Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tentara Langit Penjaga Hati

Tentara Langit Penjaga Hati

Membuka hati setelah kegagalan pernikahan bukanlah perkara mudah bagi Wardana. Meski menjabat sebagai Letnan Satu, ia harus berjuang melawan rasa tidak percaya diri demi mendapatkan Zanna. Di sisi lain, Zanna yang menyimpan trauma mendalam bersumpah untuk hidup sendiri dan menolak kehadiran pria mana pun. Mampukah ketulusan cinta Wardana meruntuhkan tembok pertahanan Zanna yang begitu kokoh? Ikuti perjuangan sang tentara dalam menaklukkan luka masa lalu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Suasana ruang keluarga rumah orang tua Wardana, sedikit menegangkan. Kemarin Wardana menjemput Murwani dari Semarang. Hari ini, keluarga besar mereka sedang membahas kelanjutan rumah tangga keduanya. Mertua Wardana saat ini merasa tertampar oleh kelakuan anak perempuannya. Dulu ketika mereka meminta restu untuk menikah, keluarga Pak Hidayat menentang keras. Mereka berpikir jika anak gadisnya menikah dengan tentara, maka kehidupannya akan sengsara. Tetapi semua dapat dipatahkan dengan tanggung jawab Wardana, yang begitu menyayangi istrinya dan berusaha selalu membahagiakan keluarga.

Berkali Pak Hidayat meminta maaf pada Wardana, juga kedua orang tuanya. Bu Hidayat bahkan sampai memohon pada menantunya, supaya memberikan kesempatan kedua pada Murwani, yang masih tetap ingin mempertahankan pernikahannya. Sedang Wardana masih berpikir untuk mempertimbangkan kembali semuanya. Di tengah perdebatan yang alot, karena mempertahankan argument masing-masing, tetiba muncul lelaki selingkuhan Murwani.

Masih dengan sangat jelas, Wardana merekam dalam ingatan, wajah lelaki yang tertangkap basah, sedang berbuat asusila dengan istrinya, di kamar hotel empat bulan lalu. Saat itu, Wardana bersama beberapa anggota intel, juga POM AU, menggerebek tempat yang disewa pasangan selingkuh tersebut.

Dengan beraninya, lelaki yang belakangan diketahui bernama Prapto, berkata tegas kalau Murwani sedang hamil anaknya. Wardana meradang, perwira muda itu merasa harga dirinya sudah direndahkan, juga dipermalukan. Karena sikap lancang Prapto, Ferdi--adik bungsu Wardana—langsung menghadiahi bogem mentah pada wajah Prapto.

Tubuh lelaki perusak rumah tangga Wardana itu, sampai terhuyung kebelakang. Ferdi sudah merangsek maju untuk melanjutkan aksinya, tapi langsung dicegah Surya--adik kedua Wardana--perang mulut antara Prapto dan Ferdi tidak terelakan Lagi. Wardana yang pada dasarnya perndiam dan tidak suka keributan, segera mencengkeram krah baju Prapto, lalu menyeret lelaki itu keluar. Surya dan Ferdi mengikuti dari belakang begitu juga Murwani.

"Tetap di rumah dan jangan berani keluar! Urusan kita belum selesai!" teriak Wardana pada Murwani yang seketika membantu dalam berdirinya.

Wajah tampan wardana sudah memerah menahan amarah. Tubuh Prapto sampai terseret, karena kuatnya cengkraman dan tarikan tangan Wardana. Sesampainya di tanah lapang, dilemparkannya tubuh Prapto hingga tersungkur. Tanpa berpikir panjang, Wardana menerjang lelaki bertubuh tambun itu. Pukulan demi pukulan mendarat di wajah selingkuhan sang istri, sebagai pelampiasan kemarahan.

Emosi sudah menguasai lelaki dengan alis mata tebal tertata rapi. Bahkan teriakan peringatan kedua adiknya sudah tidak dihiraukan lagi. Ferdi berusaha menahan tubuh tegap kakaknya, tetapi pemuda berkulit bersih itu kewalahan menghadapai tenaga Wardana. Surya berusaha membantu adiknya untuk menghentikan aksi kakak mereka.

"Bli, sudah!" teriak Ferdi sambil berusaha menarik lengan Wardana. Tetapi tidak diidahkan Wardana sedikitpun.

"Ingat Ken, Bli!" Suara Surya saat menyebut nama anak lelakinya, seketika mengembalikan kesadaran Wardana.

