu? Kenapa kamu membayar belanjaan saya?" tanya Rachel penasaran dan tak sengaja memegang tangan kiri Satria yang ada di sampingnya.

Sesaat, Satria melirik tubuh Rachel dari atas sampai bawah. Rachel seakan tak mampu menegak salivanya sendiri.

Dengan cepat, ia melepas tangannya dan mengucapkan kata maaf.

"Anak manja!Jika tak mempunyai uang, jangan jajan di sini!" Satria yang pergi meninggalkan Rachel begitu saja. Rachel hanya mendesah dan tak habis pikir, dengan perkataan Satria kepadanya.

"Sialan, bisa-bisanya dia mengatai diriku anak manja. Siapa dia?"gumam batin Rachel greget melihat Satria yang menghilang dari hadapannya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjebak Cinta CEO (Stuck In Love CEO)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun menikah rahasia dengan seorang direktur, sang istri harus menerima kenyataan pahit saat suaminya melarang putra mereka memanggilnya ayah. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretarisnya, keputusan bulat pun diambil. Surat cerai dilayangkan, dan dia pergi membawa putranya selamanya. Kepergian tiba-tiba ini meruntuhkan ketenangan sang miliarder yang seketika kehilangan kendali mencari istrinya. Namun, kali ini penantiannya akan sia-sia.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan