Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tawaran Gila Suamiku

Tawaran Gila Suamiku

Arga dan istrinya adalah pasangan dokter yang telah menjalin kasih sejak masa kuliah hingga bekerja di rumah sakit yang sama. Namun, rutinitas pernikahan membuat Arga merasa jenuh hingga kehilangan gairah seksual terhadap sang istri. Di tengah rasa frustrasi tersebut, ia menemukan sebuah ide ekstrem untuk membangkitkan hasratnya kembali, yakni bertukar pasangan. Kini, Arga bimbang apakah istrinya yang terpandang dan berharga diri tinggi akan menerima ajakan gila itu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku mandi bersama dengan istri orang lain dan juga bersama dengan suaminya.

Hal yang tidak pernah kubayangkan akan terjadi di hidupku. Hal yang selama ini hanya kulihat di video saja atau di cerita-cerita, kini terjadi di depanku dengan nyata!

Tidak hanya aku ditawarkan untuk mandi bersama dengan mereka, kini aku justru di ajak untuk ikut membersihkan tubuh wanita lain di depan suaminya sendiri.

Sejujurnya, aku masih tidak percaya begitu mendengar permintaan itu. Rasanya bagaikan sebuah mimpi, mimpi yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

Namun, pada akhirnya kepalaku mengangguk, mengiyakan ajakan itu.

Meskipun saat ini jantungku berdegup dengan sangat kencang dan masih tidak mempercayai hal ini. Aku menyetujui permintaan itu.

Habisnya, sejak tadi pandanganku tidak pernah bisa lepas dari tubuh seksi istri professor Cahyono itu. Dadanya yang bulat, kulitnya yang mulus, dan belum lagi tatapan dan senyumannya yang membuat tidak hanya jantungku, tapi pusakaku juga ikut berdebar-debar.

Kulihat wanita itu telah membelakangi tubuhku dan professor Cahyono mulai sibuk membersihkan tubuh istrinya, atau lebih tepatnya, meremas-remas dada wanita itu karena sepertinya tangannya yang berbusa tidak pernah lepas dari sana.

Dengan langkah kaki yang malu-malu dan gugup, aku akhirnya ikut masuk ke dalam bilik shower itu.

Pandanganku tidak lepas dari punggung dan bokong bulat wanita itu yang rasanya ingin sekali kusentuh dan kuremas-remas.

“Baiklah!” gumamku yang mencoba untuk menyadarkan diriku agar tidak bertingkah keterlaluan atau melebihi batas.

Mereka memintaku untuk membersihkan bagian belakang tubuh wanita itu, jadi sebaiknya aku mengerjakan hal itu saja.

Dengan jantungku yang berdebar kencang dan wajah yang terasa panas, aku mendekati tempat sabun cair yang tersedia disitu dan menumpahkannya di kedua tanganku.

Setelah kedua tanganku sudah bersabun itu, aku kembali menatap punggung itu.

Debaran jantungku rasanya semakin menjadi-jadi, tapi aku tahu bahwa aku harus melakukan ini.

Dengan perlahan-lahan dan hati-hati, tanganku bergerak mendekat dan akhirnya kutempelkan di punggung wanita itu.

“Ahhhh ohhhh ahhhhh.”

Desahan wanita itu bisa kudengar ketika tanganku menyentuh punggungnya yang basah karena terkena air itu.

Aku tidak tahu apakah dia sengaja mendesah begitu tanganku menyentuhnya, atau karena sentuhan suaminya yang saat ini mungkin masih memainkan dadanya, tapi yang jelas wanita itu terus mendesah.

Tanganku yang tadinya menyentuh punggungnya itu lalu perlahan-lahan mulai turun ke bawah, hingga tanganku menyentuh pinggangnya.

Desahan terus keluar dari bibir wanita itu, membuatku menjadi semakin bersemangat dan di sisi lain menjadi semakin bernapsu.

Rasanya pusakaku kini sudah tegang dengan maksimal, tapi aku berusaha untuk fokus membersihkan tubuh bagian belakangnya.

Setelah seluruh punggungnya sudah disabuni dan rasanya sudah bersih, aku memberanikan diri untuk menurunkan kedua tanganku lebih jauh ke bawah. Melewati pinggangnya… pinggulnya… sampai akhirnya kedua tanganku itu akhirnya meremas bokong bulat itu.

“AHHHH~” desahan wanita itu menjadi semakin kuat ketika jari-jariku itu menyentuh kedua bokongnya.