Prapto sudah babak belur karena perbuatan Wardana. Kemungkinan kalau Surya tidak menyebut nama Ken, lelaki pembuat onar itu bisa saja terbunuh di tangan Wardana. Tidak mau mengambil resiko dan membahayakan kakanya, Surya dibantu beberapa tetangga, yang menyaksikan kejadian tadi, membawa Prapto ke rumah sakit.

Wardana diikuti Ferdi kembali kerumah, untuk menyelesaikan permasalahan dengan istrinya. Tatapan tajam Wardana mengarah pada Murwani. Sedang wanita itu justru hanya menunduk dengan airmata yang sudah membasahi wajahnya. Keputusan Wardana kali ini sudah bulat untuk berpisah dengan istrinya.

Berkas gugatan cerai sudah masuk ke pengadilan agama. Setelah keputusan cerai dari pihak satuan Wardana dikabulkan. Walau memakan waktu cukup lama, karena memang tidak mudah bagi seorang abdi negara untuk mengajukan proses cerai tanpa alasan yang kuat. Beruntung Wardana punya bukti dan saksi kuat yang membenarkan perselingkuhan istrinya. Terlebih ada janin tidak berdosa hasil hubungan gelap mereka, hal itu sangat membantu Wardana untuk memperoleh putusan dengan cepat.

Enam bulan sudah Wardana resmi menyandang status duda. Hak asuh Ken jatuh pada lelaki berbadan tegap terlatih itu. Saat Wardana bekerja Ken tetap dititipkan di rumah Hendi. Dinda yang paling merasa bahagia dengan kondisi ini, bukan maksud menari di atas peceraian tetangganya. Tetapi mengingat sikap Murwani pada Ken terkadang membuat dirinya merasa prihatin terhadap anak lelaki itu.

Awal tahun ajaran baru Wardana memasukkan Ken ke PAUD yang berjarak satu kilo meter dari gerbang komplek. Ken sudah sangat ingin sekolah semenjak menginjak usia tiga tahun. Murwani sebagai ibu kurang memperhatikan apa yang dibutuhkan anaknya. Rona bahagia terlihat jelas di wajah bocah berhidung mancung itu. Mengenal dunia baru. Bertambah teman, juga mendapat pembelajaran baru dari guru-gurunya. Ken cukup cepat menyerap apa yang diajarkan. Bersyukur kepintaran papanya menurun secara genetik pada Ken.

Ken merasa senang sudah bersekolah. Aktifitas kesehariannya lebih terarah. Masalah baru mulai timbul saat salah satu ibu teman Ken bergosip di sekolah tentang keluarga anak lelaki tersebut, terutama tentang ibunya. Pada awalnya tidak mengganggu Ken. Sampai akhirnya bocah lelaki tampan itu menerima perundungan dari beberapa teman yang usianya lebih di atasnya. Mereka mengejek Ken. Bahkan sampai melakukan kekerasan secara fisik.

“Ken nggak disayang ibunya, makanya ditinggal pergi.” Kekerasan verbal demikian yang membuat Ken jadi rendah diri.

Sudah dua hari Ken ogah-ogahan saat papanya meminta bersiap untuk berangkat sekolah. Wardana merasa heran dengan tingkah jagoan kecilnya. Hari ini dirinya mendapat bebas tugas setelah beberapa hari mengerjakan jaringan radar di Tarakan. Sambil menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, tentara yang ternyata jago masak itu memancing obrolan dengan bocah yang memasang wajah manyun.

“Ken, hari ini papa libur. Gimana kalau pulang sekolah kita main ke Play Ground yang di mall,” ucap Wardana dengan meletakkan sepiring spageti tuna kesukaan Ken.

“Nggak usah sekolah aja, Pah. Langsung ke mall!” teriak Ken kegirangan.

“No…. no…. jagoan papa harus tetap sekolah dulu. Baru kita main,” tegas ucap Wardana pada Ken.

“Ya papa. Nggak asyik!” wajah Ken semakin murung dan bibirnya bertambah maju beberapa senti. Ini yang terkadang membuat Wardana begitu miris melihat anak lelakinya yang tampan, cerdas, dan sama sekali tidak rewel justru malah ditinggalkan ibunya begitu saja.

Bulir bening mulai mengaburkan pandangan Wardana. Hatinya masih terasa sakit jika teringat tentang kegagalan pernikahannya, terlebih ada anak yang menjadi korban keegoisan orang tuanya. Tanpa terasa lelah air mata sudah membasahi kedua pipinya. Ken yang melihat papanya menangis langsung memeluk erat leher idolanya tersebut.

