Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Taruhan Nasib: Suamiku yang Tak Terduga

Taruhan Nasib: Suamiku yang Tak Terduga

Kirani dipaksa menikahi Devon, pria yang dicap preman berbahaya. Meski dihina sebagai anak angkat yang malang, hidupnya justru penuh berkah hingga memenangkan rumah mewah. Ternyata, Devon bukanlah orang biasa, melainkan miliarder terkaya di dunia yang menyembunyikan identitasnya. Saat rahasia besar ini terungkap dan Kirani merasa terintimidasi hingga meminta cerai, Devon menolak tegas. Ia justru menyerahkan seluruh hartanya demi mempertahankan sang istri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kirani bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh pria itu.

Dia mengerutkan kening dan menjawab, "Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan."

"Berbohong bukanlah hal yang baik." Pria itu tersenyum dingin saat memberi tekanan lebih besar pada pisau di genggaman tangannya.

Setetes darah mengalir di leher rapuh Kirani.

Ketakutan yang dia alami sekarang jauh lebih besar dibanding saat dia dikejar tadi.

Dengan suara bergetar karena ketakutan, Kirani berhasil berbicara. "Pak, dengarkan aku dulu ...."

Dia menjaga ceritanya tetap sederhana, hanya berbagi bagaimana dia diharuskan menikah dengan pria yang tidak dicintainya. Pada akhirnya, dia memohon, "Pak, aku belum pernah melihat wajahmu, dan aku tidak tahu siapa kamu ... tolong lepaskan aku ... ibuku menunggu kepulanganku di rumah."

Permohonan lembutnya entah bagaimana berhasil menyentuh hati pria itu.

Dia mengurangi tekanan pisau yang menekan di tenggorokan Kirani.

Kemudian, terdengar suara keras di pintu.

"Pasti dia di sini! Kita harus bergerak cepat!"

Ekspresi wajah pria itu seketika menjadi kaku. Dia menarik Kirani bersamanya, menekan tubuhnya ke dinding.

Pria itu memerintah dengan tegas, "Mengeranglah!"

Kirani benar-benar tercengang.

Tubuh mereka menempel erat.

Beberapa saat kemudian, pintu didobrak terbuka. Pria itu meraih pinggangnya dan berpura-pura melakukan gerakan maju mundur.

"Ah!"

Suara erangan Kirani terdengar di seluruh gudang.

Para penyusup bersenjata terkejut menyaksikan pemandangan di depan mereka.

Sambil mengumpat, mereka pergi dengan cepat.

"Berengsek! Buang-buang waktu saja!"

"Berhenti mengatakan itu! Cepatlah, kita harus memeriksa tempat lainnya. Dia terluka parah, tidak mungkin dia pergi jauh!"

"Baik!"

Suara-suara itu akhirnya memudar.

Akan tetapi, kemudian ....

Bulu mata Kirani bergetar, dan pipinya memerah. "Apa mereka sudah pergi?"

"Ya, terima kasih." Suara pria asing itu terdengar lebih parau dibandingkan sebelumnya.

"Sama-sama. Bolehkah aku pergi sekarang?"

Dengan tangan memegang gaun pengantinnya, Kirani merasakan campuran rasa takut sekaligus malu.

Saat pria itu hendak menyetujuinya, tatapannya tertuju pada gaun pengantin robek yang Kirani kenakan.

Cahaya bulan bersinar melalui jendela, menerangi sesuatu di perut Kirani.

Dia berhenti sesaat, tertegun.

Gadis yang dalam ingatannya beberapa tahun lalu memiliki tanda serupa.

Entah dari mana, dia mendapatkan dorongan aneh.

"Aku berubah pikiran."

"Apa?!" Kirani kaget.

Dari bayang-bayang, suaranya terdengar berkata, "Apakah kamu benar-benar bersedia menikah dengan pria yang tidak kamu cintai karena diharuskan?"

Genggaman Kirani pada gaun pengantinnya semakin erat.

Bersedia? Tentu saja dia tidak bersedia.

Kurangnya tanggapan dari Kirani sudah memberi jawaban yang cukup.

Pria itu mencondongkan tubuh ke arah Kirani sambil tersenyum dan berbisik di telinganya, "Bagaimana kalau kita melanjutkan apa yang baru saja kita lakukan? Orang-orang itu ingin mendikte hidupmu. Tidakkah kamu ingin membalas dendam pada mereka?"

Kirani bingung.

Balas ... dendam? Apakah hal itu mungkin?

Pacar yang lama dia kencani telah mengkhianatinya, dan sekarang pernikahannya digunakan sebagai alat tawar-menawar ....

Kata-kata pria itu memiliki daya tarik jahat, menuntunnya untuk memiliki ide liar, yaitu melakukannya dengannya.

Mengingat kata-kata para penyusup tadi, dia bertanya, "Apakah kamu sekarat?"

"Ya, aku tidak akan hidup lama."

"Kalau begitu, ayo kita lanjutkan!" ucap Kirani, penuh dengan tekad.

Karena pria ini sekarat, tidak ada yang akan mengetahui apa yang mereka lakukan.

Pria itu mendekat sambil tersenyum, mencium lembut telinganya, bibirnya dengan lembut menyentuh anting mutiaranya.

"Nikmati malam pertamamu, Sayang."

Keesokan paginya, ketika Kirani bangun, dia mengenakan jaket.