Aku masih tidak tahu apakah itu karena sentuhanku atau suaminya, tapi rasanya desahannya memang menjadi semakin kuat.

Merasa bahwa tidak ada penolakan dari wanita itu, kedua tanganku terus berada di bokongnya, membelainya sambil sesekali meremas-remasnya.

Dari tempatku kulihat professor Cahyono terus menyentuh kedua dada wanita itu, membuat desahan wanita itu memenuhi bilik shower kamar hotel itu.

Sampai akhirnya, aku bisa melihat tangan Professor Cahyono turun dari dadanya, dan seperti bergerak ke bawah.

“AHHHH OHHHHHH.”

Desahan wanita itu semakin menjadi-jadi, dan kulihat tangan Professor Cahyono seperti bergerak-gerak.

Apakah mungkin tangan itu… pergi ke tempat yang aku pikirkan?

Apakah sekarang jari-jarinya sedang masuk ke dalam lubang wanita itu?

Dipenuhi oleh rasa penasaran, tanpa sadar tangan kiriku langsung turun ke bawah dan bergerak menyentuh lubang wanita itu.

Aku bisa merasakan tangan Professor Cahyono yang berada di sana, tapi aku ingin lebih fokus ke sesuatu yang lunak dan basah yang ada di bawah sana.

“AHHHH OHHHH AWHHHH IYAAAAA AHHHHH,” desahan wanita itu terdengar semakin merdu di telingaku.

Apa dia mendesah karena saat ini jari-jariku, ah, tidak, jari-jari kami berdua sedang memainkan lubangnya itu?

Aku tidak peduli lagi apakah saat ini aku sudah melewati batas dengan menyentuh lubang itu, tapi saat ini aku hanya ingin memainkan lubang yang sudah sangat basah itu dan terus menyentuhnya.

Sepertinya Professor Cahyono juga tampak tidak masalah dengan hal itu karena sesekali jari-jari kami berdua tampak bersentuhan ketika ingin mengeksplore lubang itu.

“Ahhhh Awhhhh ohhhh Tunggu…. Tunggu dulu!”

Suara wanita itu terdengar protes dan kulihat kedua tangannya memegang bahu Professor Cahyono.

Namun, meski begitu, jari-jari Professor Cahyono masih berada di bawah sana dan terus mempermainkan lubangnya. Aku juga terus melakukan hal yang sama karena kulihat Professor Cahyono melakukan hal itu.

“Jika kita terus seperti ini… aku akan segera keluar,” ujar wanita itu dengan suara yang terdengar seperti menahan desahan dan sedikit memohon.

Suaranya terdengar sangat indah di telingaku dan membuatku menjadi semakin bernapsu dan justru ingin membuat wanita itu keluar.

“Kalau begitu, jika aku berhenti melakukan ini, apa yang akan kamu lakukan untukku?” tanya Professor Cahyono dengan suara yang terdengar seperti menantang itu.

Wanita itu tidak menjawabnya tapi tiba-tiba langsung berjongkok, membuatku jari-jariku yang berada di lubangnya langsung terlepas dan terpaksa aku menarik tanganku dari lubangnya itu.

Tanpa mengatakan apa-apa, istri Professor Cahyono tiba-tiba langsung memegang pusaka yang terlihat masih setengah bangun itu dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang paha pria itu.

Lalu, tanpa ba bi bu, wanita itu langsung melahap pusaka yang masih setengah tegang itu ke dalam mulutnya, dan begitu pusaka itu menjadi tegang kembali, wanita itu langsung mendorong kepalanya dan melahap pusaka itu sampai ke ujung pangkalnya dan bertahan lama di sana.

Ukuran pusaka Professor Cahyono bisa dibilang lebih kecil dari milikku, diameternya juga tidak sebesar punyaku. Meski begitu, panjangnya kutaksir sekitar 15 atau 16 cm dan dengan panjang yang seperti itu, wanita itu melahap pusaka itu sampai habis.

Aku hanya menatap pemandangan itu dengan takjub dan juga iri, berharap bahwa saat ini aku yang sedang berada di posisi seperti itu.

Mulut wanita itu akhirnya melepaskan pusaka itu untuk mengambil napasnya lalu langsung mendekatkan lagi wajahnya ke arah pusaka itu dan mengeluarkan lidahnya lalu menjilat-jilat ujung kepala pusaka itu.sambil satu tangannya menyelipkan rambutnya ke belakang.

Setelah beberapa saat, mulut wanita itu kembali melahap pusaka itu dan mulai bergerak maju mundur dengan tangannya yang memegang pangkal pusaka itu.