“Maafin Ken ya, Pah. Ken sudah bikin papa sedih.” Suara Ken bergetar menahan tangis.

Wardana tersadar lalu segera menghapus air matanya. Memeluk tubuh mungil Ken sebagai jawaban kalau dirinya sudah baik-baik saja. Dikecupnya puncak kepala anak lelaki penyemangat hidup. Wardana lantas mulai menuapkan spageti ke mulut Ken. Ditatapnya wajah Ken yang lebih mirip Murwani dari pada dirinya. Wardana begitu bangga mempunyai anak lelaki yang sangat pengertian.

Dalam perjalanan menuju sekolah yang biasanya ramai dengan celoteh Ken kini hanya keheningan yang menemani. Dalam benak Wardana masih berkecamuk ada apa sebenarnya yang terjadi pada Ken sampai-sampai berniat bolos sekolah. ‘Lebih baik nanti tanyakan pada gurunya saja. Siapa tahu beliau lebih paham tentang apa yang membuat Ken berubah sikap.’ batin Wardana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dua Takdir, Satu Malam
9.7
Menjelang hari pernikahan, Damar terbangun di sisi sekretarisnya, Kyra. Murka karena merasa dijebak, Damar memecat Kyra dan menghancurkan reputasinya. Hidup Kyra lantas runtuh; ia kehilangan tempat tinggal serta biaya pengobatan ibunya. Di tengah penderitaan, Kyra menyadari dirinya hamil. Berbulan-bulan kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali saat Kyra tengah berjuang sendirian. Sebuah rahasia besar pun perlahan terungkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi malam itu.
Sampul Novel Kebahagiaan setelah Badai
8.6
Pernikahan Rachel Sonya dengan Zack Gundam hancur setelah rahasia kelam terungkap. Rachel tidak sengaja mendengar Zack mengakui bahwa dialah dalang di balik cedera lengannya, demi memajukan karier Selvia sebagai pelukis terkenal. Meski lengan Rachel kini terancam nekrosis, Zack sengaja membiarkannya demi ambisi tersebut. Sadar pria yang dianggap penyelamatnya telah menipu dirinya selama tiga tahun, Rachel memutuskan untuk pergi dan meninggalkan cinta palsu itu.
Sampul Novel Marriage Life 2
8.9
Vante Adinan mendapatkan peluang kedua dari Andara Jeo untuk memulihkan pernikahan mereka yang hancur. Namun, tantangan baru muncul saat kepribadian Andara berubah drastis, termasuk permintaan anehnya saat mengidam. Situasi kian rumit ketika Jaren Adiyaksa menuduh Vante menjemput wanita hamil lain. Meski Vante bersikeras dirinya tidak berselingkuh, ia harus berjuang keras menghadapi segala ujian kesetiaan dan perubahan sikap istrinya demi menjaga rumah tangga mereka.
Sampul Novel Menantuku Dari Keluarga Kaya
8.3
Niat baik seorang ibu untuk merayakan hari ulang bulan cucunya justru berbuah penghinaan kejam. Menantu perempuannya menuduh pakaian barunya sebagai barang palsu, sementara besannya dengan angkuh melemparkan uang dua juta rupiah sebagai bayaran karena telah 'menjual' putranya. Meski sang suami berusaha membela, mereka justru menerima cacian yang lebih menyakitkan. Namun, roda nasib berputar ekstrem saat keluarga kaya tersebut akhirnya berlutut di hadapan suaminya demi bertahan hidup.
Sampul Novel Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya
8.3
Dikhianati oleh kekasihnya, Gabriela melarikan diri ke pelukan pria asing dalam sebuah malam penuh gairah sebelum akhirnya menghilang saat subuh. Ia mengira telah tidur dengan seorang playboy, namun sosok itu ternyata Wesley, CEO dingin yang merupakan atasannya sendiri. Meski Wesley tetap bersikap tenang di kantor, ia sebenarnya memendam kecemburuan posesif yang luar biasa karena mengira Gabriela masih mencintai mantan kekasihnya yang tidak setia itu.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini terjebak tipu daya Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cinta demi menghancurkan bisnis kakaknya. Setelah menyadari foto intim dan perlindungan Baskara hanyalah rekayasa kejam, ia bangkit dari penderitaan fisik dan mental. Ia bukan lagi pion lemah, melainkan api pembalasan yang menghapus jejak rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlak.