Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tante, mau kan jadi Mamaku?

Tante, mau kan jadi Mamaku?

Intan, seorang mahasiswi, mendadak punya tetangga duda tampan bernama Mahardika. Namun, pesona pria itu tertutup oleh tingkah nakal putrinya, Bella, yang selalu memancing emosi Intan. Meski Bella terang-terangan mengincar Intan untuk menjadi ibu tirinya, Intan tegas menolak demi ketenangan hidupnya. Bella bahkan nekat mengajak ayahnya memakai pelet demi ambisi tersebut. Akankah Intan tetap bertahan menolak tawaran menjadi mama Bella di tengah situasi konyol ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

*Happy Reading*

Gara-gara mulut tanpa saringannya si Bella. Aku pun dengan refleks menyilangkan tangan di depan dada, untuk menutupi bagian yang Bella sebutkan tadi. Sebelum akhirnya menjerit histeris dan lari ke lantai atas, kembali ke kamarku.

Sumpah demi neneknya Tapasya yang jahat. Aku malu banget!

Tentu saja! Tadi itu ‘kan ... Astaga! Mau ditaruh di mana mukaku setelah ini?

Oke! Aku akui, memang yang dikatakan si Bella itu benar adanya. Aku memang terbiasa tidur tanpa dalaman apapun. Hanya daster rumahan yang panjangnya selutut. Namun, oh … ayolah! Aku rasa yang punya kebiasaan seperti itu bukan cuma aku, bahkan kuyakin 90% wanita memang suka tidur tanpa benda-benda sialan yang sering bikin nyesek itu. Iya, kan? Ngaku aja!

Nah, cuma masalahnya adalah ... kenapa si Bella harus mengatakannya selugas itu, sih? Aku ‘kan tengsin banget! Mana ada bapaknya pula di situ. Aduh ... sumpah demi apapun! Aku rasanya mau hilang aja dari bumi selamanya. Sayangnya, itu cuma akan jadi anganku saja, karena saat hari menjelang sore, si bocah gendeng itu kembali merecokiku.

Kali ini, dia seenaknya datang ke kamarku dan minta ditemani belajar sepeda. Kan? Nih, bocah emang minta dimutilasi. Nggak tau apa, kalau aku masih dalam mode sembunyi karena tengsin akibat kelakuannya?

“Bell, minta Bapakmu saja sana yang ajarin. Jangan gangguin Tante lagi!” omelku yang masih kesal padanya.

“Papa lagi pacaran. Gak bisa diganggu!”

Eh?

Apa katanya?

“Pacaran? Bapakmu emang punya pacar, Bel?” tanyaku akhirnya mulai kepo.

“Ck, Tante ini gimana, sih? Papanya Bella ‘kan, ganteng. Tentu aja punya pacar. Emang, Tante. Jones!”

Sialan! Malah aku dikatain. Dasar bola bekel!

“Sembarangan kamu kalo ngomong. Gini-gini Tante itu punya pacar, tau!” balasku tak mau kalah.

“Siapa? Om yang waktu itu?” tanya Bella.

Aku baru saja mau mengangguk dengan bangga. Sebelum nih kutil satu seenaknya bicara lagi.

“Jangan halu, Tante. Orang cakep kaya gitu, mana mau sama Tante. Palingan juga Tante cuma dijadiin mainan aja. Udah putusin! Lagian, kata Nenek pacaran itu dosa, tau. Mending langsung nikah aja. Menjauhi dosa zina.”

Tua ... tua ... bocah kelas 1 SD bisa-bisanya ngomongin dosa. Dada aja masih rata lo, Bell. Sok-sok ngomongin dosa.

“Sok tua lu, Bel!” Aku menoyor kepala mungilnya dengan gemas. Membuat gadis itu cemberut tak terima.

“Lagian ngapain kamu ngomongin soal pacaran itu dosa? Lah, Bapakmu aja pan lagi pacaran, katanya tadi. Sono ceramah depan Bapakmu kalo berani,” tantangku kemudian.

“Siapa yang pacaran?”

Eh?

Kepalaku pun sontak berputar ke arah pintu. Saat suara bariton itu tiba-tiba terdengar.

Mampus! Lagi enak-enaknya ghibahin orang, malah muncul dia. Alamak! Mati ajalah, ini mah.

“Papa?” seru Bella. Saat melihat penampakan Bapaknya yang muncul begitu saja di ambang pintu kamarku.

Bocah itu pun melompat ke tubuh Bapaknya, yang langsung ditangkap dengan sigap oleh pria itu.

“Papa udah selesai kerjanya? Udah bisa temenin Bella belajar sepeda, dong. Iya ‘kan?”

Tunggu!

Bukannya tadi ... si Bella bilang Bapaknya lagi pacaran ya? Kok, sekarang dia bilang kerja, sih?

Lah, ini yang budek aku atau emang si Bella yang baru aja nyebarin Hoax. Malah jadi nggak sinkron gini?

“Udah. Ini makanya Papa jemput kamu ke sini,” jawab Pak Dika lembut sekali, bikin aku salfok lagi.

Sialan! Si Bella yang dilembutin. Ngapa aku yang baper, coba?