Pria itu tidak terlihat di mana pun.

Mungkin dia memilih mengakhiri hidupnya di suatu tempat dengan tenang.

Pikiran ini meninggalkan kehampaan aneh di hatinya, apalagi mengingat mereka telah berbagi kemesraan bersama di malam sebelumnya.

"Bruk!" Tiba-tiba, pintu didobrak terbuka

Beberapa pengawal bergegas masuk bergantian.

Keluarga Handaru telah melacak keberadaannya!

Kirani melesat ke arah jendela, hanya untuk dihimpit ke dinding dengan keras oleh para pengawal.

Satu jam kemudian, dia mendapati dirinya terlempar ke kaki Fauzi Handaru dan Mayang.

Mayang menggunakan kukunya yang tajam, mencubit kulit Kirani sambil memarahi, "Begitu banyak orang telah mencarimu sepanjang malam! Bagaimana bisa kamu melakukan ini? Bagaimana kamu bisa melarikan diri dari pernikahanmu sendiri?"

Kulit Kirani robek dan berdarah. Menahan rasa sakit, dia bertemu tatapan Mayang dengan sikap menantang. "Sejak awal yang orang itu ingin nikahi bukanlah aku!"

"Sudahlah."

Fauzi turun tangan, menarik Mayang menjauh dan mengangkat Kirani berdiri. Dia menawarkan senyuman yang menenangkan. "Jangan pedulikan dia, Kirani."

Saat menyentuh lengannya yang berdarah dari cubitan Mayang, Kirani merasa sedih. "Aku tidak ingin menikah dengannya."

Fauzi tidak setuju dan berkata, "Kirani, kamu bersikap tidak masuk akal. Bayangkan tahun-tahun di mana kamu dan ibumu tinggal bersama kami. Sekarang, ketika tiba giliranmu untuk membalas budi pada kami, kamu ragu? Kamu tidak bisa begitu tidak berperasaan."

Kirani tahu bahwa Fauzi munafik.

Dia melangkah mundur dan berkata, "Aku akan membayar kembali semua uang yang telah kalian habiskan."

Kata-katanya sukses membuat Fauzi tersenyum. "Ini bukan tentang uang, tapi, kudengar ibumu membutuhkan transplantasi ginjal. Kirani, mampukah kamu membiayai operasi semahal itu?"

Tangan Kirani mengepal karena frustrasi.

Dia tahu, dia tidak punya uang sebanyak itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bercerai dengan Suami Miskin
8.0
Tiga tahun membina rumah tangga, sang istri rela menanggung seluruh biaya hidup karena mengira suaminya terlilit utang. Pria itu bahkan melarangnya membeli tas murah seharga ratusan ribu. Namun, kebohongan besar terungkap saat sang istri mengetahui suaminya memberikan hadiah kalung berlian senilai delapan miliar rupiah untuk ulang tahun cinta pertamanya. Lelaki yang dianggapnya miskin tersebut rupanya adalah pewaris tunggal dinasti konglomerat yang memiliki kekayaan triliunan rupiah.
Sampul Novel Belenggu Cinta
8.8
Saat mengetahui dirinya hamil, sang protagonis justru melihat suaminya, Yohan Suharso, mendampingi Maudy Hutomo melakukan pemeriksaan kandungan. Sikap dingin Yohan yang memilih tidak pulang membuatnya mantap menjadwalkan aborsi. Selama ini, orang-orang mengira ia terlalu terobsesi pada Yohan dan takkan sanggup pergi meski terus disakiti. Namun, kesetiaannya selama sepuluh tahun hanyalah cara untuk melunasi utang budi. Kini, saatnya ia mengakhiri belenggu pernikahan ini selamanya.
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS
8.8
Havva, gadis 17 tahun asal desa kecil di Ankara, terpaksa menikahi Irlan demi membiayai pengobatan ibunya dan meringankan beban ayahnya. Irlan yang kaya raya jatuh hati pada kecantikan alami Havva saat berlibur di penginapan tempat ayah Havva bekerja. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk karena Irlan sudah beristri. Bilqis, sang istri pertama yang modis dan sinis, terus mengintimidasi Havva. Mampukah gadis polos ini bertahan di tengah tekanan istri tua?
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun membina rumah tangga dengan Reynald tak membuat Riana bahagia. Alih-alih cinta, ia justru terjebak dalam lingkaran KDRT dan tekanan dari Mayang, ibu mertuanya yang membenci Riana karena belum juga memiliki keturunan. Penderitaannya mencapai puncak saat kehadiran wanita lain merusak pernikahan mereka. Merasa lelah dengan segala pengkhianatan dan kekerasan yang dialaminya, Riana akhirnya mengambil langkah tegas untuk mundur dan pergi.
Sampul Novel Istri Kontrak Sang CEO Dingin
9.4
Demi melunasi utang keluarga yang menghimpit, Hana terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Ray, CEO berhati dingin yang butuh menjaga citra publiknya. Meski awalnya sepakat untuk tidak saling melibatkan perasaan, benih cinta perlahan muncul di tengah kepura-puraan mereka. Namun, saat masa lalu kelam Ray terungkap dan ancaman rival bisnis mulai menyerang, hubungan mereka pun diuji. Sanggupkah cinta sejati tumbuh dari sebuah kebohongan yang rumit?