Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Takdir yang Sulit Ditempuh

Takdir yang Sulit Ditempuh

Kehadiranku dan ibuku dianggap sebagai perusak kebahagiaan keluarga kakak tiriku. Kebenciannya begitu mendalam, ditunjukkan lewat tatapan dingin dan ucapan kejam yang mengharapkan kematianku. Namun, setelah aku benar-benar tiada memenuhi keinginannya, penyesalan hebat justru melandanya. Dia menangis dan memohon agar aku kembali, meratapi keputusan masa lalu saat kami berpisah dan perlakuan kasarnya. Sayangnya, semua kasih sayang yang terlambat ini tidak lagi berarti bagi raga yang telah mati.
Bab
Bagikan

Bab 5

Ini adalah satu-satunya foto kami.

Aku akan membakarnya untuk diriku sendiri setelah mati.

Bagaimanapun juga, jika bayi kami yang ada di jalan menuju akhirat ingin melihat seperti apa ayahnya, aku bisa menunjukkan foto ini.

Aku akan memberitahunya bahwa dia punya sepasang orang tua yang sangat mencintainya, serta membesarkannya dalam cinta.

Ketika aku melihat Alvin lagi, dia sudah kembali ke sosoknya yang anggun dan sopan.

Dia dengan cekatan berbicara dengan para tamu, sesekali memberikan camilan untuk Ajeng dengan penuh perhatian.

Wanita itu terlihat tidak suka dengan suasana seperti itu. Raut wajahnya tampak tidak sabaran.

Alvin membungkuk untuk berbisik di telinganya. Setelah itu, wajah wanita itu yang tadinya penuh kekesalan langsung berubah ceria.

Aku pikir Ajeng akan kembali untuk beristirahat, tetapi ternyata dia langsung berjalan ke arahku.

"Kamu pasti Vina, 'kan? Alvin khawatir aku merasa bosan, jadi dia memintaku untuk menemanimu."

Ajeng tersenyum cerah seperti mawar yang tumbuh dalam rumah kaca, tanpa ada beban sedikit pun.

Namun, pandanganku secara alami tertuju pada perutnya yang mulai sedikit membuncit.

"Nona Ajeng, selamat atas pertunanganmu dengan kakakku. Semoga kalian selalu bahagia dan cepat mendapatkan momongan."

Aku pikir ini adalah ucapan selamat yang menyenangkan, tetapi wajahnya yang tadinya ceria langsung berubah muram.

"Bagaimana kamu tahu kalau aku hamil? Apakah Alvin yang memberitahumu? Apakah dia juga memberitahumu tentang ini?"

Wajahnya penuh kemarahan. Dia segera berlari ke arah Alvin sambil mengangkat gaunnya.

Aku tertegun melihat sikapnya yang penuh kemarahan, hanya bisa berbisik pelan untuk meminta maaf.

Aku tidak bermaksud jahat.

Aku hanya berpikir bahwa akhirnya Alvin akan memiliki keluarga hangat yang selalu dia impikan.

Aku seharusnya merasa bahagia.

Entah apa yang dikatakan Ajeng pada Alvin, tapi mereka mulai bertengkar hebat di balkon.

Tak lama kemudian, Alvin menghampiriku, menarik tanganku, lalu membawaku ke tempat yang sepi.

"Vina, apa kamu begitu nggak sabar mau membuatku malu?" tanya pria itu.

Aku memandangnya dengan penuh kebingungan.

Kesalahan apa lagi yang sudah aku lakukan?

"Aku sudah meminta secara khusus agar kamu berdandan cantik. Apa begini caramu membalaskan dendam padaku?"

Pandangan merendahkannya tertuju padaku, lalu dia berkata, "Apa Keluarga Setio kekurangan makanan atau pakaian untukmu?"

Aku menundukkan kepala dengan rasa bersalah.

Namun, aku sudah berusaha sebaik mungkin.