“Ya, udah. Ayo, Pa. Lagian Tante Intan nggak asyik. Masa Bella minta ajarin cara naik sepeda. Malah dialihin jadi bahas pacaran. Nggak bagus kan buat Bella ya, Pa?”

Bangke! Nih, bocah malah nebar racun lagi.

“Sembarangan!” sergahku tak terima. “Yang duluan bahas pacaran siapa coba? Kamu ya kan?” sambungku membela diri.

“Dih! Kok jadi Bella?”

“Lah, iya! Kamu ‘kan yang awalnya bilang Bapakmu nggak bisa nemenin karena lagi pacaran. Terus ujung-ujungnya malah bawa-bawa dosa. Udah ngaku aja kamu, Bel!” desakku tak mau mengalah.

Biar dikata nih bocah masih piyik, tetap aja, kalau bibit netizen sudah terlihat. Wajib banget dibasmi dari usia dini.

“Tapi ‘kan Bella nggak bilang Papa pacaran sama orang.”

Eh? Maksudnya?

“Papa emang tadi pacaran, tapi sama kerjaannya. Bukan sama orang. Itu, sih, Tante aja yang cemburuan. Makanya langsung kepoin siapa pacar Papa. Iya kan?”

Asem! Dia ngerjain aku ternyata.

“Bell, Tante nggak—”

“Jadi kamu cemburu sama saya, Tan?”

Eh?

“Enggak gitu ceritanya, Pak. Saya—”

“Nggak papah. Saya ngerti kok,” sela Pak Dika seenaknya sambil menepuk kepalaku, sebelum pergi begitu saja meninggalkan aku yang masih megap-megap di depan kamar.

Astaga!

Ini bapak sama anak kenapa, sih? Bikin pusing banget kelakuannya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Terdesak utang, Lana menerima tawaran Valerie untuk menggoda ayahnya, Cedric Vellani, demi membatalkan pernikahan pria kaya itu dengan wanita pemburu harta. Namun, Cedric yang dingin tak mudah ditaklukkan. Lana justru terjebak dalam pesona sang target hingga hubungan transaksional mereka berubah jadi perasaan terlarang. Saat Valerie merasa dikhianati, Lana harus memilih antara uang atau cinta yang berawal dari kebohongan. Akankah ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Anak Yang Tertukar
9.2
Raya, wanita kaya yang merasa hampa, tiba-tiba masuk ke dunia novel sebagai Selina, sosok antagonis yang kejam. Ternyata, Selina adalah anak yang tertukar saat lahir akibat kelalaian suster. Kini, Raya berada di posisi sulit dalam hidup Selina yang penuh manipulasi. Ia harus memilih: menebus kesalahan masa lalu dengan mengubah sikapnya, atau tetap menjadi jahat dan menghadapi masa depan kelam. Setiap pilihannya akan menentukan apakah ia selamat atau hancur.
Sampul Novel Istri kecilku
8.8
Membangun keluarga harmonis adalah impian setiap pasangan, namun jalan menuju kebahagiaan selalu penuh rintangan. Bella dan Aris kini berada di titik persimpangan saat kesetiaan dan kondisi ekonomi menguji keteguhan cinta mereka. Banyak pernikahan hancur karena tekanan serupa, dan kini nasib rumah tangga mereka menjadi taruhan. Mampukah keduanya bertahan menghadapi badai ujian ini, ataukah mereka akan menyerah pada keadaan yang kian menghimpit?
Sampul Novel Istriku Yang Seksi
8.1
Dunia Alden hancur saat memergoki Synthia, istri yang sangat ia cintai, berselingkuh tepat saat ia hendak memberi kejutan. Dipicu dendam, Alden menjerat Saskia, gadis polos teman istrinya, ke dalam pernikahan paksa. Meski awalnya hanya ingin membalas sakit hati, Alden justru mulai luluh oleh kehadiran Saskia. Kini, Saskia harus bertahan menghadapi sikap dingin sang suami yang arogan. Akankah cinta tulus tumbuh di tengah badai cobaan dan luka masa lalu mereka?
Sampul Novel Membakar Habis Rumah Empat Kekasih Gadunganku
8.4
Alina Barata, pewaris tunggal kerajaan bisnis, dikhianati Damian Adiputra dan tiga pria pelindungnya. Damian justru mencintai Luna dan merencanakan kecelakaan demi menguasai harta Alina. Saat nyaris tewas, Alina sadar bahwa mereka semua bersekutu melawannya. Di sebuah pesta yang dirancang untuk mempermalukannya melalui video pribadi, Alina tidak lagi tunduk. Ia siap membalas dengan rekaman rahasia yang akan menghancurkan reputasi kotor mereka selamanya.
Sampul Novel Mimpi Yang Retak
7.9
Kehidupan harmonis keluarga Johnson hanyalah topeng belaka. Di balik kemegahan rumah mereka, Alice menyembunyikan duka di balik senyum rapuh, sementara Daniel terobsesi menjaga citra kesuksesan. Saat rahasia kelam mulai terkuak dan kepercayaan hancur, mereka harus memilih antara memperbaiki mimpi yang retak atau tenggelam dalam kebohongan. Sebuah drama emosional penuh pengkhianatan yang menguji apakah kebahagiaan sejati masih bisa ditemukan di tengah kehancuran.