Aku benar-benar terpaku melihat pemandangan di depan itu dengan pusaka yang mengacung dengan kerasnya.

Cara istri Professor Cahyono menghisap pusaka… benar-benar terlihat sangat menggoda.

Professor Cahyono bahkan terlihat tidak bisa menahan gairahnya lagi karena tangan pria itu langsung memegang kepala wanita itu dan mulai menyetubuhi mulut istrinya itu dengan menggerakkan pinggulnya sendiri untuk maju mundur.

Pemandangan tiu sungguh membuatku sangat bernapsu dan bergairah saat ini.

Jika saja… istri Professor Cahyono bersedia untuk menghisapku seperti itu juga…

Aku tanpa sadar menelan ludahku sendiri dan hanya bisa melihat adegan di depan dengan pusaka yang sangat tegang dan sudah kepengen.

Bahkan jika aku harus mengorbankan jiwaku ke iblis sekarang, selama wanita itu mau menghisapku saat ini, rasanya aku bersedia untuk melakukannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra terjebak dalam dilema antara kebencian mendalam atas perlakuan kejam Azhar dan ketakutan kehilangan pria itu saat benih cinta mulai tumbuh. Di sisi lain, Azhar yang awalnya hanya ingin memperbudak Citra demi memuaskan nafsunya, justru mulai dikuasai naluri untuk melindungi. Hubungan penuh luka ini berubah menjadi ikatan yang rumit, membuktikan bahwa mereka adalah perasaan yang tepat namun hadir di saat yang tidak seharusnya bagi satu sama lain.
Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.0
Tiga belas tahun membina hubungan sejak masa sekolah hingga pernikahan, Valen rela menentang keluarganya sendiri demi memberikan sebuah perusahaan publik kepada sang suami. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang jatuh dari laci rahasia. Di dalamnya tertulis kalimat menyakitkan bahwa suaminya sangat muak dengannya. Valen akhirnya menyadari cinta sejati yang ia percayai hanyalah dusta. Kini, ia mulai mempertanyakan ketulusan suaminya, termasuk motif di balik kepemilikan perusahaan tersebut.
Sampul Novel Cintamu Dibayar Dengan Surat
8.3
Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya setelah sebuah insiden fatal merenggut kesucian gadis itu. Tiga tahun berlalu tanpa cinta, Rio justru memilih menikahi mantan kekasihnya, Clara. Ia membenci Sintia yang dianggapnya licik karena memanfaatkan hartanya demi biaya medis sang ibu. Rio bahkan menolak mengakui Dika sebagai putra kandungnya. Namun, dinamika rumah tangga mereka mulai bergejolak saat istri keduanya datang membawa sebuah perjanjian rahasia yang tak terduga.
Sampul Novel Kakak Ipar Rasa Pacar
7.9
Nadia berniat memberi kejutan ulang tahun untuk Raka, namun justru memergoki tunangannya itu berselingkuh dengan kakaknya sendiri, Tania. Pengkhianatan ini menghancurkan rencana pernikahan mereka. Terusir dari rumah, Nadia menemui Darren, sang kakak ipar, untuk mengungkap kebenaran tersebut. Bersama-sama, dua orang yang tersakiti ini sepakat bekerja sama demi membalas dendam. Namun, kedekatan mereka justru menumbuhkan benih cinta yang tak terduga di tengah rumitnya rencana mereka.
Sampul Novel KASIH YANG TAK DIINGINKAN
8.5
Kasih lahir ke dunia sebagai anak yang tidak pernah diinginkan. Alih-alih mendapatkan cinta, ia justru dianggap sebagai sebuah kesalahan yang terpaksa dibesarkan. Nama Kasih sebenarnya adalah doa sang ibu agar suami sirinya luluh, namun kehadirannya malah menjadi pemicu keretakan hubungan hingga berujung perpisahan. Kini ia harus menanggung beban dari keputusan orang tuanya yang gagal memberikan kebahagiaan serta kasih sayang tulus sejak dirinya dilahirkan.
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya
8.5
Tujuh tahun menjadi sekretaris dan kekasih Navish, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat pria itu bertunangan dengan orang lain. Berniat mundur karena patah hati, Cassia terkejut ketika Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu di depan publik. Namun, sebuah acara lelang mengubah segalanya. Alih-alih dilamar, Cassia justru dihadapkan pada kemunculan 'cinta sejati' Navish yang berwajah sangat mirip dengannya. Di tengah gunjingan publik, Cassia akhirnya menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang pengganti.