Tidak ada gadis yang tidak suka tampil cantik.

Hanya saja, kanker hati stadium akhir ini seperti makhluk yang rakus, tak pernah merasa puas.

Ia menguras semua energiku, membuat tubuhku yang dulu penuh semangat menjadi kurus kering.

Aku mulai sering merasa kedinginan.

Bahkan mengenakan jaket tebal pun tidak bisa menghangatkanku, apa lagi gaun malam yang memperlihatkan lenganku.

"Selain itu, jangan pernah mencoba mendekati Ajeng lagi! Meski kamu berusaha untuk menyenangkannya, aku nggak akan pernah menyukaimu!" tambah Alvin.

Aku tahu.

Aku tahu kamu tidak menyukaiku.

Aku tahu kamu sudah punya orang yang kamu cintai, tapi mengapa kamu harus terus menekankan hal itu di hadapanku?

Aku merasa seolah terjebak dalam badai yang tak pernah berakhir. Rasa sakit yang datang terus mengiris tubuhku seperti ribuan pisau yang tajam, membuatku sulit bernapas.

"Baik ...."

"Aku nggak akan mengganggumu dan Ajeng lagi."

"Aku akan menuruti perintahmu, pindah dari rumah Keluarga Setio. Aku nggak akan muncul di hadapanmu lagi."

Aku bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya aku katakan. Aku hanya terus membuat janji dan meminta maaf.

"Lebih baik kamu menepati ucapanmu. Melihatmu saja sudah membuatku ...."

Belum selesai kata-katanya, Alvin mengernyitkan kening sambil bertanya, "Vina, kenapa kamu mimisan?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B23362" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B23362
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Wedding
8.6
Fachmi heran mengapa matanya selalu tertuju pada Carissa, gadis SMK yang jauh dari kriterianya. Meski mengaku tak cinta, ia justru terhibur oleh kebencian gadis itu. Secara impulsif, Fachmi menawarkan pernikahan saat ayah Carissa mengeluhkan tingkah putrinya. Di sisi lain, Carissa yang baru tujuh belas tahun merasa hidupnya hancur. Ia terpaksa menikah muda dengan Fachmi, pria dewasa yang dicap hobi mempermainkan wanita. Akankah takdir ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Seorang wanita mendadak tegang saat bertemu kembali dengan Davero di dalam lift kantor. Pertemuan yang tak terduga itu berubah mencekam ketika sang CEO tampan memojokkannya ke dinding dengan tatapan tajam yang penuh dominasi. Meski sang wanita merasa ketakutan dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan bahwa ia tak akan membiarkannya pergi lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menandai bahwa wanita itu kini adalah miliknya sepenuhnya secara mutlak.
Sampul Novel Bismillah, Aku Ikhlas
8.2
Kehidupan rumah tangga yang seharusnya indah berubah menjadi penderitaan akibat lisan tajam ibu mertua. Tuduhan mandul dan penyesalan atas pernikahan terus dilontarkan, menambah beban pekerjaan rumah yang tiada habisnya. Sang istri terus dipojokkan dan dituntut memberikan cucu dalam tekanan mental yang berat. Di tengah badai konflik dan sikap mertua yang semena-mena, ia kini berdiri di persimpangan jalan antara terus bertahan atau memilih menyerah.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Cinta Sejatinya
9.2
Lamaran pernikahan dari Dimas hancur seketika saat sebuah telepon dari Janet menginterupsi. Tanpa ragu, Dimas pergi meninggalkan kekasihnya demi menolong perempuan yang selalu membayangi hubungan mereka. Meski lelah dituduh terlalu cemburu oleh Dimas yang bersikeras bahwa Janet hanyalah masa lalu, sang protagonis akhirnya mengambil keputusan besar. Ia memilih meninggalkan hubungan tersebut dan menerima pinangan William Anderson, pria yang benar-benar menjadikannya sebagai cinta sejati.
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.